p-Index From 2021 - 2026
6.468
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Ahmad Fauzi Abdilah; Uswatun Khasanah; Ayu Reza Ningrum
Tunas Nusantara Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/wcxsd780

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kritis peserta didik, khususnya dalam keterampilan membaca, menulis, dan berbicara. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian belajar, salah satunya adalah discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran discovery learning pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 20 artikel terpilih dari 64 artikel yang diperoleh melalui database Publish or Perish, Google Scholar, dan Scopus pada rentang tahun 2018–2024. Proses seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan discovery learning melalui enam sintaks utama (stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization) terbukti efektif meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik, meliputi membaca, menulis, dan berbicara. Selain itu, model ini juga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, keaktifan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian, discovery learning menjadi model pembelajaran yang relevan dan adaptif untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN LEAFLET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA KELAS V SDN SUMBER AGUNG Filia Afi Dinita; Baharudin Baharudin; Ayu Reza Ningrum
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10650

Abstract

Mathematical concept mastery at the elementary school level is still frequently hindered by one-directional learning approaches, where students tend to be passive throughout the learning process. This condition creates an urgency for implementing innovative learning models capable of fostering active engagement while simultaneously strengthening conceptual understanding. This study was designed to examine the extent to which the Project Based Learning (PjBL) model combined with leaflet media can impact students' mathematical concept understanding at the elementary school level. The method employed was quantitative with a quasi-experimental nonequivalent control group design, involving two class groups—one as the treatment group (PjBL + leaflet) and the other as the comparison group (conventional learning). Data collection was conducted through descriptive tests that had been validated in terms of validity, reliability, difficulty level, and discriminating power. Analysis included normality tests, homogeneity tests, N-Gain, and independent sample t-test. Data revealed a surge in the treatment group's mean score from 61.45 to 82.95, with an N-Gain of 0.57 (moderate category). In contrast, the comparison group only obtained an N-Gain of 0.17 (low category). Hypothesis testing yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), which statistically confirms a significant effect of PjBL implementation assisted by leaflet media. These findings provide empirical evidence that the integration of project-based visual media is substantively superior to conventional methods in building mathematical concept understanding among elementary school students. ABSTRAK Penguasaan konsep matematis di tingkat sekolah dasar masih kerap terhambat oleh pendekatan pembelajaran yang bersifat satu arah, di mana peserta didik cenderung pasif dalam proses belajar. Kondisi ini memunculkan urgensi penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu mendorong keterlibatan aktif sekaligus memperkuat pemahaman konseptual. Studi ini dirancang untuk menguji sejauh mana model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan media leaflet dapat memberikan dampak terhadap pemahaman konsep matematis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental nonequivalent control group, melibatkan dua kelompok kelas satu sebagai kelompok perlakuan (PjBL + leaflet) dan satu lagi sebagai kelompok pembanding (pembelajaran konvensional). Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian yang telah tervalidasi dari sisi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Analisis mencakup uji normalitas, homogenitas, N-Gain, dan independent sample t-test. Data menunjukkan lonjakan nilai rata-rata kelompok perlakuan dari 61,45 menjadi 82,95, dengan perolehan N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Sebaliknya, kelompok pembanding hanya memperoleh N-Gain 0,17 (kategori rendah). Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang secara statistik mengonfirmasi adanya pengaruh nyata dari penerapan PjBL berbantuan leaflet. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa integrasi media visual berbasis proyek secara substantif lebih unggul dibandingkan metode konvensional dalam membangun pemahaman konsep matematis siswa di jenjang sekolah dasar.
Analisis Literasi Digital Melalui Model Pembelajaran Self Directed Learning Berbantuan Media Audio Visual Nur Hidayah; Dewi Nurmayanti; Andri Jaya Kesuma; Nukhbatul Bidayati Haka; Ayu Reza Ningrum; Deri Firmansah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital peserta didik melalui penerapan model Self Directed Learning berbantuan media audiovisual pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, yang melibatkan dua kelas peserta didik kelas VII SMP Negeri 24 Bandar Lampung, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah total 60 peserta didik. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model Self Directed Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan model Discovery Learning. Pengumpulan data dilakukan melalui angket literasi digital yang mencakup empat indikator, yaitu internet searching, hypertextual navigation, content evaluation, dan knowledge assembly. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model Self Directed Learning terhadap literasi digital peserta didik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, serta peningkatan yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Hasil nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen yaitu sebesar 86,25% sedangkan nilai rata-rata pretest yaitu sebesar 65.97%. Penelitian ini terbatas pada satu sekolah sehingga generalisasi hasil masih terbatas. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model Self Directed Learning berbantuan media audiovisual dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan literasi digital, peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran berbasis Self Directed Learning yang terintegrasi dengan media audiovisual dalam konteks pembelajaran biologi.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Anya Varisha; Meriyati; Ayu Reza Ningrum
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.735

