p-Index From 2021 - 2026
10.767
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences KEAIRAN MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Jurnal Rekayasa Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Dampak Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Teras Jurnal JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Serambi Engineering Jurnal Kreativitas PKM EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Techno-Fish Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Journal of Engineering and Scientific Research (JESR) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) International Journal of Aviation Science and Engineering Journal of Innovation and Technology Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung COJ (Coastal and Ocean Journal) Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences (IJNHS) Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Sylva Lestari JURNAL HUTAN TROPIS JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Journal of Public Health Concerns Journal of Sustainability Science and Technology Jurnal Sipil Terapan Jurnal Meteorologi dan Geofisika Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Pembagian SUB-DAS Terhadap Debit Puncak dengan Menggunakan Software HEC-HMS Aristiani, Widya; Kusumastuti, Dyah Indriana; Winarno, Dwi Joko; Wahono, Endro Prasetyo
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2003

Abstract

Sungai Way Besai yang terletak pada kecamatan Sumberjaya, kabupaten Lampung Barat memiliki DAS yang cukup besar sehingga DAS tersebut dapat dibagi dalam beberapa Sub-DAS. Pembagian jumlah Sub-DAS di sungai Way Besai dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan nilai debit puncak pada saat dilakukan perhitungan debit puncak pada beberapa jumlah sub-DAS yang berbeda. Model HEC-HMS merupakan model hidrologi numerik yang dikembangkan oleh Hidrologic Engineering Center (HEC) dari US Army Corps Of Engineers. Pada penelitian ini dilakukan 3 pembagian sub-DAS yaitu pembagian 5 sub-DAS, 11 sub-DAS, dan 25sub-DAS. Metode yang dilakukan pada software HEC-HMS yaitu metode user gage weighting untuk perhitungan precipitation, metode SCS curve number untuk perhitungan volume runoff, metode SCS unit hydrograph untuk perhitungan direct runoff, metode constant monthly untuk perhitungan baseflow, dan metode muskingum untuk perhitungan routing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak jumlah pembagian sub-DAS semakin besar nilai debit puncak yang dihasilkan.
Analisis Kedalaman Gerusan Lokal (Local Scouring) di Hilir Bangunan pelimpah (Stepped Modified Spillway) dengan Model Fisik 2D kuncoro, wahyu hadi; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2011

Abstract

Spillway is a hydraulic structure whose existence is very important because it is built to release excess water or flood discharge that cannot be accommodated in the dam. The hydraulics analysis of this study used a spillway design (Stepped modified Spillway) with a 2-D physical model and the sediment used was sand with a uniform diameter of 1.8 mm or passed sieve no. 16. This research was carried out 5 times for every 25 minutes of upstream water level observations.In the Stepped spillway spillway the maximum scour (dsmax) occurs at an upstream height (H0) of 3 cm of 0.125 m with an Lds of 0.09 m from the downstream of the spillway. Meanwhile, for the Stepped Modified Spillway spillway, the maximum scour (dsmax) occurs at an upstream height ( H0) 3 cm is 0.076 m with Lds of 0.221 m. This shows that the greater the flow rate, the greater the depth of scour that occurs. So it can be concluded that the Lacey method is the closest to the laboratory results. This is because a balance has been achieved. The deeper the local scour that occurs, the more volume of sediment carried downstream of the weir.Keywords: Stepped and stepped modified spillway, local scour, sediment.
Uji Pengaruh Kemiringan dan Tipe Pijakan (Tangga Sekat dan Vertical Pool Passes) pada Dasar Fishway terhadap Rasio Perpindahan Ikan Sidat (Anguilla bicolor, sp) Kusanti, Nency Dwi; Wahono, Endro P; Kusumastuti, Dyah Indriana; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2028

