Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Bagi Tenaga Migran Indonesia di Thailand Puspita Dewi, Ratih; Hafida, Siti Hadiyati Nur; Wardhani, Puspita Indra; Nuryanti, Lusi; Bestari, Rochmadina Suci; Putri, Ajeng Santika; Yulianti, Eva; Billah, Mufid Mu'tashim
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21287

Abstract

Background: Bencana merupakan salah satu peristiwa yang dapat mengancam atau mengganggu kehidupan manusia yang disebabkan oleh faktor alam dan non alam. Thailand merupakan salah satu wilayah di Asia Tenggara yang memliki kerawanan terhadap bencana alam seperti banjir dan gempa bumi. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana memerlukan ketrampilan dalam pengurangan risiko bencana namun, disatu sisi akses untuk memperoleh penguatan ketrampilan dalam pengurangan risiko bencana sangat terbatas khususnya bagi pekerja migran Indonesia. Tujuan: Untuk meningkatkan kemampuan tenaga migran Indonesia dalam menghadapi risiko bencana alam. Metode kegiatan ini berupa kegiatan pelatihan komprehensif mencakup penyampaian materi kebencanaan dan langkah-langkah mitigasi bencana yang diperlukan. Sasaran kegiatan ini adalah tenaga migran Indonesia di Bangkok, Thailand. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan ketrampilan tenaga migran dalam menghadapi risiko bencana alam, meningkatkan kesadaran terhadap hak-hak selama bencana dan akses layanan bencana, dan dapat berkontribusi dalam meraih tujuan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan dilaksanakan baik secara daring maupun luring. Hasil: Kegiatan dimulai sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pada Bulan Maret hingga Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan tenaga migran Indonesia yang berkerja di Bangkok, Thailand. Pengabdian ini fokus pada peningkatan resiliensi bencana bagi tenaga migran di Thailand. Kegiatan utama dalam pengabadian ini secara garis besar meliputi kegiatan identifikasi kebutuhan, pengembangan bahan ajar, diskusi kegiatan, pelatihan kebencanaan, dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis pengisian pretest dan postest kegiatan diperoleh bahwa peserta mengalami kenaikan literasi bencana sebesar 42%.
Effect of PEG and CMC on Papaya (Carica papaya L.) Extract Against Aedes aegypti Larvae Rochmadina Suci Bestari; Fidhia Nur Rif'aini; Riandini Aisyah; Listiana Masyita Dewi; Devi Usdiana Rosyidah; Retno Sintowati; Hidayah Karuniawati
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.961-968

Abstract

Dengue haemorrhagic fever (DHF) cases are still high in America and Asia region, including Indonesia. Eradication of DHF can be done by larvacide. Temephos 1%, chemical larvacide used in Indonesia for decades, can cause environment degradation and allergic reaction in human. Papaya stem extract as biolarvacide contains saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, papain and essential oils which have larvicidal activity. It can be applicable in all over the world. This study was conducted to determine the better suspending agent between CMC or PEG of papaya stem extract to kill Aedes aegypti larvae. Objective: To determine the better suspending agent to kill Aedes aegypti larvae. Method: This study was true experimental study in laboratory, used post-test only controlled group design. This study used samples consist of Aedes aegypti instar III-IV larvae. There were seven experimental groups, consist of positive control group, negative control group for CMC, negative control group for PEG, extract concentration of 1.5% with CMC suspending agent, extract concentration of 1.5% with PEG suspending agent, extract concentration of 2% with CMC suspending agent, extract concentration of 2% with PEG suspending agent. Each group was repeated 4 times and counted every 6 hours (6th, 12th, 18th, 24th). Data analysis using the SPSS application ver 23. Probit test used to determine the effectiveness of the larvacide, LC50 and LT50 to determine the concentration and time to kill 50% of Aedes aegypti larvae. It used Kruskal Wallis Test to compare four dependent groups. It used Mann Whitney Test to compare the differences of each group. Result: The study showed that LC50 PEG was 0.033%, LC50 CMC was 0.321%, LT50 (PEG+1.5%) was 20.8 hours, LT50 (PEG+2%) was 30.7 hours, LT50 (CMC+1.5%) was 23.5 hours, LT50 (CMC+2%) was 40.7 hours. Based on the probit test, the LC50 and LT50 results showed that papaya stem methanol extract with PEG suspending agent was more effective than CMC suspending agent, it needed lower concentration and lower time to kill 50% of larvae. Kruskall Wallis Test result p<0.05, so there was significantly difference between groups. Post hoc Mann-Whitney Test result p<0.05 between C(-) PEG group with P1, P2, P3, P4 and between C(-) CMC group with P1, P2, P3, P4, so there was significantly difference between C(-) PEG with each group and C(-) CMC with each group. Conclusion: It can be concluded that papaya stem methanol extract with PEG suspending agent was more effective than CMC suspending agent to kill Aedes aegypti larvae.
Distribusi Geospasial Helminthiasis pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus di Kabupaten Karanganyar Rochmadina Suci Bestari; Anjang Kusuma Netra; Restu Triwulandani Tolibin; Muhammad Firoos ‘Allaam Najmii; Maulida Rahmah
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.666

