Claim Missing Document
Check
Articles

Screening Kandungan Plastik pada Minyak Goreng yang Terdapat pada Gorengan di Jati Padang Ayu Ratna Sari; Yustini Alioes; Rima Semiarty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.118

Abstract

AbstrakPlastik ditambahkan ke dalam gorengan dengan cara dimasukkan ke dalam minyak goreng panas oleh penjual gorengan agar gorengannya tetap gurih dalam waktu yang lama. Praktik penggunaan plastik pada minyak goreng ini telah ditemukan pada beberapa tempat di Indonesia. Daerah Jati Padang telah dilakukan identifikasi awal kepada penjual gorengan dan diperkirakan minyak gorengnya mengandung plastik, untuk itu diperlukan screening kandungan plastik pada minyak goreng yang terdapat pada gorengan di Jati Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan plastik pada minyak goreng yang digunakan oleh penjual gorengan di Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang diambil sebanyak 10 dari penjual gorengan dengan masing-masing sebanyak 100 ml minyak goreng. Semua sampel dilakukan uji kualitatif dengan GC-MS QP2010 jenis kolom RT-5MS (Crossbond 5% Diphenyl- 95% Dimethypoly silicone). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 10 sampel minyak goreng mengandung senyawa isopropyl dari plastik polyethylene dan polypropylene. Sampel yang mengandung senyawa plastik dengan persentasenya adalah sampel 1(18.57%), 2(19.19%), 3(18.54%), 4(23.11%), 6(8.52%), 7(7.80%), 8(11.49%), 9(11.57%), dan 10(19.69%).Kata kunci: screening, plastik, minyak goreng, GC-MS, isopropylAbstractPlastics is added into frieds by entering into hot cooking oil by the seller in order fried savory fried fixed in a long time. The added of plastics in cooking oil has been found in several places in Indonesia. The fried seller in Jati Padang has made as initial identification to estimated oil-containing plastic. It is necessary for screening of plastic content in cooking oil found in fried in Jati Padang. The objective of this study was to determine whether there was any plastics content in coocking oil by the fried seller in Jati Padang. This research was a descriptive qualitative. Samples were taken from10 of fried sellers about 100 ml of cooking oil each . All samples were tested qualitatively by GC-MS QP2010 type RT-5MS column (5% Diphenyl- Crossbond 95% Dimethypoly silicone). The results showed that nine from ten samples of cooking oils contain isopropyl compound of polyethylene and polypropylene plastic. Samples containing compound is the percentage of plastic with sample 1 (18.57%), 2 (19.19%), 3 (18.54%), 4 (23.11%), 6 (8.52 %), 7 (7.80%), 8 (11.49%), 9 (11.57%), and 10 (19.69%).Keywords: screening, plastic, cooking oil, GC-MS, isopropyl.
Gambaran Glukosa Darah pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Hayyumahdania Reswan; Yustini Alioes; Rauza Sukma Rita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.756

Abstract

Angka harapan hidup yang meningkat menandakan terjadinya peningkatan jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia) sehingga terjadi peningkatan permasalahan kesehatan pada lansia karena adanya proses menua yang menyebabkan banyak perubahan pada tubuh lansia. Salah satu perubahan pada tubuh lansia yaitu sistem pengaturan glukosa darah sehingga mengakibatkan peningkatan glukosa darah lebih dari normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih Sicincin. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilaksanakan di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin pada Bulan Agustus 2015 - Februari 2016. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengambil sampel darah jari pada responden yang kemudian diukur dengan Glukometer Easy Touch®. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 27 orang. Data diolah untuk menghasilkan distribusi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan 85,19% lansia memiliki glukosa darah normal. Berdasarkan usia, lansia usia 60-74 tahun yang memiliki glukosa darah normal yaitu 83,33% dan lansia berusia 75-70 tahun yang memiliki kadar glukosa darah normal yaitu 86,67%. Berdasarkan jenis kelamin, lansia pria yang memiliki kadar glukosa darah normal sekitar 84,21% dan lansia wanita yang memiliki kadar glukosa darah normal sekitar 87,50%. Disimpulkan bahwa lebih dari separuh lansia di PSTW Sabai Nan Aluih.
Hubungan Kadar FT4 dengan Gejala Klinis yang Terkait Efek Simpatis berdasarkan Indek Wayne pada Nagari Koto Salak Kabupaten Dharmasraya Nining Kurniawati; Eva Decroli; Yustini Alioes
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.270

