p-Index From 2021 - 2026
8.834
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Jurnal Cita Hukum Jurnal Hukum Novelty Tadulako Law Review Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) JUSTITIA JURNAL HUKUM Jurnal Justisia : Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-undangan dan Pranata Sosial Al-'Adl SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Bina Hukum Lingkungan Res Judicata Jurnal Hukum Volkgeist Pagaruyuang Law Journal Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Indonesian Journal of Criminal Law Musamus Law Review Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum Nurani Hukum : Jurnal Ilmu Hukum Media Iuris Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Cepalo Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan JHR (Jurnal Hukum Replik) Pamulang Law Review Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Indonesian Journal of Law and Economics Review Jurnal Kewarganegaraan Journal of Community Development Jurnal CREPIDO: Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum Filsafat dan Ilmu Hukum Jurnal Ilmu Hukum Kanturuna Wolio ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Audito Comparative Law Journal (ACLJ) Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Dedikasi Hukum Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Bina Hukum Lingkungan Reformasi Hukum Prosiding University Research Colloquium Room of Civil Society Development Jurnal Restorative Jurnal Ilmiah Kutei Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Journal of Innovative and Creativity SASI Journal of Transcendental Law Datuk Sulaiman Law Review (DaLRev) NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam Room of Civil Social Development Indonesia Media Law Review Jurnal Jurisprudence
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUASAAN FISIK TANAH SEBAGAI ALAT BUKTI KEPEMILIKAN TANAH ULAYAT DI PENGADILAN Salam, Safrin
CREPIDO Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Crepido July 2023
Publisher : Bagian Dasar-Dasar Ilmu Hukum & Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/crepido.5.1.1-14

Abstract

Sengketa tanah ulayat masih menjadi masalah hukum di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan tanah ulayat masyarakat hukum adat Lapandewa Kaindea dan untuk menemukan model penguasaan fisik tanah sebagai alat bukti kepemilikan tanah ulayat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanah ulayat Masyarakat Hukum Adat Lapandewa Kaindea belum merujuk kepada ketentuan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal atas Tanah Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat yang Berada Dalam Kawasan Tertentu bahkan ketika terjadi sengketa tanah ulayat antara masyarakat Lapandewa Kaindea bukti-bukti kepemilikan tanah ulayat belum merujuk pada hukum pendaftaran tanah sedangkan surat keterangan penguasaan fisik tanah dapat dijadikan alat bukti kepemilikan tanah ulayat sepanjang perolehan tanah ulayat sesuai dengan ketentuan Pasal 24 ayat (2) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
Integration of Juridical and Sociological Approaches in Election Criminal Law Enforcement in Indonesia: Comparison Conseil Constitutionnel France Lisma, Lisma; Satriadi, Satriadi; Salam, Safrin; Oluwaseyi, Fatunsin
SASI Volume 31 Issue 3, September 2025
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/sasi.v31i3.3049

