Andi Alfian Zainuddin
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KORELASI HIPERTROFI KONKA INFERIOR TERHADAP DERAJAT DEVIASI SEPTUM NASI MENGGUNAKAN MODALITAS CT SCAN PADA PASIEN DEVIASI SEPTUM NASI Said, Suryani; Baan, Junus; Muis, Mirna; Fadjar Perkasa, Muhammad; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P07

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hubungan antara hipertrofi konka inferior dengan sudut deviasi septum nasi merupakan fenomena yang telah diketahui . Deviasi septum nasi menggambarkan septum nasi yang tidak lurus dan cacat. Masih sangat terbatasnya studi yang melihat adanya keterkaitan antara hipertrofi konka inferior dan derajat deviasi septum nasi pada pasien deviasi septum nasi. Tujuan: Menentukan hubungan antara hipertrofi konka inferior terhadap sudut deviasi septum nasi menggunakan modalitas CT scan. Metode: Penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional menggunakan data sekunder dengan menilai letak deviasi septum, derajat deviasi septum nasi, hipertrofi konka inferior berdasarkan offset lateral, lebar konka, lebar tulang dan lebar mukosa medial konka inferior menggunakan modalitas CT untuk melihat korelasi hipetrofi konka inferior terhadap derajat deviasi septum dan uji t-independet (nilai P < 0.05). Hasil: Didapatkan 45 sampe berdasarkan kriteria inklusi. Sampel termuda yaitu 18 tahun dan usia tertua adalah 83 tahun dengan jumlah perempuan 18 orang (40%) dan jumlah laki-laki 27 orang (60%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara letak deviasi terhadap derajat deviasi septum nasi dengan nilai p 0.138 (p > 0,05) serta tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertrofi konka inferior, baik pada pengukuran offset lateral, lebar konka inferior, lebar tulang konka inferior dan lebar mukosa medial pada anterior dan posterior terhadap sudut deviasi septum nasi (nilai p > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara letak deviasi terhadap derajat deviasi septum nasi serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hipertrofi konka inferior, baik pada pengukuran offset lateral, lebar konka inferior, lebar tulang konka inferior dan lebar mukosa medial pada anterior dan posterior terhadap sudut deviasi septum nasi. Kata Kunci : Hipertrofi Konka Inferior, Deviasi Septum Nasi, CT Scan
KORELASI NILAI ATENUASI EPICARDIAL ADIPOSE TISSUE (EAT) BERDASARKAN MSCT SCAN THORAKS DENGAN NILAI TROPONIN PADA PASIEN COVID-19 Burhanudin, Danang P; Asriyanti, Sri; Latief, Nikmatia; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P16

Abstract

Infeksi Coronavirus disease-19 (COVID-19) dilaporkan menimbulkan komplikasi kardiovaskuler. Epicardial adipose tissue (EAT) merupakan komponen dinding luar miokardium yang dapat diukur dengan CT scan thorax untuk menilai atenuasi begitupun dengan troponin I yang dapat mengalami peningkatan pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler. Modalitas CT scan thorax tersebut dilaporkan dapat menjadi modalitas penunjang noninvasif untuk mengevaluasi keterlibatan kardiovaskuler pada pasien dengan COVID-19. Tujuan untuk mengetahui korelasi nilai atenuasi EAT pada MSCT thorax dengan nilai troponin pada pasien COVID-19. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada periode waktu Juli 2021 hingga Desember 2021 dengan jumlah sampel 33 orang. Terdapat 25 pasien laki-laki (75%) dan 8 pasien perempuan (25%) dari rentang usia 32 hingga 77 tahun. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara average atrioventricular sinistra (AVG AV sinistra) dan nilai troponin (p <0,032). Begitupun MIN Hounsfield Unit dengan nilai troponin (p<0,027) dimana peningkatan AVG AV sinistra dan MIN Hounsfield berbanding lurus dengan peningkatan nilai troponin. Kata Kunci: Epicardial Adipose Tissue; Nilai Troponin; COVID-19; Atenuasi
KORELASI PERUBAHAN ENDPLATE TIPE MODIC PADA MAGNETIC RESONANCE IMAGING LUMBOSAKRAL TERHADAP FACET JOINT OSTEOARTHRITIS BERDASARKAN PATHRIA GRADING Shinta, Pricilla; ILyas, Muhammad; Latief, Nikmatia; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P06