Abstract

Helminthiasis, mainly caused by Soil-Transmitted Helminths (STH), is still a health problem in Indonesia. Incidence rates vary in Indonesia, 10-90% incidence. Helminthiasis causes decrease in the nutritional status of children, children's learning concentration and anemia. The incidence of helminthiasis is particularly high among primary school-aged children, 5-13 years old. There has not been much written about the geospatial review of helminthiasis cases in Indonesia. This study aims to conduct an initial geospatial analysis and review of helminthiasis cases in students of SD Selokaton II Karanganyar. The data used were the results of helminthiasis screening which included name, address, and helminthiasis diagnosis. The diagnosis of helminthiasis was obtained from student stool samples, using direct slides, viewed under a microscope. Geospatial analysis focused on identifying clusters or spatial distribution patterns of positive cases. Of the 95 feces collected, there were 16 positive samples. The analysis showed a concentration of helminthiasis cases in the Selokaton area with hookworm and Ascaris lumbricoides as the dominant infection types. Other areas with cases were Ngargotirto, Kismoyoso and Wonorejo. Selokaton area is the area with the most cases of helminthiasis in Selokaton II Karanganyar elementary school students, and the most common types of worm infections are hookworm
Peningkatan Pengetahuan tentang Diabetes Melitus, Sindrom Metabolik, dan Faktor Risikonya melalui Edukasi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Surakarta Riandini Aisyah; Safari Wahyu Jatmiko; Rochmadina Suci Bestari; Aulida Azkia Kamila; Ilham Hafizha Maulana Anam; Zakia Novi Anggitaratri
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.99814

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan golongan usia yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti faktor hormonal maupun faktor eksternal seperti pola makan dan gaya hidup yang jika tidak dikelola dengan benar sejak dini maka berpotensi meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik, salah satunya diabetes melitus. Tinggal di perkotaan lebih besar meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik dengan kemudahan pemanfaatan teknologi, pemilihan jenis makanan, dan gaya hidup sedentair. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang sindrom metabolik dan faktor risikonya pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta sejak dini melalui edukasi.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa edukasi kesehatan melalui presentasi materi tentang sindrom metabolik dan diabetes melitus, faktor risiko, dan strategi pencegahan sejak dini.  Pretest dan posttest diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi pada siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.Hasil dan pembahasan: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna pada siswa sebelum dan setelah edukasi dengan nilai p&lt;0,01.Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta tentang sindrom metabolik, diabetes melitus, faktor risiko dan pencegahannya setelah diberikan edukasi.
Larvicidal Activity of Ethanol Extracts of Bidara (Ziziphus mauritiana) Leaves and Fruits Against Aedes aegypti Rochmadina Suci Bestari; Muhammad Ihsanul Fikri; Riandini Aisyah; Metana Puspitasari; Sri Wahyuni; Mitoriana Porusia
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.586

Abstract

Dengue fever vector control uses abate chemicals can harm the ecosystem. One of the plants that can be used as a natural larvicide is bidara. Bidara leaves and fruits easily available and contains flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins. The compound have an impact on the mortality of Aedes aegypti mosquito larvae. Contains study design, subject, methods, data collection and data analysis. Research on ethanol extract of bidara leaves and bidara fruit with Poly Ethylene Glycol (PEG) was experimental laboratory design with post-test only controlled group design. The technique of extraction is maseration. The larvae of Aedes aegypti instar III-IV are used, 800 in total, divided into 8 groups. At 6, 12, 18, and 24 hours, the number of dead larvae was counted .Normality and homegenity tests obtained the results of data not normally distributed and not homogeneous, so it is necessary to do the Kruskall-Wallis non-parametric test followed by Mann-Whitney post hoc .The result is bidara leaf extract with a concentration of 1.5% + 3% PEG resulted in 100% larval death in the 24th hour, meanwhile bidara fruit extract with concentration of 1.5% + 3% PEG resulted 70% larval death in 24th hour. Ethanol extract of bidara leaves has better effectiveness than bidara fruit extract in its ability as a larvicide, where bidara leaf extract with a concentration of 1.5% + 3% PEG resulted in 100% larval death in the 24th hour.
SKRINING DAN EDUKASI ANEMIA PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH 7 PROGRAM UNGGULAN COLOMADU KARANGANYAR Rochmadina Suci Bestari; Riandini Aisyah; Busyra; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda; Sulistyani; Aulida Azkia Kamila; Arum Dyah Ripdianti; Wulan Kadarsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v6i1.12734

Abstract

ABSTRAK Kesehatan remaja merupakan isu publik yang signifikan secara global dan di Indonesia. Faktor-faktor seperti kebiasaan gaya hidup dan kurangnya pengetahuan berkontribusi terhadap masalah ini, termasuk anemia. Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, dengan prevalensi tinggi pada remaja putri. Kegiatan ini bertujuan untuk skrining anemia dan memberi edukasi tentang anemia pada siswi SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Februari 2025, melibatkan 22 siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Metode yang digunakan adalah skrining Hb dan edukasi tentang anemia, termasuk pengisian kuesioner pengetahuan. Hasil skrining menunjukkan 9,09% siswi menderita anemia. Rata-rata skor pengetahuan adalah 10,5. Analisis uji-t independen menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pengetahuan siswi yang anemia dan yang tidak anemia (p = 0,917). Hal ini menyimpulkan bahwa pengetahuan bukan satu-satunya faktor penentu status anemia, karena faktor lain seperti nutrisi dan pola makan juga berperan dalam kondisi anemia. ABSTRACT Adolescent health is a significant public issue globally and in Indonesia. Factors such as lifestyle habits and lack of knowledge contribute to this problem, including anemia. Anemia remains an important public health issue in Indonesia, with a high prevalence among adolescent girls. This activity aims to screen for anemia and provide education about anemia to female students at SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. This activity was conducted on February 19, 2025, involving 22 female students in grades 7, 8, and 9 at SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. The methods used were Hb screening and education about anemia, including filling out a knowledge questionnaire. The screening results showed that 9.09% of female students suffered from anemia. The average knowledge score was 10.5. Independent t-test analysis showed that there was no statistically significant difference between the knowledge scores of students with anemia and those without anemia (p = 0.917). This concludes that knowledge is not the only determining factor for anemia status, as other factors such as nutrition and diet also play a role on anemia condition.
Potential of Natural Larvicide Microemulsion Based on Pomegranate Peel Extract (Punica granatum L) against Dengue Haemorrhagic Fever Vectors Sri Wahyuni; Riandini Aisyah; Rochmadina Suci Bestari; Rahma Ghaida Ryanuranti; Putri Dwi Anggreheni
Biomedika Vol 17, No 1 (2025): Biomedika Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v17i1.6696

Abstract

Background: Dengue fever, caused by the dengue virus which is transmitted by the Aedes aegypti mosquito, is a significant global health problem. Controlling the Aedes aegypti vector is key in efforts to reduce the spread of this disease. However, the use of chemical larvicides in vector control has raised concerns regarding environmental impacts and mosquito resistance. Therefore, research related to the development of natural larvicides based on pomegranate peel extract contain flavonoids, terpenoids, tannins, steroids, and saponins, in microemulsion form has an urgency to provide a safer and more sustainable alternative. Objective: To determine the larvicidal activity of microemulsion ethanol extract of pomegranate peel (Punica granatum) against Aedes Aegypti larvae. Methods: This research uses an experimental study design, post-test only controlled group design. The samples used were Aedes aegypti larvae instar III-IV. There were 12 treatment groups consisting of positive control, negative control, and treatment groups with microemulsion ethanol extract and ethyl acetate fraction of pomegranate peel extract, each with five different concentrations. Results: The probit analysis results indicate that the LC50 (Lethal Concentration for 50% mortality) for the ethanol extract microemulsion of pomegranate peel is 51,607 ppm, while the LC50 for the ethyl acetate fraction microemulsion of pomegranate peel is 52,401 ppm against Aedes aegypti larvae. Conclusion: the probit analysis shows that the ethanol extract microemulsion of pomegranate peel is slightly more effective in killing Aedes aegypti larvae compared to the ethyl acetate fraction microemulsion. These results emphasize the potential of pomegranate peel extracts as natural larvicides, contributing to sustainable and environmentally friendly mosquito control measures.  
Penguatan Peran Kader dalam Mendukung Komunikasi Kesehatan Reproduksi antara Orang Tua dan Remaja melalui Program Edukasi Komunitas Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum; Wardhatul Livia; Yuli Kusumawati; Sri Indra Kurnia; Eny Purwandari; Rochmadina Suci Bestari; Ahmada Auliya Rahman; Alya Tsurrayya; Fairus El Had; Munifatu Rodiyah
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i3.18060

Abstract

This community service program aims to strengthen the role of community health cadres in enhancing reproductive health communication between parents and adolescents. The program was conducted at the Semanggi Village Office, Surakarta, and involved 31 community health cadres representing each neighborhood unit (Rukun Tetangga [RT]). The program was implemented through educational sessions and interactive counseling. Program outcomes were evaluated using a structured questionnaire, and the data were analyzed descriptively. The results demonstrated an improvement in the cadres' knowledge of reproductive health communication, with the mean score increasing from 8.8 in the pre-intervention assessment to 9.2 in the post-intervention assessment. These findings indicate greater consistency in participants' understanding after receiving the educational intervention. Furthermore, the program strengthened the capacity of community health cadres to serve as agents of change at the family and community levels, thereby fostering more effective and sustainable reproductive health communication between parents and adolescents and supporting efforts to prevent adolescent reproductive health problems within the community.
Co-Authors Afif Iqbal Hibatullah Ahmada Auliya Rahman Alya Tsurrayya Amelia Sri Mulyani Anam, Ilham Hafizha Maulana Anggitaratri, Zakia Novi Anggriyanti, Zeindhita Arum Anika Candrasari Anjang Kusuma Netra Aria Wibawa Arum Dyah Ripdianti Aryanto Ashshiddiiq, Zaid Ziyaadatulhuda Aulia Nanda Safitri Aulida Azkia Kamila Aulida Azkia Kamila Ayu Arista Purnama Azenta, Moch. Tabriz Azmi, Aninditha Syavela Billah, Mufid Mu'tashim Brilliantama, Fandy Akbar Burhanudin Ichsan Busyra, Busyra Candrama Jalu Kumara Devi Usdiana Rosyidah Dewi, Shintia Pratama Dhiastika Nanda Sari Dwi Permatasari Utomo Putri Dyah Farida Inli Em Sutrisna Eny Purwandari Erika Diana Risanti Estu Puguh Prabancono Eva Yulianti Fairus El Had Farid Santya Budi Fauzi, Favian Arriella Shabri Ikmal Fauziah, Nida Faradisa Febrian Dwi Cahyo Febrian, Rizky Felina, Sella Fidhia Nur Rif&#039;aini Firdausi, Rusnaindah Ifta Fitri, Alifah Aulia Flora Ramona Sigit Prakoeswa Graffico Eryza Oldiara Haliza, Sheli Nur Hibatullah, Afif Iqbal Hidayah Karuniawati Hidayatullah, Muhamad Irfan Ichsan, Burhanudin Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Ilham Hafizha Maulana Anam Izzati, Ismatu Aghni Fatwa Juninda, Larasati Kamila, Aulida Azkia Khotik, Laisa Kumala, Aswa Arsa Kumara, Candrama Jalu Listiana Masyita Dewi Lusi Nuryanti Mapa, Anna Rochim Maulida Rahmah Maulida Rahmah, Maulida Maulida, Amira Hasna Metana Puspitasari Mitoriana Porusia Muhamad Irfan Hidayatullah Muhammad Adha Muhammad Firoos ‘Allaam Najmii Muhammad Ibrahim Muhammad Ihsanul Fikri Munifatu Rodiyah N Nurhayani N. Juni Triastuti Najmii, Muhammad Firoos Allaam NAJMII, MUHAMMAD FIROOS ‘ALLAM Naruma, Anteng Nisa, Faridita Khoirun Noer Safita Noer Safita Novita Ardilla Nur Mahmudah Nurhaliza, Sheli Nurhayani Nurhayani Nurhayani Nurhayani nurhayani Nurhayani, N Nurhayani, Riandini Aisyah Nursanty, Oktamia Oktamia Nursanty Prabancono, Estu Puguh Purnama Parulian Siahaan Purnama, Ayu Arista Puspita Indra Wardhani Putri Dwi Anggreheni Putri, Ajeng Santika Raafika Studiviani Dwi Binuko Rahma Ghaida Ryanuranti Rahma, Sitta Ratih Pramuningtyas Ratih Puspita Dewi, Ratih Puspita Retno Sintowati Riandini Aisyah Rohman, Raihan Fadzlur Rohmaniar, Delianti Rusnaindah Ifta Firdausi Safari Wahyu Jatmiko Safita, Noer Safitri Sri Handayani Safitri, Aulia Nanda Salsabila, Nabila Mutia Salsabila, Tasya Viona Santosa, Talitha Ulima Santoso, Talitha Ulima Sari, Dhiastika Nanda Sella Felina Sholeh, Muhammad Dzikru Irfan Siahaan, Purnama Parulian Siti Hadiyati Nur Hafida Sitta Rahma Sri Indra Kurnia Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulistiyo, Azka Hafiy Sulistyani Sumarni . Sumarni . Sumarni Sumarni Supargiyono . Supargiyono ., Supargiyono Supargiyono Supargiyono Supraba, Intan Pratiwi Suryani, Latifah Sutopo, Tri Suyoko . Suyoko ., Suyoko Suyoko Suyoko Syah, Devan Adil Syahida, Safira Talitha Ulima Santoso Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tara , Irmanawati Audhina Nirmala Tolibin, Restu Triwulandani Tri Agustina, Tri Tri Sutopo Tristanti, Imaz Zaniar Utami, Aurelia Ratna Utami, Indari Wafiq, Muhammad Azzim Wardhatul Livia Wibowo, Haryo Kunto Wijaya, Yustika Nurani Wulan Kadarsih Yuli Kusumawati Yustika Nurani Wijaya Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq Zakia Novi Anggitaratri