p-Index From 2021 - 2026
5.767
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

CASE STUDY: QUANTUM TOUCH THERAPY TO TREAT INSOMNIA PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS Anton Suhendro; Untung Sujianto; Henni Kusuma
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5, No 2 (2020): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v5i2.251

Abstract

Latar belakang: insomnia merupakan gangguan tidur yang prevalensinya paling tinggi pada pasien hemodialisa yaitu sekitar 45-69.1%. Insomnia yang dialami oleh pasien HD akan menyebabkan beberapa konsekuensi, diantaranya rasa kantuk di siang hari, depresi, kurang energi, gangguan kognitif, gangguan memori, lekas marah, disfungsi psikomotor dan penurunan kewaspadaan serta konsentrasi. Penelitian ini untuk menerapkan evidance based practice dalam penatalaksanaan insomnia pasien hemodialisa dengan terapi non farmakologi berbentuk Terapi Sentuhan Quantum (TSQ)Metode: penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan desain pre dan post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling.Hasil: TSQ bisa menurunkan insomnia dari tingkat insomnia berat ke tingkat insomnia sedang dan ringan. Meskipun penurunan insomnia tidak merata ke kategori insomnia ringan, namun penurunan insomnia menujukkan hasil yang signifikan dengan nilai p = 0.001Kesimpulan: TSQ berpengaruh positif terhadap penurunan skor insomnia dimana artinya adalah TSQ efektif terhadap penurunan skor insomnia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Agar TSQ bisa menghasilkan efek yang optimal keluhan fisik yang sangat menganggu juga harus diberikan terapi, seperti adanya gatal-gatal seluruh tubuh (pruritus uremik), anoreksia, gastritis, anemia, nyeri sendi, dll. Kata kunci: Terapi Sentuhan Quantum, Insomnia, Hemodialisa
Model terapi kognitif sebagai upaya peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit kronis: Literature review Yayan Kurniawan; Untung Sujianto; Mardiyono Mardiyono
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.6.1.47-56

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2015 sekitar 70% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kronis.Penyakit kronis akan berdampak beragam baik secara biologis, psikologis, sosial, spiritual. Pemberian terapi kognitif mampu menjadi solusi bagi pasien kronis dengan segala kompleksitasnya.Tujuan: Menjelaskan berbagai terapi kognitif untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit kronis Metode:Data basedpencarian meliputi EBSCO, ProQuest, Springer, NCBI danScince Directdengan kata kunci:cognitive therapy, Intervention, Chronic diseasedan Quality of Life. Kriteria inklusi: artikel terbitan tahun 2014-2019, full text, bahasa inggris. Desain artikel yang diambil adalah Quasy experimental study dan RCT. Sebanyak 7 artikel yang sesuai kriteria inklusi dilakukan analisis.Hasil:Semua kelompok intervensi menujukan peningkatan kualitas hidup.Simpulan:Intervensiacceptance and commitment therapy, edukasi peer group, edukasi berbasis health belief model, program intervensi bebasis self-care, aerobic physical rehabilitation, yoga,danhipnoterapi mampu meningkatkan kualitas hidup dan dapat dijadikan alternatif terapi pada pasien dengan penyakit kronis.
Supervisi Kepala Ruang Model Proctor untuk Meningkatkan Pelaksanaan Keselamatan Pasien Sri Hananto Ponco Nugroho; Untung Sujianto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v20i1.348

