Claim Missing Document
Check
Articles

SENSING VS INTUITING : ANALISA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENYELESAIKAN MASALAH HOTS (HIGHER ORDER THINGKING SKILLS) Arfia, Kiara; Handican, Rhomiy
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.10292

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dipengaruhi oleh perbedaan tipe kepribadian, seperti sensing dan intuiting, dalam mengolah informasi dan mengevaluasi masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung, analisis hasil tes, dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini melibatkan 33 siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Sungai Penuh, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, dengan subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) digunakan untuk mengidentifikasi tipe kepribadian sensing dan intuiting, dengan dua siswa dari masing-masing tipe dipilih untuk mewakili kategorinya. Instrumen yang digunakan meliputi angket MBTI, tes matematika HOTS, serta wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi pra lapangan, pekerjaan lapangan, dan analisis data yang berfokus pada pola-pola berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS. Data direduksi dan diklasifikasikan berdasarkan kesalahan dalam membaca, memahami, dan mentransformasi masalah, sehingga perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting dapat diidentifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting berbeda dalam hal pengolahan informasi dan evaluasi, dimana  siswa dengan tipe sensing lebih unggul dalam mengidentifikasi elemen-elemen penting dari soal, lebih teliti dalam menangani detail  dan menyusun langkah-langkah penyelesaian secara terstruktur, namun sering kurang dalam mengevaluasi solusi secara mendalam dan mencari alternatif penyelesaian yang kreatif. Sebaliknya, siswa dengan tipe intuiting cenderung lebih eksploratif dan kreatif dalam mencari solusi, namun sering kali tidak sistematis dalam proses pemecahan masalah dan mengalami kesulitan menjelaskan langkah-langkah yang diambil secara logis.
Pemanfaatan Smartphone dalam Pembelajaran Matematika : Bagaimana Persepsi Mahasiswa? Murni, Dewi; Jamna, Jamaris; Solfema, Solfema; Handican, Rhomiy
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.2153

Abstract

Smartphone adalah telepon pintar yang mempunyai fitur-fitur canggih dengan kemampuan tinggi serupa komputer. Smartphone dimiliki oleh semua mahasiswa di departemen matematika FMIPA Universitas Negeri Padang. Penggunaan smartphone yang baik akan membantu mahasiswa dalam perkuliahan dan sebaliknya penggunaan yang tidak baik akan membawa dampak negatif kepada mahasiswa. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA Universitas Negeri Padang terhadap pemanfaatan Smartphone dalam perkuliahan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan analisis data deskriptif dengan metode survei. Angket persepsi mahasiswa digunakan sebagai instrumen pengumpulan data persepsi mahasiswa departemen matematika yang mengambil mata kuliah Statistika Matematika pada semester Januari-Juni 2022. Hasil penelitian adalah 52% mahasiswa mempunyai persepsi yang baik ,31% sangat baik dan 16,3% tidak baik terhadap pemanfaatan (dampak positif) smartphone dalam menunjang perkuliahan sedangkan untuk persepsi mahasiswa terhadap dampak negatif smartphone terhadap perkuliahan adalah 41,64% setuju dan 9,42% sangat setuju dan yang tidak setuju dan sangat tidak setuju sebanyak 48,94%. Dengan baiknya persepsi penggunaan smartphone dikelas diharapkan mampu memberikan alternatif alat pembelajaran yang menunjang proses peningkatan prestasi belajar mahasiswa.
PELATIHAN SOAL HOTS (HIGHER ORDER THINGKING SKILL) BERBASIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS BAGI GURU MATEMATIKA KOTA SUNGAI PENUH Handican, Rhomiy; Lutfi, Ahmad; andriani, Cici; Aryani, Letty
RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/rgk.v4i1.3737

