p-Index From 2021 - 2026
11.296
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nomosleca Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Health Notions International Conferences SDGs 2030 Challenges and Solutions Journal Of Nursing Practice Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kesehatan Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Judika (Jurnal Nusantara Medika) Jurnal Ners Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Majalah Kesehatan Indonesia MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Open Access Health Scientific Journal Journal of Applied Nursing and Health Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran Health and Technology Journal (HTECHJ) Journal for Quality in Public Health Oshada Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Journal of Community Service for Health Jurnal Ragam Pengabdian Journal Of Health Science Community Journal of Global Research in Public Health Journal of Community Engagement in Health Journal of Hospital Management and Services Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Journal for Quality in Women's Health Journal of Humanities Research Sustainability Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Tenaga Kesehatan, Edukasi Kesehatan dan Dukungan Suami terhadap Minat Penggunaan Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur Endang Dwiwati; Yenny Puspitasari; Prima Dewi Kusumawati; Andi Hayyun Abiddin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21166

Abstract

ABSTRACT Recently, high population is still a major problem faced by Indonesia. Controlling population growth through Long-Term Contraceptive Methods (LTMs) is one effort to realize quality families. However, users of LTMs in Indonesia have not yet met the target. The purpose of this study was to determine the effect of the roles of health workers, health education, and husbands' support on the interest in using Long-Lasting Mosquito Nets (LLMs) in fertile couples (PUS) in Palu City. This study used an observational research design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of fertile couples in Palu City, totaling 51,201 people. The sampling technique used was probability sampling with a simple random sampling approach, obtaining a sample of 381 respondents. Data analysis used logistic analysis. The results showed that the role of health workers, with a significance level of 0.011, husband's support with a significance level of 0.014 influenced the interest in using LTMs in Fertile Couples, while health education with a significance level of 0.111 did not influence the interest in using LTMs in Fertile Couples in Palu City. In shaping public perceptions of the use of contraceptives, health workers must have an active and positive role. A comprehensive approach is needed after providing education that not only focuses on delivering information but also on overcoming other obstacles. Involving husbands is essential to achieving effective family planning goals. Keywords: Health Workers, Health Education, Husband's Support, Interest in Use, Long-Term Contraceptive Methods.  ABSTRAK Jumlah penduduk yang masih tinggi masih menjadi masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini. Pengendalian pertumbuhan penduduk melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu upaya mewujudkan keluarga berkualitas. Namun, pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Indonesia masih belum memenuhi target. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh peran tenaga kesehatan, edukasi kesehatan dan dukungan suami terhadap minat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada pasangan usia subur (PUS) di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur di Kota Palu sebanyak 51.201 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 381 responden. Analisis data menggunakan analisis logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,011, dukungan suami dengan tingkat signifikasi sebesar 0,014 berpengaruh terhadap minat penggunaan MKJP pada Pasangan Usia Subur, sedangkan edukasi kesehatan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,111 tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan MKJP pada Pasangan Usia Subur di Kota Palu. Dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap penggunaan alat kontrasepsi, tenaga kesehatan harus memiliki peran yang aktif serta positif. Perlu pendekatan yang komperhensif setelah memberikan edukasi yang tidak hanya fokus pada penyampaian informasi saja, namun juga mengatasi hambatan-hambatan lainnya. Upaya melibatkan suami sangat penting untuk mencapai tujuan perencanaan keluarga efektif. Kata Kunci: Tenaga Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Dukungan Suami, Minat Penggunaan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.
Strategi Percepatan Kemandirian Keuangan Badan Layanan Umum Daerah RSUD Sidoarjo Barat Amelia Indah Mawarni; Byba Melda; Prima Dewi Kusumawati; Andi Hayyun Abiddin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21233