Abstract

Introduction: This study analyzes the comparison of election criminal law enforcement in Indonesia with the system implemented by the Conseil Constitutionnel in France.Purposes of the Research: Analyze and compare the electoral criminal law enforcement systems in Indonesia and France, highlighting similarities and differences in dispute resolution mechanisms. In addition, this research also focuses on revealing the strengths and weaknesses of each system through juridical and sociological approaches. In this way, it is hoped that insights and recommendations will be born that can strengthen the electoral legal system in Indonesia, especially in the aspects of coordination, transparency, and effectiveness of dispute resolution.Methods of the Research: Descriptive research with literature study and comparative analysis. The results of the study show that Indonesia's electoral system faces problems of coordination between institutions, such as Election Supervisory Board, Electoral Commission, and the courts, which leads to ineffectiveness and transparency in dispute resolution. In contrast, the Conseil Constitutionnel in France has a centralized authority that allows for faster and more efficient settlement of electoral disputes.Results of the Research: The need for reform in the Indonesian electoral legal system, including the establishment of an independent institution that has full authority to handle election disputes. In conclusion, to increase efficiency and transparency, Indonesia needs to adopt a more centralized system and strengthen coordination between relevant institutions, by integrating juridical and sociological approaches in the enforcement of election criminal laws.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JAMINAN ASURANSI KESELAMATAN PENUMPANG TRANSPORTASI KAPAL LAUT PENYEBRANGAN BAUBAU-WAARA (Studi PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau) (LEGAL PROTECTION FOR PASSENGER SAFETY INSURANCE GUARANTEES IN SEA SHIP TRANSPORTATION ON THE BAUBAU-WAARA CROSSING) (Study of PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Baubau Branch) Wally, Aswar Aswendi; Salam, Safrin; Andara, Darojatun
RESTORATIVE JOURNAL Vol 2 No 2 (2024): JURNAL RESTORATIVE VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Muhammadiyah Makassar University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan jaminan asurasi keselamatan penumpang kapal laut penyebrangan Baubau-waara. Dan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap jaminan asuransi keselamatan penumpang kapal laut penyebrangan Baubau-waara.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum Empiris yaitu suatu metode penelitian hukum yang mengunakan fakta-fakta empiris yang di ambil dari perilaku manusia,baik perilaku ferbal yang di dapat dari wawancar maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan Jaminan Asuransi Keselamatan Penumpang Kapal Laut Penyebrangan Baubau-Waara diantaranya adalah Asuransi Keselamatan Penumpang merupakan jaminan yang diberikan kepada penumpang di atas kapal. Proses klaim asuransi,Jika terjadi kecelakaan, penumpang atau keluarga penumpang dapat mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi. Keselamatan dan perlindungan penumpang kapal diatur oleh undang-undang dan peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan jaminan asuransi ini. Pelaksanaan dan pengawasan, Merupakan tanggung jawab operator kapal untuk menjamin bahwa setiap penumpang yang membeli tiket perjalanan mendapatkan polis asuransi keselamatan. Pertanggungan asuransi, termasuk biaya perawatan medis, santunan kematian, dan santunan bagi penumpang yang mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. (2) Perlindungan Hukum Terhadap jaminan Asuransi Keselamatan Penumpang Kapal Laut Penyebrangan Baubau-waara adalah diantaranya Penegakan hukum dan peraturan, Penegakan dan pengawasan, Pendidikan dan informasi penumpang, Penyelesaian Sengketa dan Pemrosesan Klaim Asuransi, Perlindungan hukum berbasis pengadilan, dan Evaluasi dan pembaruan peraturan yaitu Pemerintah bertanggung jawab untuk menjamin bahwa peraturan yang mengatur Asuransi Keselamatan Penumpang secara konsisten berkaitan dengan keadaan saat ini dan persyaratan masyarakat. Penumpang, operator kapal, perusahaan asuransi.
Comparative Study on the Management and Utilization of Takimpo Sara Land Based on Customary Law in Indonesia and Nigeria Salam, Safrin; Slamet, Agus; Mahmuda, Dewi; Miqat, Nurul; Izu, Cynthia C.
Media Iuris Vol. 8 No. 3 (2025): MEDIA IURIS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mi.v8i3.74753

Abstract

This study analyzes the management and utilization of Sara customary land in Takimpo Village, Buton Regency, managed by the indigenous community based on customary law principles, and compares it with the customary land management system in Nigeria. Sara land holds significant cultural, social, and economic value for the indigenous community, who manage it based on principles of collectivity and consensus. The research method used is socio-legal, employing a qualitative approach through interviews, observations, and analysis of data obtained from the indigenous community, as well as relevant legal literature. The key findings indicate that the customary law principles in Takimpo emphasize communal land ownership, consensus as the decision-making mechanism, and sustainability in land use. Although customary law is respected, there is tension with state policies that prioritize individual land ownership. A comparison with Nigeria reveals similar principles of collectivity; however, state policies in Nigeria are more dominant, leading to tensions with the customary legal system. In conclusion, legal recognition of customary land needs to be strengthened in national land policies to protect the rights of indigenous communities. Mapping customary land based on customary law is essential to ensure sustainability and protect the rights of indigenous communities in managing their land.
PERLINDUNGAN HUKUM HAK BERMUKIM SUKU BAJO DI INDONESIA, SALAH SATU BENTUK IMPLEMENTASI HAK ASASI MANUSIA Salam, Safrin; Muhammad Karim, La Ode; Taheriah, Nuragifah; Azhar, Eko; Yusran, Yusran
Bina Hukum Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Bina Hukum Lingkungan, Volume 8, Nomor 2, Februari 2024
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v8i2.257