Abstract

Bendung merupakan suatu bangunan sungai yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan. Dalam pembangunan suatu bendung, harus memperhatikan keseimbangan ekosistem yang ada agar ekosistem tetap terjaga, salah satunya dengan cara membangun bangunan pelengkap sungai berupa tangga ikan (fishway). Untuk mengetahui efisiensi bentuk fishway yang dapat dibangun, pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan menggunakan ikan sidat (Anguilla bicolor, sp) yang kemudian akan dilakukan pengujian pada alat fishway dengan kemiringan dan dua tipe pijakan yang berbeda, yaitu tangga sekat dan vertical pool passes yang kemudian akan dibandingkan dengan tipe pijakan pipa PVC yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Dari penelitian yang telah dilakukan, terjadi penurunan rasio aktivitas seiring bertambahnya sudut kemiringan pada fishway dan diperoleh nilai rasio tertinggi pada percobaan dengan sudut kemiringan 25° dengan rasio sebesar 4,40 untuk tipe pijakan tangga sekat dan 3,72 untuk tipe pijakan vertical pool passes. Sedangkan jika dibandingkan antara tipe pijakan tangga sekat, vertical pool passes dan pipa PVC diperoleh nilai rasio tertinggi yaitu pada penggunaan pipa PVC 0,5 inch dengan rasio sebesar 4,50.
Evaluasi Stabilitas Breakwater pada Kecamatan Panjang Kurniawan, Rizqi; Tugiono, Subuh; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2095

Abstract

Abstract The coast will be easily damaged due to large waves, causing damage to the area around the coastal area which is densely populated with various activities, namely Pantai Kecamatan Panjang, among others as ports, settlements, industry, trade, tourism and fishing activities. With so many activities, it should be accompanied by development that prioritizes conservation aspects to reduce the impact of environmental degradation. One of the efforts to overcome the impact of its degradation is to make a breakwater. This study aims to assess and study the failure of the protected layer unit at the breakwater on the coast of Kecamatan Panjang, so testing the stability of the protected layer using a physical model was carried out at the Hydraulics Laboratory of the University of Lampung using an experimental method. The results showed that the level of breakwater damage was 0% at 4,47 cm HHWL position with a plan wave height of 4 cm. So, the crushed rock will work well to protect the breakwater. Key words: Breakwater, Armor Units, Physical Model, Stability
Pemodelan Hujan-Debit Menggunakan Program HEC-HMS Di Subdas Argoguroh – Margatiga Wicaksono, Muhamad Angga; Wahono, Endro Prasetyo; Wijaya, Riki Chandra; Kusumastuti, Diah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2152

Abstract

Sedimentasi sering terjadi akibat usia operasional bendungan. Pemodelan hujan –debit bertujuan untuk perencanaan bidang teknik sipil, dengan kalibrasi hujan – debit menggunakan sofware HEC-HMS, bertujuan untuk memprediksi kejadian-kejadian pola aliran di waktu yang akan datang Penelitian ini dibutuhkan beberapa analisis antara lain, Peta subdas, Peta tutupan lahan, curah hujan rancangan minimum, Data debit minimum, dan kalibrasi menggunakan program HEC-HMS 4.5.dan metode NashBerdasarkan penelitian ini menunjjukan bahwa.model hidrologi terdiri dari 14 subdas yang di kelompokan menjadi 3 subdas dengan luas 45,0220 km2, 81,4272 km2, 62,8081 km2 . Hasil model HEC-HMS 4.5 pada tahun 2014 ialah 14,4 m/s, tahun 2015 ialah 5,0 m/s dan tahun 2018 ialah 3,7 m3/s
Analisis Pola Hidraulik Peredaman Energi pada Kolam Olak Tipe Vlughter di Hilir Pelimpah Bertangga dengan Model Fisik 2D Pandani, Mutia Sasra Olga; Wahono, Endro Prasetyo; Wijaya, Riki Chandra; Mariyanto, Mariyanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2343