Abstract

ABSTRACT Unstable income, low Cost Recovery Rate, and high budget subsidies from the Regional Budget/National Budget are challenges faced by the West Sidoarjo Regional General Hospital, which disrupt health services. The purpose of this study is to explore the strategies implemented by the West Sidoarjo Regional General Hospital using the Balanced Scored Card. The research design employs a qualitative case study approach, utilizing a purposive sampling technique. The number of samples is 16 respondents, consisting of 12 main informants and 4 triangulator informants. The analysis was carried out using qualitative analysis based on the Balanced Scorecard, employing a 4-perspective approach: the Financial Perspective, Customer Perspective, Internal Business Perspective, and Learning and Growth Perspective. The results of the study show that the greatest weight in the strategy to accelerate financial independence is the customer perspective. The customer perspective describes the trend of increasing patient visits caused by the opening of new services, patient satisfaction with services, and the closure of competing hospitals for BPJS services. The Internal Business Perspective describes business growth from the health and non-health sectors such as asset optimization, cooperation, and acceptance of educational services. The learning and growth perspective describes the BERAKHLAK culture that has been implemented by employees, increasing employee competency through internal and external training, increasing work motivation through reward and punishment and support from the APBD budget for training. RSUD Sidoarjo Barat is not yet financially independent due to insufficient income to finance operational expenses. RSUD Sidoarjo has only been operational for 3 years; the health services that have been opened are not yet optimal, patient visits are still unstable, dependence on BPJS patients and inefficient financial management. Acceleration strategies in increasing BLUD's financial independence with service diversification, budget efficiency, asset optimization, promotion, and cooperation. Keywords : Regional Public Service Agency, Balance Scored Card, Cost Recovery Rate, Financial Independence, Revenue.    ABSTRAK Pendapatan yang belum stabil, Cost Recovery Rate rendah dan tingginya subsidi anggaran dari APBD/APBN menjadi tantangan yang dihadapi RSUD Sidoarjo Barat yang menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplore strategi yang dilakukan RSUD Sidoarjo Barat menggunakann Balanced Scored Card. Desain penelitian  menggunakan kualitatif  pendekatan studi kasus dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 16 responden, terdiri dari 12 informan utama dan 4 informan triangulator. Analisa dilakukan dengan analisis kualitatif berdasarkan Balanced Score Card menggunakan pendekatan 4 perspektif yaitu Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Bisnis Internal dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bobot terbesar dalam strategi percepatan kemandirian keuangan adalah prespektif pelanggan. Perspektif pelanggan menggambarkan trend kenaikan kunjungan pasien yang disebabkan pembukaan layanan baru, kepuasan pasien atas layanan dan ditutupnya rumah sakit pesaing atas layanan BPJS. Perspektif Bisnis Internal menggambarkan pertumbuhan bisnis dari sektor kesehatan dan non kesehatan seperti optimalisasi aset, kerjasama dan penerimaan layanan pendidikan. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menggambarkan budaya BERAKHLAK yang sudah diimplementasikan oleh pegawai, peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan internal eksternal, peningkatan motivasi kerja melalui reward punishment dan dukungan anggaran APBD untuk pelatihan. RSUD Sidoarjo Barat belum mandiri secara keuangan yang disebabkan belum tercukupinya pendapatan untuk pembiayaan belanja operasioan, RSUD Sidoarjo masih 3 tahun beroperasional, belum optimalnya layanan kesehatan yang dibuka, masih belum stabilnya kunjungan pasien, ketergantungan pada pasien BPJS dan manajemen keuangan yang belum efisien. Strategi percepatan dalam meningkatkan kemandirian keuangan BLUD dengan diversifikasi layanan, efisiensi anggaran, optimalisasi aset, promosi dan kerjasama. Kata Kunci: Badan Layanan Umum Daerah, Balance Scored Card, Cost Recovery Rate, Kemandirian Keuangan, Pendapatan.
Faktor Determinan Waiting Time di IGD Hospital Nasional Guido Valadares Noelio Auxilio Pedro Martins; Prima Dewi Kusumawati; Agusta Dian Ellina
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25384