Abstract

AbstrakPeningkatan aktivitas saraf simpatis dapat terjadi pada keadaan hipertiroid dan sebaliknya pada hipotiroid. Pengukuran kadar hormon tiroid dilakukan dengan mengukur kadar FT4, FT3, TSH, dll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan kadar FT4 dengan gejala klinis yang terkait efek simpatis di Nagari Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Hasil penelitian didapatkan subjek dengan peningkatan kadar FT4 12,96%. Subjek dengan gejala klinis palpitasi, penurunan berat badan, nervous, berkeringat lebih dan tremor jari halus dengan persentase berturut-turut adalah 42,59%, 38,89%, 46,30%, 25,93% dan 44,44%. Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square diperoleh hasil tidak ada hubungan hubungan kadar FT4 dengan 5 gejala klinis yang terkait efek simpatis berdasarkan indeks Wayne (p > 0.05). Penelitian ini masih sederhana dan belum bisa menunjukkan adanya hubungan antara kadar FT4 dengan gejala klinis yang terkait efek simpatis. Sebaiknya untuk penelitian yang akan datang diharapkan dapat memiliki jumlah sampel yang banyak dan cakupan gejala klinis lain yang terlibat dalam aktivitas saraf simpatis yang lebih luas sehingga dapat lebih lengkap dan spesifik.Kata kunci: Kadar FT4, efek simpatis, gejala klinis AbstractIncreased sympathetic nerve activity may occur in the state of hyperthyroidism and conversely in hypothyroidism. Measurement of thyroid hormone levels is done by measuring the levels of FT4, FT3, TSH, etc. The objective of this study was to identify the relation between FT4 levels and the clinical symptoms of sympathetic effects in Nagari Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. This research used cross sectional study design. According to the research found that subjects with elevated levels of FT4 12.96%. There are subjects with clinical symptoms of palpitations, weight loss, nervousness, sweating more and fine finger tremor by the following percentages is 42.59%, 38.89%, 46.30%, 25.93%, and 44.44%. From the results of the bivariate analysis using Chi-Square test is not obtained the relation between FT4 levels with 5 related clinical symptoms of sympathetic effects on wayne’s index (p> 0.05). This research was simple and could not represent the relation between FT4 levels were associated with clinical symptoms of sympathetic effects. We recommend to have more number of samples for the future research and scope of clinical symptoms that involved in the activity of the sympathetic nervous to be wider so it can be more comprehensive and specific.Keywords: FT4 levels, sympathetic effects, clinical symptom
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan dan Memotong Kuku dengan Kejadian Giardiasis Asimtomatik Mentari Artika; Nurhayati Nurhayati; Yustini Alioes
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.647