Abstract

Insiden terkait keselamatan pasien semakin meningkat, sehingga diperlukan penanganan akurat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh supervisi kepala ruang model Proctor terhadap pelaksanaan keselamatan pasien. Rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pre and post test control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling, dengan sampel 88 perawat pelaksana. Sebelum dan sesudah penerapan supervisi kepala ruang model Proctor, perawat pelaksana diobservasi pelaksanaan keselamatan pasien. Analisa data meng-gunakan Mann-Whitney menunjukkan ada pengaruh supervisi kepala ruang model Proctor terhadap pelaksanaan keselamatan pasien (p= 0,000). Fungsi normatif, formatif dan restoratif dalam supervisi model Proctor, berfokus pada monitoring evaluasi kualitas pelayanan. Supervisi kepala ruang model Proctor dapat diaplikasikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan pelaksanaan keselamatan pasien.Abstract Headroom Supervision Proctor Model to Improve the Implementation of Patient Safety. Incident related to patient safety has increased and it is needed an accurate handling. This study aimed to determine the influence of headroom supervision proctor model to the implementation of patient safety. The design was quasi experimental using pre and post test control group. Proportional sampling was used as the sampling technique and the sample obtained was 88 nurses. Before and after the application of headroom supervision proctor model, all nurses were observed about the implementation of patient safety. The data was analyzed using the Mann-Whitney test and showed that there is influence of headroom supervision proctor model to the implementation of patient safety (p= 0.000). Normative, formative and restorative function in supervision proctor model focused on monitoring service quality. Headroom supervision proctor model can be applied as a solution to improve the implementation of patient safety. Keywords: patient safety, proctor supervision
STUDI KASUS INTERAKSI SOSIAL ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) TERHADAP STIGMA Nila Putri Purwandari; Andrew Johan; Untung Sujianto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.742 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.415

Abstract

Penelitian ini melatar belakangi persepsi masyarakat terhadap ODHA yang cenderung negative dan mengarah perilaku deskriminatif. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan interaksi sosial antara orang dengan HIV/ AIDS. (2) mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam proses interaksi sosial ODHA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang menggambarkan secara objektif suatu proses interaksi sosial yang terjadi pada ODHA. Lokasi penelitian di Kabupaten Jepara. Subjek penelitian meliputi lima orang informan, yaitu 3 ODHA yang berada di RS Kartini Jepara, satu keluarga ODHA dan 1 perawat pelaksana ODHA di RS Kartini Jepara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Hasil penelitian adalah didapatkannya proses Interaksi Sosial yang terjadi antara masyarakat, keluarga, perawat dengan ODHA. Hal ini terlihat dari adanya interaksi baik verbal maupun non verbal yang terjadi antara perawat dengan ODHA meliputi adanya layanan VCT (Voluntary Counseling Test), Screening IMS (Infeksi Menular Seksual), ODHA dengan ODHA meliputi membentuk suatu perkumpulan atau kelompok diskusi, agar ODHA yang berputus asa dan berfikiran sempit untuk mengakhiri hidup karena keadaan yang menimpanya, maka pada kelompok dukungan sebaya ini dapat saling memberi motivasi, mampu berinteraksi satu sama lain, berbagi cerita dan berbagi pengalaman tentang HIV/AIDS. Keluarga dengan ODHA dapat dilihat dari ODHA yang berobat atau memeriksakan kesehatannya di RS selalu didampingi oleh keluarga, dan masyarakat dengan ODHA antara lain masyarakat tempat tinggal ODHA bersikap baik dan mampu berinteraksi layaknya dengan orang yang tidak terinveksi HIV/AIDS. ODHA yang masih menyembunyikan indentitas dirinya karena merasa takut dengan stigma yang ada dimasyarakat.Simpulan dari penelitian ini yaitu proses interaksi sosial  yang dilakukan ODHA sudah cukup baik. Adanya tindakan kerja sama,akomodasi dan asimilasi sebagai proses interaksi sosial. Kerja sama yang dilakukan meliputi pembentukan kelompok sebaya, tindakan konseling. Kendala yang dihadipi adalah ODHA yang masih menyembunyikan identitas diri. Kata Kunci: ODHA, Interaksi Sosial, Stigma
KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN KEWASPADAAN UNIVERSAL DI RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI SEMARANG TAHUN 2013 Nurkhasanah -; Untung Sujianto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.358 KB)

