Claim Missing Document
Check
Articles

Moderasi Bermazhab dalam Pandangan Lembaga Dakwah Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Muh Munandar; M. Thahir Maloko
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum SEPTEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i3.23006

Abstract

The background raised in this study is the development of many intolerant acts which are the fruit of the doctrines of the schools developed by various schools and this has hit various regions including the educational institution of UIN Alauddin Makassar, this can then be countered by spreading the notion of the concept of moderation. The formulation of the problems raised are: 1) What are the indicators of the concept of moderation? 2) What is the concept of mazhab moderation in the view of campus da'wah institutions? 3) What is the goal of developing the concept of mazhab moderation according to campus da'wah institutions?. This type of research is a social research with a qualitative descriptive format, the research location is at UIN Alauddin Makassar, the research approach used is a case study. The data sources used are primary data sources in the form of direct interviews and secondary data sources, namely through journals, books and other scientific literature. The method of data collection was carried out through a process of observation, interviews and documentation using structured and measurable research instruments. The data analysis method is through the stages: 1) data reduction, 2) data display, 3) verification and drawing conclusions. The results show that 1) The indicators of the concept of moderation are aspects of divinity, prophethood, balance, belief in the last days and justice in society, 2) The growth of the concept of moderation has been understood and carried out quite well by several leaders and activists of campus da'wah institutions by conducting systematic studies both directly or indirectly and is also carried out by tracing the roots of the differences between the concept of moderation and other concepts, 3) The purpose of the concept of moderation itself is to create an attitude of mutual respect and respect for other people, both from different schools of thought and even different beliefs while maintaining the principles as an indicator of the concept of moderation itself.
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENGHADAPI KASUS PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR : Bahasa Indonesia Rahmat Nur Hidayat; Hamzah; Tahir Maloko
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v3i3.29011

Abstract

Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian adalah Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Menghadapi Kasus Pernikahan Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus KUA Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa). Pokok masalah terdiri atas dua sub masalah yaitu: 1) Bagaimana perkembangan pernikahan anak di bawah umur di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa? 2) Bagaimana peran KUA Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dalam menyelesaikan kasus pernikahan anak di bawah umur? Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pernikahan anak di bawah umur di Kecamatan Somba Opu dalam kurun waktu 3 tahun yaitu di tahun 2019 sebanyak 55 kasus, tahun 2020 sebanyak 16 kasus, dan tahun 2021 sebanyak 14 kasus. Total keseluruhan sebanyak 85 kasus. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pernikahan anak di bawah umur mengalami penurunan jika terhitung dari banyaknya kasus mulai tahun 2019, 2020, dan 2021 di Kecamatan Somba Opu. Penyebab utamanya adalah hamil diluar nikah dan orangtua yang ingin lepas tanggung jawab terhadap anaknya. Peran KUA dalam menghadapi kasus pernikahan anak di bawah umur adalah melalui pencegahan di bidang administrasi, peran KUA di bidang perkawinan dan keluarga sakinah, melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Undang-Undang Perkawinan, dan melakukan pencegahan di bidang kepenghuluan. Implikasi penelitian ini adalah: 1) Orangtua sebaiknya lebih menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang salah dan memberikan teguran jika mendapati anaknya membuka situs-situs yang tidak seharusnya dibuka. 2) Peningkatan kinerja KUA dalam mensosialisasikan Undang-undang perkawinan kepada masyarakat dan bagaimana dampak negatif dari pernikahan anak di bawah umur. Kata Kunci: KUA, Pernikahan Anak, Bawah Umur
PERCERAIAN AKIBAT KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Nurul Jihan Tribuana; Usman; Tahir Maloko
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v3i3.29235