Abstract

Facet joint osteoarthritis terkait erat dengan kondisi penyakit degeneratif diskus yang berbeda, namun terkait secara fungsional yang memengaruhi struktur di aspek anterior kolumna vertebralis. Perubahan endplate tipe modic dideskripsikan sebagai perubahan dari intensitas sinyal dari endplate dan bone marrow dari korpus vertebra. Perubahan endp/ate tipe modic dan degenerasi facet joint sering terjadi bersamaan pada pasien dengan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi perubahan endplate tipe modic pada magnetic resenance imaging /umbosakral terhadap facet joint osteoarthritis berdasarkan Pathria grading. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 198 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian perubahan endplate modic vertebra lumbosakral didasarkan pemeriksaan MRI lumbosakral. Kemudian, menilai derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading pada level yang sama dengan perubahan endpate modic. Selanjutnya, dilakukan perbandingan perubahan endplate modic vertebra lumbosakral dan derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara perubahan endplate modic vert.ebra /umbosacral dan derajat facet joint osteoart.hritis dengan Pathria grading (p<0,001, koefisien korelasi 0,631). Sernakin meningkat perubahan endplate modic vert.ebra lumbosakral, semakin meningkat pula derajat facet joint osteoart.hritis dengan Pathria grading. Disimpulkan bahwa perubahan endplate modic vertebra lumbosakral terkait derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading sehingga apabila ditemukan perubahan endplate modic, kemungkinan terdapat juga facet joint osteoart.hritis. Kata kunci: endplate Modic, facet joint osteoart.hritis, MRI, Pathria grading
KORELASI NEUTROPHIL TO LYMPHOCYTE RATIO DAN VOLUME PERDARAHAN MENGGUNAKAN COMPUTED TOMOGRAPHY (CT SCAN) KEPALA PADA PASIEN STROKE INTRACEREBRAL HEMORRHAGE AKUT Tiorisman, Nola; Baan, Junus; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P14

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan keadaan darurat neurologis yang serius dan dapat menyebabkan kematian. Stroke merupakan tanda-tanda klinis gangguan fungsi otak fokal (atau global dalam kasus koma) yang berkembang cepat, yang berlangsung lebih dari 24 jam dan disebabkan oleh vascular. Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan jenis stroke perdarahan yang terjadi pada parenkim otak. Metode: Desain Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien perdarahan otak akut untuk menilai korelasi antara kadar Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) dan volume perdarahan pada CT scan kepala pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH). Stroke adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, yang mempengaruhi sekitar 13,7 juta orang dengan mortalitas sekitar 5,5 juta setiap tahun. Sekitar 87% merupakan stroke infark, dan prevalensi terus meningkat secara substansial. Hasil: Penelitian ini terdiri dari 63 subjek menemukan bahwa 69,1% dari pasien stroke hemoragik adalah berusia 46-59 tahun, sedangkan 30,9% berusia 15-45 tahun. pada pasien dengan trauma kepala dengan nilai OR 1,309 (IK95% = 1,254-1,367). Bukti menunjukkan bahwa neutrofil meningkat secara dramatis dalam darah tepi selama 48 jam awal setelah terjadi perdarahan intracranial. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara neutrophil to lymphocyte ratio (NLR) dengan volume perdarahan pasien ICH.Semakin rendah NLR maka semakin sedikit volume perdarahan yang ditemukan pada pasien ICH.Terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata NLR pada kelompok ICH dengan kelompok non-ICH Kata Kunci: neutrophil to lymphocyte ratio., Intracerebral Hemorrhage., CT scan., Stroke
PERBANDINGAN AKURASI DIAGNOSTIK RADIOGRAFI PRONE CROSSTABLE LATERAL VIEW DENGAN ULTRASONOGRAFI TRANSPERINEAL DALAM MENENTUKAN LETAK MALFORMASI ANOREKTAL Fadhil, Muhammad; Murtala, Bachtiar; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P02