Abstract

Kewaspadaan universal merupakan  strategi yang direkomendasikan Centers for Desease Control and Prevention sebagai upaya pencegahan infeksi dan penularan penyakit pada tenaga kesehatan. Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, kepatuhan penerapan Kewaspadaan Universal/Standar  pada petugas masih belum optimal, dilaporkan adanya kasus kecelakaan tertusuk jarum suntik yang terjadi selama periode Januari sampai dengan Mei 2013  ada 7 kejadian.Penelitian ini bertujuan untuk kepatuhan  perawat  dalam  penerapan kewaspadaan universal di RS Dr. Kariadi semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruangan yang beresiko tertular penyakit infeksi. Jumlah sampel yang digunakan 95orang yang terdiri dari masing-masing ruang rawat inap, diambil dengan menggunakan teknik propotionate stratified random sampling. Data  dikumpulkan dengan metode kuisioner, kemudian dilakukan analisa data dengan distribusi frekuensi dan uji chi square, dengan tingkat kemaknaan p < 0.05. Pada analisa univariat didapatkan hasil : pengetahuan baik 70.5 %, pelatihan dan ketersediaan sarana baik 62.1 %, beban kerja berat 55.8 %, tingkat  kepatuhan perawat 69.5 % menyatakan patuh. Pada analisa bivariat didapatkan hasil:  hubungan pengetahuan perawat dalam penerapan KU dengan kepatuhan didapatkan p < 0.05,  hubungan pelatihan dan ketersediaan sarana didapatkan p < 0.05 dan hubungan beban kerja didapatkan p > 0.05. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan  hubungan   antara pengetahuan dan pelatihan dan ketersediaan sarana. Sedangkan beban kerja tidak menunjukkan hubungan dalam  kepatuhan penerapan kewaspadaan  universal. Peningkatkan pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan sarana yang lebih lengkap dalam menerapkan KU di rumah sakit perlu lebih ditingkatkan.
Analisis Sistem Program One Student One Client Pendampingan Ibu Hamil oleh Mahasiswa Keperawatan di Kota Semarang Mukhamad Musta&#039;in; Sri Achadi Nugraheni; Untung Sujianto
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 5, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.203 KB) | DOI: 10.14710/jmki.5.2.2017.104-110

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are one of the main indicators of a country's health status. MMR in Semarang was increasing since 2013 (107.95 per 100,000 live birth) become (128.05 per 100,000 live birth) in 2015. Various efforts have been made to handle the increase in maternal mortality rate in Semarang, one of them is OSOC program to accompany pregnant women. However, its implementation has not run optimally and encounters several obstacles. The purpose of the research was to analyze the input, process, and output aspects of the One Student One Client Program to accompany  pregnant women by Nursing Students in Semarang. This was qualitative research with descriptive explorative approach through in-depth interview and focus of group discussion. The main informants were; Head of Health Section of Central Java Provincial Health Office and triangulation informant; 2 Heads of Public health services and 2 nurses / midwife coordinator, 2 Head of study program, 2 field supervisors, 14 nursing students and 7 pregnant women / postpartum. Data processed and analysed by content analysis method.  The result showed that the input aspect: which was human resources, had been sufficient, but insufficient in funds, infrastructure facilities only in the form of modules, the policy had not been written and  there was no memorandum of understanding / MoU between the health office and educational institutions.
Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Spiritual Terhadap Peningkatan Kinerja Ketua Tim Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang Yunita Yudaningsih; Nico L Kana; Untung Sujianto
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.279 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.3.2016.242-249

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang. Kinerja perawat merupakan bagian integral dalam meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit, sehingga kinerja perawat harus selalu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan kepemimpinan spiritual terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif meggunakan design pre –post test with control group dengan cara melakukan intervensi, berupa kegiatan pelatihan dengan materi kepemimpinan spiritual pada kelompok eksperimen. Setelah dua bulan pelaksanaan pelatihan, dilakukan pengukuran kinerja ketua tim keperawatan, untuk melihat pengaruh kegiatan pelatihan tentang kepemimpinan spiritual terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan pada kelompok eksperimen. Cara pengambilan data kinerja ketua tim dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh perawat pelaksana. Populasi adalah seluruh ketua tim keperawatan dengan total sampling Analisis data menggunakan T test dengan Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test untuk melihat pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan rerata peningkatan kinerja ketua tim keperawatan pada kelompok ekperimen yang diukur sebelum pelaksanaan pelatihan, dengan nilai sebesar 58,66 dalam katagori kurang. Adapun setelah dilakukan pelatihan kepemimpinan spiritual terjadi peningkatan kinerja ketua tim keperawatan menjadi sebesar 77,04 dalam katagori baik. Dari analisis data mendapatkan dengan nilai mean (-43,422) artinya terjadi kecenderungan peningkatan kinerja ketua tim keperawatan yang cukup bermakna pada kelompok eksperimen, yaitu sebesar 43,422. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tentang kepemimpinan spiritual berpengaruh terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang.  
Analisis Faktor-Faktor Yang Berperan Terhadap Kolaborasi Antara Dokter Dan Perawat Di Rumah Sakit Permata Medika Semarang Irena Intania; Untung Sujianto; Sutopo Patria Jati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.359 KB) | DOI: 10.14710/jmki.5.1.2017.12-20

