Claim Missing Document
Check
Articles

KESELAMATAN KERJA AKTIVITAS BONGKAR KAPAL BOUKE AMI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE Erlin Nur Yustikaningsih; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.047-057

Abstract

Salah satu lingkup keselamatan kerja pada nelayan yaitu pada aktivitas bongkar hasil tangkapan. Aktivitas bongkar merupakan proses penurunan hasil tangkapan ke dermaga sampai ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kegiatan bongkar memiliki potensi kecelakaan kerja paling tinggi, karena pada kegiatan tersebut banyak melibatkan orang dalam aktivitasnya serta terdapat konsekuensi bahaya yang dikategorikan dalam bahaya besar. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas bongkar kapal bouke ami di PPN Muara Angke, menghitung tingkat risiko aktivitas bongkar anak buah kapal bouke ami, serta memberikan rekomendasi agar keselamatan kerja ABK pada aktivitas bongkar lebih terjamin. Metode dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada nelayan dan ABK mengenai aktivitas kegiatan bongkar dan potensi bahaya yang ada. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, analisis Hierarchical Task Analysis, dan metode Job Safety Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 42 aktivitas pada kegiatan bongkar. Analisis HTA dan JSA menunjukkan dari 42 aktivitas tersebut terdapat 10 (18.18%) aktivitas yang termasuk kategori ringan, 29 (52.73%) aktivitas yang termasuk kategori menengah, 9 (16.36%) aktivitas yang termasuk kategori berat, dan 7 (12.73%) aktivitas yang termasuk kategori fatal. Terdapat beberapa aktivitas yang mempunyai lebih dari satu kategori. Penerapan pengendalian risiko dapat menurunkan tingkat risiko ke kategori yang lebih rendah. Hal yang perlu diperhatikan yaitu kelengkapan fasilitas berupa life vest terutama pada persiapan operasi serta dibutuhkan pengemudi transportasi hasil tangkapan yang bersertifikat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bersertifikat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bersifat fatal. Kata kunci: aktivitas bongkar, kapal bouke ami, keselamatan kerja
INTENSITAS KEBISINGAN BERDASARKAN UMUR MESIN KAPAL PAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Santi Febrianti; Budhi Hascaryo Iskandar; Vita Rumanti Kurniawati
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu menjadi homebase bagi 39 kapal payang yang menggunakan mesin motor tempel 40 PK. Mesin motor tempel tersebut merupakan sumber kebisingan utama pada kapal payang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi intensitas kebisingan mesin motor tempel pada berbagai rentang umur mesin dan pola perawatan mesin kapal payang di PPN Palabuhanratu dan memetakan distribusi intensitas kebisingan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan membandingkan dengan Nilai Ambang Batas (NAB). Sampel kapal yang digunakan sebanyak 4 unit dengan umur mesin, 1 tahun, 6 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai intensitas kebisingan pada saat kondisi stasioner sebesar 59,2-77,5 dB(A) dan pada saat kondisi full rpm sebesar 70,3-104 dB(A). Nilai intensitas kebisingan tersebut dipengaruhi oleh pola perawatan mesin akan tetapi tidak dipengaruhi oleh umur mesin. Paparan intensitas kebisingan pada kapten kapal dan ABK berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh rpm mesin pada saat stasioner dan full rpm. Kapten kapal dan ABK yang berada di buritan menerima paparan intensitas kebisingan diatas Nilai Ambang batas (NAB) sedangkan ABK yang berada di haluan menerima paparan intensitas kebisingan di bawah NAB. Pemilik kapal dan nelayan harus meningkatkan kepedulian terhadap pola perawatan mesin. Kata kunci: kapal payang, kebisingan, NAB, motor tempel, PPN Palabuhanratu
TURBIN ANGIN MINI SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER ENERGI LISTRIK UNTUK LAMPU NAVIGASI PADA KAPAL PENANGKAP IKAN Dudi Firmansyah; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.149-158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu (siang dan malam) terhadap besarnya kecepatan angin (km/jam) di daerah penelitian, mengetahui tipe angin berdasarkan kecepatan angin (km/jam) rata-rata di daerah penelitian menurut tabel skala Beaufort, mengetahui pengaruh jumlah 3 sudu dan 6 sudu pada turbin angin terhadap kecepatan putaran per menit (rpm) alternator, mengetahui perbandingan lama waktu pengisian baterai oleh turbin angin dengan 3 sudu dan 6 sudu, mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk menghidupkan rangkaian lampu LED. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan, yaitu melakukan uji coba turbin angin dengan 3 sudu dan 6 sudu. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan analisis lanjut. Waktu (siang dan malam) memberikan pengaruh terhadap besarnya kecepatan angin. Turbin angin dengan 6 sudu menghasilkan kecepatan (rpm) alternator lebih besar dibandingkan dengan 3 sudu. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ampere baterai sampai penuh dengan 3 sudu yaitu 1 jam 45 menit, sedangkan dengan 6 sudu waktu yang dibutuhkan hanya 1 jam 30 menit. Energi yang dihasilkan turbin angin mini dengan 6 sudu mampu untuk menghidupkan tiga buah rangkaian lampu LED (putih, merah, dan hijau) selama 125,6 jam atau sama dengan ± 5 hari. Kata kunci: turbin angin mini
TAHANAN GERAK DAN GERAK PITCHING KAPAL PENANGKAP IKAN BERDASARKAN BENTUK LINGGI HALUAN Tri Nanda Citra Bangun; Yopi Novita; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.306-314

