Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Abdimas Mandalika

Pelatihan Tari Nawung Sekar sebagai Langkah Memperkenalkan Keberagaman Budaya untuk Anak-anak Sulistiani, Sulistiani; Tampubolon, Rines Onyxi; Nursilah, Nursilah
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.37631

Abstract

Abstract: This community service was carried out by applying Experiential Learning Theory at dance training activity. The purpose of this activity was to introduce multiculturalism among children through Nawung Sekar dance training. The training was conducted through a demonstration at the Citra Betawi RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) on June 27, 2025. Participants consisted of children aged 6-12 years with a total of 20 children. There were four steps taken, namely, Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, Active Experimentation. The benefits found from this community service were seen from the children's attitude of having an interest in Javanese culture even though previously they were more familiar with Betawi culture through Betawi dance training. This is a form of introducing multiculturalism to children. This activity is effective if carried out in the RPTRA which is an open space that is easily accessible to children. The dance training demonstrates that traditional dance can be an effective medium for multicultural education and character building in children from an early age. In addition to contributing to the preservation of Indonesian culture, dance training can also foster a pattern of tolerance and inclusive attitudes.Abstrak: Pengabdian ini dilakukan dengan mengaplikasian Experiential Learning Theory dalam kegiatan pelatihan tari. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk mengenalkan multikulturalisme di kalangan anak-anak melalui pelatihan tari Nawung Sekar. Pelatihan dilakukan dengan cara demonstrasi berlokasi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Citra Betawi pada 27 Juni 2025. Peserta terdiri dari anak-anak usia 6-12 tahun dengan total 20 anak. Ada empat langkah yang dilakukan yaitu, Concrete Experience (Pengalaman Nyata), Reflective Observation (Pengamatan Reflektif), Abstract Conceptualization (Konseptual Abstrak), Active Experimentation (Eksperimen Aktif). Dari hasil pengabdian ini terlihat anak-anak dapat membawakan tari Nawung Sekar. Selain itu, manfaat lain yang ditemukan dari pengabdian ini dilihat dari sikap anak-anak memiliki ketertarikan pada budaya Jawa meskipun sebelumnya lebih sering mengenal budaya Betawi melalui pelatihan tari Betawi. Hal ini adalah wujud dari pengenalan multikulturalisme untuk anak-anak. Pengabdian ini efektif dilakukan di RPTRA yang merupakan ruang terbuka yang mudah diakses anak-anak. Dengan adanya pelatihan tari, membuktikan bahwa tari tradisional dapat menjadi media efektif dalam pendidikan multikultural dan penguatan karakter anak sejak usia dini. Selain  berkontribusi pada pelestarian budaya Indonesia, dengan adanya pelatihan tari dapat membuat pola pembentukan sikap toleran serta inklusif.
Co-Authors Abdennasser, Dahmani Abdul Choliq Abinawanto Abinawanto Achmad Dinoto Adzidzah, Herlingga Zahra Nurul AERMA HASTUTY Ahmad Munawar Aini, Ajeng Nur Al Farizi, Moch Haikal Maulana Al-Mahbubi, Humam Afif Albert Albert Aldira, Hilmi Alfarizi, Aldi Ali Hamdi, Ali Amalia, Vidia Rizki Amanda, Nifsa Riski Aminuddin Prahatama Putra Andestar, Tomi Andi Salamah Arifin, Azis Asro Laelani Indrayanti Aul, Istichfarin Eka Aulya, Ayu Syarifatul Chandrawijaya, Novita Cindya Alfi Dedy Ari Nugroho Dimas Femy Sasongko Dita Kusuma Wardani Dwi Hilda Putri Eka Wulandari Endang Sukara Fatih, Mohammad Fauziah, Riska Fitriani, Mahmudah Nur Furqon, Faqih Nurmaulana Gusnita, Ari Gustinasari, Eka Hakim, Akhmad Nur Haryadi, Nicko Haryanto , Haryanto Hasanah, Rakyatul Hasanah, Zakiyah Hayati, Syifa Nidaul Hendriansyah, Weko Herlyaminda, Evi Hery Fajeriadi I Wayan Karta Idaul Hasanah Iratutisisilia, Iratutisisilia Irmayani, Ari Ismawati Ismawati Juherna, Erna Karona Cahya Susena, Karona Cahya Kartimi Kartimi Khusniati, Tatik Khusniati, Tatik Kurniawan, Ryan Feryana Laila, Nouvena Nur Linden, Susana Maharani, Nyimas Desinta Aish Mahmun, Mahmun Manya, Manya MARIA BINTANG Mariatul Kiptiah Marissa, Novaria Marsanda, Marsanda Masrah Masrah Mawaddah, Nada Meutia, Rita Muh Taufik Muhammad Alif muhammad Anwar Sani Muhammad Ardiansyah Muhammad Zaini Nadiya, Zulfa Nanta, Dhea Loka Nina Nina Novita Sari Nur Faizah, Fitria Vidinia Nurhikmayani, Nurhikmayani Nurholifah, Nurholifah Nurillahi Febria Leswana Nurmiati Nurmiati Nurmina Nurmina, Nurmina Nursilah Nursilah NURUL HIDAYAH Oktarina, Desi Phey Liana Pitriyani Pitriyani Pribowo, Fitroh Setyo Putro Prihantini, Nur Nunu Putra, Deni Adi Putra, Iswidana Utama Rachmat Fajar Lubis Radenda, Jordan Aditya Rahma, Akfa Atiatur Rahman, Erpi Ramadhan, Fiqih Ramdanil Mubarok Regita, Liya Ruslaini, Ruslaini Sadewo, Panji Sahni Putri, Rini Sahrir, Dede Cahyati Sajida, Zhuriya Salamudin, Ceceng Salsabila, Ardelia Santikayasa, I Putu Saputra, Waldi Saraswati, Dahniar Sena, Hendrikus Septriani, Meti Setyo Eko Atmojo Sharkawy, Abdel Nasser Soeka, Yati Sodaryati Solihat, Melisa Sunengsih, Ucu Surianti Surianti, Surianti Suwarni Suwarni Syahri Ramadhan, Syahri Tampubolon, Rines Onyxi Tawakal, Anzori Tito Irwanto, Tito Tulaili, Nur Alfia Tutik Wijayanti, Tutik Usniati, Ina Vitria, Rina Nur Wahyudi, Sampirman WIBOWO MANGUNWARDOYO Wijaya, Setiawan Ardi Yati Sudaryati Soeka Yustha, Yulia Yusuf, Hasbi Maulana Yuyun Fitriani Zein, Nadia Sofia