Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERENDAMAN KITOSAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KEKUATAN PUTUS SERTA KEMULURAN TALI SERAT DAUN NANAS UNTUK MATERIAL ALAT PENANGKAP IKAN Muth Mainnah; Made Mahendra Jaya; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.468

Abstract

Pemanfaatan serat daun nanas dan kitosan sebagai pengawet adalah salah satu langkah pengembangan material alat tangkap yang ramah lingkungan, dengan memanfaatkan limbah daun nanas dan cangkang kerang, udang, kepiting, yang biasanya langsung dibuang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kitosan sebagai pengawet dalam menambah kekuatan putus tali serat daun nanas agar dapat digunakan sebagai material alat penangkap ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan 2 (dua) variabel uji. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif yang disajikan pada tabel sederhana dan dikaji berdasarkan tinjauan pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian terbaik dari uji kekuatan putus tersebut diperoleh dari tali daun nanas yang direndam di dalam kitosan berkonsentari 1% dalam waktu 45 menit. Kekuatan putus tali dengan perlakuan tersebut adalah sebesar 183,7497 kgf/cm2. Rata-rata kekuatan putus tali serat daun nanas dengan kitosan lebih kuat dibandingkan tali tanpa kitosan (172,0734 > 152,4089 kgf/cm2). Berdasarkan uji kekuatan putus dan kemulurannya, tali serat daun nanas memiliki potensi untuk digunakan sebagai material alat penangkapan ikan.
Perjanjian Kerja Laut di Pangkalan Pendaratan Ikan Karangsong Kabupaten Indramayu Setiawan, Muhammad; Iskandar, Budhi Hascaryo; Purwangka, Fis
Akuatika Indonesia Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i2.45292

Abstract

Dokumen perjanjian kerja laut wajib dimiliki oleh kapal ≥ 35 GT. Tetapi hanya 37 dari 232 kapal penangkap ikan berukuran ≥ 35 GT di PPI Karangsong yang memiliki dokumen perjanjian kerja laut. Tujuan penelitian ini yaitu: mengidentifikasi pemahaman nelayan terhadap perjanjian kerja laut, mengidentifikasi faktor penghambat penerapan perjanjian kerja laut di PPI Karangsong dan merekomendasikan strategi peningkatan implementasi perjanjian kerja laut di PPI Karangsong. Penelitian ini menggunakan metode survei yaitu dengan melakukan wawancara dan kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman nelayan terhadap perjanjian kerja laut di PPI Karangsong sangat rendah, bahkan 98.82% nelayan tidak mengetahui perjanjian kerja laut. Faktor penghambat pada penerapan perjanjian kerja laut di PPI Karangsong yaitu aspek kelembagaan, sumberdaya manusia yang tidak cukup dan pengetahuan serta pemahaman yang rendah terhadap Perjanjian Kerja Laut. Strategi peningkatan implementasi perjanjian kerja laut di PPI Karangsong berfokus kepada penyempurnaan struktur, pelaksanaan dan fasilitas pada syahbandar perikanan serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Potensi Risiko Kegiatan Pengawas Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Pratama, Agung Budi; Purwangka, Fis; Iskandar, Budhi Hascaryo
Akuatika Indonesia Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v9i1.49032

