Claim Missing Document
Check
Articles

METODE KONSTRUKSI KAPAL DENGAN STRUKTUR BETON BERTULANG DAN KAYU (Studi Kasus pada Kapal Purse seine) Nusa Setiani Triastuti Azis; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.081-089

Abstract

Kelangkaan dan semakin mahalnya harga kayu menjadikan salah satu alasan untuk mengembangkan struktur kapal dengan paduan bahan beton dan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembangunan kapal dengan struktur beton dan kayu. Secara singkat metode konstruksi kapal dengan struktur beton bertulang adalah membuat kombinasi kayu dan beton bertulang pada bagian-bagian tertentu kapal. Bagian-bagian tersebut terdiri dari: a) balok dek dan galar dari kayu, gading-gading dari beton dengan lambung dari kayu; b) lambung dan linggi dari kayu, lunas dari beton bertulang; c) linggi poros, linggi buritan dan lunas dari beton bertulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) metode pembuatan kapal dengan struktur beton-kayu dapat dilaksanakan; b) pembesian beton harus memenuhi syarat SNI yaitu selimut beton lebih dari 3 cm dan jarak antara pembesian minimal 2,5 cm. Persyaratan baut memenuhi syarat yaitu minimal diameter baut; dan c) waktu pelaksanaan kapal dengan struktur beton-kayu relatif lebih cepat 50 % dibanding kapal kayu. Kata kunci: kapal beton-kayu, struktur kapal, waktu pembuatan kapal
Distribusi Muatan Kapal Trammel Net di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Jawa Tengah Siti Istiqomah; Budhi Hascaryo Iskandar; Domu Simbolon; Dwi Putra Yuwandana; Yopi Novita
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2040

Abstract

Perairan Cilacap seringkali mengalami kondisi yang ekstrim dengan gelombang yang cukup besar karena perairan ini berhubungan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisi perairan ini akan berdampak terhadap peristiwa kecelakaan kapal trammel net di sekitar perairan Cilacap. Kecelakaan kapal sebagai akibat faktor lingkungan ini memang sulit dikendalikan, akan tetapi faktor teknis seperti tata letak muatan yang mempengaruhi keseimbangan kapal trammel net dapat diperbaiki. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap, menentukan pengaruh penempatan muatan terhadap keberadaan titik berat kapal dan memberikan rekomendasi distribusi muatan yang baik. Analisis yang digunakan yaitu analisis tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap, analisis pengaruh penempatan muatan terhadap keberadaan titik berat kapal, dan rekomendasi distribusi muatan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi atau tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap sebagian besar berada di atas lantai dek kapal. Nilai titik berat secara vertikal pada semua kondisi ketiga kapal yang diteliti tidak jauh berbeda karena adanya kompensasi dari hasil tangkapan dan perbekalan sedangkan titik berat secara horizontal sebagian besar ke arah haluan kapal. Penempatan muatan di bawah dek dan mendekati midship dapat meningkatkan keseimbangan kapal. Oleh karena itu, penempatan muatan berlebih di atas dek kapal sebaiknya dihindari. Berdasarakan analisis nilai KG pada 3 kondisi distribusi muatan, kapal I memiliki kondisi stabilitas lebih baik dibandingkan dengan kapal lainnya.
Evaluasi palka ikan sebagai upaya pemenuhan standar penanganan ikan yang baik pada kapal bouke ami: Evaluation of fish cold storage as an effort to fulfill good quality fish on the fishing vessel of bouke ami Aulia Azhar Wahab; Budhi Hascaryo Iskandar; Yopi Novita; Vita Rumanti Kurniawati; Uju Uju
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i2.46083