Abstract

Bendung adalah bangunan air yang dibangun melintang sungai atau pada sudetan untuk meninggikan taraf muka air sehingga dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat yang membutuhkannya. Dalam analisis ini digunakan data, antara lain : debit, kecepatan aliran, bilangan froude, bilangan reynold dan peredaman energi. Untuk analisis menggunakan pelimpah bertangga yang dikombinasikan dengan kolam olak tipe Vlughter. Penentuan karakteristik aliran air dan penurunan energi divariasikan dengan 2 kondisi benda uji yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kolam olak Model A dan Model B memiliki karakteristik aliran yang sama pada setiap variasi debit, dimana pada Model A dan Model B memiliki tipe aliran turbulen dengan nilai Reynold (Re) > 1000, berdasarkan perhitungan nilai Froude (Fr) diperoleh tipe aliran super kritis pada kolam olak dengan nilai Fr > 1 dan aliran sub kritis pada bagian end sill dengan nilai Fr < 1. Sedangkan, untuk hasil persentase penurunan energi pada ketinggian muka air hulu (H0) 2 cm untuk Model A yaitu sebesar 28.29% dan untuk Model B sebesar 33.13%. Hal ini menunjukan bahwa Model B mampu meredam energi lebih baik dibandingkan dengan Model A. Dan pola aliran yang terjadi merupakan aliran nappe hingga menjadi aliran skimming.
Kalibrasi Alat Ukur Sedimen Tersuspensi Berbasis Turbidity Sensor Fakhrizal, Achmad Bagus; Romdania, Yuda; Wahono, Endro Prasetyo; Herison, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2857

Abstract

AbstractTurbidimeter is a standard instrument used to determine the level of turbidity of water. However, its use is felt to be less effective and efficient because it is not carried out in running water. Based on this statement, a practical suspended sediment measuring instrument based on a turbidity sensor is needed. Furthermore, to ensure the ability of a measuring instrument, an activity is needed to determine the validity of the conventional instrument reading value. Therefore, this study aims to calibrate the suspended sediment measuring instrument based on the turbidity sensor. The method used is to compare the measurement results of the design instrument against measuring standards that are traceable to international standards. Turbidity measurements were carried out using two devices which were compared at the same time.The results of the calibration show the output pattern with the appropriate level of linearity. The R-squared value which is the correlation coefficient, with R2=0.9667 indicates a good match between the two instruments. The slope gradient of the curve line is 1.1083 which means that the NTU-18 turbiditymeter is well calibrated. The results of the calculation of the unit conversion of NTU and mg/L have the average square of error or a correlation coefficient of R2=0.8984, meaning that both have a good correlation. In conclusion, the measuring instrument is able to operate properly and without problems. The tool manages to provide relative precision and practical response times, so work efficiency can be increased.  Keywords: Turbidity, Calibration, Convertion AbstrakTurbidimeter merupakan instrumen standar yang digunakan untuk menentukan taraf kekeruhan air. Namun penggunaannya dirasa kurang efektif dan efisien karena tidak dilakukan pada air mengalir. Berdasarkan pernyataan tersebut maka dibutuhkan instrumen ukur sedimen tersuspensi yang praktis berbasis turbidity sensor.Selanjutnya untuk memastikan kemampuan suatu alat ukur, maka diperlukanlah suatu aktifitas untuk menentukan keabsahan konvensional nilai pembacaan instrumen. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengalibrasi alat ukur sedimen tersuspensi berbasis turbidity sensor. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat rancangan terhadap standar ukur yang mampu telusur ke standar internasional. Pengkuran turbiditas dilakukan menggunakan dua alat yang dibandingkan pada waktu yang bersamaan.Hasil kalibrasi alat menujukkan pola output dengan tingkat linieritas yang sesuai. Nilai R-kuadrat yang merupakan koefisien korelasi, dengan R2=0,9667 menunjukkan kecocokan yang baik antara kedua instrumen. Gradien kemiringan garis kurva bernilai 1,1083 memiliki arti bahwa turbiditimeter NTU-18 sudah terkalibrasi dengan baik. Hasil perhitungan konversi satuan NTU dan mg/L memiliki kuadrat kesalahan rata-rata atau koefisien korelasi sebesar R2=0,8984, artinya keduanya memiliki korelasi yang baik. Kesimpulannya alat ukur mampu beroperasi dengan baik dan tanpa masalah. Alat berhasil memberikan presisi relatif dan waktu respons yang praktis, sehingga efisiensi pekerjaan dapat ditingkatkan. Kata Kunci :Turbidity, Kalibrasi, Konversi
Pengaruh Air Payau Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Semen PCC Nugraha, Aditya Wisnu; Niken, Chatarina; Wahono, Endro Prasetyo; Isneini, Mohd.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3823