Abstract

Training on HOTS (Higher Order Thinking Skills) based on critical thinking skills for mathematics teachers in Sungai Penuh City is an important effort to enhance the quality of mathematics education in the region. This training aims to equip teachers with skills in designing and presenting HOTS questions that effectively develop students' critical thinking abilities. Through interactive and participatory learning approaches, this training helps teachers understand the importance of developing critical thinking skills in mathematics education. By focusing on implementing active learning strategies and utilizing technology in teaching, this training provides practical guidance for teachers to enhance their skills in designing challenging and relevant learning experiences. The results of this training show a significant improvement in the abilities of both teachers and students to design, implement, and evaluate HOTS questions, as well as enhance students' academic achievements in mathematics. Therefore, HOTS-based training on critical thinking skills is a crucial step in improving the quality of mathematics education in Sungai Penuh City.
PENDAMPINGAN KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRANSFORMASI DAN TRANSLASI DI SMPN 1 SUNGAI PENUH Yulia, Putri; Nasution, Eline Yanty Putri; Handican, Rhomiy; Syaputri, Indah Juli; Putri, Nur Nadia
RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/rgk.v1i2.4441

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap siswa SMPN 1 Sungai Penuh yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep transformasi dan translasi dalam matematika. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui workshop dan bimbingan belajar. Kegiatan ini meliputi analisis kesulitan belajar siswa, penyampaian materi secara interaktif, serta latihan soal yang relevan. Hasil dari pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata tes sebelum dan sesudah kegiatan. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi upaya pendampingan serupa di sekolah-sekolah lain untuk mengatasi kesulitan belajar siswa.
Edutainment : Pembelajaran Matematika Menyenangkan Melalui Video Game di SMPN 3 Kota Sungai Penuh Handican, Rhomiy; Laswadi, Laswadi; raymond, maiza
RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/rgk.v4i2.4606

Abstract

Pendidikan matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan oleh banyak siswa. Oleh karena itu, penting untuk mencari pendekatan yang lebih menarik dan efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran matematika. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah edutainment, yaitu penggabungan antara pendidikan dan hiburan yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Artikel ini mengkaji penerapan edutainment dalam pembelajaran matematika melalui video game di SMPN 3 Kota Sungai Penuh. Tujuan utama dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan memanfaatkan video game edukatif yang dirancang khusus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kepada guru dan implementasi permainan berbasis teknologi yang mengintegrasikan konsep-konsep matematika dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi dan tertarik untuk belajar matematika setelah menggunakan video game sebagai media pembelajaran. Selain itu, mereka juga menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep-konsep matematika dasar. Melalui penggabungan unsur hiburan dalam pembelajaran, diharapkan proses belajar matematika dapat lebih menyenankan, efektif, dan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di SMPN 3 Kota Sungai Penuh dan menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya.
PELATIHAN PEMBUATAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK TERINTEGRASI DENGAN MODEL RME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA DI MTSN 1 BUKITTINGGI Handican, Rhomiy; Sari, Nola; Khaidir, Chritina; Aryasandy, Nensy
RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/rgk.v3i2.5497

Abstract

Improving the quality of mathematics learning at the madrasah level requires contextual and interactive media innovations. This community service activity aims to enhance teachers’ competence in developing flipbook-based e-modules integrated with the Realistic Mathematics Education (RME) approach to improve students’ conceptual understanding. The training was conducted at MTsN 1 Bukittinggi through a three-day participatory workshop method involving 12 mathematics teachers. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ understanding of RME and their technical skills in creating flipbook e-modules. Moreover, the resulting e-modules met high-quality standards in terms of content, interactivity, and integration of realistic contexts. This activity demonstrates that the combination of flipbook and RME can effectively support a more meaningful and contextual transformation of mathematics learning
Linking Belief to Thought: A Structural Equation Modeling Analysis of Self-Efficacy and Critical Thinking Among Indonesian Pre-Service Teacher Lia Angela; Rhomiy Handican; Anriany Casanova
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 7, No. 2, May 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v7i2.9620

