Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING KOMBINASI MEBENDAZOL PIRANTEL PAMOAT DENGAN ALBENDAZOL UNTUK TERAPI SOIL TRANSMITTED HELMINTHIASIS Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda; Bestari, Rochmadina Suci; Sutrisna, Em; Dewi, Listiana Masyita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil transmitted helminthiasis (STHis) masih menjadi masalahkesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi pada umumnya masihsangat tinggi antara 2,5% - 62%, terutama pada golongan pendudukyang kurang mampu, dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.Terapi STHis yang direkomendasikan adalah albendazol,mebendazol, dan pirantel pamoat. Mebendazol dan pirantel pamoatmemiliki efektfitas yang lebih rendah dibandingkan albendazol.Pemberian dua obat kombinasi antara mebendazol dan pirantelpamoat merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih untukmeningkatkan kesembuhan. Dibutuhkan pembahasan terkaitperbandingan efektivitas terapi albendazol dengan kombinasimebendazol pirantel pamoat pada STHis terutama pada infeksicampuran dengan mempertimbangkan efek samping yang munculpada penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian ini bertujuanmengetahui perbandingan efektivitas dan efek samping padapemberian albendazol dengan kombinasi mebendazol pirantelpamoat untuk terapi STHis. Metode penelitian ini adalah sytematicreview dengan metode analisis naratif menggunakan databasemeliputi Google Cendekia, Pubmed, Science Direct, CochcraneLibrary, Research Gate, Garuda dan Center for Disease Control andPrevention (CDC). Pada tahap pengumpulan data, didapatkan 1640judul dari 7 mesin pencarian. Didapatkan hasil akhir 2 artikel yangmembahas perbandingan efektivitas dan efek samping albendazoldengan kombinasi mebendazol pirantel pamoat. Albendazol memilikitingkat kesembuhan sebesar 89,5% - 93,11%. Kombinasimebendazol dan pirantel pamoat memberikan tingkat kesembuhansebesar 80,4% - 97,4% bergantung pada dosis pemberian. Efeksamping albendazol adalah pusing. Efek samping kombinasi berupapusing, diare, gatal dan ruam merah seluruh tubuh.
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) Dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) Pada Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi: Literature Review Safita, Noer; Sutrisna, EM; Bestari, Rochmadina Suci; Nurhayani, Nurhayani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan olehPlasmodium sp. yang ditransmisikan melalui orang ke orangoleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Kasus malaria dankematian dilaporkan memiliki jumlah yang signifikan di AsiaTenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Amerika.Diperkirakan ada 228 juta kasus dan hampir setengah daripopulasi dunia berisiko terkena malaria pada tahun 2018, danperkiraan jumlah kematian malaria mencapai 405.000 orang.Prioritas kesehatan masyarakat global adalah melindungikemanjuran obat Artemisinin Based Combination (ACT).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitaspenggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) danArtesunate Amodiaquine (AAQ) pada malaria falciparum tanpakomplikasi. Metode penelitian ini berupa literature reviewmenggunakan database google scholar, pubmed, dan scienedirect. Hasil penelitian didapatkan efikasi penggunaan obatDHP pada hari ke 28 dan 42 populasi per protocol (PP) danIntention to treat (ITT) sebesar 96,7-100% dan waktu bebasparasit antara hari ke 1-3 dan juga masih terdapat parasit padaH27, waktu bebas gametosit bervariasi, rerata waktu bebasdemam pada H2-H3 ada yang sampai ari ke 14. Efikasipenggunaan obat AAQ didapatkan waktu bebas demam H2 danada yang sampai H7 dengan waktu bebas parasit antara H2-H3.Efikasi menggunakan analisis PP dan ITT antara 96-100%.Simpulan efikasi penggunaan obat DihydroartemisininPiperaquine (DHP) masih tinggi dianalisis menggunakan PerProtocol (PP) Intention to Treat (ITT) dan pada hari ke 28 dan42 sebesar 96,7-100% dan Artesunate Amodiaquine (AAQ)sebesar 96-100%.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DBD SISWA SMK N 1 KEJOBONG Nursanty, Oktamia; Bestari, Rochmadina Suci; Ichsan, Burhanudin; Nurhayani, N
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue,dan dapat menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang sering merisaukan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian. Pada banyak daerah tropis dan subtropis, penyakit DBD adalah endemik yang muncul sepanjang tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD Siswa SMK N 1 Kejobong. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 66 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil analisa dengan uji chi-square didapatkan hasil bahwa variabel pengetahuan dengan perilaku p-value 0,011 < 0,05 maka Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku PSN DBD siswa SMK N 1 Kejobong. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,047 < 0,05 maka Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku PSN DBD siswa SMK N 1 Kejobong. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku PSN DBD siswa SMK N 1 Kejobong, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk siswa SMK N 1 Kejobong, terdadat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku PSN DBD siswa SMK N 1 Kejobong.