Abstract

Infeksi protozoa intestinal masih merupakan masalah kesehatan di negara tropis dan negara berkembang. Protozoa intestinal yang tersering bagi manusia adalah Giardia lamblia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan kebiasaan mencuci tangan dan memotong kuku terhadap kejadian giardiasis asimtomatik pada murid SDN 14 Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dari Februari sampai September 2014 dengan 63 subjek penelitian. Kebiasaan mencuci tangan dinilai dengan kuesioner sedangkan kebiasaan memotong kuku dinilai dengan pengamatan. Pemeriksaan tinja dilakukan di laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk melihat kista Giardia lamblia. Hasil penelitian dilakukan uji chi-square dengan nilai kemaknaan <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 14 (22,2%) murid terinfeksi Giardia lamblia. Kebiasaan mencuci tangan murid SDN 14 Olo sebanyak 20 (31,7%) murid dikategorikan buruk dan sebanyak 26 (41,3%) murid mempunyai kebiasaan memotong kuku yang buruk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian giardiasis asimtomatik pada murid SDN 14 Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang (p<0,001) dan tidak ada hubungan antara kebiasaan memotong kuku dengan kejadian giardiasis asimtomatik pada murid SDN 14 Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang (p<0,945).
Screening Kandungan Plastik pada Minyak Goreng yang Digunakan pada Jajanan Pecel Lele Merisca Gayatri Ryosa; Yustini Alioes; Husnil Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.648

Abstract

Makanan bermanfaat jika ditinjau dari kualitas (aspek mikrobiologis dan fisik) dan nilai gizinya. Makanan dapat merugikan jika mengandung bahan tambahan pangan. Bahan tambahan pangan yang kerap digunakan adalah plastik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan plastik pada minyak goreng yang digunakan pada jajanan pecel lele serta jenis dan persentase kandungan derivat plastik didalamnya. Studi ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Penelitian dilakukan dari Oktober 2014 - Januari 2015 terhadap 5 sampel minyak goreng jajanan pecel lele di kelurahan Jati kota Padang. Sebanyak 100 ml sampel dianalisis dengan GC-MS QP2010 jenis kolom RT-5MS pada temperatur kolum oven 80ºC, temperatur injeksi 200ºC, mode injeksi split, mode kontrol aliran dengan kecepatan linear, tekanan 162.2 kPa, total alirn 255.8 mL/menit, aliran kolom 2.50 mL/menit, kecepatan linear 58.3 cm/detik. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 dari 5 sampel minyak goreng mengandung derivat plastik dengan persentase: sampel 1 (7,88%), sampel 2 (1,62%) dan sampel 3 (15,65%). Derivat plastik yang ditemukan adalah benzene (phthalate), acrylic, dan cyclopentene.
Pengaruh Pemberian Berbagai Olahan Telur terhadap Kadar Kolesterol Total Darah Mencit Putri Mira Magistri; Rismawati YaswiR; Yustini Alioes
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.572

Abstract

AbstrakMasyarakat menggunakan berbagai cara pengolahan sebelum mengonsumsi telur yang dapat berpengaruh terhadap kadar zat gizi yang terkandung didalamnya, termasuk kadar kolesterol dalam telur yang juga akan mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian berbagai olahan telur terhadap kadar kolesterol total darah mencit. Penelitian menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan albino umur 3 – 4 bulan dengan berat badan sekitar 30 – 40 gram. Jenis kandang yang digunakan adalah kandang kotak (box) sebanyak 24 unit dengan ukuran 28x30x20 cm. Metode yang digunakan ialah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 unit perlakuan, yaitu unit perlakuan K (Kontrol), unit perlakuan A (telur mentah), unit perlakuan B (telur goreng), unit perlakuan C (telur rebus), unit perlakuan D (telur setengah matang) dan unit perlakuan E (telur asin). Dosis perlakuan adalah 1,56ml/20gram berat badan/mencit dan masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol total darah mencit. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa pemberian berbagai olahan telur memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar kolesterol total darah mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rerata kadar kolesterol total darah mencit setelah diberikan berbagai olahan telur adalah telur mentah 106.96 mg/dl, telur goreng 143.53 mg/dl, telur rebus 194.50 mg/dl, telur setengah matang 180.91 mg/dl, dan telur asin 158.27 mg/dl.Kata kunci: olahan telur, kadar kolesterol total darah, mencit AbstractPeople use various methods of processing before consumption eggs which can affect the levels of nutrients contained in, including cholesterol content which can also affect the levels of total cholesterol in blood. The objective of this study was to determine the effect of giving a variety of processed egg on total cholesterol levels of mice. The experiment used 24 male albino mice (Mus nusculus) age 3 – 4 months old with 30 – 40 grams of body weight. The den used was 24 units of box with size of 28x30x20 cm. The experiment used Completely Randomized Design (CRD) consist of 6 treatment units which was K (control), A (raw egg), B (fried egg), C (boiled egg), D (soft-boiled egg), and E (salted egg). The dosage was  1.56 ml/20 grams of body weight/mice and 4 replication for each treatment units. The parameter measured was total blood cholesterol level of mice.  Results of analysis of variance showed that giving of a variety of processed egg gave highly  significant  effect (P <0.01) on total blood cholesterol levels of mice. Based on the results of this study, it can be concluded that the average total blood cholesterol levels of mice after giving of various preparations of eggs is as follows: raw eggs 106.96 mg / dl, fried eggs 143.53 mg / dl, boiled eggs 194.50 mg / dl, soft-boiled eggs 180.91 mg / dl, and salted egg 158.27 mg / dl..Keywords: processed egg, total blood cholesterol level,  mice
Hubungan Derajat Nyeri Dismenorea terhadap Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Mutya Restu Ayu; Yustini Alioes; Rahmatini Rahmatini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.298