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari merupakan salah satu pelabuhan yang aktif memproduksi sumber daya ikan.  Fungsi pelabuhan perikanan adalah fungsi pemerintahan dan fungsi pengusahaan.  Aktivitas kedatangan dan keberangkatan kapal dilakukan oleh petugas pengawas yang diberikan wewenang oleh negara, tetapi aktivitas ini terindikasi memiliki potensi bahaya yang disebabkan faktor manusia dan lingkungan, sehingga perlu adanya identifikasi potensi bahaya dan penilaian risiko kegiatan petugas syahbandar.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kegiatan dan menilai potensi bahaya yang menghasilkan risiko dalam kegiatan pengawas kapal perikanan di PPS Kendari.  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi langsung dan wawancara, kemudian dianalisis dengan metode HTA (Hierarchy Task Analysis), HIRARC (Hazards Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan analisis deskriptif.  Hasil penelitian berupa informasi mengenai aktivitas dan potensi risiko pada kegiatan pengawas kedatangan dan keberangkatan kapal dalam bentuk bagan HTA dan juga Tabel HIRARC.  Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 13 tahapan kegiatan dalam aktivitas pengawas kedatangan sedangkan untuk aktivitas pengawas keberangkatan memiliki 14 tahapan kegiatan, sebanyak 86% merupakan aktivitas yang menimbulkan bahaya fisik dengan persentase 38% adalah risiko sedang, 23% risiko tinggi, 21% risiko ekstrim, dan 18% untuk risiko rendah. Pengendalian risiko dapat dilakukan untuk memperkecil risiko yang timbul yaitu dengan metode substitusi, rekayasa administrasi, dan penggunaan APD pada saat bekerja.
POTENSI BAHAYA AKTIVITAS BONGKAR MUAT KAPAL JALA JATUH DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE JAKARTA Putra, Rafi Dwi Ananda; Iskandar, Budhi Hascaryo; Mawardi, Wazir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.187-202

Abstract

Kapal Jala Jatuh merupakan kapal cumi terbanyak kedua yang ada di PPN Muara Angke. Aktivitas bongkar merupakan aktivitas utama yang dilakukan setelah kapal berlabuh di dermaga. Aktivitas ini terindikasi memiliki potensi kecelakaan kerja, sehingga perlu adanya identifikasi potensi bahaya pada aktivitas bongkar muat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas bongkar muat pada Kapal Jala Jatuh, menghitung persentase konsekuensi bahaya pada setiap aktivitas bongkar muat pada Kapal Jala Jatuh, dan memberikan rekomendasi untuk menjaga keselamatan dan mecegah kecelakaan yang dapat terjadi pada pekerja yang terlibat dalam proses tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada kapten, ABK, dan buruh angkut. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, dengan mengelompokkan konsekuensi bahaya masing-masing aktivitas berdasarkan AS/NZS 4360: 1999 dimana terdapat lima jenis konsekuensi bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 71 aktivitas pada kegiatan bongkar muat. Terdapat 8 (11%) aktivitas dikategorikan tidak berbahaya, 40 (56%) aktivitas dikategorikan bahaya ringan, 19 (27%) aktivitas dikategorikan bahaya menengah, 0 (0%) aktivitas dikategorikan bahaya berat, dan 4 (6%) aktivitas dikategorikan bahaya fatal. Perlu adanya perhatian mengenai keselamatan kerja pada aktivitas bongkar muat seperti kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) terutama pada saat aktivitas bongkar muat­, dan juga pengemudi yang bersertifikat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bersifat fatal.
Optimasi Kinerja Operasional Terminal Petikemas Berdasarkan Handling Capacity (Studi Kasus Terminal Petikemas Koja Tanjung Priok) Cahyandaru, Paulus; Iskandar, Budhi Hascaryo; Hermadi, Irman; Safuan, Safuan
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 8 No 2 (2025): Artikel Riset Juli 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v8i2.2165

Abstract

Pelabuhan merupakan simpul penting dalam sistem logistik nasional. Namun, kinerja operasional pelabuhan di Indonesia masih belum optimal, yang berdampak pada tingginya biaya logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja operasional Terminal Petikemas Koja di Pelabuhan Tanjung Priok dengan pendekatan handling capacity. Fokus utama penelitian adalah pelayanan kapal, khususnya kecepatan bongkar muat yang dipengaruhi oleh penggunaan alat bongkar muat seperti Quay Container Crane (QCC), Rubber Tyred Gantry Crane (RTG), dan Head Truck(HT). Analisis dilakukan dengan mengumpulkan data operasional dari Terminal Operation System selama periode 2020–2024, dan dilakukan simulasi regresi linear berganda serta optimasi menggunakan metode linear programming untuk menentukan komposisi alat yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal untuk mencapai Vessel Operating Rate (VOR) tertinggi adalah 5 QCC, 17 RTG, dan 42 HT. Model regresi yang dihasilkan menunjukkan bahwa peningkatan VOR berkontribusi signifikan dalam menurunkan waktu kerja dermaga (Berth Working Time/BWT), yang berdampak langsung pada pengurangan biaya tambat kapal. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengelolaan fasilitas terminal secara optimal demi mendukung efisiensi logistik nasional.
Penilaian Vessel Requirement Dalam Rangka Rencana Ratifikasi Cape Town Agreement Tahun 2012 Nugraha, Ridwan Maulana; Purwangka, Fis; Iskandar, Budhi Hascaryo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.1