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis dan sistematis, namun hasil belajar siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran yang tidak menghubungkan materi dengan pengalaman dan konteks budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar serta memetakan tren dan karakteristik penelitian terkait. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 10 artikel terbitan tahun 2021-2025 yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan CRT secara konsisten dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, baik melalui integrasi dengan model Problem Based Learning dan Project Based Learning maupun melalui pemanfaatan media digital dan media konkret. Selain itu, penelitian CRT didominasi oleh desain Penelitian Tindakan Kelas, sementara studi Kuasi Eksperimen masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa CRT efektif dan relevan dalam pembelajaran matematika sekolah dasar serta perlu dikembangkan melalui penelitian lanjutan dengan desain metodologis yang lebih beragam.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : EKSPLORASI MODEL PEMBELAJARAN SAVI DI SEKOLAH DASAR Alex Sander; Meriyati; Ayu Reza Ningrum
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.774

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar memerlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif agar proses belajar menjadi lebih bermakna. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual (SAVI) yang mengintegrasikan aktivitas fisik, pendengaran, pengamatan, dan proses berpikir dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran SAVI di sekolah dasar serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur seleksi artikel menggunakan pendekatan PRISMA. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada database Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Artikel yang dipilih kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 13 artikel penelitian yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI di sekolah dasar dilakukan dengan mengintegrasikan unsur somatic, auditory, visual, dan intellectual melalui berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi kelompok, penggunaan media visual, permainan edukatif, serta kegiatan pemecahan masalah. Selain itu, penggunaan media pembelajaran seperti gambar, video pembelajaran, kartu pembelajaran, dan alat peraga turut mendukung efektivitas penerapan model SAVI. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa model SAVI memiliki beberapa kelebihan, antara lain meningkatkan keaktifan, motivasi, serta pemahaman konsep siswa. Namun demikian, penerapan model ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti memerlukan persiapan pembelajaran yang lebih matang dan ketersediaan media yang memadai. Oleh karena itu, model pembelajaran SAVI dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BESED LEARNING (PjBL) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DIKELAS IV MIN 6 BANDAR LAMPUNG Opi lia Ziareta; Subandi; Ayu Reza Ningrum
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12580

