Articles
PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI: MASA DEPAN ENERGI TERBARUKAN
Dwisari, Verina;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v7i2.3322
Energi surya merupakan inti dari upaya diversifikasi sumber energi global karena potensinya yang melimpah di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini membahas beberapa strategi untuk memanfaatkan energi surya, antara lain penggunaan pembangkit listrik tenaga surya yang dapat mengubah sinar matahari menjadi sumber energi listrik, pemanas air Tenaga surya efektif mengurangi biaya kebutuhan energi rumah tangga, begitu pula kemajuan yang menjanjikan dalam bidang energi surya, transportasi tenaga surya. Inovasi teknologi penyimpanan energi sangat penting, selain pengembangan panel surya yang lebih efisien. Pengembangan sistem penyimpanan yang andal akan memastikan bahwa energi surya yang dihasilkan dapat diakses dan berkelanjutan, terlepas dari kondisi cuaca atau perubahan seiring berjalannya waktu. Melalui upaya berkelanjutan untuk mengembangkan teknologi tenaga surya, diharapkan dapat melakukan transisi signifikan dari sumber energi fosil yang berdampak negatif ke sumber energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan lebih ramah lingkungan. Mencapai transisi ini merupakan tantangan besar, namun penting untuk mengurangi dampak negatif bahan bakar fosil terhadap lingkungan. Melalui investasi berkelanjutan dan penelitian yang cermat, potensi tenaga surya sebagai pilar utama portofolio energi masa depan dapat terwujud. Dengan cara ini, masyarakat dapat menikmati manfaat energi yang terjangkau dan berkelanjutan serta mengurangi emisi karbon secara signifikan, sekaligus melindungi dan melestarikan lingkungan alam sekitar.
ANALISIS KUALITAS AIR MINUM BERDASARKAN KADAR PH AIR MINERAL DAN REBUSAN SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN
Handayani, Sri;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v7i2.3334
Konsumsi air setiap harinya memang merupakan hal yang wajib bagi setiap makhluk hidup. Dalam mengkonsumsi air tentunya selain memperhatikan kandungan vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya juga harus memperhatikan kadar pH pada air tersebut. batas pH air minum menurut PERMENKES No. 416 tahun 1990, yaitu berkisar antara 6.5-8.5. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan kualitas air minum antara air mineral dan air rebusan yang ditinjau berdasarkan nilai pH pada masing-masing sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu obeservasi deskriptif. Penelitian ini menggunakan data secara langsung dengan melakukan pengukuran pH pada setiap sampel yang kemudian membandingkannya dengan teori (deskriptif) pada berbagai sumber yang sesuai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya, kedua air baik air rebusan maupun air mineral memiliki pH yang layak untuk dikonsumsi. pH pada air mineral yaitu bernilai 7.4 dan pH pada air rebusan bernilai 6.8. Hasil ini menunjukkan bahwa, kedua air yang diteliti, jika ditinjau dari pH nya maka dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik dan layak untuk dikonsumsi. Namun jika ditinjau dari pH air yang lebih mendekati pH netral, maka air rebusan sedikit lebih baik daripada air mineral dari segi kualitas. Hal ini karena pH pada air rebusan lebih mendekati pH netral air yang baik untuk dikonsumsi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, kualitas air mineral dan air rebusan berdasarkan kadar nilai pHnya memiliki kualitas yang baik karena masih berada di kisaran ketetapan pH air minum yaitu antara 6.5-8.5.