Peran Bakteri Wolbachia Terhadap Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Aedes aegypti Firdausi, Rusnaindah Ifta; Bestari, Rochmadina Suci; Dewi, Listiana Masyita; Nurhayani, N
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue masih menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Untuk itu diperlukan metode pengendalian vektor antara lain melalui penggunaan insektisida meskipun dapat menyebabkan resistensi. Tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan teknik serangga mandul (TSM), namun metode ini kurang efektif. Hal tersebut mendorong dikembangkannya metode alternatif baru seperti penggunaan bakteri Wolbachia. Bakteri Wolbachia mampu menghambat replikasi virus dengue, sehingga ketika nyamuk betina ber-Wolbachia menghisap darah manusia yang mengandung virus dengue. Nyamuk tersebut tidak dapat menularkan virus dengue ke manusia lain dan menyebabkan ketidakcocokan sitoplasma ketika nyamuk betina tidak ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk jantan ber-Wolbachia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran bakteri Wolbachia terhadap pengendalian vektor demam berdarah dengue Aedes aegypti. Desain penelitian menggunakan metode literature melalui penelusuran dengan menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian bakteri Wolbachia mampu menginduksi ketidakcocokan sitoplasma dan menyebabkan kematian embrio. Strain w MelPop-CLA memperpendek umur dan memblok transmisi DENV2. Strain w Mel menyebakan penurunan viabilitas telur, menurunkan kemampuan menghisap darah, dan menurunkan titer virus di dalam saliva nyamuk sehingga dapat menurunkan prevalensi penyakit demam berdarah dengue. Simpulan bakteri Wolbachia memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif dalam upaya pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD) Aedes aegypti.
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) Dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) Pada Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi: Literature Review Safita, Noer; Sutrisna, EM; Bestari, Rochmadina Suci; Nurhayani, N
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp. yang ditransmisikan melalui orang ke orang oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Kasus malaria dan kematian dilaporkan memiliki jumlah yang signifikan di Asia Tenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Amerika. Diperkirakan ada 228 juta kasus dan hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena malaria pada tahun 2018, dan perkiraan jumlah kematian malaria mencapai 405.000 orang. Prioritas kesehatan masyarakat global adalah melindungi kemanjuran obat Artemisinin Based Combination (ACT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) pada malaria falciparum tanpa komplikasi. Metode penelitian ini berupa literature review menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian didapatkan efikasi penggunaan obat DHP pada hari ke 28 dan 42 populasi per protocol (PP) dan Intention to treat (ITT) sebesar 96,7-100% dan waktu bebas parasit antara hari ke 1-3 dan juga masih terdapat parasit pada H27, waktu bebas gametosit bervariasi, rerata waktu bebas demam pada H2-H3 ada yang sampai ari ke 14. Efikasi penggunaan obat AAQ didapatkan waktu bebas demam H2 dan ada yang sampai H7 dengan waktu bebas parasit antara H2-H3. Efikasi menggunakan analisis PP dan ITT antara 96-100%. Simpulan efikasi penggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) masih tinggi dianalisis menggunakan Per Protocol (PP) Intention to Treat (ITT) dan pada hari ke 28 dan 42 sebesar 96,7-100% dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) sebesar 96-100%.
