Articles
Perbandingan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Head Together dengan Talking Stick Pelajaran Sejarah
Siti Rohmatun Nasikha;
Muhammad Basri;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 3 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.481 KB)
The purpose of this study was to find out the student learning outcomes by using between Numbered Head Together (NHT) or Talking Stick learning model’s in the XI Social Sciences Historical subjects in Bangunrejo 1 Senior High School 2017/2018 school year. The research method used was comparative method with experiment approach method. The results of data analysis showed that students learning outcomes who learn using Numbered Head Together (NHT) learning model were better than student who learned using Talking Stick learning model in the XI Social Sciences Historical subjectsin Bangunrejo 1 Senior High School 2017/2018 school year.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih baik hasil belajarsiswa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) atau model pembelajaran Talking Stick pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Bangunrejo Tahun Ajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparataif dengan pendekatan eksperimen. Hasil analisis data menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran Talking Stick pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Bangunrejo Tahun Ajaran 2017/2018.Kata kunci: numbered head together, perbandingan, talking stick
PENGARUH PEMBELAJARAN SEJARAH TERHADAP PATRIOTISME SISWA KELAS XII SMAN 2 BUAY BAHUGA
Tabligh Setiawan;
Maskun Maskun;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 2 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.188 KB)
The objective of the research could be formulated as follow: to determine the influence of significant learning history of the events surrounding the proclamation of 17 August 1945 and the formation of Indonesian Government to students patriotism of twelfth class at SMAN 2 Buay Bahuga. This research was quantitative research with experimental methods. Techniques in data collection used questionnaires, field notes, literature and documentation. The results showed the influence of teaching history about the events surrounding the proclamation of 17 Agustus 1945 and Indonesian Government formation to the students patriotism of 0,327 which means have a moderate effect.Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pembelajaran sejarah tentang peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintah Indonesia terhadap patriotisme siswa kelas XII IPS di SMA Negeri 2 Buay Bahuga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan angket, catatan lapangan, studi literature, studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pembelajaran sejarah tentang peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia terhadap patriotisme siswa sebesar 0,327 yang berarti memiliki pengaruh yang moderat. Kata kunci : patriotisme, pengaruh, pembelajaran sejarah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA
Sri Umiyati;
Wakidi Wakidi;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 3 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.866 KB)
This study aimed to find out whether there is any effect and how much the significance level of effect of The Power of Two models to the cognitive learning achievement of students on social studies at the VIII B class of SMP Sejahtera Bandar Lampung in academic year 2015/2016. This study used experiment research method with the type of one group pretest posttest design. Based on the analysis of quantitative data using the t test, it can be concluded that there is a significant effect and most of the effect from model of The Power of Two that is 0.61 when incorporated into the interpretation of significant correlations were high. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dan seberapa besar taraf signifikansi pengaruh model The Power of Two terhadap hasil belajar kognitif siswa pada pelajaran IPS kelas VIIIB SMP Sejahtera Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan tipe One Group Pretest Posttest Design. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan uji t dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan Besarnya pengaruh yang diberikan model The Power of Two sebesar 0,61 yang jika dimasukkan kedalam interpretasi korelasi termasuk kategori tinggi signifikan.Kata kunci: hasil belajar kognitif, model pembelajaran, the power of two
KONFLIK ANTARA PENJAGA KEAMANAN RAKYAT DAN RAKYAT MELAWAN JEPANG DI TALANG PADANG 1945
Edi Hartono;
Maskun Maskun;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 5 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.863 KB)
The purposeofthis research is to find out what were the factors causing conflict between PKR and people which fighting Japanese to happen in Talang Padang, 17th November 1945. Data collection techniques are usinginterviewtechniques, literatureandtechnicaldocumentation, whereasto analyzedata is usingqualitativedata analysis.Based on research result, it shows that factors causing conflict between PKR and people which fighting Japanese to happen in Talang Padang, 17th November 1945, were: 1) disarmament which done by PKR in the early time of Indonesia independece. The bigwigs in Lampung established military organization which later did the disarmament. 2) people antiphaty demeanor to Japanese army which were devastation of worship places, youngster homicides in Talang Padang and plunder of vegetable which belonging to merchant in gisting made people hated Japanese army more.