IMPLEMENTASI KEGUNAAN SUMUR RESAPAN UNTUK MENGURANGI BANJIR SERTA GENANGAN AIR
Wahyudi, Farhan Arif;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v7i2.3337
Air merupakan salah satu sumber yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Bentuk ari air adalah cair, air juga merupakan zat universal yang mendukung proses terjaganya keseimbangan lingkungan. Selain sebagai sumber kehidupan di bumi air juga dapat mengakibatakan terjadinya bencana. Bencana yang biasa disebabkan oleh air adalah diantaranya banjir dan genangan air. Banjir sendiri merupakan kejadian dimana air meluap atau melimpah dari tempat asalnya, banjir dapat disebabakan danya curah hujan yang tinggi serta disebabkan oleh manusia. Banjir dapat menyebabkan dampak yang serius bagi manusia antara lain adalah rusaknya bangunan bangunan dan rumah rumah Masyarakat yang terdampak banjir, serta menimbulkan berbagai penyakit kulit bagi manusia. Genangan air yaitu dimana kondisi air berkumpul atau dapat dikatakan membentuk area tergenang di suatu wilayah. Genangan air ini biasanya dapat disebabkan oleh hujan serta kurangnya area drainase di lingkungan Masyarakat. Genangan air mengakibatkan keruskan bangunan serta membuat jalan berlubang. Bencana banjir dan genangan air dapat dicegah dengan menggunakan sumur resapan, akan tetapi masih banyak masyrakat yang belum tahu kegunaan dari sumur resapan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kegunaan dari sumur resapan untuk solusi banjir dan genangan air. Dengan menggunakan metode studi literatur yang dimana menggunkan teknik pengumpulan data, serta mengolah data hasil dari peneliti sebelumnya yang relevan. Hasil dari penelitian menghasilkan kegunaan dari sumur resapan adalah untuk mengatasi terjadinya banjir, air hujan yang turun akan mengalir ke dalam umur resapan hal itu dapat mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan air, serta terdapat kelebihan serta kekurangan dari sumur resapan.
PERMASALAHAN KUALITAS AIR PERMUKAAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
Fadila, Wildan Adi;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v7i2.3338
Di muka bumi, air adalah kebutuhan bagi semua makhluk hidup. Kehidupan membutuhkan air sebagai kebutuhan dasar. Namun jika tidak tersedia dalam kondisi yang tepat, air bisa menjadi bencana. Fokus utama diperlukan pada masalah air. Mengingat bahwa air telah terkontaminasi oleh berbagai produk limbah dari aktivitas manusia, dan karena pasokan air bersih yang terbatas, kini menjadi mahal untuk mendapatkan air bersih yang memenuhi persyaratan. Diperlukan teknologi untuk mengubah air asin menjadi air tawar untuk mengatasi kekurangan air. Terlepas dari kenyataan bahwa teknologi saat ini sudah ada, namun belum mampu mengurangi defisit air dunia secara signifikan karena harganya yang mahal. Dari penggunaan teknologi rumah tangga hingga ke tingkat perkotaan, perkembangan sektor air di sejumlah negara berkembang memperlihatkan kemajuan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu teknologi pun yang cocok untuk industri ini. Oleh karena itu, diperlukan metode yang menyediakan berbagai perangkat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengajak masyarakat ikut menangani masalah yang cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sosio-ekonomi masyarakat sasaran. Faktor-faktor yang dipertimbangkan terutama menyangkut keterlibatan Masyarakat dalam melestarikan lingkungan supaya menjadi bersih dan nyaman.
ANALISIS LIMBAH PENCEMARAN AIR SUNGAI DI KOTA DAN DESA
Indriyani, Amalia Rosyida;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v8i1.3386
Penggunaan flipbook menjadikan pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan komunikatif di dalam kelas. Hasil belajar yang diiginkan guru merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). SMKS Mutiara Ilmu adalah lokasi sekolah yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober - November semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 165 sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X PPLG yang berjumlah 30. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran dan menggunakan tes hasil belajar yang berorientasi pada soal-soal HOTS berupa soal essay pada tingkat pengetahuan C4 dan C5. Soal essay yang diberikan pada siklus 1 sebanyak 3 soal dan soal yang diberikan pada siklus 2 sebanyak 4 soal. Pada Siklus I menunjukkan siswa yang telah berhasil dalam belajar sebesar 46,67% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Hal ini dapat dilihat dari persentase peningkatan siswa yang telah berhasil dalam belajar pada siklus I sebesar 46,67% meningkat menjadi 90% pada siklus II. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran berorientasi HOTS berbantuan filpbook.