Abstract

AbstrakDismenorea merupakan penyebab tersering masalah ginekologi pada wanita muda. Nyeri dismenorea membutuhkan penjabaran derajat nyeri yang cermat guna pemilihan terapi yang sesuai. Terapi yang paling banyak dipilih untuk mengatasi dismenorea adalah Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan antara derajat nyeri dismenorea dan penggunaan OAINS. Desain penelitian menggunakan cross-sectional study dengan populasi adalah mahasiswi preklinik pendidikan dokter Universitas Andalas angkatan 2010-2012 sejumlah 555 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga subjek merupakan seluruh populasi yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Instrument dalam penelitian ini ialah kuisioner. Data dianalisis dengan uji korelasi spearman rank dengan r < 0,05 untuk signifikansi. Hasil analisis univariat menunjukkan derajat intensistas nyeri yaitu 84 responden (27,3%) nyeri ringan, 189 responden (61,4%) nyeri sedang dan 35 responden (11,4%) nyeri berat. 70 responden (22,7%) memilih terapi OAINS. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai korelasi spearman rank 0,280 yang berarti adanya korelasi yang cukup antara derajat nyeri dismenorea dengan penggunaan OAINS.Kata kunci: dismenorea, derajat nyeri dismenorea, OAINS. AbstractDysmenorrhea is the common cause of gynecological problems in young women. The pain caused by dysmenorrhea requires a careful elaboration of the pain intensity level in order to choose the appropriate therapy. The most chosen therapy is Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). The objective of this study was to assess the correlation between the pain intensity level of dysmenorrhea with the use of NSAIDs. This was a cross-sectional study with the population of 555 preclinical medical students in Medical Faculty of Andalas University class 2010-2012. The sampling technique was total population sampling with fulfilled inclusion criteria. The instrument in this study was a questionnaire. Data were analyzed with Spearman rank correlation test with r < 0.05 for significance. The result of univariate analysis showed that the pain intensity level of dysmenorrhea was mild in 84 respondents (27.3%), moderate in 189 respondents (61.4%) and severe in 35 respondents (11.4%). 70 respondents (22.7%) chose NSAIDs as the therapy. The result of bivariate analysis showed that the value of spearman correlation was 0.280 meaning that there was a quite correlation between pain intensity level of dysmenorrhea and the use of NSAIDs.Keywords: dysmenorrhea, the pain intensity level of dysmenorrhea, NSAIDs
Hubungan Lama Penggunaan Obat Anti Nyamuk Bakar dengan Kadar Kolinesterase Darah pada Masyarakat Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang Amelia Amelia; Yustini Alioes; Sofina Rusdan
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.303

