p-Index From 2021 - 2026
2.092
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Ulul Albab: Jurnal Studi Islam El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Al-'Adalah Jurnal KALAM Analisis: Jurnal Studi Keislaman Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam AL-TA´LIM INFERENSI Cendekia PALASTREN JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Ijtimaiyya Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Justicia Islamica : Jurnal Kajian Hukum dan Sosial KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Edukasia Islamika Jurnal Ilmiah Peuradeun Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Hasanuddin Law Review Dinamika Ilmu FENOMENA Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam SOSIOHUMANIKA EDUCARE Tawarikh : Journal of Historical Studies INSANCITA Aqlam: Journal of Islam and Plurality Al-Hayat: Journal of Islamic Education Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review International Journal of Supply Chain Management J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Jurnal Airaha DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Jurnal Pendidikan Islam Scientechno: Journal of Science and Technology Lingeduca: Journal of Language and Education Studies Alsinatuna Compile: Journal of Society Service MAXIMAL Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam IJHABS
Claim Missing Document
Check
Articles

Budaya Belajar pada Lembaga Formal Pendidikan Islam: Studi Kasus di MTs Roudlotul Khuffadz Ulil Albab Al Jawad; Muhammad Sidek; Amsia Reasa; Indria Nur; Sukman Sappe; Ismail Suardi Wekke
Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jq.v13i1.3170

Abstract

This research explores the implementation of Islamic learning culture at MTs Roudlotul Khuffadz. The aim of this research is to uncover the applied learning culture, with the goal not only to achieve material proficiency but also to shape individuals who are mature and possess a positive learning culture. The research method used is qualitative, involving observation of daily activities at MTs Roudlotul Khuffadz and interviews to map indicators of student learning culture and its contributing factors. Data analysis is conducted using the Spradley method, encompassing domain analysis, taxonomy, componential analysis, and cultural theme analysis. The results of the research indicate that the implementation of Islamic learning culture at MTs Roudlotul Khuffadz is realized through systematic planning, incorporating Islamic elements, daily routines, and the cultivation of Islamic values such as worship, good behavior, noble character, manners, and daily habits. In conclusion, MTs Roudlotul Khuffadz has successfully implemented the Islamic learning culture by engaging all stakeholders, including students, parents, and educators. Islamic leadership is key in creating a school that serves as a model for Islamic learning culture.
Arab Community Encounter with Kaili Culture in Education and Da’wah Mahid, Syakir; Andriansyah, Andriansyah; Wekke, Ismail Suardi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v20i1.4788

Abstract

This article identifies the Islamic education movement and da’wah (Islamic missionary endeavor) of the Arab community in Palu incorporated in the Alkhairat organization. The formation of this organization arose from a madrasah (madrassa) named “Madrasah Alkhairat Al-Islamiyah” found by Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, an ulama (Islamic scholar) from Hadramaut, in 1930 in Palu. The formation of the madrasah was the response of the Arab community in Palu Valley to the Christianization of Dutch Christian missionaries under the auspices of the Leger Dois Heist (Salvation Army). This study uses non-participant observation methods and purposive in-depth interviews with ten subjects consisted of leaders, teachers and staffs in Alkhairat to obtain data related to the topic. Furthermore, the authors verify the data. Finally, this article shows that the Islamic education and da’wah movement undertaken by the Arab community in Palu Valley reflects the process of integration and harmonization of Arabs with local people, and has supported the construction progress in Palu. Artikel ini mengidentifikasi gerakan pendidikan dan dakwah Islam komunitas Arab di Palu yang tergabung dalam organisasi Alkhairat. Terbentuknya organisasi ini berawal dari sebuah madrasah bernama “Madrasah Alkhairat Al-Islamiyah” yang didirikan oleh Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, seorang Ulama asal Hadramaut, pada tahun 1930 di Palu. Pembentukan madrasah tersebut merupakan respon komunitas Arab di Lembah Palu terhadap kristenisasi yang dilakukan oleh para misionaris kristen Belanda di bawah naungan Leger Dois Heist (Bala Keselamatan) terhadap masyarakat Palu dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode observasi non-partisipan dan wawancara mendalam terhadap sepuluh orang yang terdiri pimpinan, guru maupun staff dalam jaringan Alkhairat guna mendapatkan data terkait topik yang dikaji. Selanjutnya, penulis melakukan verifikasi data yang dijadikan bahan dalam penulisan. Akhirnya, artikel ini menunjukkan bahwa gerakan pendidikan dan dakwah Islam yang dilakukan oleh komunitas Arab di Lembah Palu mencerminkan proses integrasi dan upaya harmonisasi orang-orang Arab dengan masyarakat lokal setempat serta telah mendukung perkembangan pembangunan di Kota Palu.
Masjid di Papua Barat: Tinjauan Ekspresi Keberagamaan Minoritas Muslim dalam Arsitektur Suardi Wekke, Ismail
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v15i2.2762