MEKANISME TEKNOLOGI BIOREAKTOR MEMBRAN (MBR) DALAM MENGATASI PENCEMARAN AIR
Santoso, Rike Aji;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v7i2.3402
Bioreaktor membran (MBR) merupakan teknologi pengolahan air limbah yang mengintegrasikan proses biologis dan filtrasi menggunakan membrane. Bioreaktor membrane (MBR) merupakan salah satu bagian dari teknlogi membran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji atau meneliti mekanisme MBR dalam mengatasi pencemaran air. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunkan kaidah studi literatur dengan mengumpulkan dan mengkaji berbagai pustaka. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu mekanisme MBR dalam mengatasi pencemaran air terbagi menjadi beberapa tahap yaitu penyaringan, pengolahan limbah, pemerataan, biodegradasi oleh mikroorganisme, dan pemisahan dengan membran. Teknologi membran ini sudah digunakan diseluruh dunia. Penggunaan membran dalam mengatasi limbah cair ini memiliki kelebihan, salah satunya yaitu dapat mengurangi kadar polutan pada cairan dengan cukup efisien. Pengolahan limbah cair menggunaka bioreaktor membran ini dinilai efektif dalam mengatasi limbah cair.
ARTIKEL REVIEW: GELOMBANG ELECTROMAGNETIC EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) DAN TINGKAT STRESS MANUSIA
Galuh Rosida, Anisa Suci;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v8i1.4179
Tujuan adanya penelitian dengan review artikel ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh EM ELF terhadap stress, apakah dapat berdampak baik seperti digunakan sebagai terapi ataukah berdampak buruk seperti meningkatkan stress. Electromagnetic dengan frekuensi sangat rendah (Extremely Low Frequencytau ELF) merujuk pada gelombang elektromagnetik dengan frekuensi yang sangat rendah, biasanya dalam rentang beberapa hertz (Hz) hingga beberapa kilohertz (kHz). Gelombang ini memiliki panjang gelombang yang sangat panjang, yang berarti bahwa satu gelombang dapat memiliki panjang yang sangat besar, hingga ratusan hingga ribuan kilometer. Artikel review ini menggunakan metode deskriptif research berbasis artikel review. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa Electromagnetic Extremely Low Frequency dapat menyebabkan stress dan juga dapat digunakan sebagai terapi stress secara bersamaan. Namun, kesimpulannya EM ELF dapat digunakan sebagai terapi apabila frekuensi gelombang yang diberikan pas dan sesuai dosis yang dianjurkan dan dapat menyebabkan stress apabila dilakukan dengan gelombang yang amat tinggi serrta intesitas pemaparan yang juga berpengaruh dalam dampak EM ELF sebagai pemicu stress dan terapi stress ini.
DOSIS EFEKTIF RADIASI MEDAN MAGNET ELF UNTUK MEMICU PERKEMBANGBIAKAN BAKTERI
Yulandari, Atika;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2024): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/optika.v8i1.4182
Penelitian ini membahas pengaruh dosis yang efektif yang digunakan dalam radiasi medan magnet extremely low frequency (ELF) terhadap pertumbuhan bakteri yang relevan dalam proses fermentasi makanan atau bahan pangan. Beberapa Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan medan magnet ELF dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu seperti salmonella thypimurium dan lactobacillus, yang berperan penting dalam proses fermentasi makanan seperti tempe, keju, dan tape. Ditemukan bahwa intensitas dan durasi paparan medan magnet ELF dapat memengaruhi nilai pH, kualitas rasa, tekstur, dan aroma produk fermentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah mapping article. Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam pengembangan teknologi fermentasi dan peningkatan kualitas pangan. Studi sebelumnya juga menyoroti potensi penggunaan medan magnet ELF dalam berbagai proses seperti perkecambahan, fermentasi, dan pertumbuhan bakteri, dengan dampak pada tingkat pH, konduktivitas listrik, tekstur, dan kualitas produk. Aplikasi medan magnet ELF telah dieksplorasi dalam bidang pertanian, pengolahan pangan, dan penghambatan bakteri. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme efek ELF-EMF pada bakteri dan mengoptimalkan penerapannya dalam konteks industri.
