Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Keterampilan Meniru Orang Tua serta Pengasuhan Penuh Empati terhadap Pengendalian Diri Anak Pada PAUD Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir Kusmiran, Kusmiran; Rosmaidar, Rosmaidar
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.940

Abstract

Pengendalian diri merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang berpengaruh terhadap kesiapan belajar dan interaksi sosial. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak PAUD yang menunjukkan rendahnya kemampuan pengendalian diri, yang diduga berkaitan dengan kondisi pengasuhan di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan koping orang tua dan pengasuhan penuh empati terhadap pengendalian diri anak PAUD di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 120 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan meniru orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian diri anak, demikian pula pengasuhan penuh empati memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian diri anak. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengendalian diri anak. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keterampilan Meniru orang tua serta penerapan pengasuhan penuh empati dalam mendukung perkembangan pengendalian diri anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua, pendidik PAUD, dan pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan pengasuhan yang berorientasi pada perkembangan sosial-emosional anak.
Short communication: Disparities in early luteal phase progesterone concentrations between repeat breeder and fertile Aceh cattle THASMI, CUT NILA; HAFIZUDDIN, UMAR PUTEH; HUSNURRIZAL, HUSNURRIZAL; SIREGAR, TONGKU NIZWAN; HERRIALFIAN, HERRIALFIAN; SUTRIANA, AMALIA; ROSMAIDAR, ROSMAIDAR; HANUM, FARAH FARIDA; GHOLIB, GHOLIB; SAYUTI, ARMAN; YUSMADI, YUSMADI; BARUS, RINA AULIA; ABDELBAGI, MOHAMMED AHMED ELSHAREF
Asian Journal of Agriculture Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/

Abstract

Abstract. Thasmi CN, Hafizuddin UP, Husnurrizal, Siregar TN, Herrialfian, Sutriana A, Rosmaidar, Hanum FF, Gholib, Sayuti A, Yusmadi, Barus RA, Abdelbagi MAE. 2025. Short communication: Disparities in early luteal phase progesterone concentrations between repeat breeder and fertile Aceh cattle. Asian J Agric 9: 854-860. Repeat breeding remains a major reproductive constraint in cattle, often associated with altered luteal function and inadequate progesterone production during early estrus cycles. Understanding hormonal differences between fertile and repeat breeder cows is essential for improving reproductive efficiency in Aceh cattle (Bos indicus). This study aimed to investigate disparities in progesterone concentrations during the early luteal phase between repeat breeder and fertile Aceh cows. Six multiparous Aceh cows, aged 3-5 years and weighing 150-250 kg, were selected as study subjects. The cows were divided into two groups: repeat breeders (n=3) and fertile cows (n=3). To ensure synchronized estrus timing, all cows received 5 ml PGF2α (Enzaprost®-T, Dinoprost 5 mg) using the by double injection method. Estrus detection was performed following PGF2α injection in the morning and afternoon. Blood samples were collected on days 3 and 6 post-estrus for progesterone analysis. Progesterone concentrations were determined measured using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method, and the data were analyzed using the Mann-Whitney U test. Results indicated that progesterone concentrations on days 3 and 6 were 5.68±4.98 and 6.61±3.04 ng/mL in fertile cows, whereas in repeat breeder cows, the concentrations were only 0.35±0.07 and 2.74±0.58 ng/mL, respectively. A significant difference in progesterone concentration was observed on day 3 between the two groups (p < 0.05). The conclusion indicates that repeat breeder Aceh cows exhibit lower progesterone concentrations during the early luteal phase compared to fertile cows. These findings contribute significantly to the understanding of hormonal differences between the two groups, which may serve as a foundation for developing more effective and sustainable breeding strategies.