Abstract

Malformasi anorektal (MAR) merupakan spektrum luas dari kelainan pembentukan anus dan rektum mulai dari stenosis hingga agenesis anorektal. Adapun prevalensi MAR di seluruh dunia 1 per 5000 kelahiran hidup walaupun pada beberapa wilayah tertentu ditemui lebih banyak. Pendekatan radiografi dan ultrasonografi dalam menentukan letak malformasi anorectal sangat berguna dalam membantu menentukan Tindakan operasi baik melalui limited PSARP ataupun dengan colostomy. Penelitian ini bertujuan menentukan perbandingan akurasi diagnostic radiografi prone cross table lateral view dengan ultrasonografi dalam menentukan letak malformasi anorectal. Sample penelitian adalah semua pasien yang didiagnosa malformasi anorectal di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar dari bulan Desember 2022 hingga Agustus 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik menggunakan ROC curve dan AUC untuk menentukan cutoff dari MAR serta dilakukan perhitungan sensitivitas, spesifitas, NPV, dan PPV. Pada penelitian ini untuk radiografi didapatkan nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 85.7 %, nilai prediksi positif (PPV) 97%, Nilai Prediksi negatif (NPV) 100% dan akurasi 96%. Pada penelitian ini untuk ultrasonografi didapatkan nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 85.7 %, nilai prediksi positif (PPV) 97%, Nilai Prediksi negatif (NPV) 100% dan akurasi 96%. Disimpulkan bahwa Akurasi diagnostik radiografi prone cross-table lateral view sebanding dengan ultrasonografi transperineal dalam menentukan letak malformasi anorectal. Kata Kunci : Malformasi anorektal, radiografi prone cross-table lateral view, ultrasonografi transperineal
CORRELATION OF DEGREE OF LUMBAR SPINAL CANAL STENOSIS BASED ON LEE CLASSIFICATION AND SCHIZAS CLASSIFICATION USING LUMBOSACRAL MRI TO OSWETRY DISABILITY INDEX (ODI) IN LOW BACK PAIN PATIENTS. Samban, Ida; Baan, Junus; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian; Kaelan, Cahyono; Ilyas, Muhammad
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P17

Abstract

The Lumbar spinal canal stenosis is one of the most common problems found representing the spine degenerative disease in the elderly population. Its prevalence is 5 out of 1000 people over the age of 50 years. The magnetic resonance imaging (MRI) examination is the gold standard in confirming the diagnosis of the lumbar spinal stenosis. The Oswetry Disability Index (ODI) is a questionnaire to assess the disability in the Low Back Pain (LBP) patients. The research aims at investigating the correlation between the degree of lumbar spinal canal stenosis based on Lee and Schizas's classification of ODI in LBP patients. This was the prospective research. The data were obtained through the PACS computer of Dr Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar and ODI questionnaire interview. The research results indicates that of 73 patients suffering from lumbar spinal canal stenosis, most of them are females comprising 41 people (56.2%). The most frequent age groups are 46-55 and 56-65 years old with 24 people (32.9%) in each group. The highest Body Mass Index (BMI) was Obesity I, 25 people (34.2%). The most commonly affected disc level is L4-L5 52 people (71.2%). The conclusion of the research is that there is the significant correlation between the degree of the lumbar spinal canal stenosis of Lee’s classification (p<0.001, r = 0.960) and Schizas’s classification (p<0.001, r = 0.948) with ODI. The higher the degree of lumbar spinal canal stenosis, the higher the patient's disability will be. Keywords:Low Back Pain (LBP), Lumbar spinal canal stenosis, Magnetic Resonance imaging (MRI), Schizas’s classification, Lee’s classification, Oswetry Disability Index (ODI)
Hubungan derajat herniasi diskus intervertebralis dengan tipe perubahan endplate modic pada pasien yang menjalani MRI lumbosakral Tanady, Kevin Julius; Ilyas, Muhammad; Muis, Mirna; Zainuddin, Andi Alfian; Basri, Muhammad Iqbal; Baan, Junus
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.3431