Abstract

ABSTRACT Learning interest is one of the important factors influencing the success of the learning process, particularly in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects that require students’ active involvement in understanding concepts contextually. The problem of teacher-centered learning approaches often results in low student participation and learning interest. This study aims to analyze the effect of implementing the Project Based Learning (PjBL) model on students’ learning interest in IPAS learning for fourth-grade students at MIN 6 Bandar Lampung. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method involving an experimental class and a control class with a total of 64 students. Data were collected through observation, interviews, documentation, and learning interest questionnaires based on indicators of enjoyment, attention, interest, and student involvement. Data analysis was conducted through prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the Independent Samples T-Test. The results showed that the implementation of the PjBL model had a significant effect on improving students’ learning interest. This finding was indicated by the difference in the average learning interest scores between the experimental class (71.31) and the control class (59.88), with a significance value of 0.000 (<0.05). Therefore, the Project Based Learning model is proven to be effective in enhancing students’ learning interest through contextual, collaborative, and product-oriented learning activities. ABSTRAK Minat belajar merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang membutuhkan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep secara kontekstual. Permasalahan pembelajaran yang masih berorientasi pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi dan ketertarikan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas IV di MIN 6 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain kelas eksperimen dan kelas kontrol yang melibatkan 64 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket minat belajar berdasarkan indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan siswa. Data dianalisis melalui uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas serta pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan melalui perbedaan rata-rata skor minat belajar antara kelas eksperimen sebesar 71,31 dan kelas kontrol sebesar 59,88 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui aktivitas pembelajaran yang berbasis proyek, kolaborasi, dan pengalaman belajar yang kontekstual.
Pengaruh Model Inquiry Based Learning (IBL) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 01 Seputih Jaya Chairani; Siti Zulaikhah; Ayu Reza Ningrum
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2793

Abstract

Low student learning outcomes in Indonesian language, particularly on the topic of pantun (traditional Indonesian poetry), among fourth-grade students at SDN 01 Seputih Jaya were attributed to teacher-centered instructional practices, which limited students' opportunities to ask questions, engage in discussions, and independently construct knowledge. As a result, students' critical thinking skills and conceptual understanding had not developed optimally. This study aimed to determine the effect of the Inquiry-Based Learning (IBL) model on students' learning outcomes in Indonesian language, specifically on the topic of pantun, among fourth-grade students at SDN 01 Seputih Jaya. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The population consisted of all fourth-grade students at SDN 01 Seputih Jaya in the 2026/2027 academic year. A saturated sampling technique was applied, with Class IVA (18 students) assigned as the experimental group taught using the Inquiry-Based Learning model and Class IVB (20 students) as the control group taught using the Problem-Based Learning (PBL) model. The results of the Independent Samples t-Test revealed a significance value of 0.000 < 0.05 and a calculated t-value of 4.869, which exceeded the critical t-value of 2.028, indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Furthermore, the average N-Gain score of the experimental group was 0.74 (high category), while that of the control group was 0.27 (low category). These findings demonstrate that the implementation of the Inquiry-Based Learning model has a positive and statistically significant effect on the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students. Therefore, the model can serve as an innovative and effective instructional alternative for elementary school teachers.
Systematic Literature Review: Pengaruh Game Edukatif Wordwall Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Afifah Fauziyah; Chairul Amriyah; Ayu Reza Ningrum
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh game edukatif Wordwall terhadap minat belajar peserta didik sekolah dasar berupa data sekunder yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan menelusuri dan menyeleksi literatur yang relevan menggunakan pedoman PRISMA. Dari total 247 dokumen yang diperoleh pada tahap awal pencarian, hanya 36 artikel yang memenuhi kriteria seleksi dan di analisis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Wordwall mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan sehingga berpengaruh pada peningkatan minat belajar pada aspek perasaan senang, perhatian, ketertarikan, serta keterlibatan aktif peserta didik. Efektivitas penerapan Wordwall dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam mengelola media digital serta ketersediaan sarana pendukung di sekolah. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa Wordwall dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai media pembelajaran digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan berpusat pada peserta didik di sekolah dasar.
KUALITAS PENDIDIKAN POIN 4 SDGS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL CTL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Bunga Rossa Indah; Baharudin Baharudin; Ayu Reza Ningrum; Ida Fiteriani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12983