Abstract

Desain kapal penangkap ikan di Indonesia sangat beragam, salah satu keragamannya terletak pada bentuk linggi haluan kapal. Bentuk linggi yang sesuai dapat meningkatkan performa kinerja kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kemampuan kapal berdasarkan bentuk linggi haluannya terhadap tahanan dan performa gerak pitching kapal. Tiga bentuk linggi haluan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Raked Bow Tegak (RBT), Raked Bow Landai (RBL), dan Spoon Bow (SB) yang dikombinasikan dengan bentuk kasko u-bottom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tahanan kasko, bentuk linggi haluan RBT cenderung menghasilkan tahanan yang lebih tinggi, diikuti oleh RBL, dan SB. Berdasarkan performa gerak pitching kapal, bentuk linggi haluan SB cenderung menghasilkan gerak pitching yang lebih tinggi, diikuti oleh RBL dan RBT. Kata kunci: bentuk linggi, kapal perikanan, gerak pitching, tahanan kapal.
ANGIN SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PADA MESIN PENDINGIN SKALA KECIL Alfin Yuwana Putra; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.331-340

Abstract

Proses pendinginan merupakan salah satu proses penanganan hasil tangkapan yang sangat dibutuhkan oleh nelayan dalam mempertahankan mutu hasil tangkapan. Proses pendinginan atau pembekuan yang selama ini dilakukan oleh sebagian besar nelayan masih menggunakan es dan masih sangat bergantung kepada ketersediaan es. Pada beberapa kapal penangkap ikan sudah menerapkan teknologi refrigerasi, namun energi listrik yang dibutuhkan kebanyakan masih disuplai dari penggunaan motor bakar yang kurang ramah lingkungan. Hal tersebut memunculkan ide untuk mencari alternatif sumber energi agar didapatkan sebagian solusi dari masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui kecepatan angin minimal yang dibutuhkan untuk mengisi energi listrik ke sistem penyimpanan; (2) mengetahui lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian daya ke sistem penyimpanan sampai penuh; dan (3) mengetahui waktu yang digunakan untuk menghabiskan energi yang tersimpan dan suhu yang dicapai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan angin minimal yang dibutuhkan untuk memutarkan turbin angin yaitu sebesar 16,2 km/jam dan menghasilkan kecepatan putaran turbin sebesar 41,2 rpm. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi akumulator 45 Ah sampai penuh dengan kecepatan angin rata-rata 17,5 km/jam, kecepatan putaran turbin rata-rata 53,6 rpm dan arus listrik rata-rata yang dihasilkan 2,4 ampere adalah 18 jam 45 menit. Waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan tegangan akumulator menjadi 6 volt adalah 2 jam 1 menit 59 detik dan menghasilkan suhu sebesar 3,5 °C. Hasil uji coba menunjukkan bahwa angin dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif pada mesin pendingin skala kecil yang dirancang. Kata kunci: angin, refrigerasi, turbin angin
POTENSI CNG (COMPRESSED NATURAL GAS) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR KAPAL PENANGKAP IKAN BERUKURAN PANJANG 11 M Iman Anugerah Bintoro; Budhi Hascaryo Iskandar; Yopi Novita; Mohammad Imron
Jurnal Kelautan Nasional Vol 8, No 1 (2013): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.571 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v8i1.6216