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan ilmu yang berperan dalam mengurangi tingkat risiko dari suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini untuk keberadaan peralatan penunjang keselamataan kerja pada kapal purse seine dengan panjang 24 m sampai 45 m di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) terhadap standar ketentuan peralatan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 dan memberikan rekomendasi untuk pemenuhan standar sesuai ketentuan dalam Cape Town Agreement tahun 2012. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan observasi langsung dan wawancara kepada pemilik dan nahkoda kapal purse seine. Data hasil observasi dan wawancara berupa kondisi peralatan penunjang keselamatan kerja pada kapal purse seine  dengan panjang 24 m sampai 45 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan yang dapat terpenuhi hanya ketentuan terkait radio komunikasi dengan tingkat pemenuhan 100%. Sedangkan ketentuan yang tidak terpenuhi yaitu terkait line throwing appliances, distress signal, radar transponder dan retro reflective materials. Tingkat implementasi peralatan penunjang keselamatan kerja dengan standar ketentuan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 hanya sebesar 0,31%. Pemenuhan terhadap standar yang tertera dalam Cape Town Agreement tahun 2012 bab 7 bagian B mengenai peralatan penunjang keselamatan kerja di atas kapal perlu dilakukan untuk menurunkan potensi terjadinya kecelakaan di laut dan meningkatkan keselamatan jiwa dan harta benda.
Characteristics of tuna fisheries in the Indian Ocean, especially in Quota Based Fishing in the Zone 04 (IFMA 572 and 573) Mahrus, Mahrus; Nurani, Tri Wiji; Wisudo, Sugeng Hari; Iskandar, Budhi Hascaryo; Suherman, Agus; Noegroho, Tegoeh
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.3.43513

Abstract

Indonesia is one of the worlds leading tuna-producing countries. Under the Quota Based Fishing (Penangkapan Ikan Terukur/PIT), its Exclusive Economic Zone (ZEEI) in the Indian Ocean is designated as zone 04 of PIT. This research aims to analyzing the characteristics of tuna fisheries in the zone 04 (Indonesian Fisheries Management Area/IFMA 572 and 573), including tuna production by fishing gear and by port landing, species composition by gear, Landing per Unit Efforts (LPUE) by gear and by tuna species. The most dominant fishing gear for tuna is lines (hand lines, troll lines, kite lines, and rod handlines). Purse seines and longlines also caught a lot of tuna, but their percentages were still lower. The dominant tuna species caught was yellowfin tuna, which came from all types of fishing gear. The average LPUE in 2024 for gillnets was 28.6 kg/days, lines 56 kg/days, purse seine 161 kg/days, longline 58.5 kg/days, and pole and line 268 kg/trip/day. The abundance of ALB was highest in July, but the trend has been increasing since March and began to decline in last year. Pole and line and purse seine were the most productive fishing gear for catching tuna. The abundance of YFT varied greatly with high abundance in March, July, and October. The abundance of BET was high in February, July, and September. SBT is highly abundant in March, April, and July, with some months being empty. Benoa Public Port is recorded as the port with the highest production within Zone 04.Keywords:Tuna fisheriesIndian OceanTuna ProductionComposition speciesLPUEFishing Quotas
Improving the Understanding of Fishing Communities in Cikiruhwetan Village-Pandeglang Regency Through Capture Fisheries Training Activities Novita, Yopi; Wisudo, Sugeng Hari; Iskandar, Budhi Hascaryo; Mawardi, Wazir; Kurniawati, Vita Rumanti; Yuwandana, Dwi Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif Vol. 2 No. 2 (2024): JPMI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jpmi.v2i2.131