Abstract

Suku Bajo merupakan suku yang hidup bebas mengembara di lautan luas sehingga sering dikenal sebagai pengembara laut (Sea Nomads). Salah satu kearifan yang dimiliki oleh Masyarakat Suku Bajo adalah adanya pemukiman diatas laut yang telah ditinggali secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaturan hak bermukim Masyarakat Suku Bajo dan mendesign konsep perlindungan hukum hak bermukim Masyarakat Suku Bajo. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan beberapa pendekatan hukum yakni, pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konsep dan pendekatan sejarah. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang kemudian analisis secara preskriptif untuk mendapatkan hasil bahan hukum yakni norma hukum mengenai pengaturan hak bermukim Masyarakat Suku Bajo. Hasil penelitian menunjukan bahwa hak dasar bagi pemenuhan hak asasi manusia merupakan budaya Masyarakat Suku Bajo. konsep perlindungan Masyarakat Suku Bajo harus memenuhi prinsip nondiskriminasi, dan bersifat progresif, selain itu dalam penerapannya harus melibatkan langsung Masyarakat Suku Bajo. Bentuk perlindungan hukum yang dapat diberikan adalah pemberian hak berupa sertifikat hak atas tanah dan/atau bangunan yang ditinggali oleh Masyarakat Suku Bajo secara turun temurun. Pemberian sertipikat tersebut merupakan bentuk perlindungan negara terhadap Masyarakat Suku Bajo dengan memberikan kepastian hukum terhadap tempat bermukimnya.
Penyuluhan Hukum Pemberian Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Kurang Mampu Adnan, La Ode; Dewi, Rasmala; Salam, Safrin; Mansyah, Muh Sutri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.531

Abstract

Bahwa kesamaan kedudukan hukum bagi setiap warga Negara telah dilindungi oleh konstitusi sebagai wujud perlindungan hak asasi manusia dalam memenuhi rasa keadilan hukum. Jaminan kesamaan dihadapan hukum tersebut harus dijunjung tinggi tampa kecuali sebagaimana dimanahkan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945, hal ini sejalan dengan doktrin Hukum yang menyatakan bahwa keadilan harus dapat diakses oleh semua warga negara tanpa terkecuali (justice for all/accessible to all)”. Namun akses hukum dan keadilan belum sepenuhnya menyentuh lapisan masyarakat tidak mampu, olehnya itu dipandang perlu ada sarana untuk dapat menfasilitasi layanan bantuan hukum cuma-cuma/ gratis bagi masyarakat tidak mampu. Melalui kegiatan penyuluhan hukum dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan hukum masyarakat terkait pemberian Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu yang diselenggarakan oleh Pemerintah dengan menggunakan metode tatap muka langsung, agar masyarakat dapat mengetahui tata cara memperoleh layanan bantuan hukum gratis sehingga mewujudkan perubahan sosial yang berkedilan.
The Impact of the Hamlet Land Pawn Agreement on the Economic Level of Indigenous Peoples in Negeri Piliana, Maluku Tengah Regency Matuankotta, Jenny K.; Lakburlawal, Mahrita Aprilya; Radjawane, Pieter; Salam, Safrin; Ibrahim, Kayode Muhammed
Al-Risalah Vol 23 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/alrisalah.v23i1.1262