Abstract

ABSTRACT Waiting time is an important indicator in assessing the quality of services in the Emergency Department (ED). Excessive waiting time may lead to delays in patient treatment, reduced patient satisfaction, and increased risk to patient safety. Several factors may influence waiting time in emergency services, including the availability of facilities and infrastructure, administrative processing time, and laboratory examination time. Hospital Nacional Guido Valadares, as a national referral hospital, also faces challenges in managing patient waiting times in the Emergency Department. This study aimed to analyze the influence of facilities and infrastructure, administrative processing time, and laboratory examination time on patient waiting time in the Emergency Department of Hospital Nacional Guido Valadares. This research employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The population consisted of patients receiving services in the Emergency Department, with a total sample of 115 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using logistic regression statistical analysis to determine the influence of each independent variable on patient waiting time. The results showed that most respondents perceived the availability of facilities and infrastructure and the administrative process as generally adequate, although several service constraints still contributed to delays in patient care. Logistic regression analysis indicated that facilities and infrastructure did not have a statistically significant effect on waiting time (p = 0.365). Similarly, administrative processing time did not show a statistically significant influence (p = 0.100; Exp(B) = 4.582), although patients experiencing slower administrative processes tended to have a higher probability of longer waiting times. In contrast, laboratory examination time showed a statistically significant effect on patient waiting time (p 0.05), indicating that it is the dominant factor influencing waiting time in the Emergency Department. In conclusion, improving the efficiency of laboratory examination services is a key strategy to reduce patient waiting time in the Emergency Department of Hospital Nacional Guido Valadares. Strengthening administrative service systems, optimizing laboratory workflow, and enhancing coordination among hospital units are essential to improve the quality of emergency healthcare services. Keywords: Waiting Time, Facilities and Infrastructure, Administrative Processing Time, Laboratory Turnaround Time, Emergency Department.ABSTRAK Waiting time atau waktu tunggu pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Waktu tunggu yang terlalu lama dapat berdampak pada keterlambatan penanganan pasien, menurunkan kepuasan pasien, serta berpotensi meningkatkan risiko keselamatan pasien. Berbagai faktor dapat memengaruhi waiting time di IGD, di antaranya sarana dan prasarana pelayanan, waktu administrasi, serta waktu pemeriksaan laboratorium. Hospital Nacional Guido Valadares sebagai rumah sakit rujukan nasional juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan waktu tunggu pasien di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sarana dan prasarana, waktu administrasi, serta waktu laboratorium terhadap waiting time pasien di IGD Hospital Nacional Guido Valadares. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mendapatkan pelayanan di IGD, dengan jumlah sampel sebanyak 115 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis statistik regresi logistik untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap waiting time pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai sarana dan prasarana serta proses administrasi berada pada kategori cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan pelayanan. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel sarana dan prasarana tidak berpengaruh signifikan terhadap waiting time (p = 0,365), sedangkan waktu administrasi juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik (p = 0,100; Exp(B) = 4,582). Sementara itu, waktu pemeriksaan laboratorium menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap waiting time pasien di IGD (p 0,05), sehingga menjadi faktor dominan yang memengaruhi lamanya waktu tunggu pasien. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa percepatan proses pemeriksaan laboratorium menjadi faktor penting dalam upaya menurunkan waiting time pasien di IGD Hospital Nacional Guido Valadares. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan efisiensi pelayanan laboratorium, optimalisasi sistem pelayanan administrasi, serta penguatan koordinasi antar unit pelayanan untuk meningkatkan mutu pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit. Kata Kunci: Waiting Time, Sarana dan Prasarana, Waktu Administrasi, Waktu Laboratorium, Instalasi Gawat Darurat.
PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI DAN PERTUMBUHAN ANAK STUNTING Prima Dewi Kusumawati; Johansyah Johansyah; Sunanto Sunanto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga koordinator teknis penanggulangan stunting. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model pengendalian faktor determinan stunting melalui penguatan intervensi multisektoral untuk mempercepat penurunan stunting pada anak usia balita di Provinsi NTB. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem penanggulangan stunting, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingginya prevalensi stunting di NTB bukan hanya disebabkan oleh masalah gizi dan pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan akibat dari lemahnya integrasi kebijakan dan program lintas sektor yang menangani faktor determinan seperti sanitasi, kemiskinan, pendidikan keluarga, dan pola asuh. Intervensi yang berjalan secara sektoral belum mampu menghasilkan dampak yang signifikan terhadap penurunan stunting.Sebagai solusi dikembangkan Provincial Multisectoral Stunting Control System (PMSCS–NTB), yaitu model pengendalian determinan stunting yang mengintegrasikan intervensi gizi, sanitasi, pendidikan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan keluarga dalam satu kerangka pengelolaan yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Model ini memungkinkan pemetaan wilayah prioritas, sinkronisasi program lintas sektor, dan pemantauan dampak intervensi secara lebih akurat. Implementasi awal PMSCS–NTB menunjukkan peningkatan koordinasi lintas sektor dan efektivitas intervensi pada kelompok sasaran berisiko tinggi. Hal ini memberikan dukungan empiris bahwa pendekatan multisektoral berbasis data dan pengendalian terpadu lebih efektif dalam mempercepat penurunan stunting dibandingkan pendekatan sektoral. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai koordinator intervensi multisektoral merupakan kunci dalam membangun kebijakan penurunan stunting yang berkelanjutan dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia daerah.
STUDI EMPIRIS ANALISIS PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI KERJA YANG DIMEDIASI KEPUASAN KERJA (Studi pada Karyawan RSUDP NTB) Prima Dewi Kusumawati; Baiq Hikma Rahmatin; Susi Wirawati Triyono
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan motivasi kerja karyawan melalui pelatihan dan pengembangan karir dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan karir berperan penting dalam meningkatkan kompetensi dan peluang kemajuan karyawan, namun dampaknya terhadap motivasi kerja sangat bergantung pada tingkat kepuasan kerja yang dirasakan. Sistem pembinaan yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan pengembangan individu menyebabkan pelatihan dan promosi belum optimal dalam membangun kepuasan dan motivasi karyawan RSUD Provinsi NTB. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Career and Training Satisfaction System (PCTSS–NTB), yaitu model pembinaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan pelatihan dan pengembangan karir dengan pengelolaan kepuasan kerja sebagai mekanisme peningkatan motivasi. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali kebijakan pengembangan SDM dan sistem karier rumah sakit daerah. Implementasi awal PCTSS–NTB menunjukkan peningkatan kepuasan kerja, tumbuhnya motivasi, dan perbaikan kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan sistem pengembangan karier dan kepuasan kerja pada level regulator merupakan kunci dalam membangun sumber daya manusia rumah sakit yang berdaya saing dan berkelanjutan.
The Effectiveness of Nurses’ Independent Interventions: Benson Relaxation and Five-Finger Hypnosis in Reducing Anxiety among Elderly Individuals in the Service Area of UPT. Puskesmas Lawawoi, Sidenreng Rappang Regency Sulkifli Nurdin; Yuly Peristiowati; Prima Dewi Kusumawati
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.831