Abstract

Poor collaboration can affect the quality of service to patients, thus affecting the recovery of patients. For the profession, collaboration can affect the relationship and the job satisfaction of both doctors and nurses. Poor collaboration between doctors and nurses in hospital management can can influence a decrease number of Bed Occupation Rate  and an increase in length of stay so that it can have an impact on patient satisfaction.This study used a quantitative design and descriptive analytic with qualitative approach through observation, review of documents, in-depth interviews  with informants who already selected and determined using cross sectional approached. The sample in this study were all general practitioners and all nurses who work in Permata Medika Hospital until December 2015, ie 15 doctors and 15 nurses.The results show that the control of power  is still difficult due to a balanced relationship between the two professions and poor communication. The scope of practice between doctors and nurses has established good collaboration. The shared interests of the two professions do not pay attention and see the procedure of service. At the collaborative goals of doctors and nurses there is overlapping responsibility for reasons of rushed work without regard to the Standard Operating Procedure (SOP) and job description.The Recommendations for management are need to be carried out definite career path for nurses, increase the knowledge and enhance the collaboration both nurses and doctors, increase the collaboration between nurses and doctors, follow up the results of service audits need to be coordinated and controlled
Factors Affecting Quality of Life in Patients with Coronary Artery Disease Teguh Santoso; Untung Sujianto; Dwi Susilawati
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 1, No 3 (2017): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.416 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.1371

Abstract

Background: Coronary artery disease caused disturb of physical, psychological, and social aspects on quality of life. The aims in this study was to examine effecting factors of quality of life (QoL).Methods: In this used the analytic correlation with cross-sectional design. One hundred and three subjects paticipated with purposive sampling (88 male and 23 female). QoL quesioner (SF-36) were used to collect the data. The data were analyzed by multivariate regression.Results: One hundred and three patientss (80 males and 23 female) were enroll on this study. In this study indicates that independent variables were not associated with quality of life (p value 0.05). The greater quality of life found in patients graduated from university (62,2%) and had much income (51.9%). Other variables like male (57.5%), patients between 48-57 years of ages (68.2%), married patients with coronary artery disease (62.0%), the retired or unemplayee (78.9%), patients with hypertention (57.8%), never taking alcohol (60.8%), never smoking (50%) and never doing exercise (66%) had lower quality of life score.Conclusion: There were no statistically significant factors affecting quality of life in patients with CAD. The more respondents needed to know the factors affecting quality of life
Implementation of Chest Compression for Cardiac Arrest Patient in Indonesia: True or False Rendi Editya Darmawan; Untung Sujianto; Nana Rochana
Jurnal Ners Vol. 16 No. 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v16i1.17508

