p-Index From 2021 - 2026
4.975
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis Of The Strength Arguments of Barrack Obama An MITT Romey In Usa Presidential Debate 2012 Nurlailah, Nurlailah; Julasro, Julasro; Wulandari, Putri; Abal, Hubertus; Waliyudin, Waliyudin; Irawati, Ika; Sarnita, Fitria; Ramli, Ramli
BAHTRA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3, No 02 (2022): November 2022
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/bahtra.v3i02.151

Abstract

Penelitian yang di teliti adalah kekuatan argument dari debat Barrack Obama dan Mitt Romey di USA Presidential debat 2012 dengan bantuan video debat dan Membuat transkrip percakapan, penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendeskripsikan kekuatan argumentasi yang digunakan presiden Barrack Obama dan Mitt Romney. Mendeskripsikan tujuan utama kekuatan argumentasi yang harus diucapkan Barrack Obama dan Mitt Romney.Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kata dan Kalimat yang diucapkan yang memiliki argumentasi kuat. Ini juga digunakan untuk menganalisis dan menampilkan data. Kajian juga merupakan bagian dari kajian teks, karena seorang peneliti menganalisis kelebihan-kelebihannya argumen tentang perdebatan antara Barrack Obama dan Mitt Romney.Hasil peneliti ini menemukan total 18 ekstrak yakni 3 ciri argumentasi Ter Laak ada 2 ekstrak menyatakan tidak setuju, ekstrak 4 menyatakan setuju dan 12 ekstrak selalu berdebat satu sama lain. Penelitian menunjukkan ada argumen kekuatan yang digunakan oleh Barrack Obama dan Mitt Romney setelah debat terakhir di new york dia memenangkan presiden USA 2012 dengan mendiskriminasi saingannya. Argumen kekuatan itu efektif dianalisis menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA) dan teori argumentasi oleh Ter Laak karena mengungkap cara bagaimana Barrack Obama berpolitik pembicara menggambarkan argumen kekuatannya kepada yang kurang kuat
Pemberdayaan Perempuan Melalui Batik di Tapanuli Selatan Pepah, Christine; Simbolon, Rohani; Nurlailah, Nurlailah; Wati, Mirna; Harahap, Amira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3756

Abstract

Industri batik di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan bahan baku, kapasitas sumber daya manusia, isu lingkungan, hingga pemasaran. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Agincourt Resources (PTAR) berupaya memberdayakan perempuan di Tapanuli Selatan melalui pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Tapanuli Selatan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian UMKM batik lokal dengan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan Logical Framework Analysis (LFA). Berbagai kegiatan telah dilakukan, antara lain pelatihan membatik, manajemen usaha, inovasi produk, hingga studi banding pengelolaan limbah. Hasilnya, KUB Batik Tapsel dan KUB Bator Craft mampu menghasilkan motif dan produk turunan batik yang berdaya saing serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Selain memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan rumah tangga, program ini juga mendorong partisipasi perempuan dalam ekonomi kreatif, memperkuat jejaring usaha lokal, serta mendukung pencapaian beberapa tujuan SDGs, khususnya kesetaraan gender, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya. Dengan demikian, program ini menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas yang efektif untuk mengembangkan industri kreatif sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal.
Transformasi Bimbingan dan Penyuluhan Islam di Era Digital: Peluang dan Tantangan bagi Konselor Muslim Apriani, Apriani; Hajar, Ibnu; Rahman, Abd; Nurlailah, Nurlailah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era has brought significant changes to various aspects of life, including the field of Islamic guidance and counseling. Advances in information technology have opened new opportunities for Muslim counselors to expand their service reach and enhance the effectiveness of guidance through digital media. However, these developments also present several challenges, such as ethical issues, source authenticity, and the degradation of personal relationships between counselors and clients. This study aims to analyze the forms of transformation in Islamic guidance and counseling in the digital era, as well as to identify the opportunities and challenges faced by Muslim counselors. The research employs a library research method with a descriptive qualitative approach. The results indicate that digital transformation has shifted the paradigm of Islamic guidance from traditional face-to-face methods to a more flexible and interactive technology-based approach. Nevertheless, Muslim counselors are still required to uphold spiritual values, ethical principles, and the authenticity of Islamic teachings throughout the guidance process.
Co-Authors A. Octamaya Tenri Awaru Abal, Hubertus Abd Rahman Abdul Hakim Agustini, Evaliani Aji, Abdul Alfayit, Dodi Aditian Ali Mustofa, Imam Amin, Fatimah Hidayahni Anny Thuraidah, Anny Anton Cahyono, Jujuk Apriani Apriani Arif Gunawan ARIS ARIS, ARIS Aufa, Muna Ayuningtias, Nandini Azmi, Dini Aulia Burhan Djamaluddin Cemek, Nurasni Dahirin, Dahirin Djollong, Andi Fitriani Djollong Fadia, Fadia Faezal, Faezal Firda, Hidayatul Fitri, Syarifah Massuki Fitria Sarnita Hana, Ubaid Aisyul Harahap, Amira Helmiah, Tini Elyn Hidayatullah, Arief Hidayatullah, M Rizki Hurmaini, Hurmaini Ianah, Dewi Ibnu Hajar Ibrahim Ibrahim Idrus, Idham Irwansyah Insana, Aima Irawati, Ika Julasro, Julasro Julkifli, Julkifli Karamang, Syukur Khairunnisah, Noni Antika Kurniawan, Paga Kusumawardhani, Novina leka lutpiatina, leka Liz Yanti Andriyani Mahluddin Mahluddin Makki, Makki Meilinda, Intan Mirna Wati, Mirna Muhammad Syukri Muis, Andi Abd. Mustofa, Imam Ali Muttaqin, Muh. Syaukin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasruddin Nasruddin Nawir, Nurdiana Neni Oktiyani, Neni Ningtias, Nandini A. Nurhadi Nursidrati, Nursidrati Pepah, Christine Pradita, Diyah Ayu Rizki Prasetia, Sahrul Eka Pribadi, Hayu S. Purnomo, Wasgito D. Putra, Deni PUTRI WULANDARI Putri, Noorlaily Putri, Sindy Marchelia Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiyah Rahim, Syaifullah Rahmawati, Lilik Ramdhan, Akmal Ramli Ramli Ratih Dewi Dwiyanti, Ratih Dewi Rhamadan, Muhammad Abdan Syakuro Fisyahri Rizqina, Intan Ruimassa, Reymas Rusmin Rusmin Salmiati Salmiati, Salmiati Shofiah, Robiatun Sholeh, Abdurrohman Simbolon, Rohani Sirajuddin Saleh Soliha, Arifatus Sugiarto S Susilowati Susilowati Sutiharni, Sutiharni Syahrir, Syamsul Syahrul, Muhammad Reza Syamsinar Syamsul Syamsul Sya’adah, Nurul Laili Umam, Achmad Fawaizul Utami, Luh Valensi, Devy Waliyudin Waliyudin Wibawati, Zarima Yayu Mayangsari yayuk kustiningsih, yayuk Yully Muharyati