Abstract

Background: The growing elderly population has increased concerns regarding geriatric mental health, particularly anxiety disorders. Anxiety in older adults is often associated with declining physical function, chronic illness, social isolation, and reduced social support, which can negatively affect psychological well-being and quality of life (Beard et al., 2016; World Health Organization, 2022). If untreated, anxiety may worsen physical health conditions and reduce functional independence. Non-pharmacological nursing interventions are therefore needed due to their safety and accessibility. The novelty of this study lies in integrating Benson relaxation and five-finger hypnosis as nurse-led complementary interventions to reduce anxiety among community-dwelling elderly individuals. Purpose: This study aimed to analyze the effectiveness of Benson relaxation and five-finger hypnosis in reducing anxiety levels among elderly individuals in the service area of UPT Puskesmas Lawawoi, Sidenreng Rappang Regency, Indonesia. Methods: A quasi-experimental study with a pretest–posttest design was conducted among 54 elderly participants selected through simple random sampling. Participants were assigned to Benson relaxation (n = 27) and five-finger hypnosis (n = 27) groups. Anxiety levels were measured using a standardized instrument and analyzed using paired t-tests. Results: The findings showed a significant reduction in anxiety levels after the interventions (p < .001). This study provides evidence that combining relaxation response therapy with hypnosis-based techniques can effectively reduce anxiety among older adults. Conclusion: Benson relaxation and five-finger hypnosis are effective nurse-led complementary interventions that can be applied in community nursing programs to improve mental health among the elderly.
Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan Kepala Ruangan, Dan Kepatuhan Penggunaan Early Warning Score Terhadap Deteksi Dini Perburukan Klinis Pasien Medikal Bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari Priska Delima Saputri; Joko Prasetyo; Prima Dewi Kusumawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61634