Abstract

Introduction: The highest cause of death is cardiac arrest. Proper manual chest compression will increase survival of cardiac arrest. The aim of this study was to know the implementation of chest compressions for cardiac arrest patient in Indonesia.Methods: This study used a descriptive quantitative design. The samples were nurse and code blue team when performing manual chest compression to 74 patients experiencing cardiac arrest. The sample have body mass index (BMI) > 20. Research was conducted in two hospitals in Java, Indonesia.  Implementation of chest compression is measured based on depth accuracy. Depth accuracy of chest compressions was assessed based on the comparison of the number of R waves with a height >10 mV on the bedside monitor with the number of chest compressions performed. The data were analyzed descriptively (mean, median, mode, standard deviation, and variances).Results: Result of this study is the mean of accuracy of compression depth is 75.97%. The result shows accuracy of compression depth on manual chest compression still under the American Heart Association (AHA) recommendation of 80%, because chest compression rate are not standardized. Chest compression rates are between 100-160 rates/minute, while AHA’s recommendations are 100-120 rates/minute. High compression speed causes a decrease in accuracy of chest compressions depth.Conclusion: In conclusion, the implementation of chest compressions in Indonesia if measured based on accuracy of compression depth is not effective. Nurses and the code blue team have to practice considering the use of cardiac resuscitation aids.
Co-Authors - Anggorowati Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Zulfa Juniarto Afriyanti, Yati Agung Waluyo Agustina Saputri Akbar, M. Agung Amirudin, Ikhwan Anak Agung Gede Sugianthara Andrew Johan Anggrayeni Purba Ani Margawati Annisa Pratiwi, Annisa Anton Suhendro Aria Nurahman Hendra Kusuma Ariawan Soejoenoes Arief Wahyudi Jadmiko Aris Nurkohilal Aris Puji Widodo Astuti Yuni Nursasi Avin Maria Bambang Edi Warsito Basuki Supartono Billy, Roland Chandra Bagus Ropyanto Chandra Bagus Ropyanto Dewi Gayatri DEWI WIJAYANTI Dian Ayubi Dina Indrati Dyah Sulistyowati Dwi Hastuti, Yuni Dwi Lestari Dwi Pudjonarko Dwi Pudjonarko Dwi Pudjonarko Dwi Retnaningsih, Dwi Dwi Saptarini, Swastika Dwi Susilawati Dwi Susilawati Dwi Susilawati Dwiantoro, Luky Elfira Husna, Elfira Elly Nurachmah Ethyca Sari Fatma Lestari Fauzi Ashra Fitria Handayani FITRIA HANDAYANI Fitriani, Evi Tunjung Gede Arya Bagus Arisudhana Handayani, Fitria Hani Andriyana Hardhono Susanto harun, sigit Hastaning Sakti Henni Kusuma Henni Kusuma I Gede Putu Darma Suyasa Indri Khizba Dini, Indri Khizba Irena Intania Israfil Israfil Ita Riniatsih Jerau, Emiliani Elsi Kimin, Amelia Kusman Ibrahim Liza, Fera Madya Sulisno Madya Sulisno Maksum Maksum Mardiyono Mardiyono Mardiyono, Mardiyono MARIA BINTANG Megah Andriany Meidiana Dwidiyanti Meira Erawati Miftakhul Nizar, Angga Muchlis Achsan Udji Muchlis Achsan Udji Sofro Muflihatul Muniroh Muhamad Thohar Arifin Muhammad Nur Muhammad Nur Mukhamad Musta&#039;in Munawaroh, Khoirunnisa’ Muniroh, Muflihatul Nana Rochana Naufal Raihan Alfarisi Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Nico L Kana Niken Safitri Dyan Kusumaningrum Nila Putri Purwandari Nining Puji Astuti NUR HASANAH Nur Kristina, Tri Nurjazuli Nurjazuli Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Puspa Siwi Wulandari Putri, Arcellia Farosyah Rahayu, Sisri Rendi Editya Darmawan Richal Grace Zefanya Uly Richal Grace Zefanya Uly Ropyanto, Chandra Selano, Maria Karolina Setyaningrum, Niken Sevana Christina Mayaut Shofa Chasani Shofa Chasani Soeharyo Hadisaputro Sri Achadi Nugraheni Sri Hananto Ponco Nugroho Sri Temu Suhartini Suhartini Ismail Suhartini Suhartini Suhartini Suhartini Suhartono Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Sukesi . Susana Widyaningsih Susana Widyaningsih Susanti, Brigitta Ayu Dwi Sutopo Patria Jati Teguh Santoso Teguh Santoso Teguh Santoso Temu, Sri Tri Nur Kristina Visia Hevy Prasetyaningtyas Wahyu Hidayati Warih Trimulyanto Yan Wisnu Prajoko Yayan Kurniawan Yuhendri Putra Yuni Dwi Hastuti Yunie Armiyati Yunie Armiyati Yunita Yudaningsih