Abstract

The main problem in this research is How to Handle Divorce Due to Domestic Violence in the Barru Religious Court Class II. From the main problem, sub-problems were formulated, namely: 1) What are the Causes of Domestic Violence in Barru Regency, 2) How is the Process for Resolving Divorce Due to Domestic Violence in the Barru Religious Court Class II. The type of research used in this thesis is a qualitative field research (Descriptive Qualitative Research Field). The results of this study indicate that the causes of divorce due to domestic violence in Barru Regency include the husband's temperament or emotional ease, infidelity, matchmaking, influences from outside the home such as drunkenness, and gambling. And the process of resolving divorce cases due to domestic violence at the Religious Courts of Barru Regency is the same as the process of resolving other divorce cases, only slight differences, if domestic violence is in the form of a psychic then added evidence in the form of a doctor's note while domestic violence is in physical form, the proof is not only in written form. however, with witnesses and victim statements, the trial process must use the trial agenda. should have full awareness so that they no longer commit acts of domestic violence, especially to men (husbands), to appreciate and love women (wives) more and resolve disputes, especially divorce due to domestic violence, requires good communication between husband and wife. , in order to create a harmonious and harmonious household. Keywords: Divorce, Domestic Violence.
PRAKTIK GADAI EMAS DI PEGADAIAN SYARIAH UPS PASAR SENTRAL PINRANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM Mardawiah Gama; M. Thahir Maloko
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 2 Januari 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v4i2.28856

Abstract

Abstrak Gadai berasal dari bahasa Arab yaitu al- rahn yang berarti aś-śubūt wa ad-dawām yaitu tetap dan terus menerus. Gadai yang dalam bahasa arabnya adalah rahn adalah dapat diartikan juga dengan al-habsu yang bermakna tetap dan lestari bisa juga bermakna penahan. Pokok masalah penelitian ini adalah Bagaimana Praktik Gadai Emas di Pegadaian Syariah UPS Pasar Sentral Pinrang dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Islam? Pokok masalah tersebut selanjutnya dibagi ke dalam beberapa sub masalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: 1) Bagaimana Praktik Gadai Emas di Pegadaian Syariah UPS Pasar Sentral Pinrang?, 2) Bagaimana Ketentuan Hukum Ekonomi Islam tentang Gadai Emas?. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pada praktiknya, gadai emas di Pegadaian Syariah UPS Pasar Sentral Pinrang menggunakan sistem pendanaan yang cepat dan praktis karena tidak perlu membuka rekening ataupun memakai prosedur lain yang memberatkan nasabah. Cukup membawa barang-barang berharga milik pribadi. Hanya saja masih perlu adanya sosialisasi secara menyeluruh dari pihak Pegadaian UPS Pasar Sentral Pinrang agar semua masyarakat mengetahui terkait keberadaan Pegadaian Syariah UPS Pasar Sentral Pinrang. 2) Ketentuan Hukum Ekonomi Islam tentang gadai emas dalam penelitian ini sudah sejalan dengan kaidah-kadiah Islam dan juga tidak adanya unsur riba yang menjadikan masyarakat tidak perlu ragu menggadaikan emasnya. Kata Kunci: Ar-Rahn, Gadai Emas, Hukum Ekonomi Islam.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA MENYEWA EMPANG DI DESA SAPPA BUNGORO KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP Hasri ainun Pratiwi; M. Thahir Maloko
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 3 April 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.29713

Abstract

Abstrak Islam adalah agama yang tidak menyulitkan masyarakat untuk melakukan praktik sewa menyewa asalkan sesuai dengan syariat Islam. Hukum Islam tidak mengabaikan kenyataan dalam setiap perkara yang dihalalkan dan diharamkannya, juga tidak mengabaikan realitas dalam setiap peraturan dan hukum yang di tetapkannya baik individu, keluarga, masyarakat, negara maupun umat manusia.[1] Praktik sewa menyewa empang di Desa Sappa Bungoro Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep memberikan solusi kepada masyarakat yang akan melakukan perjanjian bahwa jika ingin melakukan perjanjian sebaiknya menggunakan perjanjian secara tertulis karena mengunakan bukti yang lebih kuat. Sehingga kedua belah pihak yang melakukan perjanjian tidak mengalami kerugian. Ditinjaun dari ketentuan hukum Islam tentang sewa menyewa empang tidak sesuai dengan syariat Islam. karena merugikan salah satu pihak yang dimana pihak pemilik empang meminta biaya tambahan kepada penyewa setelah perjanjian sudah ada. Banyak terjadi peristiwa sewa menyewa, salah satunya adalah sewa menyewa empang yang digunakan untuk mencari nafkah dengan cara menggarapnya. Jika seseorang melakukan perjanjian dengan pihak lain maka, semua pihak harus patuh pada isi perjanjian tersebut dan tidak boleh dengan sepihak mengubah atau mencabut perjanjian, tapi pada kenyataannya ada kasus yang dimana setelah melakukan perjanjian dia mengingkari isi perjanjian tersebut dimana pihak yang menyewakan empang menambah biaya setelah melakukan perjanjian Berdasarkan hal tersebut sehingga mendorong penulis untuk mengangkat Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sewa Menyewa Empang di Desa Sappa Bungoro Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep Kata kunci: Empang, Hukum Islam, Sewa Menyewa [1]Ismail Nawawi, Fikih Muamalah Klasik Dan Kontemporer (Bogor: Ghalia Indonesia, 2012), h. 184.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WARISAN MELALUI JALUR NON LITIGASI (Studi Kasus di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar) Suriani; M. Thahir Maloko; Adriana Mustafa
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 4 Juli 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.28859