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apasajakah faktor penyebab terjadinya konflik antara Penjaga Keamanan Rakyat (PKR) dan rakyat melawan Jepang di Talang Padang 17 November 1945. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik antara Penjaga Keamanan Rakyat (PKR) dan rakyat melawan Jepang di Talang Padang pada 17 November 1945 disebabakan karena 1) pelucutan senjata yang dilakukan oleh PKR. Ketika awal kemerdekaan Indonesia tokoh-tokoh di Lampung adalah membentuk organisasi militer kemudian melakukan pelucutan senjata milik Jepang 2) Sikap antipati rakyat terhadap Tentara Jepang yaitu pengrusakan tempat-tempat ibadah, pembunuhan pemuda Talang Padang dan perampasan sayuran milik pedagang di Gisting membuat rakyat semakin membenciTentara Jepang.Kata kunci : keamanan, talang padang, tentara
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Motivasi Belajar IPS Siswa
Ika Yulitha;
Syaiful M;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 3 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.864 KB)
The purpose of the research is to find at the positive effect of learning model Group Investigation (GI) on student learning motivation for social study at the seventh grade SMP Negeri 1 Pulaupanggung Kabupaten Tanggamus in the Academic Year 2015/2016. The research method which used is true experimental with kind of postest only control group design. The data which had been collected using correlation formula theta (test with the result 0,40625 so that as a result can be shown that there is positive effect. Then for testing the significance was used testing square times (?2) with the result = 11,85 which revealed there is significant effect.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pengaruh positif model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Motivasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pulaupanggung kabupaten Tanggamus Tahun Ajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan jenis postest only control group design. Setelah data didapatkan data yang telah terkumpul diolah menggunakan rumus korelasi uji theta dengan hasil yaitu Theta (= 0,40625 sehingga diketahui bahwa ada pengaruh yang positif. Selanjutnya untuk menguji signifikansi digunakan uji kai kuadrat (?2) dengan hasil yaitu (?2) = 11,85 yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan.Kata kunci: group investigation, motivasi belajar, pengaruh
Adat Buantak dalam Perkawinan Bedu’a di Lamban pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Kebuayan
Rudi Salam;
Ali Imron;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 4 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.246 KB)
The purpose of this study was to find out the process of buantak adat in Bedu'a's marriage was sluggish in Lampung Saibatin's community in Kebuayan district Karya Penggawa District, Pesisir Barat District. This study uses descriptive methods with data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data technique used is qualitative data analysis techniques. The results showed that the buantak customs in Bedu'a's marriage were sluggish in the Lampung Saibatin community who were in the Kebuayan Pekon area different from the Buantak adat in other Pekonek. This difference lies in the delivery, generally the groom comes to the place of the bride, but is summoned by the bride to be delivered to the place of the male. The process of implementing the Buantak custom in marriage was carried out to deliver the bride to the groom's place as proof of the responsibility of the eldest male child to his family who carried out the marriage.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan adat buantak dalam perkawinan bedu’a di lamban pada masyarakat Lampung Saibatin di pekon Kebuayan Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat buantak dalam perkawinan bedu’a di lamban pada masyarakat Lampung Saibatin yang berada di pekon Kebuayan berbeda dengan adat buantak yang berada di pekon-pekon lainnya. Perbedaan ini terletak pada penghantarannya, umumnya pengantin laki-laki yang datang ke tempat pengantin wanita, tetapi di pekon Kebuayan pengantin wanita yang dihantarkan ke tempat laki-laki. Proses pelaksanaan adat buantak dalam perkawinan bedu’a di lamban yang menghantarkan pengantin wanita ke tempat pengantin laki-laki mempunyai makna tanggung jawab anak tertua laki-laki terhadap saudara perempuannya.Kata kunci: adat buantak, bedu’a di lamban, lampung saibatin
KEBIJAKAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG DWIKEWARGANEGARAAN ETNIS TIONGHOA PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL
Resti Ratnawati;
Iskandar Syah;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 1 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.168 KB)