Abstract

Perburukan klinis pada pasien medikal bedah merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas di rumah sakit. Penerapan Early Warning Score (EWS) sebagai sistem deteksi dini sangat dipengaruhi oleh faktor organisasi, kepemimpinan, dan kepatuhan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan Early Warning Score terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien medikal bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas perawat yang bekerja di ruang perawatan medikal bedah dan dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi kepatuhan penggunaan EWS, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan EWS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien (p<0,05). Secara parsial, kepatuhan penggunaan EWS merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan dibandingkan budaya organisasi dan kepemimpinan kepala ruangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya keselamatan pasien, kepemimpinan yang efektif, serta peningkatan kepatuhan dalam penggunaan EWS dapat mengoptimalkan deteksi dini perburukan klinis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Determinan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Masyarakat Adat Pasca Mengkonsumsi Rifampicin pada Kegiatan Kemoprofilaksis Kusta di Desa Wamana Baru Puskesmas Lolong Guba Susanah, Susi; Suprapto, Sentot Imam; Kusumawati, Prima Dewi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zmn14221

Abstract

Leprosy remains a public health problem requiring continuous preventive efforts. Rifampicin chemoprophylaxis is one strategy to reduce the risk of leprosy transmission among at-risk individuals. However, its effectiveness may depend on community behavior after rifampicin consumption. This study aimed to analyze the influence of knowledge, culture, family support, and access to health services on the behavior of indigenous communities after consuming rifampicin in Wamanabaru Village, within the working area of Lolong Guba Primary Health Center. This quantitative study used a cross-sectional design involving 264 respondents selected from a population of 774 individuals. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses with multiple linear regression. The results showed that knowledge (p=0.326), culture (p=0.649), family support (p=0.956), and access to health services (p=0.629) did not have significant partial effects on post-rifampicin consumption behavior. Simultaneously, the four variables also did not significantly influence behavior (F=0.425; p=0.790). Knowledge had the highest standardized beta coefficient (β=0.062), although it was not statistically significant. In conclusion, knowledge, culture, family support, and access to health services were not significant determinants of indigenous communities’ behavior after rifampicin consumption in leprosy chemoprophylaxis activities.
Pengaruh Pelaksanaan Kegiatan TPK (Tim Pendamping Keluarga) Terhadap Sikap dan Perilaku Pencegahan Stunting pada Keluarga Balita Berisiko Stunting di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Fendi, Yuskinau; Wahyuningsih, Atik Setiawan; Kusumawati, Prima Dewi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5g6gcs31

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia affecting the quality of human resources. Although the Family Assistance Team (TPK) has actively implemented assistance programs in Dungkek District, stunting cases continue to fluctuate. This study examined the effect of TPK implementation on attitudes and stunting prevention behaviors among families with under five children at risk of stunting. This quantitative cross-sectional study included 148 families with under-five children at risk of stunting selected by proportional random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed with Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 4. TPK implementation had a positive and significant effect on stunting prevention behavior (β = 0.139; t = 2.171; p = 0.030) and stunting prevention attitude (β = 0.629; t = 12.944; p < 0.001). Attitude also positively affected stunting prevention behavior (β = 0.720; t = 10.603; p < 0.001) and significantly mediated the relationship between TPK implementation and behavior (β = 0.453; t = 8.374; p < 0.001). TPK implementation improved family attitudes, which subsequently promoted better stunting prevention behaviors. The indirect effect through attitude exceeded the direct effect, indicating that attitude is a key mediating variable. Strengthening TPK through health education, nutrition counseling, growth monitoring, and continuous family assistance is expected to promote sustainable stunting prevention behaviors and accelerate stunting reduction in Dungkek District.
Edukasi Masa Pubertas pada Remaja Prima Dewi Kusumawati; Sepda Ragilia; Nur Widya Trisnawati; Nindya Cahya Larasati; Aning Laorani; Sergio Rodrigues Soares
Journal of Community Engagement in Health Vol. 1 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v1i1.1