Pengaruh Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan terhadap Insidensi Scabies: A Literature Review Rahma, Sitta; Bestari, Rochmadina Suci; Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Triastuti, N. Juni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Scabies is a skin infection due to an infestation caused by the female mite Sarcoptes scabiei varieta homini. Scabies is an infectious disease that is currently still difficult to cure, especially for someone living in an area with environment of massive dense population. Personal hygiene is an important risk factor in the incidence of scabies because the worse a person's personal hygiene level, the greater the risk of developing scabies disease was affected to human. This scabies can be transmitted in several ways, such as direct contact on the patient's skin by shaking hands and indirect contact with people affected by scabies, by wearing objects that have been used by the patient such as clothes or towels. Method: This research method is a literature review study. The technique of collecting data from search results using e-databases in the form of PubMed, Google Scholar, and Science Direct with the limitations of the last 10 years which will be eliminated according to the restriction criteria. Result: Based on the tests conducted, 1025 articles were found then screened according to the inclusion and exclusion criteria so that 20 articles were found. From all studies it was found that personal hygiene and environmental sanitation have an effect on the incidence of scabies. Conclusion: There is an influence of personal hygiene and environmental sanitation on the incidence of scabies. Keywords: Sarcoptes scabiei, Personal hygiene, Environmental sanitation.
The Anthelmintic Activity of Ethanol 96% Extract of Papaya Stem (Carica papaya l.) from Indonesia Bestari, Rochmadina Suci; Sutrisna, EM; Ibrahim, Muhammad
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2020: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.773 KB) | DOI: 10.23917/iseth.1263

Abstract

Introduction : Soil transmitted helminth (STH) infection incidence is still high in the world, become main problem in developing countries including Indonesia. Papaya’s stem was traditionally used as anthelmintic in Indonesia.Objective : This study aims to determine the anthelmintic effect of 96% ethanolic extract of papaya (Carica papaya L.) stem. Material and Method : This study used a laboratory experimental research design with posttest only with control group design approach. The samples were 90 Ascaris suum worms, divided into 6 groups, 3 times repeated. The first group was treated by Aquadest as negative control, the second group was treated by Pyrantel Pamoate as positive control in 0.5 concentration. The third, fourth, fifth and sixth groups were treated by 96% ethanolic extract of papaya (Carica papayaL.) stem in 0.2 b/v, 0.4 b/v, 0.6 b/v and 0.8 b/v concentration respectively. Data were collected by observation of total mortality time of Ascaris suum worm every 3 hours. The anthelmintic effects was analysis by Post hoc Mann-Whitney with significancy level at p<0.05.Result : There was significant difference between the 96% ethanolic extract of papaya (Carica papaya L.) stem (0.2 b/v, 0.4 b/v, 0.6 b/v and 0.8 b/v) with control negative with Pvalue < 0.05 by Mann Whitney Test.Conclusion : The 96% ethanolic extract of papaya (Carica papaya L.) stem have potential as anthelmintic.
The Effectiveness of Installing Long-lasting Insecticidal Nets as Malaria Prevention Efforts: A Systematic Literature Review Nurhayani; Dyah Farida Inli; Riandini Aisyah; Rochmadina Suci Bestari
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 5 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i5.231

Abstract

Malaria is a parasitic disease that is often the cause of death, especially in tropical and subtropical areas. One way to eradicate malaria is to break the chain of disease transmission in order to control the mosquito vector of malaria. The use of insecticide-treated mosquito nets can be used as an alternative in controlling malaria vectors for people who refuse to use the Indoor Residual Spraying (IRS) method. The review articles were obtained through a search using the Pubmed, Google Scholar, Garuda, and ScienceDirect databases. The keywords used were (LLINs OR "Long Lasting Insecticidal Nets") AND Malaria. 1843 articles were obtained, and extraction was carried out based on the restriction criteria so that 13 articles were obtained. In conclusion, the use of insecticide-treated mosquito nets LLIN is effective in killing mosquito vectors so that it has the potential to prevent malaria.