Abstract

Kapal bouke ami adalah salah satu kapal yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman dengan durasi pengoperasian yang lama di laut. Permasalahan yang dihadapi oleh kapal dengan durasi trip panjang adalah ketersediaan palka sebagai fasilitas penanganan ikan di kapal sesuai standar yang sudah ditetapkan untuk menjaga kesegaran ikan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator sebagai acuan standar palka yang diatur secara legal oleh pemerintah dan mengkaji kesesuaian kondisi palka kapal bouke ami terhadap indikator acuan standar palka yang ditetapkan secara legal di Indonesia, khususnya pada kapal bouke ami yang berbasis di PPSNZ Jakarta. Metode yang digunakan yaitu studi literatur terhadap peraturan mengenai palka sebagai fasilitas penanganan di atas kapal yang diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan melalui Badan Standardisasi Nasional serta observasi terhadap 30 unit kapal bouke ami. Hasil penelitian menunjukkan indikator yang digunakan dalam penetapan standar fasilitas penanganan di atas kapal adalah material, desain, dan instrumen pelengkap yang diatur melalui Permen KP No. 7 tahun 2019, No. 33 tahun 2021, SNI 01-4872.1-2006, SNI 2729:2013, dan SNI 4110:2014. Terdapat beberapa indikator yang tidak sesuai dengan standar pada palka kapal bouke ami antara lain material masih terbuat dari besi yang dapat menyebabkan korosif, desain palka tidak memungkinkan untuk dilakukan sistem penyimpanan first in first out, serta ketersediaan instrumen pelengkap yaitu pengukur suhu, tempat sampah serta ketersediaan fasilitas higienis untuk ABK masih kurang diperhatikan
KOMPOSIT PLASTIK SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF KAPAL PENANGKAP IKAN Syafril Mayu Dinata; Budhi Hascaryo Iskandar; Firda Aulya Syamani; Fuad; Yopi Novita
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.277-290

Abstract

Armada kapal penangkapan ikan saat ini masih didominasi oleh kapal tradisional. Kapal ikan tradisional pada umumnya terbuat dari bahan kayu. Menimbang dari kondisi alam Indonesia yang sebagian besar adalah perairan laut, maka aktivitas penangkapan ikan sangat tinggi. Kebutuhan akan kapal penangkapan ikan yang meningkat turut meningkatkan permintaan kayu. Pada proses pembuatan kapal penangkap ikan tradisional, nelayan menghadapi berbagai permasalahan, di antaranya harga kayu cukup mahal karena ketersediaannya menurun. Kualitas kayu yang menurun juga mempengaruhi ketahanan dan keawetan kapal berbahan kayu. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah bahan pengganti yang digunakan dalam pembuatan kapal penangkap ikan tradisional, agar kualitas kapal yang dibuat memiliki mutu baik dan nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang berlimpah ketika melaut. Bahan alternatif pengganti kayu, dapat berupa bahan yang mengandung lignoselulosa, yang kemudian dikombinasikan dengan bahan plastik untuk mendapatkan material dengan sifat yang lebih baik. Studi pustaka ini membahas bahan alternatif pembuatan kapal ikan yang memungkinkan sebagai pengganti kayu, yang berupa komposit dari bahan plastik dan bahan yang mengandung lignoselulosa, terutama komposit polipropilena dengan pengisi jerami padi atau serat kelapa. Kata kunci: jerami padi, kapal penangkap ikan, komposit lignoselulosa-plastik, polipropilena, serat kelapa
Diversity of Purse Seine Vessels at Pekalongan Archipelago Fisheries Port (PPN) Above 100 Gross Tonnage Moch Ricky Dariansyah; Yopi Novita; Budhi Hascaryo Iskandar; Indra Jaya; Vita Rumanti Kuniawati
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i3.18775

Abstract

This research aims to determine the diversity of purse seine vessels based on gross tonnage measurements which was carried out from April 2023 to July 2023. This study collected sampling data on purse seine vessels in the Pekalongan PPN, both when the vessels were berthed, and collective data sourced from the authorities Archipelago Fishing Port (PPN) Pekalongan. In this formulation, it begins with identifying the dimensions of the ship, measuring the volume of the fish hold and interviewing a number of crew members who work on the ship. The aim of this research is to identify the main dimensions of ships and describe the operation of purse seine ships. with an average ship size of over 100 gross tonnages to 200 gross tonnages with a crew of 35 to 40 people.
Fishing Ground Ikan Layang (Decapterus spp) di Perairan Utara Aceh Febri, Suri Purnama; Iskandar, Budhi Hascaryo; Simbolon, Domu; Harahap, Antoni
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v6i1.9802