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis dan perubahan social. Di sebagian besar masyarakat dan budaya, masa remaja pada umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Pubertas ialah suatu periode dimana kematangan kerangka dan seksual terjadi dengan pesat terutama pada awal masa remaja. Kematangan seksual merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja, yang ditandai dengan perubahan pada seks primer (Primary Sex Characteristics) dan perubahan pada seks sekunder (Secondary Sex Characteristics). Meskipun perkembangan ini biasanya mengikuti suatu urutan tertentu, namun urutan dari kematangan seksual tidak sama pada setiap anak, dan terdapat perbedaan individual dalam umur dari perubahan-perubahan.
Co-Authors A, Chevy Herli Sumerli Aat Agustini Abiddin, Andi Hayyun Abigael Laritmas Adani Dinanhashfi Hersariti Adetya Wahyu Dwi Jaya Afelina Krissinta Rahayu Putri Agus Sucipto Agusta Dian Ellina Agustin Widyowati Ajeng Rahardyani Hersariti Alfi Yudisianto Alfian Fawzi Ambarsari, Fifin Amelia Indah Mawarni Aning Laorani Anshoriyah, Sofiyatul Aprin Rusmawati Ardi Bastian Ardilla Oktaviana Arlia Arlia Asbath Asih Pusparin Asih Puspitasari Asmaul Khusna Asnuddin, Asnuddin Atik Setiawan Wahyuningsih Baiq Hikma Rahmatin Betharia Mardiyani Billy Anoraga, Aditya Binti Ratna Khomsiyatin Byba Melda Byba Melda Suhita Byba Melda Suhita Byba Melda Suhita Candra Wahyuni Choirul Amri Chusnul Justati David Rhesy Saputrodewo Dedi Saifulah Deivita, Yan Delvy Mardvin Siokain Dewi Zuniawati Dhita Kurnia Sari Dhita Kurnia Sari Eli Sabrifha Elok Aqila Febriani Elok Aqila Febriani Endang Dwiwati Eny Susilowati Esterlina Mitakda Fadli Fadli Fahma Yulinda Ekasari Fendi, Yuskinau Ferdiana Azhar Fernandez, Fransisca Debby Christine Fitra Okta Damayanti Fitriani Abdal Fonnie Kuhu Hariyono, Hariyono Haswita, Haswita Hengky Irawan Heri Saputro Idana, Rindang Farihah Idawati, Candra Ikhlasiah, Marthia Ikko Ambar Noviana Indasah Indasah Indrawati, Iing Yuli Jamilatus Sholeha Joel Rey Ugsang Acob Johansyah Johansyah Joko Prasetyo Joko Prasetyo Joko Sutrisno Joko Sutrisno Joko Sutrisno Joli Riyana Nubatonis Kamesyworo, Kamesyworo Katmini Khasanah, Mutiara Koesnadi Koesnadi Koesnadi, Koesnadi Kurnia Sari, Dhita Kurniati, Ana La Joni Laorani, Aning Larasati, Nindya Cahya Lucy Lidiawati Santioso Maidelwita, Yani Maria, Iva Jaya Mendieta, Gaiska Muhammad Saleh Mutmaina, Andi Nadya Risky Aini Nasution Nafa Zunaidah Fahma Natalia Lisma Br Sembiring Nindya Cahya Larasati Ning Arti Wulandari Ningsih, Eka Sarofah Noelio Auxilio Pedro Martins Noorhani Dyani Laksmi Novita Ana Anggraini Novita Ana Anggraini Nugroho, Budi Sulistiyo Nur Widya Trisnawati Nur Widya Trisnawati Nur ‘Azah Nurhidayati, Wa Ode Nurwijayanti Ode Muhammad Ady Ardyawan, La Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Priska Delima Saputri Pudyastuti, Rita Rena Puspitasari, Asih Putri, Elvina Triana Ragilia, Sepda Rahayuningsih, Umi Rahmania Ambarika Ratna Wardani Reni Nurhidayah Reni Nurhidayah Sabrifha, Eli Sahat Tua Naiboha, Beres Sepda Ragilia Sergio Rodrigues Soares Sinar Aisyah Siti Farida Noor Layla Siti Komariyah Slamet Djoko Sunarko Soares, Sergio Rodrigues Sri Wahyu Ekowati Sulasiyah, Siti Sulistina Dewiyanti Sulkifli Nurdin Sunanto Sunanto Suprapto, Sentot Imam Surahman Sukron Rosyadi Susi Susanah Susi Wirawati Triyono Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Vivi Koernia Waty Trisnawati, Nur Widya Trisnawati, Nur Widya Venty Suryanti Wahyuni, Retno Dwi Wardani, Ratna Wawan Kurniawan Weraman, Pius Wiji Astuti Winarningsih, Rahayu Arum Wing Wiryanto Waang Wing Wiryanto Waang Wiwit Azmi Lestari Yadnya, I Dewa Gede Sayang Adi Yammar Yan Deivita Yenny Puspitasari Yohanes Deo Fau Yuli Peristiowati, Yuli Yuliati Yuliati Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati Zil Fauzi, Ahmad Zulkifli