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-efficacy and critical thinking skills among pre-service teachers in Indonesia. It seeks to provide empirical insights into how beliefs in one's own capabilities influence the propensity for critical thinking within the context of teacher education. A correlational quantitative design was employed, involving 426 pre-service teachers from eight universities across six provinces. Data were collected using the California Critical Thinking Tendency Scale and the Teacher Self-Efficacy Scale, and analyzed through Structural Equation Modeling (SEM). The results revealed a significant direct effect of self-efficacy on critical thinking skills, with a coefficient of 0.44. Indirect effects were also observed on sub-factors such as analytical thinking (0.35), open-mindedness (0.35), inquisitiveness (0.33), confidence in reasoning (0.33), truth-seeking (0.33), and systematicity (0.28). Model fit indices—including RMSEA (0.061), CFI (0.98), and TLI (0.97)—indicated a good fit, confirming the model’s validity. These findings underscore the importance of strengthening self-efficacy in teacher education programs as a strategic pathway to enhance critical thinking skills among future educators. Furthermore, the study contributes empirical evidence to inform the design of teacher education curricula that prioritize both personal and professional development.
Judging Versus Perceiving: Investigasi Kemampuan Pemecahan Masalah High-order Thinking Skills dalam Pembelajaran Matematika Putri, Viola Amanda; Handican, Rhomiy
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 14 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v14i1.95149

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal High Order Thinking Skills (HOTS) berdasarkan tipe kepribadian judging dengan perceiving. Penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian. Peneliti menjadi instrumen utama dengan menggunakan bantuan lembar observasi dan soal HOTS. Teknik analisis data kualitatif Miles and Huberman digunakan dalam analisis yang melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan subjek judging memiliki kemampuan memahami masalah (75%), merencanakan pemecahan masalah (50%), menyelesaikan masalah (50%), memeriksa kembali hasil pemecahan masalah (25%). Subjek perceiving memiliki kemampuan memahami masalah (100%), merencanakan pemecahan masalah (50%), menyelesaikan masalah (50%), memeriksa kembali hasil pemecahan masalah (25%). Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang terarah serta teknik khusus oleh guru untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan pemecahan masalah siswa, khususnya pada siswa dengan tipe kepribadian judging.
A Study of Extrovert and Introvert Personality Types on Students' Mathematical Problem-Solving Ability Eline Yanty Putri Nasution; Rhomiy Handican; Putri Yulia
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i2.1586

Abstract

Purpose of the study: Mathematical problem-solving ability is a crucial skill influenced by various factors, including personality types. This study aims to analyze students' mathematical problem-solving abilities based on extrovert and introvert personality types in the MBTI framework. Methodology: This research was descriptive qualitative research. Data were collected through an MBTI questionnaire to determine students' personality types and a mathematical problem-solving test to assess their abilities. The participants consisted of 11 undergraduate students from the Mathematics Education Department at Institut Agama Islam Negeri Kerinci, who were enrolled in the Mathematical Statistics course. Main Findings: Extroverted students tend to excel in understanding problems and planning solutions; however, they are more likely to overlook careful execution. In contrast, introverted students struggle with planning and do not always review the solutions they have produced. It can be concluded that extroverted students have better mathematical problem-solving abilities than introverted students in the mathematical statistics course. These results highlight the role of personality in cognitive strategies and error patterns during problem-solving. Tailored instructional approaches could help both extroverted and introverted students optimize their problem-solving abilities. The small sample size and single-institution context may limit the generalizability of these findings. Future research is recommended to expand on these insights. Novelty/Originality of this study: This study fills the gap by conducting an in-depth analysis of specific problem-solving behaviors, cognitive strategies, and error tendencies associated with extroverted and introverted students based on the MBTI framework, thereby offering a richer understanding of how personality types affect problem-solving ability.
Student Delinquency at Prestigious Schools Agung Tri Prasetia; Ade Putra Hayat; Rhomiy Handican; Yan Guspriadi; Agung Tri Prasetia; Ade Putra Hayat; Rhomiy Handican; Yan Guspriadi; Syukron Saputra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i4.2026.11