Abstract

Accurate determination of fishing zone gives an abundance result of fish capturing. However, fishermen in the north water of Aceh have difficulties in deciding such position and are resulting to the minimum yields. This thesis uses MODIS satellite imaging to overcomes such problem by (1) determining the spreading and SPL variation, and a-chlorophyll in the north water of Aceh, (2) finding the composition quantity and size of fish (Decapterus spp.) from fishing zone, and (3) predicting fishing zone in the north water of Aceh. This study uses survey methodology consist of field data (in-situ) and satellite image data (ex-situ). It is performed by three steps, (1) field surveying in the study location, (2) collecting field data, and (3) downloading SPL image and a-chlorophyll from MODIS satellite. Results found that relationship between SPL and a-chlorophyll toward yields and sizes are non linear, with least square (R2) of about 0.012 and 0.002. Furthermore, SPL and chlorophyll are varied in each seasonal period at the range from 27.53oC to 29.05oC and from 0.20 mg/m3 to 0.26 mg/m3. Sizes of fish captured using purse seine are not complying with the current standard and are included under category of restricted to be captured. Fishing ground Indian Scad (decapterus spp) in North water of Aceh on Pulo Beras and is a potential area, while Sabang, Pulo Nasi, Lhok Nga, Laot Aceh dan Peukan Bada included to medium potential area.
KARAKTERISTIK TEKNIS ALAT BANTU PENANGKAPAN BUBU RAJUNGAN DI PESISIR KABUPATEN KARAWANG Hadi Saputra, Rahmad Surya; Iskandar, Budhi Hascaryo; Kurniawati, Vita Rumanti; Desrial, Desrial; Purbayanto, Ari
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.3.2022.111-122

Abstract

Rajungan merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan internasional. Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas unggulan Kabupaten Karawang. Bubu lipat sangat populer digunakan oleh nelayan dan dioperasikan dengan sistem longline sehingga memerlukan alat bantu penarik untuk mempermudah dan mempercepat dalam operasi penangkapan. Informasi karakteristik teknis alat bantu penangkapannya masih sangat minim oleh karena itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik teknis alat bantu penarik bubu rajungan terutama terkait desain, kebisingan dan konsumsi bahan bakar. Karakteristik teknis alat bantu penarik bubu rajungan dideskripsikan sesuai kondisi saat ini, sedangkan untuk kebisingan dan konsumsi bahan bakar dilakukan analisis deskripsi komparatif. Alat bantu penarik bubu pada nelayan pesisir Karawang terdapat perbedaan pada pereduksi putaran (gear box). Tenaga penggerak menggunakan mesin diesel dengan daya 8 – 12 PK, roda piringan penarik (line spool plate) terbuat dari bahan besi plat dan kayu serta karet ban bekas sebagai pelapis dengan diameter 17 – 50 cm. Gear box menggunakan gardan bekas dan roda gigi cacing (worm gear set). Kebisingan yang dihasilkan mesin penggerak pada area nelayan bekerja melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan yaitu 91 dB dengan lama paparan lebih dari 2 jam. Dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran yaitu ketulian. Besaran nilai konsumsi bahan bakar mesin penggerak alat bantu dengan daya 8 dan 12 PK mesin penggerak pabrikan Jepang lebih unggul. Konsumsi bahan bakar pada kondisi putaran minimum dan maksimum untuk mesin berdaya 8 PK adalah 1,48 dan 5,93 liter, sedangkan mesin berdaya 12 PK adalah 2,35 dan 10,35 liter.Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a fishery resource that has the potential to utilize because it has high economic value in international trade. Portunus pelagicus is a leading export fisheries commodity in Karawang Regency; collapsible pots are very popular fishing gear fishermen use. The fishing is operated with a longline system that requires auxiliary hauling equipment to simplify and speed up the fishing operation. Information on auxiliary fishing equipment's technical characteristics is still minimal; therefore, further studies are needed. This study analyzes the pot hauler's technical characteristics, especially regarding design, noise, and fuel consumption. The technical characteristics of the pot hauler are described following the existing conditions, while a comparative descriptive analysis was carried out for noise and fuel consumption. There are differences in the gearbox for the fishing traps for fishermen in the coastal area of Karawang. The driving force uses a diesel engine with a power of 8-12 HP, the towing wheel (line spool plate) is made of iron plate and wood, and used rubber tires as a coating with a diameter of 17-50 cm. The gearbox uses a used axle and a worm gear set. The noise generated by the auxiliary equipment engines in the fishermen's working area exceeds the set noise limit value of 91 dB with an exposure period of more than 2 hours. In the long term, this could cause deafness to the fishermen. Theoretically, the fuel consumption value of the auxiliary equipment engines, with a power of 8 and 12 HP of the Japanese manufacturer, is superior. The fuel consumption at the minimum and maximum rotation conditions for the 8 HP engine is 1.48 and 5.93 liters, while the 12 HP engine is 2.35 and 10.35 liters, respectively.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS WILAYAH PENGAWASAN PERIKANAN (WPP-711) MENGGUNAKAN METODE AHP-TOPSIS Krisnafi, Yaser; Hozairi, Hozairi; Iskandar, Budhi Hascaryo; Wisudo, Sugeng Hari; Haluan, John
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.671 KB)