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) adalah gangguan kesehatan yang sering dan memilki dampak sosial ekonomi yang berat. Kurang lebih 40% dari nyeri punggung bawah diakibatkan oleh herniasi diskus. Selain herniasi diskus, perubahan endplate tipe Modic juga telah diasosiasikan dengan kejadian nyeri punggung bawah. Meskipun memiliki insidensi yang relatif tinggi dan sering dihubungkan dengan LBP, hubungan antara perubahan endplate tipe Modic dengan penyebab lain LBP seperti herniasi diskus masih belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat herniasi diskus dengan masing-masing tipe perubahan endplate Modic pada pasien yang menjalani pemeriksaan MRI lumbosakral. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi potong lintang menggunakan data sekunder pada 488 sampel. Derajat herniasi diskus intervertebrais dan tipe perubahan endplate Modic dinilai menggunakan pemeriksaan MRI lumbosakral. Hasil: Derajat herniasi diskus yang paling banyak ditemukan adalah protrusio sebanyak 199 sampel (40,8%) diikuti dengan bulging diskus sebanyak 154 sampel (31,6%). Tipe perubahan Modic yang paling banyak ditemukan pada level terjadinya herniasi diskus adalah perubahan Modic tipe II sebanyak 168 sampel (34,4%). Menggunakan analisa Chi-Square, didapatkan hubungan yang bermakna antara derajat herniasi diskus dengan tipe perubahan Modic dengan nilai p<0,001. Simpulan: Perubahan Modic tipe 1 lebih sering terjadi pada bulging diskus, sedangkan perubahan Modic tipe 2 dan 3 lebih banyak didapatkan pada derajat herniasi yang lebih berat seperti protrusio, ekstrusio dan sekuesterasi.
Right Ventricle Free Wall Longitudinal Strain in Cancer Patients Following Chemotherapy Ghaznawie, Aussie Fitriani; Muzakkir, Akhtar Fajar; Fathlina, F.; Mappahya, Ali Aspar; Alkatiri, Abdul Hakim; Zainuddin, Andi Alfian; Prihantono, Prihantono
Nusantara Medical Science Journal Volume 8 Issue 1, January - June 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/nmsj.v8i1.26648

Abstract

Introduction: The survival rate of cancer patients was high due to chemotherapy, but it can cause cardiotoxicity and increase morbidity and mortality. Most studies on cancer therapy-related cardiac dysfunction (CTRCD) focus more on the left ventricle. This study assesses chemotherapy's effect on the right ventricle, namely the right ventricle free wall longitudinal strain (RVFWLS). Methods: This study is a prospective cohort conducted from January to December 2022 on thirty-four cancer patients undergoing chemotherapy at Dr Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. The RVFWLS was assessed before and after chemotherapy using echocardiographic. Result: The RVFWLS value after one cycle chemotherapy decreased compared pre-chemotherapy (4.40±4.84; p=0.001). Conclusion: The effect of chemotherapy is a decrease the RVFWLS value after the first cycle of chemotherapy. It should be considered for echocardiographic evaluation, especially the RVFWLS value every cycle of chemotherapy.
KARAKTERISTIK KLINIS DAN HISTOPATOLOGI MENINGIOMA DI MAKASSAR talawo, Vivi Yuniarti; Kaelan, Cahyono; Juniarsih, Juniarsih; Zainuddin, Andi Alfian; Ihwan, Andi; Cangara, Muhammad Husni; Miskad, Upik
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v9i1.726

Abstract

ABSTRAK Meningioma merupakan tumor jinak pada otak yang paling sering terjadi di Amerika. Identifikasi karakteristik klinis maupun histopatologi masih jarang dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk melihat karakteristik klinis dan histopatologi meningioma di Makassar. Penelitian kami menggunakan metode deskriptif, yang dilakukan di Makassar dari Januari 2015 hingga Desember 2021. Karakteristik yang dinilai adalah usia, jenis kelamin, lokasi tumor, gejala klinis, serta tipe meningiomaAnalisis data menggunakan software SPSS v.20. Dari 65 subjek, usia >47,5 tahun paling banyak ditemukan yaitu 42 subjek (64,6%), paling banyak jenis kelamin wanita yaitu 51 subjek (78,5%). Lokasi meningioma paling banyak berada di regio temporal yaitu 20 subjek (30,8%), nyeri kepala sebagai gejala klinis umum yaitu sejumlah 31 subjek (31,1%). Meningioma atipikal merupakan subtype terbanyak, yaitu 19 subjek (29,2%).
Pengembangan Media Informasi dalam Komunikasi Risiko untuk Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Sulawesi Selatan Riskiyani, Shanti; Zainuddin, Andi Alfian; Nurdin, Nurhaya
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 8 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v8i2.585