Abstract

AbstrakPada saat ini, pestisida banyak digunakan dalam bidang pertanian, namun pestisida juga masuk ke dalam rumah tangga untuk membasmi hewan pengganggu dan penyebab penyakit, yaitu berupa insektisida yang terdapat dalam obat anti nyamuk bakar yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan obat anti nyamuk bakar dengan kadar kolinesterase darah pada masyarakat kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan populasi masyarakat di Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. Pemilihan subjek secara accidental sampling mendapatkan 23 responden. Pemeriksaan kadar kolinesterase menggunakan alat spektrofotometri. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama pemakaian obat anti nyamuk bakar dengan penurunan kadar kolinesterase (p=0.395), namun berisiko untuk terjadi penurunan kadar kolinesterase dengan OR=4.250 pada masyarakat Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan obat anti nyamuk bakar berisiko untuk terjadi keracunan.Kata kunci: obat anti nyamuk bakar, kolinesterase, insektisida AbstractIn this time, pesticide is not only used by agriculture sector but also used by household sector to eradicate insects and disease agents, one of them is anti mosquito fuel which contain insecticide. Insecticide is kind of dangerous chemical substance which can give a negative effect to the human health. The objective of this study was to determine correlation between prolonged use of anti mosquito fuel and cholinesterase concentration to Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang society. This was a cross sectional study which population are society in Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. The subjects were 23 persons which chosen by using accidental sampling methode. Cholinesterase examination used spectrophotometric. It was analyzed by chi-square correlation test by tofor Windows. The result showed, there was no significant correlation (p = 0,395) between prolonged use of anti mosquito fuel with decreasing of cholinesterase concentration but it risked to decrease the cholinesterase concentration (OR=4.250) of Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang society. The conclusion of this research is the society whom used anti mosquito fuel it risked getting poisoned.Keywords: anti mosquito fuel, cholinesterase, insecticide
EFEK PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP PENURUNAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) HATI MENCIT STRAIN JEPANG AKIBAT PAPARAN MINYAK GORENG BERULANG Elmatris Sy; Yustini Alioes; Almurdi -
Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2010): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v4i1.52

Abstract

 ABSTRACT SOR (Reactive Oxygen Species) is a collection of free radical compound or compounds that easily become free radicals and can damage the cell membrane is marked by elevated levels of MDA (11) This is called oxidative stress, which can be prevented and reduced by adequate intake of antioxidants into the body optimally. Oxidative stress effects can be prevented by antioxidant vitamins, especially vitamin E. The results of research show that the average value of mouse liver MDA levels of the control group (A) 1.78 nmol/mL. The treatment group with repeated delivery of cooking oil (B) have increased the average value of mouse liver MDA levels (2.97 nmol/mL, 3.18 nmol/mL, 3.49 nmol/mL, 3.83 nmol/mL). In the treatment group with doses of vitamin E 52 IU/Kg/Hr and repeat cooking oil (C) have decreased the average value of mouse liver MDA levels (2.03 nmol/mL, 2.10 nmol/mL, 2.24 nmol/mL, 2.70 nmol/mL), compared with the provision of cooking oil over it. We can conclude that there are differences in average MDA levels of the liver of mice a significant between group A, group B1, C1 group (p = 0.003). Mice liver MDA content significantly between group A, group B2, C2 group (p = 0.000), between group A, group B3, C3 group (0.001), between group A, group B4, C4 group (0.000) where p <0.05. Keywords: Recurring Cooking Oil, Vitamin E, Malondialdehid (MDA)   
EFEK PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP JUMLAH ERYTROSIT DAN AKTIVITAS ENZIM KATALASE TIKUS AKIBAT PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET Yustini Alioes; Elmatris Sy
Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2010): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v4i1.113