Abstract

Abstrak Penyelesaian sengketa tanah warisan melalui jalur non litigasi di Kelurahan Salaka dilakukan di luar Pengadilan dengan menggunakan mediator sebagai pihak penengah yang dipilih berdasarkan kesepakatan para pihak. Dalam hal ini, mediator berusaha membangun komunikasi sehingga dapat mempertemukan keinginan para pihak. Proses penyelesaian sengketa secara litigasi (di pengadilan) yang menganut asas sederhana, cepat, dan biaya ringan pada realitasnya sering mengalami kendala, seperti banyaknya jumlah perkara yang masuk tidak sebanding dengan jumlah tenaga hakim sehingga berdampak pada masyarakat selaku pencari keadilan merasa kesulitan untuk berperkara di pengadilan guna mendapatkan haknya secara cepat. Selain itu, faktor biaya ringan dan waktu yang efisien serta kerahasiaan dari penyelesaian sengketa secara non litigasi (di luar pengadilan) juga menjadi faktor yang membuat masyarakat lebih memilih penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Berdasarkan masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai penyelesian sengketa tanah warisan melalui jalur non litigasi khususnya di Kelurahan Salaka. Hukum dan keadilan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut dikarenakan bahwa tujuan dari hukum semata-mata untuk keadilan sebagaimana menurut Geny dalam bukunya Ahmad Ali. Selanjutnya, hal tersebut dirumuskan menjadi karya ilmiah dengan mengambil judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penyelesaian Sengketa Tanah Warisan Melalui Jalur Non Litigasi (Studi Kasus di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar).” Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa, Tanah Warisan, Non Litigasi Abstract Settlement of inheritance land disputes through non-litigation channels in Salaka village is carried out outside the court by using a mediator as a mediator who is selected based on the agreement of the parties. In this case, the mediator tries to build communication so that it can bring together the wishes of the parties. The process of litigation dispute resolution (in court) which adheres to the principles of simple, fast dam low cost in reality often experiences problems, such as the large number of cases that are entered not proportional to the number of judges so that it has an impact on the community as justice seekers find it difficult to take cases in court in order to get it right quickly. In addition, the low cost factor and efficient time and confidentiality of non-litigation (outside court) dispute resolution are also factors that make people prefer to settle disputes out of court. Based on these problems, the authors are interested in researching further regarding the settlement of inheritance land disputes through non-litigation channels, especially in the Salaka village. Law and justice are two aspects that cannot be separated. This is because the purpose of the law is solely for justice as according to Geny in Ahmad Ali book’s. furthermore, it was formulated into a scientific paper with the title “Overview Of Islamic Law On The Settlement Of Inheritance Land Disputes Through Non Litigation Channels (Case study in Salaka Vilage, Pattallassang District, Takalar Regency)”. Keywords: Disputes Resolution, Inheritance Land, Non-Litigation.
Penentuan Arah Kiblat Pemakaman Lamuru dan Karaeng Sailong Perspektif Ilmu Falak Dewi Fransiska; Thahir Maloko
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i2.14669