Abstract

WHO introduced Covid-19 as a global health problem on January 30, 2020, and currently here are more than 6.05 million cases of Covid-19 reported from 188 countries and resulted in 368,000 deaths. One of the efforts recommended by the Indonesian Ministry of Health to prevent the spread of this infection is to limit social contact and practice clean and healthy living. This study develops a communication strategy in education on the prevention and handling of COVID-19 in South Sulawesi. Through a qualitative approach, data collection was carried out through focus group discussions to identify a picture of the community's response in dealing with this pandemic. This study resulted in infographics and guides containing information related to the prevention and handling of COVID-19. In addition, voice messages have been developed about 3M's behavior and the correct use of masks. A communication strategy by considering the local situation in the form of community responses is important when conducting education during a pandemic. This is due to the large amount of information spread in the mass media that is easily accessible by the public. In addition, the ever-changing situation also requires us to be able to continue to innovate in developing health messages that will be disseminated to the public. Messages created can include new information, confirmation or refutation of hoaxes that may develop.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Hakim Alkatiri Achmad, Djumadi AL, Suardi Ali Aspar Mappahya Amalia Amalia Amin, Muzakkir AMIN, ROSMINI Amran, Muhammad Yunus Anaam, Andi Khairul Andi Asadul Islam Andi Kurnia Bintang, Andi Kurnia Arif, Asnita Aritonang, Sylvia Evelyn Asriyani, Sri Asriyani, Sri Asriyanti, Sri Assegaf, S. Zulfikar. G. Azis, Zainab Baan, Junus Bachtiar Murtala Bachtiar, Nur Amelia Bahar, Ashari Bakri, Dina Fatiyah Basri, Muhammad Iqbal Blow, David Burhanudin, Danang P Cahyono Kaelan, Cahyono Cangara, Husni Cangara, M. Husni Darmawan, Andi Miftah Khaerati Dase, Jerny David Gunawan Umbas Djaharuddin, Irawati Djaharuddin, Irawaty Fadjar Perkasa, Muhammad Fathlina, F. Ghaznawie, Aussie Fitriani Goysal, Yudy Halim, Wijoyo Harun Muchsin, Achmad Hasan, Rumaisah Hatta, Mohammad Herman, Teddy Marzuki Herpan Syafii Harahap HP, Faridin Husnah, Kurniawati Idham Jaya Ganda, Idham Jaya Idris, Nurlaily Ilsa Hunaifi, Ilsa Irsyadat, Andi Muhammad J Nelwan, Berti Johan, Muhammad Phetrus Juniarsih, Juniarsih Kai, Rosita Kalatiku, Jane Magdalena Kasim, Hasyim Kasim, Muhammad Firdaus Latief, Nikmatia Latief, Nikmatia Lawrence, Gatot. S. Liong Boy Kurniawan, Liong Boy Lotisna, Mimi Madeng, A. Arsidin Mappa Mayasari, Nilla Melda Warliani Meryana*, A. Kurnia Bintang**, Muh. Akbar**, Susi Aulina**, Yudy Goysal**, Arifin Limoa*** Miskad, Upik Mubarak, Husnul Muhammad Akbar Muhammad Fadhil Muhammad Fadjar Perkasa, Muhammad Fadjar Muhammad Ilyas Muis, Mirna Mustamir, Nasrullah Mutaher, Annisa Anwar Muzakkir, Akhtar Fajar Nelwan, Berty. J Nikmatiyah, Wa Ode Sri Nita Mariana Nurdin, Nurhaya Paulus Sugianto, Paulus Prihantono, Prihantono Rafiah, Sitti Rauf, Rafikah Rina Masadah Said, Suryani Sam, Nuralam Samban, Ida Shanti Riskiyani Shinta, Pricilla Solly Aryza Soma, Andang Suryana Sri Ramadany, Sri Syarifuddin Wahid talawo, Vivi Yuniarti Tammasse, Jumraini Tanady, Kevin Julius Tarigan, Ngalasantaru Janstar Tiorisman, Nola Uleng Bahrun, Uleng Upik A. Miskad, Upik A. Wahid, Isra' Walenna, Nirwana Fitriani Waluyo, Yose Wangsa, Jeanie Dewi Wuysang, Audry Devisanty Yundari, Yundari