Abstract

 ABSTRACT Ultraviolet (UV) in addition to have a positive impact on health, can also endanger your health. UV negative impact is felt by the people who are exposed to UV light for long periods, such as fishermen and farmers.  UV radiation levels are causing skin redness (erythema), whereas high levels can cause bleeding in the skin. This study aims to determine the effect. These are experimental studies using rats as an animal, which conducted the Biochemistry Laboratory of the Faculty of Medicine University of Newcastle from September - December 2008. Population is 20 strains of Wistar rats, age ± 2 months and weight 200-250 grams. Samples were taken at random (simple random sampling) of the population and divided into two groups: control group (group UV irradiated 6 hours/day for 3 weeks without vitamin E) and the treatment group (group UV irradiated 6 hours/day for 3 weeks with doses of vitamin E 0:45 IU/Kg BB/kali/hari). The results showed in the control group declines erytrosit and catalase enzyme activity due to exposure to UV. Declining sum was much less after vitamin E. The effect vitamin E can inhibit the decrease in the number erytrosit and catalase enzyme activities of rats exposed to ultraviolet light of vitamin E on the number of erytrosit and catalase enzyme activities of rats by exposure to ultraviolet light. Keywords: Vitamin E, Erytrosit, Katalase 
Co-Authors Adrial Adrial, Adrial Aida Fitriana Aliya, Lisana Shidiqqin Almurdi Almurdi amalia Kartika Amelia Amelia Amirah Zatil Izzah Ananda, Abi Awfa Rahman Andree, Azzahra Anggita Anggraini, Syahzalya Anggrainy, Fenty Annisa Pratiwi Asterina Asterina Asterina, Asterina Ayu Ratna Sari Azzati, Normaida Baizura Benni Raymond Catur Hadi Arief Dermawan Chindy Jhonel Putri Deddy Saputra Desmawati Desmawati Desmawati Desmawati Dessy Arisanty Desy Arisanti Desy Arisanti Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dinda Aprilia Dwi Yulia Efendi, Altio Efendi, Altio Efrida Efrida Elmatris Sy Elmatris Syamsir Elsi Wineri Endrinaldi Endrinaldi , Endrinaldi Eni Rahmi Eti Yerizel Eva Chundrayetti Eva Decroli F, Annisa Maida Fadil Oenzil Fadrian, Fadrian Faradila Faradila Fika Tri Anggraini Harsa Rusda Hasibuan, Imron Martua Hasnah Hasnah Hasnah, Hidayatul Hasnah, Widya Jummatul Hayyumahdania Reswan Hendra Permana Hirowati Ali Husnil Kadri Husnil Wardiyah Indah Febranambela Jovie Irwan Jamsari Jamsari Kartika, amalia Lili Irawati Lily Syukriani Lisma Yendri Lydia Susanti, Lydia M Ikhsan Mahata, Liganda Endo Mentari Artika Merisca Gayatri Ryosa Meska Amelia Putri Miftah Irrahmah Miftah Irramah Murniwati Murniwati Mutya Restu Ayu Nila Kasuma Nining Kurniawati Nurhayati Nurhayati Nursyafi, Fauzan Syarif Prasetio, Ade Prima Astuti Handayani Prima Julistia Pritasa Muthia Ulfa Putri Mira Magistri Putri Mulya Sari Putri, Biomechy Oktomalio Rahmatini . Raihan Afif Salam Ramadhan, Mario Arya Ramadhan, Mario Arya Rauza Sukma Rita Reza, Mohamad Rikarni Rikarni Rima Semiarty Risa Firka Rismawati Yaswir Roslaili Rasyid Rydwan Efendi Saptino Miro Saptino Miro, Saptino Selfi Renita Rusjdi Sheila Jihan Safira Sofina Rusdan Suci Erawati Surya Nelis Susi Susi Susila Sastri Tafdil, Zhafirah Khairunnisa Yenny Mayang Sari Yulia, Dwi Yusri Dianne Jurnalis Yusri, Elfira