Abstract

AbstractConcrete is a type of construction that is widely used today, one of which is water building infrastructure. Concrete must be resistant to various environmental conditions, such as brackish water. Brackish water is an aggressive environment with chemical contents that can interfere with the compressive strength of concrete. Currently, PCC type cement (Portland Composite Cement) tends to be more widely used than OPC (Ordinary Portland Cement) because the price is cheaper and more environmentally friendly, which has an impact on global warming. The aim of this research is to determine the impact of the aggressive environment of brackish water on the compressive strength of concrete with PCC cement. 18 cylindrical test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm were used, which were divided into two types of tests, namely protected concrete and concrete submerged in brackish water. Each test is carried out with three test objects at concrete ages of 28 days, 56 days, and 90 days. The data obtained was then analyzed using the Dixon criteria in accordance with ASTM E 178-02. Compressive strength testing is obtained from the Compression Testing Machine (CTM). The research results show that brackish water has a negative impact on the compressive strength of concrete. At the age of 28 days, the concrete submerged in brackish water reaches its design compressive strength. However, at 56 days and 90 days, the concrete experienced a decrease in compressive strength compared to protected concrete. This is because there is chloride and sulfate content in brackish water, which can damage the structure in the concrete.Keywords : brackish water, compressive strength, concrete, PCC. AbstrakBeton merupakan jenis konstruksi yang banyak digunakan saat ini salah satunya tiang pancang pada dermaga. Beton harus tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti air payau. Air payau adalah lingkungan agresif dengan kandungan kimia yang dapat mengganggu kuat tekan beton. Saat ini, semen jenis PCC (Portland Composite Cement) cenderung lebih banyak digunakan dibanding OPC (Ordinary Portland Cement) karena harganya yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan karena pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak lingkungan agresif air payau terhadap kuat tekan beton dengan semen PCC. Digunakan 18 buah benda uji silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terbagi menjadi dua jenis pengujian yaitu beton terlindung dan beton terendam air payau. Dimana setiap pengujian dilakukan dengan 3 buah benda uji pada umur beton 28 hari, 56 hari dan 90 hari. Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan kriteria dixon sesuai dengan ASTM E 178-02. Pengujian kuat tekan didapat dari alat Compression Testing Machine (CTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air payau berdampak negatif terhadap kuat tekan beton. Pada umur 28 hari, beton terendam air payau mencapai kuat tekan rencananya. Namun, pada umur 56 hari dan 90 hari beton mengalami penurunan kuat tekan jika dibanding dengan beton terlindung. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan klorida dan sulfat pada air payau yang dapat merusak struktur didalam beton.Kata kunci : air payau, beton, kuat tekan, PCC.
Analisis Perbandingan Peramalan Data Pemrograman Pasang Surut Anfor Dengan Data Pengukuran Pasang Surut Admiralty Pada Stasiun Cilacap anggraini, yeshe; Zakaria, Ahmad; Wahono, Endro Prasetyo; Mariyanto, Mariyanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3857

Abstract

Pasang surut air laut merupakan suatu gerakan naik turunnya permukaan udara secara periodik sebagai akibat dari gaya tarik menarik antara bumi, bulan dan matahari. Analisa pasang surut sangat diperlukan dalam penentuan posisi mean level maupun prediksi muka air laut yang dapat dianalisis dengan program admiralty dan program anfor. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap empat pasang surut selama 15 hari. Pengolahan data analisa program anfor menggunakan software Totis dan analisa program admiralty menggunakan software microsoft excel. Hasil analisa pasang surut program admiralty dan anfor perolehan selisih terbesar yaitu pada komponen S2 sebesar 9,3503 m dari analisa data observasi Cilacap tahun 2015. Sedangkan untuk selisih fase terbesar yaitu pada komponen K2 dari analisa data Cilacap 2014 sebesar 687,6405O . Uji hasil data prediksi masing-masing analisa dengan data pengamatan menunjukkan program lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai RMSE program anfor pada empat data lebih kecil dibandingkan program admiralty. Berdasarkan hasil uji dari kedua metode menghasilkan bahwa keuntungan dari program anfor yaitu lebih cepat dan mudah dalam analisa serta menghasilkan komponen pasut lebih banyak dan hasil prediksi yang lebih akurat. Kata kunci : pasang surut, anfor, laksamana, perbandingan
Analisis Muka Air Banjir terhadap Tutupan Lahan di Sungai Bulok Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Amanda, Tiara Maelta; Kusumastuti, Dyah Indriana; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad; Wahono, Endro Prasetyo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.957