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia atau sering disingkat dengan WPP NRI merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi ekslusif Indonesia (ZEEI). Setiap tahun Pemerintah Indonesia mengalami kerugian yang besar akibat pencurian ikan dibeberapa wilayah di WPP 711, salah satu permasalahan disebabkan oleh belum terpilihnya satuan kerja utama di WPP 711, memilih satuan kerja utama tidaklah mudah karena harus mempertimbangkan banyak kriteria sehingga Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam mengambil keputusan harus melalui perhitungan dan pemikiran jangka panjang agar keputusan yang diambil tidak salah, maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan dalam menentukan wilayah satuan kerja utama di WPP 711. Metode yang digunakan dalan mengambil keputusan adalah AHP (Analytical Hierarcy Process) dan TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Dengan menggunakan metode tersebut, maka diperoleh wilayah satuan kerja utama dari beberapa kriteria (Daerah perbatasan, potensi sumber daya ikan, alur laut international, fasilitas & sarana prasarana, jumlah armada, penegakan hokum) adalah Satker Pontianak (0.780), Satker Natuna (0.778) dan Satker Batam (0.769). Hasil perangkingan tersebut akan dijadikan acuan sebagai dasar penentuan strategi peningkatan pengawasan wilayah perikanan di WPP 711 sehingga mampu meminimalisasi kerugian Negara akibat pencurian SDA di wilayah WPP 711 Indonesia.
IDENTIFIKASI NELAYAN IKAN KARANG DI TWP PADAIDO KABUPATEN BIAK NUMFOR UNTUK MENGHITUNG FISHING CAPACITY Rumbino, Viceriani Siampa; Iskandar, Budhi Hascaryo; Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.019-027

Abstract

Perikanan ikan karang di kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Padaido sudah cukup mengkhawatirkan. Terjadi penurunan kelimpahan standing stock ikan karang dari tahun ke tahun dan degradasi terumbu karang. Sementara itu, jumlah kapal ikan nelayan yang menyasar ikan karang setiap tahunnya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nelayan yang berkaitan dengan penangkapan ikan karang di TWP Padaido dengan kelengkapan informasi yang dapat digunakan untuk menghitung fishing capacity. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-September 2021 di kawasan konservasi TWP Padaido dan lokasi asal dari kapal-kapal ikan yang beroperasi masuk ke dalam kawasan TWP Padaido (zona perikanan berkelanjutan). Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengamatan langsung dilapangan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling yang dilakukan pada klaster nelayan yang memanfaatkan Zona Perikanan Berkelanjutan TWP Padaido. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan ikan karang di Zona Perikanan Berkelanjutan kawasan konservasi TWP Padaido tidak hanya dilakukan oleh nelayan yang bermukim dalam kawasan konservasi tetapi juga nelayan yang berasal dari luar kawasan TWP Padaido. Jumlah nelayan yang menargetkan ikan karang dalam kawasan TWP Padaido sebanyak 608 orang dan 33 nelayan yang berasal dari luar kawasan TWP Padaido seperti dari Pulau Biak (Distrik Biak Timur, Oridek dan Biak Kota). Kata kunci: fishing capacity, ikan karang, Padaido
RISIKO AKTIVITAS PENANGKAPAN TRAMMEL NET NELAYAN ANGGOTA KUB HARAPAN KITA BINA NUSANTARA Nugraha, Ridwan Maulana; Purwangka, Fis; Iskandar, Budhi Hascaryo; Romli, Muhammad
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.231-239