Abstract

This study examines the phenomenon of student delinquency within elite boarding schools, challenging the dominant assumption that prestigious educational institutions inherently guarantee holistic student development. Using a qualitative exploratory case study design, research was conducted in three upper-class boarding schools in Indonesia. Data were collected over a three-month period through in-depth interviews, field observations, and document analysis, involving 29 participants consisting of students, teachers, dormitory supervisors, counselors, and parents. Thematic analysis was employed to identify recurring patterns and underlying meanings in participants’ lived experiences. The findings reveal four interconnected themes: symbolic pressure within dormitory environments, student resistance to institutional rules, cold and functional patterns of parental communication, and delinquency as a form of identity expression. Symbolic competition related to lifestyle, family background, and social status shapes peer interactions and generates psychosocial strain. Institutional discipline, while designed to foster excellence, may unintentionally restrict identity exploration, leading students to express autonomy through rule-breaking behaviors. Furthermore, achievement-oriented and emotionally distant parenting patterns contribute to feelings of alienation and limited affective support. The study integrates sociological, psychological, and Islamic educational perspectives to interpret delinquency as a relational and structural response rather than mere deviance. The findings suggest that elite educational settings require a balanced approach that integrates academic rigor, moral cultivation, and emotional well-being. This research contributes to broader discussions on educational quality by highlighting the need to reconsider how prestige, discipline, and family expectations shape adolescent development in competitive schooling environments.
Co-Authors Ade Putra Hayat Ade Putra Hayat Agung Tri Prasetia Ahmad Fauzan AHMAD LUTFI Ahmad Yani Ahmad, Jafar Ali Asmar Ali Asmar Amanda Putri Amelia, Silva Anggi Desviana Siregar Desviana Siregar, Anggi Desviana Siregar Desviana Anna Nurbaiti Annisa Diana Salsabila Annisa Tri Wahyuni Anriany Casanova Aprilita, Thesa Dwi Arfia, Kiara Aryani, Letty Aryasandy, Nensy Asa'ari, Asa'ari Atika Rahayu Azahra Rahmadia Azwar Ananda Cici Andriani Desi Fitriani Dewi Murni Dian Refdelina Eline Yanty Putri Nasution Elni Putri Gunawan, Rilla Gina Hamidi, Furqon Hartuti, Rina Hengki Firmanda Herdi Setiawan I Made Arnawa I Made Arnawa Ice Dwi Novelza Icha putri Ida Hamidah Jamaris Jamaris Jamin, Ahmad Karim, M Khaidir, Chritina Kiara Arfia Laswadi Laswadi Laswadi Laswadi Latifa Yunisca Lia Angela M. Eval Setiawan Mahmud Hibatul Wafi Melsita, Holdia Miftahul Jannah Mudjiran Mudjiran Mukhaiyar Mukhaiyar nawawi, jafni Ndani, Yelza Elin Nia Monika Sari Noorin Nisdawati Nurhizrah Gistituati Nuri Ria Sri Wahyuni Nurzen Nurzen, Nurzen Patmala, Kiki Putri Yulia, Putri Putri Yulianti Putri, Emel Nopita Putri, Nur Nadia Putri, Viola Amanda Rafsanjani, Tuti Ravico Ravico, Ravico raymond, maiza Reri Seprina Anggraini Ria Deswita Rian Rafiska Risdiyanti, Irma Riva Darwata, Siti Rivanda, Rinal Rurisman, Rurisman Rusdinal Rusdinal Rusdinal, Rusdinal Salsabila, Nilza Humaira Saputra, Syukron Sari, Nola Siti Riva Siti Riva Darwata Solfema Suryani, M.Pd, Ade Irma Syaputri, Indah Juli Syukron Saputra Tabita Wahyu Triutami Ulfa Lu’luilmaknun Vrasetya, Arshinta Wahyu Setyaningrum Wulandari, Nourma Pramestie Yan Guspriadi Yufitri Yanto Yulia, Putri Zakkya Zakkya