Larvicidal Activity of Ethanol Extracts of Bidara (Ziziphus mauritiana) Leaves and Fruits Against Aedes aegypti Bestari, Rochmadina Suci; Fikri, Muhammad Ihsanul; Aisyah, Riandini; Puspitasari, Metana; Wahyuni, Sri; Porusia, Mitoriana
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.586

Abstract

Dengue fever vector control uses abate chemicals can harm the ecosystem. One of the plants that can be used as a natural larvicide is bidara. Bidara leaves and fruits easily available and contains flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins. The compound have an impact on the mortality of Aedes aegypti mosquito larvae. Contains study design, subject, methods, data collection and data analysis. Research on ethanol extract of bidara leaves and bidara fruit with Poly Ethylene Glycol (PEG) was experimental laboratory design with post-test only controlled group design. The technique of extraction is maseration. The larvae of Aedes aegypti instar III-IV are used, 800 in total, divided into 8 groups. At 6, 12, 18, and 24 hours, the number of dead larvae was counted .Normality and homegenity tests obtained the results of data not normally distributed and not homogeneous, so it is necessary to do the Kruskall-Wallis non-parametric test followed by Mann-Whitney post hoc .The result is bidara leaf extract with a concentration of 1.5% + 3% PEG resulted in 100% larval death in the 24th hour, meanwhile bidara fruit extract with concentration of 1.5% + 3% PEG resulted 70% larval death in 24th hour. Ethanol extract of bidara leaves has better effectiveness than bidara fruit extract in its ability as a larvicide, where bidara leaf extract with a concentration of 1.5% + 3% PEG resulted in 100% larval death in the 24th hour.
CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE, LEARNINGACHIEVEMENT AND PERSONAL HYGIENE WITH INCIDENCE OF HELMINTHIASIS ON ELEMENTARY STUDENT BESTARI, ROCHMADINA SUCI; AISYAH, RIANDINI; TOLIBIN, RESTU TRIWULANDANI; NURHAYANI; KUSUMANINGRUM, TANJUNG ANITASARI INDAH; NAJMII, MUHAMMAD FIROOS ‘ALLAM
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/50qweb16

Abstract

Background: Helminthiasis is a health problem in Indonesia that affects many elementary school children. The effects of worms in children can be malnutrition, anemia and decreased academic achievement. The government has carried out control of worm diseases by providing deworming drugs every 6 months. However, the effectiveness of this program has not been widely studied, the incidence of worms in each region is not widely known, including the risk factors that influence it. Objective: This study aims to determine the correlation between knowledge, learning achievement and personal hygiene with the incidence of helminthiasis in students at Selokaton Karanganyar Elementary School II. Method: The method used is a cross-sectional study, with total sampling. Students were asked to fill out a knowledge and personal hygiene questionnaire, then collect feces. Learning achievement were obtained from final mark of the semester. Feces examination using direct smear and 2% eosin staining. Analysis used binary logistic regression test and Mann-Whitney U test. Result: The results of this study were that students who were positive for helminthiasis were 16%, hookworm infections were the highest burden (10/16), followed by ascariasis an enterobiasis. There was no significant correlation between knowledge, learning achievement and personal hygiene with the incidence of helminthiasis (p>0.05). Conclusion: The conclusion of this study is that there is no significant correlation between knowledge, learning achievement and personal hygiene with the incidence of the incidence of helminthiasis (p>0.05).