Abstract

This study aims to identify and analyze the hamlet land pawn agreement practice and its impact on the economic level of indigenous peoples in Negeri Piliana, Central Maluku Regency. The method used is sociological juridical research which emphasizes research aimed at obtaining legal knowledge empirically by going directly to the object. The chosen research location was Negeri Piliana, Tehoru District, Central Maluku Regency. The research was conducted using primary and secondary data. The sample selection method used a purposive sampling method. The results of this study indicate that the pawn sales transaction practice in Negeri Piliana, Tehoru District, Central Maluku Regency, has a different concept from the concept according to customary law in general. The pawn sales practice, in this case, is an agreement to give a hamlet (land that has been planted with certain long-lived crops such as coconut, cloves, nutmeg or cocoa) to obtain an amount of money with a mutually agreed repayment period as long as the pawn giver can cover the amount owed along with interest. So that if it is not agreed upon, it can cause the pawn giver as the owner to lose access to the pawned object for an unlimited time, which can impact the economic level of the surrounding community.
Independence of The General Election Commission In Carrying Out Factual Verification of Political Parties General Election Participants Azis, Imron Rizki; La Dee, Mustakim; Salam, Safrin; Kaswandi, Kaswandi
JUSTITIA JURNAL HUKUM Vol 7 No 1 (2023): Justitia Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justitia.v7i1.18370

Abstract

Political parties are an important aspect that determines the quality of holding good general elections, because political parties are the first door for candidates for government administration. Find out what are the requirements for political parties to become participants in the General Election (PEMILU) and how to carry out factual verification of political parties. The statutory and analytical approach through literature studies related to the factual verification of political parties participating in general elections. There are parties that were previously declared ineligible, then later after taking legal or administrative measures they were passed, meaning that there was implementation that was not optimal or error in the field.
The Concept of "Austin and Jeremy Bentham" and Its Relevance to the Construction of Indigenous People Salam, Safrin; Karim, La Ode Muhammad; Gurusi, La; Kaswandi, Kaswandi; Tonny, Fajrin; Dewi, Rasmala
Journal of Transcendental Law Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Transcendental Law
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jtl.v6i1.4153

Abstract

The concepts of positivism and utilitarian schools show differences in regulating or interpreting society and individual rights. The purpose of this research is to find the views of the pure law school and the utilitarian law school in reconstructing indigenous peoples. This research uses normative legal research. In its study, this research uses several approaches, namely the statutory approach and the concept approach. The results showed that John Austin's pure legal school places the construction of indigenous peoples in the standard norms contained in Article 18 B paragraph (2) of the 1945 Constitution. This flow limits the interpretation of the construction of indigenous peoples. Meanwhile, according to the utilitarian legal school of Jeremy Bentham, the view of Article 18 B paragraph (2) of the 1945 Constitution as the basis for the construction of indigenous peoples shifts by interpreting the existence of indigenous peoples is not only seen as law an sich, but the legal regulation of legal communities is seen in 3 (three) aspects, namely a) indigenous peoples are seen in the position of legal reality; b) Customary law becomes a translation of the legal provisions referred to in Article 18 B paragraph (2) of the 1945 Constitution; c) Recognition and protection of the law of indigenous peoples are constructed in the aspect of legal reality. Thus, the utilitarian school of law opens a new approach in the construction of indigenous peoples that is not only reviewed from the norms an sich in statutory regulations but the existence of utilitarian schools of law can be used to open more lively legal spaces in constructing recognition and protection of the rights of indigenous peoples as subjects of law.
The Intervention of Islamic Law on Minangkabau Tradition Regarding Children Adoption Yusnita, Helmi; Yenti, Endri; Salam, Safrin; Ibrahim, Kayode Muhammed
NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam Vol. 14 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/nf.v14i2.1409