Pengaruh Perbedaan Biochar terhadap Kemampuan Menjaga Retensi pada Tanah
Agviolita, Putri;
Yushardi, Yushardi;
Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jfu.10.2.267-273.2021
Kemampuan retensi tanah dapat ditingkatkan dengan membenahi stuktur tanah melalui penambahan biochar pada tanah. Hubungan pemberian biochar dengan meningkatnya retensi tanah dapat dilihat dari peningkatan penyerapan air dan pH. Ukuran pori-pori pada biochar dapat menambah ukuran pori-pori tanah yang dapat memaksimalkan penyerapan air, sehingga semakin besar pori-pori biochar maka semakin tinggi tingkat retensi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran permukaan pori-pori dan pH pada bahan baku biochar terhadap kemampuan menjaga retensi tanah sehingga dapat membantu mengembalikan kemampuan retensi tanah agar tanah tetap subur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen untuk mengukur penyerapan air dengan memberi air melalui alat infus ke pot berlubang yang sudah berisi campuran biochar dan tanah, lalu mengukur pH dengan menggunkana pH for soil. Untuk mengetahui bahan baku biochar yang tepat dengan permasalahan pada tanah, maka penelitian ini menggunakan 3 biochar dengan bahan baku yang berbeda yaitu tongkol jagung, batang pepaya , tempurung kelapa. Hasil dari penelitian ini adalah campuran tanah dengan biochar tempurung kelapa yang paling banyak menyerap air, dan campuran tanah dengan biochar tongkol jagung yang memiliki pH tertinggi. Soil retention ability can be improved by improving soil structure through the addition of biochar to the soil. The relationship between biochar and increased soil retention can be seen from the increase in water absorption and pH. The size of the pores in biochar can increase the size of the soil pores which can maximize water absorption, so that the larger the biochar pores, the higher the soil retention rate. This study aims to determine the effect of differences in pore surface size and pH on biochar raw materials on the ability to maintain soil retention so that it can help restore soil retention ability so that the soil remains fertile. The method used in this research is an experimental method to measure water absorption by giving water through an infusion device into a perforated pot that already contains a mixture of biochar and soil, then measuring the pH using pH for soil. To find out the right biochar raw material with problems in the soil, this study used 3 biochar with different raw materials, namely corn cobs, papaya stalks, and coconut shells. The results of this study were the soil mixture with coconut shell biochar which absorbed the most water and the soil mixture with corncob biochar which had the highest pH.
Analisis Pengaruh Radiasi Elektromagnetik Pada Telepon Genggam Terhadap Kesehatan Manusia Dalam Kehidupan Sehari hari
Prameswari, Abigel Dhesantia;
Sudarti, Sudarti;
Yushardi, Yushardi
Kappa Journal Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/kpj.v7i1.7068
Exposure to electromagnetic radiation to humans is unavoidable due to advances in technology. Electromagnetic radiation from cell phones has many side effects that can interfere with human health. The purpose of this study is to ascertain the detrimental effects of electromagnetic radiation from cell phones on human health, which are considered in daily life. A narrative-style evaluation of the literature from several national and international periodicals. This writing is based on search results conducted online with a search engine in the form of Google Scholar literature sources with inclusion criteria of research conducted with a time limit of 10 years back with a time span of 2012-2022. This type of research is library research. The data collection technique of this research used secondary data. Cell phone use for 10 years or more significantly increases the risk of developing an acoustic neuroma. Cell phone use for one hour per day increases the risk of developing a brain tumor after 10 years or more. The effects caused by electromagnetic wave radiation from cell phones are Physiological Effects and Psychological Effects. There are efforts to minimize the effect of cell phone radiation on health.