Co-Authors Afif Iqbal Hibatullah Amelia Sri Mulyani Anam, Ilham Hafizha Maulana Anggitaratri, Zakia Novi Anggreheni, Putri Dwi Anggriyanti, Zeindhita Arum Anika Candrasari Aria Wibawa Aryanto Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda Aulia Nanda Safitri Ayu Arista Purnama Azenta, Moch. Tabriz Azmi, Aninditha Syavela Billah, Mufid Mu'tashim Binuko, Raafika Studiviani Dwi Brilliantama, Fandy Akbar Burhanudin Ichsan Candrama Jalu Kumara Devi Usdiana Rosyidah Dewi, Shintia Pratama Dhiastika Nanda Sari Dwi Permatasari Utomo Putri Dyah Farida Inli Em Sutrisna Erika Diana Risanti Estu Puguh Prabancono Eva Yulianti Farid Santya Budi Fauzi, Favian Arriella Shabri Ikmal Fauziah, Nida Faradisa Febrian Dwi Cahyo Febrian, Rizky Felina, Sella Fidhia Nur Rif&#039;aini Fikri, Muhammad Ihsanul Firdausi, Rusnaindah Ifta Fitri, Alifah Aulia Flora Ramona Sigit Prakoeswa Graffico Eryza Oldiara Haliza, Sheli Nur Hibatullah, Afif Iqbal Hidayah Karuniawati Hidayatullah, Muhamad Irfan Ichsan, Burhanudin Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Izzati, Ismatu Aghni Fatwa Juninda, Larasati Kamila, Aulida Azkia Khotik, Laisa Kumala, Aswa Arsa Kumara, Candrama Jalu Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Listiana Masyita Dewi Lusi Nuryanti Mapa, Anna Rochim Maulida Rahmah, Maulida Maulida, Amira Hasna Mitoriana Porusia Muhamad Irfan Hidayatullah Muhammad Adha Muhammad Ibrahim N Nurhayani N. Juni Triastuti Najmii, Muhammad Firoos Allaam NAJMII, MUHAMMAD FIROOS ‘ALLAM Naruma, Anteng Nisa, Faridita Khoirun Noer Safita Noer Safita Novita Ardilla Nur Mahmudah Nurhaliza, Sheli Nurhayani Nurhayani Nurhayani Nurhayani nurhayani Nurhayani, N Nurhayani, Riandini Aisyah Nursanty, Oktamia Oktamia Nursanty Prabancono, Estu Puguh Purnama Parulian Siahaan Purnama, Ayu Arista Puspita Indra Wardhani Puspitasari, Metana Putri, Ajeng Santika Rahma, Sitta Ratih Pramuningtyas Ratih Puspita Dewi, Ratih Puspita Retno Sintowati - Riandini Aisyah Rohman, Raihan Fadzlur Rohmaniar, Delianti Rusnaindah Ifta Firdausi Ryanuranti , Rahma Ghaida Safari Wahyu Jatmiko Safita, Noer Safitri Sri Handayani Safitri, Aulia Nanda Salsabila, Nabila Mutia Salsabila, Tasya Viona Santosa, Talitha Ulima Santoso, Talitha Ulima Sari, Dhiastika Nanda Sella Felina Sholeh, Muhammad Dzikru Irfan Siahaan, Purnama Parulian Siti Hadiyati Nur Hafida Sitta Rahma Sri Wahyuni Sulistiyo, Azka Hafiy Sumarni . Sumarni . Sumarni Sumarni Supargiyono . Supargiyono ., Supargiyono Supargiyono Supargiyono Supraba, Intan Pratiwi Suryani, Latifah Sutopo, Tri Suyoko . Suyoko ., Suyoko Suyoko Suyoko Syah, Devan Adil Syahida, Safira Talitha Ulima Santoso Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tara , Irmanawati Audhina Nirmala Tolibin, Restu Triwulandani Tri Agustina, Tri Tri Sutopo Tristanti, Imaz Zaniar Utami, Aurelia Ratna Utami, Indari Wafiq, Muhammad Azzim Wibowo, Haryo Kunto Wijaya, Yustika Nurani Yustika Nurani Wijaya Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq