p-Index From 2021 - 2026
5.771
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tokoh-Tokoh Tasawuf Islam dan Relevansinya bagi Dunia Modern: Ibnu Athaillah as-Sakandary, al-Muhasibi dan Abd. Qadir al-Jilani Nurnajmi, Nurnajmi; Afrizal, Afrizal; Perdana, Taslim; Saputra, Riki; Rusydi, Rusydi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menggambarkan tentang tiga tokoh tasawuf Islam yang krusial dalam penyucian jiwa, pembentukan karakter serta penghayatan spiritual kepada sang Pencipta, tasawuf sebagai warisan klasik dan juga memiliki peran yang signifikan dalam membangun peradaban Islam yang beretika dan beradab. Penelitian mengenai tiga tokoh sufi yang besar ini tidak hanya bersifat historis, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk pengembangan Studi Islam kontemporer, terutama dalam aspek etika, pendidikan, dan peradaban Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan dari sumber-sumber literatur primer, termasuk karya-karya asli para tokoh seperti Al-Hikam oleh Ibnu Athaillah, Ar-Ria’yah li Huquqillah oleh Al-Muhasibi, dan Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqq oleh Abdul Qadir al-Jilani. Selain itu, juga digunakan literatur sekunder yang mencakup buku, jurnal, dan hasil penelitian ilmiah yang berkaitan. Bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif biografi dan pemikiran tiga tokoh tasawuf Islam klasik: Ibnu Athaillah, Al-Muhasibi, dan Abdul Qadir al-Jilani. Menganalisis kontribusi pemikiran mereka terhadap perkembangan tasawuf dan spiritualitas Islam. Mengkaji relevansi ajaran mereka dalam konteks modernitas Islam dan pembentukan peradaban Islam yang berkeadaban (civilized Islam). Relevansi ketiga tokoh ini nyata dalam arah pendidikan Islam modern yang humanistik, transendental, dan berkarakter, yang mampu menyeimbangkan rasionalitas dengan spiritualitas, serta pengetahuan dengan nilai-nilai moral ilahiah. Kesimpulan artikel ini adalah bahwa konsep tazkiyah al-nafs berfungsi sebagai dasar filosofis dan teologis yang kuat dalam pembentukan karakter Islami. Meskipun ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda, mereka semua menekankan signifikansi penyucian jiwa sebagai pusat dari transformasi individu dan masyarakat
Ontologi Ilmu dalam Perspektif Barat dan Islam Marlina, Silvia; AM, Rusydi; Saputra, Riki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36862

Abstract

Artikel ini membahas ontologi ilmu dalam perspektif Barat dan Islam dengan tujuan menelaah hakikat keberadaan, struktur realitas, serta dasar metafisik yang membentuk perkembangan ilmu pengetahuan dalam kedua tradisi intelektual tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review melalui penelusuran komprehensif terhadap karya klasik, modern, dan kontemporer, serta analisis kritis terhadap gagasan para filsuf Barat seperti Plato, Aristoteles, Descartes, dan Heidegger, serta pemikir Muslim seperti Al-Farabi, Ibn Sina, Al-Ghazali, dan Ibn Rushd. Hasil kajian menunjukkan bahwa ontologi Barat lebih berorientasi pada pemisahan antara dunia fisik dan metafisik, serta berfokus pada rasionalitas dan observasi empiris. Sementara itu, ontologi Islam berakar pada prinsip tauhid, memandang realitas secara holistik, dan menempatkan Tuhan sebagai sumber keberadaan dan kebenaran. Perbedaan ini memengaruhi konsep kausalitas, sifat ilmu, dan pendekatan terhadap realitas. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua perspektif dapat memperkaya pengembangan ilmu kontemporer dengan memadukan kekuatan analitis Barat dan kedalaman spiritual Islam sehingga menghasilkan paradigma keilmuan yang lebih utuh, bermakna, dan berorientasi pada kemaslahatan.
INTEGRATION OF EPISTEMOLOGY: MEDIEVAL ISLAMIC PERSPECTIVES ON THE HIERARCHY OF KNOWLEDGE, THE QUR’AN, AND PHILOSOPHY Armalena, Armalena; Fadli, Syahrul; Mardianis, Mardianis; Saifullah, Saifullah; Saputra, Riki
Journal International Dakwah and Communication Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/jidc.v6i1.1205

Abstract

Mainstream narratives often label the Medieval period as a time of global intellectual stagnation, whereas Islamic civilization actually recorded a golden age through the integration of theology, philosophy, and science, reaching its pinnacle. This study seeks to reconstruct the concept of knowledge (‘ilm) in the medieval Islamic tradition and to map the interrelation between the authority of revelation and rationality. The author applies a library research method with content analysis techniques on the thoughts of key figures such as Al-Farabi, Ibn Rushd (Averroes), and Ibn al-Haytham. The analysis identifies three fundamental points: first, medieval Islamic epistemology was holistic, eliminating the dichotomy between sacred and profane spheres; second, the Qur’an serves as an epistemological constitution that legitimizes empirical observation through the doctrine of the "Two Books" (Tadwini and Takwini); and third, philosophy and science are positioned as collective obligations (fardhu kifayah) consistent with the message of revelation. This study concludes that addressing the crisis of modern knowledge dichotomy requires a renewed adoption of the classical spirit of epistemological integration.
Pemikiran Al-Kindi dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam Putra, Rizki Eka; Budi, Budi; AM, Rusydi; Saputra, Riki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37049

Abstract

Al-Kindi merupakan tokoh sentral dalam tradisi filsafat Islam klasik yang dikenal dengan gelar Faylasūf al-‘Arab. Sebagai pelopor filsafat Islam abad ke-9 M, Al-Kindi berperan penting dalam mentransformasikan warisan filsafat Yunani ke dalam kerangka pemikiran Islam serta membangun fondasi epistemologi yang mengintegrasikan akal dan wahyu. Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi pemikiran Al-Kindi dan relevansinya terhadap pengembangan paradigma pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan karya-karya Al-Kindi dan literatur terkait filsafat serta pendidikan Islam, yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Kindi berhasil mensintesiskan rasionalitas filsafat dengan prinsip tauhid secara harmonis. Ia menegaskan bahwa kebenaran bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tidak terdapat pertentangan hakiki antara filsafat dan agama. Filsafat diposisikan sebagai instrumen intelektual untuk memahami kebenaran wahyu, sementara wahyu menjadi sumber kebenaran tertinggi yang membimbing akal. Dengan demikian, akal dipandang sebagai anugerah Ilahi yang berfungsi untuk menyingkap hakikat realitas, namun tetap berada dalam koridor nilai-nilai ketuhanan. Sintesis ini melahirkan paradigma keilmuan yang menempatkan ilmu agama dan ilmu rasional dalam satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Implikasi pemikiran Al-Kindi bagi pendidikan Islam sangat signifikan, terutama dalam merumuskan sistem pendidikan yang menyeimbangkan dimensi intelektual, spiritual, dan moral. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kesadaran tauhid peserta didik. Integrasi akal dan wahyu dalam pemikirannya menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan transformatif. Oleh karena itu, pemikiran Al-Kindi tetap relevan sebagai fondasi epistemologis dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Analysis Analisis Produktivitas dan Kelayakan Usaha Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan Menggunakan Bubu Lipat Di Perairan Gebang Mekar Cirebon: Analysis of Productivity and Feasibility of Crab (Portunus Pelagicus) Fishing Business Using Folding Trap in Gebang Mekar Waters, Cirebon Jhohan, Jhohan; Riyanto, Mochammad; Tebaiy, Selvi; Fardhilah, Muhammad Fajar Fajri; Ferani, Lathifa Marsya Nathania; Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Saputra, Riki; Taufiq; Sasarari, Rosmina
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25005

Abstract

Perairan Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah potensial perikanan tangkap dengan produksi rajungan (Portunus pelagicus) sebesar 5.645–6.553 ton per tahun, di mana bubu lipat berperan sebagai alat tangkap utama yang ramah lingkungan dan efisien operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan menggunakan bubu lipat melalui pendekatan experimental fishing selama 30 trip dengan 1.000 unit bubu. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata 8,67 kg/trip atau 104,04 kg/tahun, total investasi Rp231.122.900, pendapatan bersih Rp161.695.536/tahun, benefit cost ratio (BCR) 1,92, financial rate of return (FRR) 69,9%, dan payback period of capital (PPC) 1,43 tahun. Usaha dinyatakan layak secara finansial karena BCR > 1, FRR jauh melebihi suku bunga bank (19%), serta periode pengembalian modal relatif singkat dengan rekomendasi pengoptimalan manajemen investasi dan kepatuhan terhadap regulasi ukuran tangkap demi keberlanjutan sumber daya
Moderasi Islam Ahmad Syafii Maarif (Kontribusinya terhadap Pluralitas Agama di Indonesia) Saputra, Riki; Putra, Rido; Putri, Endrika Widdia
FIKRAH Vol 9, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.153 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v9i1.10305

Abstract

This study aims to explain the moderation of Islam in Ahmad Syafii Maarif's view which has contributed to the plurality of religions in Indonesia. This research is library research using descriptive-analytical methods and deductive reasoning. In Ahmad Syafii Maarif's view, Islamic moderation is about providing a reinterpretation of religious texts (Islam) with the aim that adherents can understand religion in essence and substance, which will lead to healthier tolerance among religious communities. To realize the moderation of Islam, Ahmad Syafii Maarif made various efforts including; active in various interfaith forums, voicing messages of moderation through writings, also initiated the establishment of the Maarif Institute, institution engaged in the humanitarian and cultural sector. Meanwhile, Ahmad Syafii Maarif's contribution of Islamic moderation to the plurality of religions in Indonesia is that it has sparked the enthusiasm of young people to hold a dialogue in various interfaith forums.
Strategi Pemasaran Syariah Untuk Meningkatkan Penjualan Produksi Kerupuk Udang Haji Ampak di Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur Saputra, Riki; Mubyarto, Novi; Syah Noor, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.34207

Abstract

Pemasaran dalam perspektif syariah adalah kegiatan bisnis untuk mencapai pertumbuhan dan memanfaatkan hasil nya dengan berlandaskan prinsip-prinsip yang terdapat dalam akad muamalah islami atau perjanjian bisnis dalam islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan strategi pemasaran syariah (4P) dalam meningkatkan penjualan dan penggunaan media sosial pada usaha kerupuk udang Haji Ampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian in idilakukan pada UMKM Kerupuk Udang Haji Ampak di Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Hasil penelitian ini adalah strategi pemasaran syariah (4P) yang diterapkan yaitu pada aspek produk dilakukan inovasi produk dan kemasan serta mendaftarkan sertifikat halal. Aspek harga menetapkan harga sesuai pasaran dan memberikan harga grosir atau eceran. Aspek tempat penggunaan spanduk identitas pada rumah produksi sekaligus lokasi penjualan. Terakhir, aspek promosi diperkuat melalui pendaftaran dan pemanfaatan aktif media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business, yang memungkinkan jangkauan pasar yang lebih luas dan interaksi langsung dengan konsumen. Implementasi komprehensif dari strategi 4P berbasis syariah ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan penjualan dan daya saing Kerupuk Udang Haji Ampak.
Religious Moderation in Islamic Law and Its Educational Implementation: A Normative and Pedagogical Analysis Yuda, Yossef; Nuardi, Akhiyen; Ahmad, Nurhadi; Elgusri, Elgusri; Syaifullah, Syaifullah; Saputra, Riki
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1430

Abstract

This study addresses the growing challenges of religious radicalism and exclusivism in the public sphere by reconstructing the concept of wasathiyyah (moderation) within Islamic law and its application in education. Employing a qualitative literature review with a legal-normative approach, this research analyses classical and contemporary Islamic legal texts, including the Qur'an, Sunnah, fiqh principles, and Maqasid al-Shariah, using descriptive-analytical and content analysis methods. The findings reveal that Islamic law fundamentally upholds justice ('adl) and balance (i'tidal) as core pillars of moderation. Moderation is not a dilution of faith but a return to the essence of Sharia, rejecting both textualist extremism and liberal overreach. In educational contexts, moderation is applied through an inclusive curriculum, dialogic learning methods, and an institutional culture that fosters tolerance (tasamuh). This research suggests that integrating Islamic legal principles into pedagogy can reduce religion-based conflicts and foster sustainable social harmony. The study is limited to theoretical analysis and suggests future empirical research on implementing moderation models in diverse educational settings. The contribution lies in providing a theoretical framework for developing Islamic education that produces graduates who are intellectually and spiritually intelligent.
Co-Authors , Ridhwan - Afrizal Ade Putra Hayat Adila, Nurul Adlaida Malik, Adlaida Adriani, Azmalina Agung Tri Prasetia Ahmad, Lahmi Ahmad, Nurhadi AM, Rusyadi AM, Rusydi Amir Hasan Amri, Rusmatul Anak Agung Gede Sugianthara Ardianto, Feby Arent, Ease Armalena, Armalena Arni, Tatis Arrasyid Arrasyid, Arrasyid Azkianti, Erin Brata, Andy Budi Budi Bulek, Muhammad Jahar Dean Amri, Ary Dewi Murni Elgusri, Elgusri Eliza Eliza Fadli, Syahrul Fardhilah, Muhammad Fajar Fajri Ferani, Lathifa Marsya Nathania Firdaus Firdaus Firman Syah Noor Griselta, Eugenia Gusti, Yelliza MA Haloho, Bongguk Hayatun Nufus Hendrawarman, Hendrawarman Hendri Kurniawan, Hendri Ihsan Ihsan Ika Kusumawati J, Sopiyah Jamil, Nurul Jhohan, Jhohan Johardi, Johardi Julhadi, Julhadi Lahmi, Ahmad Lismiati, Lismiati Mahyudin Ritonga Mai Suriani Mardianis, Mardianis Marlina, Silvia Mochammad Riyanto Mubyarto, Novi Muhammad Ridwan Mursal Mursal Mursawal, Asri Murtia, Sri Napitu, Ulung Niska Ramadani, Niska Nuardi, Akhiyen Nurnajmi, Nurnajmi Paniran Paniran Perdana, Taslim Primandari, Sri Riski Putri Putri, Endrika Widdia Rahmi Rahmi Ramadhan, Azhari Ramadhina, Fadillah Refdinal, Refdinal Rhomiy Handican Rido Putra Riri Oktari Ulma Rizki Eka Putra, Rizki Eka Ronal Kurniawan Ronaldi, Ronaldi Rusydi AM, Rusydi AM Rusydi Rusydi Saifullah Saifullah Samudra, Arung Saputra, Syukron Sari, Eza Permata Sasarari, Rosmina Sekar Ayu Aryani Shauqy, Shauqy Sri Wahyuni Sri Wahyuni Syafaruddin Ch Syaifullah Syaifullah Syakban, Ismail Syofrianisda, Syofrianisda T, Marlini Taufiq Tebaiy, Selvi Uce Lestari Uti Rusdian Hidayat Volta Diyanto Wazir Mawardi Wijaya, Mulyadi Yolli Fernanda Yuda, Yossef Yuliana Yuliana Yusuf, La Ode Muhammad Iksan