Abstract

Nelayan dalam melaksanakan operasi penangkapan ikan mengalami tantangan dari berbagai faktor, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi. Faktor eksternal yang menghambat adalah ikan impor yang menguasai pasar tradisional di sentra kelautan, cuaca buruk serta gelombang tinggi. Faktor internal yang menghambat adalah tingginya biaya operasional, terutama biaya bahan bakar yang merupakan variabel dominan dalam biaya operasional.Permasalahan harga bahan bakar bagi nelayan adalah masalah laten. Berdasarkan paparan diatas, perlu adanya upaya untuk mengurangi mengurangi ketergantungan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak, dalam hal ini solar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan dual fuel dalam penggunaan bahan bakar kapal, yaitu mengkombinasikan penggunaan bahan bakar solar dengan Compressed Natural Gas (CNG). Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk melihat secara teknis apakah pemakaian bahan bakar tersebut menghasilkan keunggulan dan instalasinya tidak secara drastis mengurangi stabilitas kapal serta apakah secara ekonomis pemakaian bahan bakar tersebut dapat mengurangi biaya operasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dalam menganalisa potensi operasional mesin serta simulasi numerik dalam menganalisa pengaruh instalasi sistem bahan bakar terhadap stabilitas kapal. Data akan dianalisa dengan menggunakan metode multi criteria analysis. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada potensi operasional mesin, bahan bakar dual fuel memiliki keunggulan baik secara teknis dan ekonomis, sedangkan pada potensi stabilitas kapal, secara teknis desain 2 memiliki stabilitas yang sama baik dengan desain 3. Pada potensi kombinasi, komposisi yang terbaik adalah penggunaan bahan bakar dual fuel dengan desain 3.
KOMODITAS DAN ALAT PENANGKAPAN IKAN UNGGULAN BERBASIS DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI KUALA STABAS KABUPATEN PESISIR BARAT, LAMPUNG Kusnul Hidayat; Budhi Hascaryo Iskandar; Mochammad Riyanto; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.265-275

Abstract

Sektor kelautan dan perikanan di Indonesia khususnya Provinsi Lampung memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 387.000 ton/tahun. Akan tetapi, tingkat pemanfaatan perikanan tangkap di Provinsi Lampung berdasarkan Laporan Statistik Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung pada tahun 2014 baru mencapai 157.969 ton/tahun. Angka pemanfaatan tersebut baru mencapai 41,57 % dari total potensi perikanan tangkap provinsi Lampung. Salah satu faktor penting dalam mengembangkan sektor perikanan tangkap adalah dengan mengetahui komoditas dan alat penangkapan ikan (API) unggulan pada daerah tertentu. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Kuala Stabas (PP Kuala Stabas), Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas perikanan unggulan dan jenis alat tangkap yang tepat untuk pemanfaatan perikanan di PP Kuala Stabas. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah dengan wawancara dan responden utama dipilih dengan metode snow-ball sampling. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode Comparative Performance Index (CPI) untuk menentukan komoditas perikanan unggulan dan metode analisis skoring untuk menentukan API unggulan. Berdasarkan analisis CPI, komoditas perikanan unggulan di PP Kuala Stabas ialah ikan setuhuk (blue marlin) dengan massa rata-rata ikan sebesar 102,1 kg. Kemudian, hasil kajian terhadap seleksi jenis alat tangkap unggulan dengan metode skoring diperoleh bahwa alat rawai berada pada prioritas utama berdasarkan kajian aspek biologi, jaring gelung berdasarkan kajian aspek teknis, sosial, dan ekonomi, serta jaring rampus berdasarkan kajian aspek ekosistem perairan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jaring gelung merupakan alat tangkap terbaik yang dapat digunakan dalam pemanfaatan perikananan di PP Kuala Stabas. Kata kunci: alat tangkap ikan, CPI, ikan setuhuk, komoditas perikanan, PP Kuala Stabas, tuna
Mini Wind Turbine as An Alternative of Electrical Energy Resources for Navigation Lamps on Fishing Vessel Dudi Firmansyah; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v6i1.3529