Abstract

For Muslim, mosque has unique role and its special function in daily life. Five times a day, mosques carry out prayer as compulsory activities. This study explores mosques in West Papua Province where Muslim is as minority. It employs qualitative approach and used in-depth interview and non-participant observation to collect data. The findings show that there are three mosque major components; wudhu area, praying hall, and mimbar. In mosque as a center of activity in the region, the board provided some facilities to be used by either Muslim or others. Mosques embedded with various arts from many traditional roots. Patterns and symmetries were used to enhance art in wall of mosque. On the other hand, the minority condition gives them opportunity to present architecture design to engage with other community. Building styles and type reflect the multicultural characteristics as identity through built environment representing their culture within the local community. Muslim minority tries to extend their mosque not only as praying place but also as a society facility. Bagi muslim, masjid berperan unik dan memiliki fungsi dalam kehidupan keseharian. Lima kali sehari di masjid dilangsungkan shalat sebagai aktivitas wajib. Penelitian ini mengeksplorasi masjid-masjid di Propinsi Papua Barat dimana umat Islam sebagai minoritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipasi. Penelitian ini menunjukkan tiga komponen utama dalam masjid; tempat wudhu, ruang shalat, dan mimbar. Di masjid yang menjadi pusat akitivitas di daerah tertentu, pengurusnya menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan umat Islam maupun umat lain. Masjid dihias dengan keragaman seni dari pelbagai akar tradisi. Pola dan simetris digunakan untuk memperkaya seni di dinding masjid. Di sisi lain, kondisi minoritas memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk menghadirkan desain arsitektur yang tetap memperhatikan kepentingan komunitas lain. Gaya dan tipe bangunan mencerminkan karakteristik multikultural sebagai identitas melalui lingkungan bangunan yang mencerminkan budaya mereka diantara komunitas lokal. Masyarakat minoritas muslim berupaya menjadikan masjid tidak saja sebagai tempat shalat tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Integrasi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Pendidikan Sulawesi Selatan: Gagasan dan Temuan Awal Saleh, Ahmad Muzawwir; Wekke, Ismail Suardi; Riswandi, Akmal; Aryanti, Aryanti
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v6i2.2116

Abstract

Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah yang terletak di timur Indonesia dengan berbagai suku dan budaya juga menjadi rumah bagi praktik kearifan lokal yang beraneka ragam. Kearifan lokal melembaga menjadi sebuah tradisi dan ini sebuah peluang untuk diintegrasikan ke dalam pendidikan. Salah satu tempat yang dapat dipergunakan untuk menjaga eksistensi kearifan lokal adalah dalam pendidikan yang merupakan tempat untuk mendidik manusia menjadi lebih baik. Artikel ini di tulis menggunakan metode kualitatif untuk melihat jenis-jenis kearifan lokal yang ada dalam pendidikan di Sulawesi Selatan serta manfaatnya dalam kehidupan, sehingga dengan identifikasi tersebut maka kearifan-kearifan lokal tersebut dapat terjaga dan dilestarikan dengan baik
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haris Adi, Tiomy Butsianto Afkari, Rafiuddin Aghsari, Diah Ahmad Abdul Rahman Alek, A Alexsander Yandra, Alexsander Ali, Himad Alwi, Andi Mujaddidah Amsia Reasa Andi Sumangelipu Andriansyah Andriansyah Arif, Beja Arsyam, Muhammad Aryanti Aryanti ASEF WILDAN MUNFADLILA Ashrori, Muhammad Asrori, Hudi Awaliyah, Mursyidatul Azhari Azhari Budy Sugandi Burhanuddin Burhanuddin Bustami, Reevany Daswati Daswati Diah Aghsari Dwi Budi Santoso Egiyantinah, Siti Habibah Eko s, Randi Wahyu Fahriany, Fahriany Faisal Mubarak Firdaus Firdaus Fitri Ruaidah Hanny Hafiar Harsini Harsini Hasan Hasbi Hasbi Hasbullah Hasbullah Hermawanto, Asep Hussein, Saifuddin Ahmad Ibrahim Ibrahim Ikhsan, Muh Imawan Sugiharto Indria Nur In’am, Akhsanul Irawan, Muhammad Aprizal Ismail, Rudihartono Jamal Fakhri Kahar, Muhammad Syahrul Ladiqi, Suyatno Ladiqi, Suyatno Langputeh, Sukree Layn, Muhamad Ruslan Layn, Muhamad Ruslan Lubis, Maimun Aqsha M Mawardin Maimun Aqsha Lubis Mawardin, M Miftahulfadlik Dabamona Moh. Wardi Mohd Afandi Salleh Muh Ikhsan Muhammad Sabri Muhammad Sabri Muhammad Sidek Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Munthoha, Payiz Zawahir Mustopa, Deni Mustopa Muzakkir Najib, Muh. Ainun Nam Rumkel Nanning, Nanning Palm, Elin R H Tamimi Raadiatun Nazwa Rahman, Ahmad Abdul Rajindra Ridha Fadillah Ridha Windi Astuti, Ridha Windi Riswandi, Akmal Rosdalina Bukido Roslina Roslina Ruaidah, Fitri Rubawati, Efa Rukhayati, Rukhayati Rusdan Rusdan Saleh, Ahmad Muzawwir Salleh, Mohd Afandi Salvia Salvia Samad, Muhammad Ahsan Siddin Siddin Siddin, Siddin Siswadi Siswadi Siti Nurjannah Sitompul, Agussalim Sri Roserdevi Nasution, Sri Roserdevi Suci M.Hum SH Hartati Sugandi, Budy Sukman Sappe Sukree Langputeh Suyatno Ladiqi Syakir Mahid Syam, Muh Nurkhalish Ulil Albab Al Jawad Umar Sulaiman Yeni Wulandari Zubair, Andi