Abstract

Abstrak Sungai Bulok menjadi salah satu Lokasi banjir di WS Seputih Sekampung yang berhasil diidentifikasi. Pada tahun 2017, terjadi banjir besar di Sungai Bulok sehingga mengakibatkan Bendung Gatel (STA 11+00 dari Muara Way Bulok) rusak berat dan juga menyebabkan kerusakan tanggul. Tujuan penelitian ini akan menganalisis Debit Puncak Banjir untuk mengetahui Tinggi Muka Air banjir dengan menggunakan HEC-RAS, serta membahas alternatif untuk mengurangi dampak banjir. Analisis banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayashu. Debit puncak banjir Sungai Bulok, untuk kala ulang 20 tahun sebesar 517,02 m3/dt. Profil muka air banjir pada sungai bulok untuk Kala Ulang 2, 5, dan 10 tahun aman dari banjir, sedangkan untuk kala ulang 20 tahun terdapat banjir dari Ruas 1 sampai dengan Ruas 8 sungai Bulok. Untuk alternatif jangka pendek dan menengah diperhitungkan panjang tanggul Untuk mereduksi limpasan yang terjadi dilakukan simulasi hidrolika dengan mengubah tutupan lahan sebanyak 10% sehingga dapat menurunkan Debit Banjir Kala ulang 20 tahun menjadi 313,35 m3/dt atau sebesar 39,39%. Kata kunci: Sungai Bulok, HEC-RAS, tata guna lahan, banjir  Abstract Bulok River is one of the identified flood locations in the Seputih Sekampung Watershed. In 2017, there was a major flood on the Bulok River, causing the Gatel Dam (STA 11+00 from Muara Way Bulok) to be heavily damaged and also causing damage to the embankment. The purpose of this study will be to analyze the Peak Flood Discharge to determine the Flood Water Level using HEC-RAS, as well as discuss alternatives to reduce the impact of flooding. Design flood analysis using the HSS Nakayashu method. The peak flood discharge of the Bulok River, for a 20-year return period, is 517.02 m3/sec. The profile of the flood water level in the bulok river for return periods 2, 5, and 10 years is safe from flooding, while for the 20 year return period there are floods from section 1 to section 8 of the Bulok river. For the short and medium term alternatives, the length of the embankment is calculated. To reduce the runoff that occurs, hydraulic simulations are carried out by changing the land cover by 10% so that it can reduce the 20 year return period flood discharge to 313.35 m3/s or 39.39%. Keywords: Bulok River, HEC-RAS, land use, flood
Co-Authors Abdul Fattah Maghribie Achmad Y T Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Adenan Yusuf Aditya, Robby Firza Agus Setiawan Agustina Iryani, Dewi Agustinus Purna Irawan Ahmad Herison Ahmad Zakaria ahmad zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Alami, Fikri Amanda, Tiara Maelta Amini, Rosidah Andandaningrum, Della Andika, Ivana Aprili Andius D. Putra Andius Dasa Putra Andius Dasa Putra Anggraini, Witta Putri anggraini, yeshe Angin, Geleng Perangin Anwar Arianti, Tanti Arief Andriansyah Ariska Warganegara Aristiani, Widya Asep Sukohar Ashruri Ashruri, Ashruri Aviati S., Yuniar Ayu Kurniasih Ayu Kurniasih, Ayu Bagus Sapto Mulyatno Bambang Supriono Bayu Anggileo Pramesona