Abstract

Penentuan arah qiblat pemakaman dilakukan secara sederhana oleh masyarakat Desa Sunggumanai Dusun Lamuru dan Dusun Sailong, masyarakat tersebut berpatokan pada arah utara yang merupakan posisi batu nisan dan bahkan mengikuti kuburan yang sudah ada sebelumnya. Menghadap ke arah qiblat merupakan suatu tuntunan syari’ah dalam melaksanakan berbagai ibadah, hal tersebut berdasarkan hasil kesepakatan para ulama, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang terhadap posisi arah kiblat pemakaman di Desa Sunggumanai Dusun Lamuru dan Dusun Sailong, Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pula instrumen pengukuran arah qiblat, dimulai dari objek yang menjadi acuan dan sistematika penggunaan yang mudah sehingga waktu pengukuran yang singkat, berdasarkan metode pengukuran yang dilakukan langsung ke lapangan dengan menggunakan instrument qiblat tracker, sehingga ditemukan bahwa posisi pemakaman Lamuru dan Karaeng Sailong belum akurat dikarenakan hasil pengukuran terdapat kemelencengan 41º pada pemakaman Lamuru dan 15º pada pemakaman Karaeng Sailong. Kata Kunci: Arah Kiblat, Pemakaman, dan Ilmu Falak.
PERSPEKTIF ILMU FALAK TERHADAP DETERMINASI ARAH KIBLAT DI ATAS KAPAL LAUT: Determination Of The Qiblate Direction On The Sea Ship Astrology Perspective rezki dayat; Irfan; Thahir Maloko
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v3i1.27481

Abstract

The development of the times is so rapid from time to time, the determination of the Qibla direction on a ship can be known by using a software-based method (Application). Determining the direction of Qibla is very important for the benefit of Muslims in carrying out fard and sunnah worship while traveling or traveling long distances by using a marine vehicle. The objectives to be achieved in this paper are 1) To know and understand the method of determining the Qibla direction on a ship; and 2) To find out the determination of the Qibla direction on a ship from the Astrological Perspective. The author uses a qualitative research type with a syar'i and sociological approach. The main data collection technique was obtained from the use of the Muslim Pro application in determining the Qibla direction onboard a ship. And not only that, the author also uses data collection techniques obtained through other people or from a documentation in the form of written materials to complete the data to be described and analyzed from literature readings that are related to the determination of the Qibla direction onboard the Astronautical Science perspective.
Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar Ismiraj Ayu Nanda; M. Tahir Maloko; Mahyuddin Latuconsina
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 4 No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v4i3.40700

Abstract

Akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam artikel ini menyajikan dua pokok permasalahan yakni metode dan akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dan problematika arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian yang digunakan artikel ini merupakan penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti melakukan observasi langsung terhadap lokasi penelitian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan syar'i, pendekatan astronomis, dan pendekatan sosiologis dalam analisis data dan penulisan ilmiah yang diyakini relevan dengan pokok bahasan kajian ini. Dalam proses pencarian data yang akurat, penulis menggunakan metode pengumpulan data tertentu yaitu teknik wawancara dan observasi. Metode penentuan dan akurasi arah kiblat yang digunakan di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar, hanya berdasarkan ketika matahari terbenam di arah barat dan bukan menghadap ke Baitullah/Makkah. Kemudian mengenai penentuan dan akurasi dari arah masjid di lima masjid dan dua makam di Kecamatan memiliki selisih kemelencengan dari arah kiblat mencapai 3-23 derajat. Berdasarkan penjelasan tersebut, umat Islam diharapkan mampu menentukan arah kiblat Masjid atau Makam sesuai dengan ajaran Islam, dan kepada para pihak yang berwenang dalam hal ini Kementerian Agama hendaknya lebih peduli dalam memberikan pemahaman metode dalam menentukan arah kiblat, terutama pada masjid-masjid tua dan pemakaman.
Puasa Ramadhan Bagi Ibu Hamil Pandangan Ulama Kontemporer dan Bidang Kesehatan Iskandar, Rosdiana; Maloko, M. Thahir
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 2, MAY 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.23383