Abstract

Salah satu aktivitas penangkapan yang banyak dilakukan nelayan di Teluk Palabuhanratu menggunakan alat tangkap trammel net. Kegiatan penangkapan termasuk kegiatan dengan tingkat risiko yang tinggi. Pengkajian terhadap risiko pada kegiatan penangkapan trammel net perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari risiko yang dapat terjadi kepada nelayan agar nelayan dapat melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi bahkan menghilangkan dampak dari risiko yang mungkin terjadi pada aktivitas penangkapan yang dilakukan. Penelitian ini mengkaji risiko dalam tiga tahapan pra-penangkapan, penangkapan dan pasca penangkapan. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara kepada nelayan. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Hazard and Operability Study untuk memetakan risiko dari setiap tahapan kegiatan. Risiko pada tahapan pra-penangkapan berkaitan dengan risiko bisnis dan peralatan. Risiko aktivitas penangkapan adalah risiko keselamatan, bisnis, kesehatan dan peralatan. Risiko pada aktivitas pasca penangkapan diantaranya risiko bisnis, peralatan dan keselamatan. Nelayan harus bisa melakukan upaya mitigasi risiko sebagai upaya untuk meminimalisir risiko yang muncul dari setiap kegiatan yang dilakukan. Kata kunci: HAZOP, mitigasi, risiko, trammel net
Co-Authors . Diniah Abdi Kurniawan Abdul Rouf Sam Adelianoor, Nabila Dinantiar Adhiguna Wahyu Nugroho Adi Adi Guna santara, Adi Adi Guna Santara Adi Guna Santara, Adi Guna Adi Susanto Agus Suherman Akhmad Solihin Al Hafidz Maulana Aldin Muhammad Alfin Yuwana Putra Amril Syahputra Rangkuti Annisa Ramadhanti Ari Purbayanto Arif Satria Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Bastian Putrayadi Silalahi Berbudi Wibowo Budy Wiryawan Cahyandaru, Paulus Catur Winarto Daniel R. Monintja Darmawan Dede Soedharma Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Purnomo Desrial Diah Zakiah Didin Komarudin Dinda Ayu Lestari Domu Simbolon Dudi Firmansyah Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani Yulianto Erlin Nur Yustikaningsih Ernani Lubis Etika Ariyanti Hidayat Fadly, Nanda Fani Febri, Suri Purnama Febrianti, Santi Fedi A. Sondita Fedi Alfian Sondita Fikri Rizky Malik Firda Aulya Syamani Firdaus, Ray Octa Fis Purwangka Fis Purwangka Fuad Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Gondo Puspito Gun Gumelar Somantri Hamba Ainul Mubarok Harahap, Antoni Harnoli Rahman Harun Al Martohandoyo Harun Al Rasyid Martohandoyo Hasjim Djalal Hasjimdo Djalal Hasrianti, Hasrianti Hery Sutrawan Nurdin Hozairi Ia Arga Dhelia Iin Solihin Ilham Sudrajat Iman Anugerah Bintoro Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irman Hermadi Ismajaya . Izza Mahdiana Apriliani John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julius Anthon Nicolas Masrikat Karlisa Priandana Kirbandoko . Komarudin, Didin Kudang Boro Seminar Kurniawan, Abdi Kusnul Hidayat La Anadi Lukman M. Baga M. Fedi A. Sondita M. Imron Made Mahendra Jaya Mahrus Mahrus, Mahrus MAINNAH, MUTH Malik, Fikri Rizky Maria Putri Widhyasari Marjoni Marjoni Moch Ricky Dariansyah Moch Ricky Dariansyah Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muh. Arkam Azi Muh. Arkam Azis Muhamad Rizki Riantoro Muhamad Yogi Prayoga Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Najib Islam Muhammad Patria Laksono Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Setiawan Mulyono S. Baskoro Muth Mainnah Muth Mainnah Nabila Rahmawati Nasution, Syahrial Natalia, Jane Elizabeth Noegroho, Tegoeh Novita, Yopi Nugraha, Ridwan Maulana Nurbaiti, Lilis Nurul Faizatil Jannah Nusa Setiani Triastuti Azis Prabowo Prabowo Pratama, Agung Budi Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Prori Vitaliano Latief Purnomo, Deni Puti Lenggo Geni Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmat, Ayi Rahmawati, Nabila Retno Muninggar Riana Citra Dewi Ridwan Maulana Nugraha Rika Ike Rahayu Rina Oktaviani Rumbino, Viceriani Siampa Ryan Suryadi Putra Safuan Safuan Salsabila, Umiralaska Saputra, Rahmad Surya Hadi Shinta Yuniarta Singgih Prihadi Aji Siti Istiqomah Sondita, M. Fedi Alfiadi Sri Suryo Sukoraharjo Sugeng H. Wisudo Suhendra Suhendra Sukoraharjo, Sri Suryo Syafril Fauzi Syafril Mayu Dinata Syahrial Nasution Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Wiji Nurani Uju Uju Vita Rumanti K. Vita Rumanti Kuniawati Vita Rumanti Kurniawati Wahab, Aulia Azhar Wazir Mawardi Wienda Justitia Ardiyani Wienda Justitia Ardiyani Wilma Amiruddin Winarto, Catur Yandra Arkeman Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi, Yaser Yoga Yuniadi Yohanes DBR Minggo Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Zarrochman Zulkarnain Zulkarnain .