Abstract

ABSTRACT Sustainable Development Goal (SDG) 4 aims to ensure quality education by fostering 21st-century competencies, one of which is critical thinking. However, elementary school students' critical thinking skills remain relatively low because learning activities are often teacher-centered and insufficiently connected to real-life contexts. One learning model that can address this issue is Contextual Teaching and Learning (CTL). This study aimed to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on students' critical thinking skills in Science and Social Studies (IPAS) as an effort to support the achievement of SDG 4. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 50 fifth-grade students who were divided into an experimental group and a control group using a purposive sampling technique. The research procedures included administering a pre-test, implementing CTL in the experimental group while the control group received conventional instruction, and conducting a post-test to measure students' critical thinking skills. The data were analyzed using the Mann–Whitney U test. The findings indicated that the experimental group demonstrated significantly higher critical thinking skills than the control group, as evidenced by an Asymp. Sig. (2-tailed) value of < 0.001. Therefore, the CTL model is effective in improving students' critical thinking skills in IPAS learning and supports the implementation of SDG 4 on Quality Education. ABSTRAK Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 bertujuan mewujudkan pendidikan berkualitas melalui pengembangan kompetensi abad ke-21, salah satunya kemampuan berpikir kritis. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar masih rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan belum mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model CTL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sebagai upaya mendukung pencapaian SDGs Poin 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa kelas V yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest, pelaksanaan pembelajaran menggunakan model CTL pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, serta pemberian posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001. Dengan demikian, model CTL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS dan mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas sesuai SDGs Poin 4.
Systematic Literature Review: Transforming Learning Through Artificial Sintelligence (AI) and Challenges for Educators in Elementary School Learning Septiani Juanda; Farida Farida; Ayu Reza Ningrum
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 11 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v11i2.22840

Abstract

This study aims to analyze the transformation of artificial intelligence (AI)- based learning and identify the challenges of its implementation in elementary schools. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) of 15 articles from relevant national and international journals. The results show that AI can transform learning to be more personalized, interactive, and adaptive, and increase learning effectiveness through automated feedback and student data analysis. Furthermore, the role of teachers shifts to that of facilitators and collaborators. However, AI implementation still faces various challenges, such as limited teacher competency, infrastructure, and ethical and privacy issues. Therefore, comprehensive preparedness is needed to ensure optimal and sustainable use of AI to support improvements in the quality of elementary education.
Co-Authors Afifah Fauziyah Ahmad Fauzi Abdilah Akbar Handoko Alex Sander Amriyah , Chairul Andri Jaya Kesuma Anya Varisha Apriani, Mela Aria Arifaa Ayu Cahya Utami Ayu Cahya Utami Baharudin Baharudin Baharudin Berliyanto, Refo Bunga Rossa Indah Cahyani, Fayza Arum Chairani Chairul Amriyah Chairul Amriyah Dahlia, Eva Dasa Noer Kharisma Deri Firmansah Devid Saputra Dewi Nurmayanti Dhea Nanda Ivanna Diah Rizki Nur Khalifah Edy Purnomo Eka Candra Kurniawati Eka Candra Kurniawati Estia Anisa Putri Eti Hadiati Fajriah, Ulya Farida Farida Farida, Farida Fatma Wati Filia Afi Dinita Fitriana Aula Handayani Fitriyah Ayu Istiazah Heny Wulandari Ida Faridatul Hasanah Ida Fiteriani Juanda, Septiani Khasanah, Widya Miftahul Laila Puspita, Laila Mahmud Rudini Mahmud Rudini Mardiyah Meriyati Muhammad Ismail Mujib Mujib Muslikah, Aliyah Nisa, Fadilatun Novita, Ayu Nukhbatul Bidayati Haka Nungky Kurnia Putri Nungky Kurnia Putri, Nungky Kurnia Nur Asiah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nurafiani, Santi Nuraini, Nuha Nuraisyah Nuraisyah Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Nurul Hidayah Opi lia Ziareta Pargito Pargito Rifda Elfiah Rifda Elfiah Santi Nurafiani Septiani Juanda Siti Rohaniah, Siti Siti Zulaikhah Sri Latifah Subandi Sudjarwo Sudjarwo Sudjarwo Sudjarwo Sukatin, Sukatin Syofnidah Ifrianti Syofnidah Ifrianti Syofnidah Ifriyanti Tania Afrilia Tedi Rusman Triana, Dea Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Wachidah, Nor Wianti, Nur Isiyana Yani Suryani Yani Suryani Yoga Anjas Pratama yossi, Varinda Zalik Nuryana