Abstract

The Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP) has designated several fishing villages throughout Indonesia as kalaju villages, one of which is Cikiruhwetan Village, Pandeglang Regency, Banten Province.  However, the development of kalaju village in Cikiruhwetan Village has not been optimized, so there is no visible difference between kalaju village and non-kalaju village.  Therefore, in order to optimize the development of kalaju village, the village community needs to be equipped with various understandings that can improve their abilities, especially abilities in the field of capture fisheries.  The improvement of understanding is carried out in the form of training or technical guidance involving the fishing community and agency employees and village officials.  Changes or improvements in understanding were tested using written questions given at the beginning of the training (pre-test) and at the end of the training (post-test).  Based on the evaluation results of the pre-test and post-test results, it can be seen that there is an increase in the understanding of the fishing community on the material provided. Although the increase in understanding has not been optimal, it can be done through regular training.
Improving the Understanding of Fishing Communities in Cikiruhwetan Village-Pandeglang Regency Through Capture Fisheries Training Activities Novita, Yopi; Wisudo, Sugeng Hari; Iskandar, Budhi Hascaryo; Mawardi, Wazir; Kurniawati, Vita Rumanti; Yuwandana, Dwi Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif Vol. 2 No. 2 (2024): JPMI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jpmi.v2i2.131

Abstract

The Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP) has designated several fishing villages throughout Indonesia as kalaju villages, one of which is Cikiruhwetan Village, Pandeglang Regency, Banten Province.  However, the development of kalaju village in Cikiruhwetan Village has not been optimized, so there is no visible difference between kalaju village and non-kalaju village.  Therefore, in order to optimize the development of kalaju village, the village community needs to be equipped with various understandings that can improve their abilities, especially abilities in the field of capture fisheries.  The improvement of understanding is carried out in the form of training or technical guidance involving the fishing community and agency employees and village officials.  Changes or improvements in understanding were tested using written questions given at the beginning of the training (pre-test) and at the end of the training (post-test).  Based on the evaluation results of the pre-test and post-test results, it can be seen that there is an increase in the understanding of the fishing community on the material provided. Although the increase in understanding has not been optimal, it can be done through regular training.
RASIO DIMENSI UTAMA KAPAL PENANGKAP IKAN TRADISIONAL TERHADAP PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP STATIC GEAR DI PPN BRONDONG Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Novita, Yopi; Iskandar, Budhi Hascaryo; Apriliani, Izza Mahdiana; Zarrochman
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.069-079