Abstract

The process of child adoption is not done widely based on The Traditional Law of Minangkabau because most of the adopted children are still their relative. The legal status of adopted child in the foster family can be obtained through the court where the status is the same with biological child or foster child, while the legal status of adopted child in the adopted relative can be gained through the tribe recognition or determination of Minangkabau Tradition namely as “kamanakan di bawah lutuik” (the closest nephew/niece). The purpose of this paper was to find out how was Islamic law intervention towards the law of Minangkabau tradition especially in child adoption. This research employed Field Research with the main data came from primary data obtained from informants in the field and the secondary data obtained from the materials related to the research. The data collection was carried out through interview, reading, and grouping in accordance with the theme being discussed, then were analyzed by using descriptive theory, inductive theory, and presented them in the form of paper. The results of this research state that in Islam and Minangkabau tradition basically forbid someone to adopt other people’s child by cutting the family ties with the child’s parents, then move it to the foster parents because it can cause chaos in the inheritance system either according to the traditional law or according to Islamic Law.
Co-Authors A. ST Kumala Ilyas Abdul Rahim Adfiyanti Fadjar Adnan, La Ode Agus Slamet Al Faruq, Muhammad Rajih Albert Pede Amrun Kahar Andara, Darojatun Andi, Samsir Andy Arya Maulana Wijaya Ani Pratiwi Asmah Azhar, Eko Azis, Imron Rizki Callistus Odeh Chatimah, Nurul Ambiyaa Chukwufumnanya, Izu Cynthia Cynthia C. Izu Dani Hardianto Darmawan Wiridin Dewi, Rasmala Dita Wulandari, Mya Edy Nurcahyo Eko Satria Endri Yenti Erick Bason F, Muhammad Farel Dzikri Failu, Ismail Fauzi Ahmad Muda Firdaus, Arif Ananda Gurusi, La Hadi Supriyanto Handar Subhandi Bakhtiar Haritsa Haritsa Hasni Hasni Helmi Yusnita Hendrik Ruben Gelong Hezradian, Rahma Fathan Hezraria, Rahmi Fathan Hijrah Lahaling Ibrahim Kayode Muhammed Ibrahim Kayode Muhammed Ibrahim, Kayode Muhammed Imron Rizki A Imron Rizki A Imron Rizki A Iskandar Salju Izu, Cynthia C. Jusu, La Karim, La Ode Muhammad Kaswandi, Kaswandi Kayode Muhammed Ibrahim Khalil, Abdelmajid Idris Mohammed Kindom Makkulawuzar, Kindom Kingdom Makkulawuzar Komuna, Avelyn Pingkan Kunthi Tridewiyanti LA DEE, MUSTAKIM La Gurusi La Gurusi La Ode Muhammad Karim La Ode Muhammad Karim La Ode Muhammad Karim Lasori, Siti Alfisyahrin Lisma Lisma Mahmuda, Dewi Mahrita Aprilya Lakburlawal, Mahrita Aprilya Mansyah, Muh Sutri Marlina, Andi Mashendra Matuankotta, Jenny K. Muhammad Karim, La Ode Muhammad Ramadan Kiro Muhammad Salam Amrullah Muhammad Sutri Mansyah Muktar, Surya Dian Syah Mustakim La Dee Noviyanti Malaha Nuragifah Nurcahyo, Edy Nurul Miqat Oluwaseyi, Fatunsin Pahlawan MP, H. Muhamad Rezky Pajaru Lombu Radjawane, Pieter Rahmat Haniru, Rahmat Rahmawati Rambu Hada Indah Rambu Susanti Mila Maramba Rasmala Dewi Ribeiro, Leonito Risma Yulestari Rizki Mustika Suhartono Rizki Mustika Suhartono Rizki Mustika Suhartono Rizki Mustika Suhartono Rizki Mustika Suhartono Ruliah Ruliah S, Nurul Rahma Saharuddin Saharuddin Salam, Shinta Nurhidayati Salnaf Ituga, Rauf Akbar Sanjaya, I Made Gunawan Sari, Rizki Mustika Satriadi Satriadi Siti Alfisyahri Lasori Siti Alifsyahrin Lasori Siti Nur Anisa Siti Sumiwati Sri Baniyanti Sri Mayanti Sri Warjiyati Sri Wijayanti Sufiarni Sufiarni Suhartono, Mutia Aprilia Suhartono, Rizki Mustika Sulastri Yasim Sulayman Supardi Supardi Supriyanto Syahrul Taheriah, Nuragifah Tonny, Fajrin Umar Umar Faruq Umar P Upik Mutiara Wa Ode Zamrud Wally, Aswar Aswendi Wally, Nur Isma Waode Novita Ayu Muthmainna Wirawan, A. Rachmat Yahya, Safarudin Yayan Serah Yunus, Yudin Yusnita, Helmi Yusran Yusran Zeti Nofita Sari