Abstract

This study aimed to determine the effect of time (day and night) on the amount of wind speed (km / h) in the study area, to know the type of wind based on average wind speed (km / h) in the study area according to Beaufort scale table, 3 blades and 6 blades on the wind turbine to rotation speed per minute (rpm) of the alternator, knowing the ratio of the battery charging time by wind turbines with 3 blades and 6 blades, knowing the time required to turn on the LED light circuit. This research was conducted by experimental method, which is conducting trials of wind turbine with 3 blades and 6 blades. Data analysis used was univariate, bivariate and advanced analysis. Time (day and night) gives influence to the amount of wind speed. Wind turbine with 6 blades produces a higher alternator (rpm) speed compared to 3 blades. The length of time required to charge the battery ampere to full with 3 blades is 1 hour 45 minutes, while with 6 blades it takes only 1 hour 30 minutes. The energy produced by a mini wind turbine with 6 blades is able to turn on three LED lights (white, red, and green) for 125.6 hours or equal to ± 5 days. Keyword: mini wind turbine
The Ratio of Storage Volume to Cubic Number for Rampus Nets at The Karangantu Archipelago Fishery Port-Banten Annisa Ramadhanti; Yopi Novita; Mohammad Imron; Tri Nanda Citra Bangun; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.73658

Abstract

The Banten Province Maritime Affairs and Fisheries Service plans to standardize the hold volume for fishing vessels in its management area. The management plan is still challenging to implement because there is no information about the vessel storage volume. In addition, small fishing vessel fishers still store their catch in boxes made of fibre-reinforced plastic (FRP). That box is often placed on the deck floor, causing decreased vessel stability. The size of the available storage volume on the vessel must be ideal, so it needs to be compared with the cubic number. This research aims to determine the optimal storage volume to cubic number ratio for rampus net vessels with the best stability conditions. The sampling technique used was accidental sampling with a total sample of 10% from 72 fishing vessels. Data processing used mathematical calculations and stability simulation with the GZ program. Analysis of the data used is descriptive analysis. The results showed that the optimal ratio of storage volume to cubic number for vessels with sizes 3-5 GT ranged from 5.03 - 8.55%. That ratio was a storage condition designed inside the hull construction, and the catch is directly put into the store without using the FRP box. From the stability point of view, condition 3 is the best for the quality of fishing vessel’s stability. This due to the lowest value of KG in condition 3 comparing to other conditions.
TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN JARING RAMPUS DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN CITUIS DENGAN PENDEKATAN NILAI TUKAR NELAYAN Puti Lenggo Geni; Sugeng Hari Wisudo; Budhi Hascaryo Iskandar; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.057-069