Abstract

Bentuk kapal penangkap ikan di Indonesia memiliki perbedaan hampir di setiap daerah yang terjadi karena pembangunan kapal yang masih dilakukan secara tradisional. Pembangunan kapal secara tradisional akan memengaruhi kesesuaian antara karakteristik kapal dan juga metode alat tangkap, salah satunya pada alat tangkap static gear yang dioperasikan oleh kapal di PPN Brondong. Oleh karena itu diperlukan identifikasi karakteristik kapal tradisional yang sesuai dengan alat tangkap static gear dengan membandingkan rasio dimensi utama. Kesesuaian terhadap alat tangkap static gear dilakukan dengan membandingkan nilai kapal tradisional dengan acuan. Perbandingan juga dilakukan pada setiap jenis kapal tradisional untuk melihat perbedaan karakteristik pada setiap jenisnya. Berdasarkan perbandingan nilai rasio dimensi utama kapal tradisional di PPN Brondong hampir sesuai dengan kisaran nilai di beberapa wilayah Indonesia. Selain itu, kapal jenis etek memiliki perbedaan karakteristik dengan ijon-ijon dan perau. Kata kunci: karakteristik, kelaiklautan, kemampuan olah gerak kapal, stabilitas, tahanan
Co-Authors . Diniah Abdi Kurniawan Abdul Rouf Sam Adhiguna Wahyu Nugroho Adi Adi Guna santara, Adi Adi Guna Santara Adi Guna Santara, Adi Guna Adi Susanto Agus Suherman Al Hafidz Maulana Aldin Muhammad Alfin Yuwana Putra Alisa Putri Gunawan Amril Syahputra Rangkuti Annisa Ramadhanti Ari Purbayanto Arif Satria Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bastian Putrayadi Silalahi Berbudi Wibowo Budy Wiryawan Cahyandaru, Paulus Catur Winarto Daniel R. Monintja Dede Soedharma Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Purnomo Desrial Diah Zakiah Didin Komarudin Dinda Ayu Lestari Domu Simbolon Dudi Firmansyah Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani Yulianto Erlin Nur Yustikaningsih Ernani Lubis Etika Ariyanti Hidayat Fadly, Nanda Fani Febri, Suri Purnama Febrianti, Santi Fedi A. Sondita Fedi Alfian Sondita Fikri Rizky Malik Firda Aulya Syamani Fis Purwangka Fis Purwangka Fuad Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Gondo Puspito Gun Gumelar Somantri Hamba Ainul Mubarok Harahap, Antoni Harnoli Rahman Harun Al Martohandoyo Harun Al Rasyid Martohandoyo Hasjim Djalal Hasjimdo Djalal Hery Sutrawan Nurdin Hozairi Ia Arga Dhelia Iin Solihin Ilham Sudrajat Iman Anugerah Bintoro Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irman Hermadi Ismajaya . Izza Mahdiana Apriliani John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julius Anthon Nicolas Masrikat Karlisa Priandana Kirbandoko . Kudang Boro Seminar Kurniawan, Abdi Kusnul Hidayat La Anadi Lukman M. Baga M. Fedi A. Sondita M. Imron Made Mahendra Jaya Mahrus Mahrus, Mahrus MAINNAH, MUTH Malik, Fikri Rizky Maria Putri Widhyasari Marjoni Marjoni Moch Ricky Dariansyah Moch Ricky Dariansyah Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muh. Arkam Azi Muh. Arkam Azis Muhamad Rizki Riantoro Muhamad Yogi Prayoga Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Najib Islam Muhammad Patria Laksono Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Setiawan Mulyono S. Baskoro Muth Mainnah Muth Mainnah Nabila Dinantiar Adelianoor Nabila Rahmawati Nasution, Syahrial Noegroho, Tegoeh Novita, Yopi Nugraha, Ridwan Maulana Nurbaiti, Lilis Nurul Faizatil Jannah Nusa Setiani Triastuti Azis Prabowo Prabowo Pratama, Agung Budi Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Prori Vitaliano Latief Purnomo, Deni Puti Lenggo Geni Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmat, Ayi Rahmawati, Nabila Ray Octa Firdaus Retno Muninggar Retno Muninggar Riana Citra Dewi Ridwan Maulana Nugraha Rika Ike Rahayu Rina Oktaviani Rumbino, Viceriani Siampa Ryan Suryadi Putra Safuan Safuan Saputra, Rahmad Surya Hadi Shinta Yuniarta Singgih Prihadi Aji Siti Istiqomah Sri Suryo Sukoraharjo Sugeng H. Wisudo Suhendra Suhendra Sukoraharjo, Sri Suryo Syafril Fauzi Syafril Mayu Dinata Syahrial Nasution Tri Nanda Citra Bangun Tri Wiji Nurani Uju Uju Umiralaska Salsabila Vita Rumanti K. Vita Rumanti Kuniawati Vita Rumanti Kurniawati Wahab, Aulia Azhar Wazir Mawardi Wienda Justitia Ardiyani Wienda Justitia Ardiyani Wilma Amiruddin Winarto, Catur Yandra Arkeman Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi, Yaser Yoga Yuniadi Yohanes DBR Minggo Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Zarrochman Zulkarnain .