Abstract: Based on the formulation of the problem, is the driving factor of the Government'spolicy of Dwikewarganegaraan Indonesia ethnic Chinese Then, this research is aimed at findingthe driving factor of the Government's policy of the Republic of Indonesia concerning theDwikewarganegaraan ethnic Chinese. The methods used in this research are the historicalmethod. Data collection techniques using the technique of documentation and library techniqueswhile data analysis techniques is qualitative data analysis techniques. The results of the analysisof the data in this thesis is the ethnic Chinese in Indonesia has Dwikewarganegaraan, thedominance of ethnic Chinese in Indonesia in economic activity system of dualism ethnicChinese income tax in Indonesia. From the results of the deliberations conducted by the authorof the birth of the Government policy of driving factor of the Republic of Indonesia concerningthe Dwikewarganegaraan ethnic Chinese, then it can be obtained, conclusions the incidence ofdual citizenship was due to two deciding system defining citizenship is different in the twocountries, ethnic Chinese dominate economic activity in Indonesia reached 70%, ethnic Chinesewho had the dwikewarganegaraan which has to pay income tax in two countries Indonesia andChinese in accordance with an annual income.Keywords: Government policy about RI Dwikewarganegaraan.ABSTRAKAbstrak: Berdasarkan rumusan masalah, apakah Faktor pendorong lahirnya KebijakanPemerintah Indonesia tentang Dwikewarganegaraan Etnis Tionghoa Maka, penelitian iniditujukan untuk mencari faktor pendorong lahirnya Kebijakan pemerintah Republik Indonesiatentang Dwikewarganegaraan Etnis Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknikkepustakaan sedangkan teknik analisis data merupakan teknik analisis data kualitatif. Hasilanalisis data dalam skripsi ini adalah Etnis Tionghoa di Indonesia mempunyaiDwikewarganegaraan, dominasi Etnis Tionghoa dalam kegiatan ekonomi di Indonesia sistemdualisme pajak penghasilan Etnis Cina di Indonesia. Dari hasil pembahasan yang dilakukan olehpenulis menganai faktor pendorong lahirnya kebijakan Pemerintah Republik Indonesia tentangDwikewarganegaraan Etnis Tionghoa, maka dapat diperoleh kesimpulan, timbulnyakewarganegaraan ganda itu karena adanya dua sistem penentu kewarganegaraan yang berbedadi kedua negara, Etnis Tionghoa mendominasi kegiatan ekonomi di Indonesia mencapai 70%,Etnis Tionghoa mempunyai dwikewarganegaraan yang harus membayar pajak penghasilan didua negara Indonesia dan Tionghoa sesuai dengan pendapatan pertahunnya.Kata kunci: Kebijakan pemerintah RI tentang Dwikewarganegaraan
Ruwat Desa di Kelurahan Gunung Sulah Kecamatan Wayhalim Bandar Lampung
Yuli Arwati;
Wakidi Wakidi;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 1 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.629 KB)
Research to know the procedure of the implementation of ruwat desa in Lk 3 Kelurahan Gunung Sulah Kecamatan Wayhalim Bandar Lampung. The research method used qualitative descriptive method. Procedures begins with a bersih desa, cleansing the village in the morning, has the meaning of cleaning the village physically, followed by a riot is a common prayer has the meaning of cleansing the village spiritually, and ruwatan is an activity to keep the village away from all bad influences with the wayang plays.Tujuan penelitian untuk mengetahui tata cara pelaksanaan ruwat desa di Lk 3 Kelurahan Gunung Sulah Kecamatan Wayhalim Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan metode deskripstif kualitatif. Tata cara diawali dengan bersih desa yaitu pembersihan desa pada pagi hari, memiliki makna pembersihan desa secara fisik, dilanjutkan dengan riungan adalah doa bersama yang memiliki makna pembersihan desa secara rohani, dan ruwatan adalah kegiatan menjauhkan desa dari segala pengaruh buruk dengan lakon wayang.Kata kunci: pelaksanaan, ruwat desa, tata cara
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA
Lusia Dwi Indriati;
Maskun Maskun;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 1 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.758 KB)
The purpose of this study was to determine whether there is a significant effect of Project Based Learning model on the cognitive learning achievement of class VII SMP Negeri 7 Blambangan Umpu Way Kanan in Academic Year 2014/2015. The research used experimental method with pretest-posttest control group design. Based on the analysis of quantitative data, it can be concluded that there is a significant influence of the effect of the application of the model with the significance level of Project Based Learning is at 11,82.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikansi pengaruh model Project Based Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 7 Blambangan Umpu Way Kanan Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pengaruh model Project Based Learning adalah sebesar 11,82.Kata kunci: hasil belajar, kognitif, project based learning
Bumbang Aji dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa di Kabupaten Lampung Tengah
Yunika Tirawati;
Iskandar Syah;
Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 7 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.068 KB)
This research aimed to elaborate the implementation process of Bumbang Aji in marriage ceremony for Lampung Pepadun society of Marga Buay Nyerupa Central Lampung. The method used in this research was description by qualitative approach. The data collecting techniques used in this research were observation, interview, informant, documentation and literature. The data analysis technique was done using qualitative data analysis. The results obtained by the researcher that the Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa still performs the Bumbang Aji ceremony in accordance with the prevailing customs in the community.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pada pelaksanaan Bumbang Aji dalam upacara perkawinan masyarakat Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, informan, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil yang didapat oleh peneliti yaitu masyarakat Lampun Pepadun Marga Buay Nyerupa masih melaksanakan upacara Bumbang Aji sesuai dengan adat yang berlaku di dalam masyrakat.Kata Kunci: bumbang aji, marga buay nyerupa, perkawinan