Abstract

Nilai tukar nelayan dapat berubah pada setiap periodenya, perubahan nilai tukar nelayan dapat berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik alat tangkap dan nelayan jaring rampus di wilayah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cituis, menghitung nilai tukar nelayan jaring rampus di wilayah PPI Ikan Cituis, dan merumuskan strategi perbaikan tingkat kesejahteraan nelayan jaring rampus di wilayah PPI Cituis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan cara accidental sampling terhadap 3 kelompok responden utama, yakni: nelayan pemilik, juru mudi, serta nelayan buruh dari unit penangkapan jaring rampus. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, analisis nilai tukar nelayan, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal jaring rampus yang beroperasi di PPI Cituis memiliki ukuran 3-6 GT. Nelayan jaring rampus di PPI Cituis memiliki nilai tukar nelayan yang bernilai lebih dari satu. Angka NTN tertinggi diperoleh kelompok nelayan pemilik. Strategi yang mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan jaring rampus di PPI Cituis yang didapat dari analisis SWOT adalah strategi SO yang terdiri, pengembangan pengetahuan & keterampilan penangkapan ikan nelayan, pemanfaatan peluang pemasaran, menggunakan kelebihan pendapatan sebagai sarana peningkat nilai tambah hasil tangkapan. Kata kunci: jaring rampus, nilai tukar nelayan, PPI Cituis
Co-Authors . Diniah Abdi Kurniawan Abdul Rouf Sam Adelianoor, Nabila Dinantiar Adhiguna Wahyu Nugroho Adi Adi Guna santara, Adi Adi Guna Santara Adi Guna Santara, Adi Guna Adi Susanto Agus Suherman Akhmad Solihin Al Hafidz Maulana Aldin Muhammad Alfin Yuwana Putra Amril Syahputra Rangkuti Annisa Ramadhanti Ari Purbayanto Arif Satria Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Bastian Putrayadi Silalahi Berbudi Wibowo Budy Wiryawan Cahyandaru, Paulus Catur Winarto Daniel R. Monintja Darmawan Dede Soedharma Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Purnomo Desrial Diah Zakiah Didin Komarudin Dinda Ayu Lestari Domu Simbolon Dudi Firmansyah Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani Yulianto Erlin Nur Yustikaningsih Ernani Lubis Etika Ariyanti Hidayat Fadly, Nanda Fani Febri, Suri Purnama Febrianti, Santi Fedi A. Sondita Fedi Alfian Sondita Fikri Rizky Malik Firda Aulya Syamani Firdaus, Ray Octa Fis Purwangka Fis Purwangka Fuad Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Gondo Puspito Gun Gumelar Somantri Hamba Ainul Mubarok Harahap, Antoni Harnoli Rahman Harun Al Martohandoyo Harun Al Rasyid Martohandoyo Hasjim Djalal Hasjimdo Djalal Hasrianti, Hasrianti Hery Sutrawan Nurdin Hozairi Ia Arga Dhelia Iin Solihin Ilham Sudrajat Iman Anugerah Bintoro Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irman Hermadi Ismajaya . Izza Mahdiana Apriliani John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julius Anthon Nicolas Masrikat Karlisa Priandana Kirbandoko . Komarudin, Didin Kudang Boro Seminar Kurniawan, Abdi Kusnul Hidayat La Anadi Lukman M. Baga M. Fedi A. Sondita M. Imron Made Mahendra Jaya Mahrus Mahrus, Mahrus MAINNAH, MUTH Malik, Fikri Rizky Maria Putri Widhyasari Marjoni Marjoni Moch Ricky Dariansyah Moch Ricky Dariansyah Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muh. Arkam Azi Muh. Arkam Azis Muhamad Rizki Riantoro Muhamad Yogi Prayoga Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Najib Islam Muhammad Patria Laksono Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Setiawan Mulyono S. Baskoro Muth Mainnah Muth Mainnah Nabila Rahmawati Nasution, Syahrial Natalia, Jane Elizabeth Noegroho, Tegoeh Novita, Yopi Nugraha, Ridwan Maulana Nurbaiti, Lilis Nurul Faizatil Jannah Nusa Setiani Triastuti Azis Prabowo Prabowo Pratama, Agung Budi Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Prori Vitaliano Latief Purnomo, Deni Puti Lenggo Geni Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmat, Ayi Rahmawati, Nabila Retno Muninggar Riana Citra Dewi Ridwan Maulana Nugraha Rika Ike Rahayu Rina Oktaviani Rumbino, Viceriani Siampa Ryan Suryadi Putra Safuan Safuan Salsabila, Umiralaska Saputra, Rahmad Surya Hadi Shinta Yuniarta Singgih Prihadi Aji Siti Istiqomah Sondita, M. Fedi Alfiadi Sri Suryo Sukoraharjo Sugeng H. Wisudo Suhendra Suhendra Sukoraharjo, Sri Suryo Syafril Fauzi Syafril Mayu Dinata Syahrial Nasution Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Wiji Nurani Uju Uju Vita Rumanti K. Vita Rumanti Kuniawati Vita Rumanti Kurniawati Wahab, Aulia Azhar Wazir Mawardi Wienda Justitia Ardiyani Wienda Justitia Ardiyani Wilma Amiruddin Winarto, Catur Yandra Arkeman Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi, Yaser Yoga Yuniadi Yohanes DBR Minggo Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Zarrochman Zulkarnain Zulkarnain .