Abstract

Penelitian ini berfokus pada hukum puasa Ramadhan bagi ibu hamil dalam dua persepktif (Ulama kontemporer dan kesehatan). Skripsi ini menjelaskan permasalahan: 1). Bagaimana hukum puasa Ramadhan bagi ibu hamil menurut ulama kontemporer? 2). Bagaimana pengaruh dan manfaat puasa bagi ibu hamil dalam bidang kesehatan? Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hukum puasa ibu hamil dalam pandangan ulama kontemporer serta mengetahui pengaruh dan manfaat puasa bagi ibu hamil dalam bidang kesehatan. Metode yang digunakan adalah kepustakaan, pengumpulan data melalui hasil bacaan atau literature mengenai object yang diteliti melalui sumber data primer yang diperoleh dari kitab suci al-Qur’an dan hadist nabi serta kitab fiqih ulama-ulama kontemporer, lalu data sekunder yaitu literature kesehatan yang membahas ibu hamil. Analisis data dilakukan dengan cara induktif, mencari jawaban memalui literature, mengkaji pendapat ulama kontemporer dan sumber hukum islam dan kesehatan lalu menyimpulkannya secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan diantara ulama-ulama kontemporer dalam penetapan hukum puasa bagi ibu hamil yakni beberapa ulama menunjukkan wajibnya membayar fidyah tanpa qada’, pendapat lain mengatakan wajib fidyah dan qada’. Sedangkan menurut kesehatan, keseimbangan asupan nutrisi atau gizi pada ibu hamil cukup menjadi hal penting untuk mengetahui aman tidaknya seorang ibu hamil berpuasa. Berdasarkan penelitian tersebut yakni pengaruh puasa pada ibu hamil maka diharapkan adanya penelitian lanjutan dilapangan untuk menyempurnakan dan memperkuat penelitian kepustakaan yang dilakukan peneliti.
Co-Authors A, Abriansyah A, Ativa A. Intan Cahyani Abdul Halim Talli Abdullah Azzam Achmad Musyahid Idrus Adil, Syafaat Muhammad Wildan Adriani, Dwi Agus Indiyanto Ahmad Qurais Wahid Alamsyah Alamsyah Aldiansyah Alimuddin Alimuddin Alwi, Mujahid Ambo Sagena Andi Iismiaty Andi Intan Cahyani Arif Rahman Asbar Asni Assiddiq, Mahfuz Barsyami, M Abid Tribuana Cahyani, A. Intan Darsa, Muh Ikhwan Dewi Fransiska Dewi Rahmawati DT, Kiki Reski Amalia ERLINA Fatmawati Nur Fatmawati, Fatmawati Fauziah, Hikmah Fauziah Fernando, Henky Fitri, Nurul Amalia Hamzah Hamzah Hasan Has Rianingshi Hasanuddin, Hasriah Hasri ainun Pratiwi Iqrahayu Irawanda, Mulsir Irfan Iskandar, Rosdiana Ismiraj Ayu Nanda Jabal Nur, Jabal Kadafi, Muh. Khaerunnisa, Nadia Larasati, Yuniar Galuh Larissa, Dea Lewa, Irfan Mahatir Makmur Mahmudah Mulia Muhammad Mahmudah Muliah Muhammad Mahyuddin Latuconsina Mardawiah Gama Marwah, Dhirga Tri Setiawan R Maryam, Bismi Nursyamsia MMSI Irfan ,S. Kom Muh Munandar Muh. Aidil Fitra, Aidil Muh. Sabir Rusli Muhammad ishky rumaf Muhammad Ma'ruf Syafruddin Muhammad Mardianto P Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Shuhufi Muhammad Tahir Muhammad Wildan Muhammad, Mar'i Mukti, Haeni Musdalifah, Zahra Ridha Magfirah SR Mustafa, Adriana N, Nurfianalisa Nining Safira Sari Nur Aidah Fauziah Nur Aidil Nur Rakhmi Said Nur Taufiq Sanusi Nurindah Pertiwi Ismail Nurul Fatimah Nurul Jihan Tribuana Oktaviani, Ria Putri Mujahida Rusana R, Rahmatullah Rahmat Nur Hidayat Rahmat Ramadhani, Rahmat Rahmi Aulia Abshir Reni Kurniawati rezki dayat Ridwan Malik Ridwan Malik Risaldi Risaldi Rosmiyati Rosmiyati Rusman Rusman Sahruni Sakina Salamon H, Tajuddin Salsabila, Shabrina Syifa Sanusi, Nur Taufiq Selsa, Febi Lianda Sheila Nur Alifah Siti Aisyah St Halimang Sumardianti, Dwi Suriani Suriyadi Syamsuddin, Darussalam Usman Wahid, Khaerunnisa Yusuf, Albab Hoalidi'n Zakirah