Budi Setiyawan Christine Wulandari Christine Wulandari Citra Dewi Decci Sandriyana Dermiyati Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina Diah Indriana Kusumastuti Dian Triyanto didit kuswadi kuswadi Diyan Ahmad Saputra Dwi Arnanda Putra, Novindio Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Jokowinarno Dyah Indriana Kusumastuti Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eddy Purwanto Eddy Purwanto Eko Adi Saputra Fahri, Muhammad Yusrizal Faishal Muhammad Hanun Fakhrizal, Achmad Bagus Febrian Febrian Febrian, Febrian Febriyani, Febriyani Fitria Saftarina Fridayanto, Syahlan Naufal Gatot Eko Susilo Geleng Perangin Angin Gunardi Winarno Gusri Akhyar Ibrahim Ha, Park Eun Hafizah Hafizah Hardito, Joni Hari Kaskoyo Helmi, Masdar Ika Kustiani Ikhfan Kurniyawan Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Isneini, Mohd Isneini, Muhammad Ivana Aprili Andika Jalal, Muhammad Agung Wijdan Jhons Fatriyadi Suwandi Jimad, Habibullah Kristianto Usman kuncoro, wahyu hadi Kurniawan, Rizqi Kurniyawan, Ikhfan Kusanti, Nency Dwi Kusumastuti, Diah Indriana Kusumastuti, Dyah I. Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lidya Susanti Lusmeilia Afriani M. Dyan Susila Mahardika, Siti Mariyanto Mariyanto Mariyanto Mariyanto Masdar Helmi Maulana Ramadhan Pratama Maulana Yusuf Maulana Yusuf Melya Riniarti Mohd. Isneini Muhamad Angga Wicaksono Muhammad Amin Muhammad Reza Muhammad Reza Fahlefi Muhammad Saipuddin Murhadi Mutia Sasra Olga Pandani Nababan, Otto Lambok Raya Nasution, Miftahul Jannah Nency Dwi Kusanti Niken, Chatarina Noorhidana, Vera Agustriana Nora Anggraini Nora Wilya Ovalia Noviani, Erina Nugraha, Aditya Wisnu Nugraheni, Melly Nur Arifaini Nurhasanah Nurhasanah Ofik Taufik Purwadi, Ofik Taufik Opik Taufik Purwadi Pandani, Mutia Sasra Olga Park Eun Ha Persada, Citra Purwadi , Ofik Taupik Purwadi, Ofik Taupik Purwadi, Opik Taufik Putri, Septi Malidda Eka Rahmadani, Eria Zundi Rahmi Mulyasari Razki Alfatah Khairu Mahli Rian Alfian Riki Chandra Wijaya Riki Chandra Wijaya Rinawati Rinawati Rinawati Rio Aditomo Mahardika Putra Rizki Pratama Rizky J. Sianturi Rizqi Kurniawan Robby Firza Aditya Rosidah Amini Roslina Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Eko Adi Saputro, Rifki Ananda Sari, Dwi Meyta Sasongko, Respati Anton Sembiring, Silsila Jana Firdasa Septiana Widi Lestari Setia Prayitno Setiajaya, Arif Siti Mahmudah Siti Zulaicha, Annisaa Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sri Ratna Sulistiyanti Subuh Tugiono Subuh Tugiono, Subuh Suharmanto Suharmanto Suharni Suharni Suharno Sulistiyanti, Sri R Suprayitno, Meli Suri, Yola Andara Pratami Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syarifuddin Azis Teguh Endaryanto Tommy Arisandy Trisna Praja, Tondano Triyanto Triyanto Tugiono Tugiyono Vera Agustriana Noorhidana wahyu hadi kuncoro Wardani, Dyah Wulan Wicaksono, Muhamad Angga Widya Aristiani Wijaya, Riki Chandra Wulan Sumekar Rengganis Wardani, Dyah Wulan, Anggraini Janar Yeddy Andriansyah Yuda Romdania Zainal Abidin