Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : Dentin

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS KEBERSIHAN RONGGA MULUT PEROKOK (Tinjauan pada Siswa SMA/Sederajat di Kota Banjarbaru) Jeanyvia Anggreyni Sodri; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Smoking habits were known to have adverse health effects, but prevalence has continue to increase each year. Nationally, the average age  to start smoking was 17.6 years by education status including at high school level. The content of the cigarette can interfere with the function of saliva as self cleansing so it will affect health status and oral hygiene. Smokers behaviors in maintaining oral health tend to be bad. Purpose: Analyze the relationship between knowledge, attitude and action of dental and oral health with oral hygiene status in smokers. Method: Observational analytic study with cross sectional approach. Sampling using cluster sampling, with the number of respondents as many as 120 smokers. Results:Most smokers had moderate oral hygiene status of 71 persons (59.2%), 51 persons had moderate knowledge, 57 persons (47.5%) had an attitude with good category, and as many as 59 persons (49,2%) had medium and oral hygiene measures. Spearman Rho test results showed a significant relationship between knowledge, attitude and action of dental and oral health with oral hygiene status of smokers.Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitude and action of dental and mouth health with hygiene status of oral cavity of smoker. ABSTRAKLatar belakang: Kebiasaan merokok diketahui berdampak buruk pada kesehatan, akan tetapi prevalensi terus meningkat tiap tahunnya. Secara nasional, rata-rata umur mulai merokok adalah 17,6 tahun menurut status pendidikan termasuk pada tingkat SMA. Kandungan yang ada pada rokok dapat mengganggu fungsi saliva sebagai self cleansing sehingga akan berpengaruh terhadap status kesehatan dan kebersihan rongga mulut. Perilaku merokok serta perilaku kesehatan gigi dan mulut perokok yang cenderung buruk dapat mempengaruhi status kebersihan rongga mulut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut pada perokok Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, dengan jumlah responden sebanyak 120 orang perokok.Hasil penelitian: Jumlah tertinggi adalah perokok yang memiliki status kebersihan rongga mulut dengan kategori sedang sebanyak 71 orang (59,2%), sebanyak 51 orang memiliki pengetahuan dengan kategori sedang, sebanyak 57 orang (47,5%) memiliki sikap dengan kategori baik, dan sebanyak 59 orang (49,2%) memiliki tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori sedang. Hasil uji Spearman Rho menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut perokok. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut perokok.
HUBUNGAN ANTARA pH SALIVA DENGAN INDEKS DMF-T ANAK YANG MENGKONSUMSI AIR PDAM DAN AIR SUMUR GALI Ajeng Zelline Ameriagitri; Rosihan Adhani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground of study : Residents of Martapura city having  wetland area  are more vulnerable to have caries because they are continuously exposed by acid drainage. Most of them exploit dig well water and PDAM as a source of water to brush their teeth, gargle and cook the food. This condition affects the process of dental caries and pH. Objective: To analyse the correlation between salivary pH and index DMF-T of students who consume PDAM water and the dig well water in MTS Hidayatullah Martapura. Method: This research used analytic method with cross sectional. Respondent and sample is collected by random sampling. Total respondents is 68 cstudents that is divided into 2 groups, each sample consists of 34 students who consume PDAM Water and the orther ones, 34 students consume dig well water. Result: The pH average value of students who consume PDAM water is medium (6,6). The pH average value of students who consume dig well water is low (6,6). The DMF-T average value of students who consume PDAM water is medium (3,5). The DMF-T average value of students who consume dig well water is high (5,0). Conclusion: There is a significant relationship between student’s pH and index DMF-T who consume PDAM and dig well water.Keywords: Index DMF-T, Salivary pH, Wetland.ABSTRAKLatar Belakang: Penduduk Kecamatan Martapura Kota memiliki wilayah lahan basah yang lebih rentan terjadinya karies karena paparan air asam secara terus menerus. Sebagian besar penduduk memanfaatkan air sumur gali dan air PDAM sebagai sumber mata air untuk menyikat gigi, berkumur, minum, dan memasak. Kondisi air asam inilah yang dapat mempengaruhi proses terjadinya karies dan pH saliva.  Tujuan: Menganalisis hubungan antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM dan air sumur gali di MTS Hidayatullah Martapura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden dan sampel di ambil dengan teknik simple random sampling, besar responden sebanyak 68 anak yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 34 anak yang mengkonsumsi air PDAM dan 34 anak yang mengkonsumsi air sumur gali. Hasil: Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 6,6 dengan kategori sedang. Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,8 dengan kategori rendah. Nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 3,5 dengan kategori sedang dan nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,0 dengan kategori tinggi. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang menggunakan air PDAM dan air sumur gali.Kata kunci: Indeks DMF-T, Lahan basah, pH saliva.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI DENGAN INDEKS GINGIVA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH. Tinjauan Terhadap Siswa MTs di Kabupaten Barito Kuala Dana Chitra Maida; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Low of knowledge about health can be a predisposing factor for the onset of a disease. The knowledge about health is very important, because knowledge as a cognitive domain will influence health attitudes and behavior of a person, especially preventive and healing of a disease as well as effect on health status. Epidemiological studies said that the oral hygiene and gingival health status of each severe are generally found in children and adolescents. Purpose: This study aims to find out the correlation of teeth brushing knowledge level with gingival index on Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala. Methods: This research method is quantitative analytic using Cross Sectional approach at 100 students of Madrasah Tsanawiyah in Barito Kuala. Questionnaire instrument was used to measure students’ knowledge level of teeth brushing and gingival index to students’ gingival conditions. Results: The results is teeth brushing knowledge Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala have a good category with ≥75% of knowledge score. Gingival index Madrasah Tsanawiyah Students in Barito Kuala on a score of 0.1-1.0 or have a gingival status sustained a mild inflammation. Conclusion: There is a meaningful connection between the knowledge of brushing teeth with gingival index of Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala p=0.001 or (p<0.05). Keywords: Teeth brushing knowledge level, gingival index, behavior  ABSTRAKLatar Belakang: Rendahnya pengetahuan seseorang mengenai kesehatan dapat menjadi faktor predisposisi timbulnya suatu penyakit. Pengetahuan mengenai kesehatan merupakan hal yang sangat penting, karena pengetahuan sebagai domain kognitif akan mempengaruhi sikap dan perilaku kesehatan seseorang khususnya tindakan pencegahan dan penyembuhan terhadap penyakit serta berpengaruh terhadap status kesehatan. Studi epidemiologi menyebutkan bahwa kebersihan rongga mulut dan status kesehatan gingiva dari tiap tingkat keparahan pada umumnya didapatkan pada anak-anak dan remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala. Metode: Penelitian yaitu kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 100 siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala. Instrumen kuisioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan menyikat gigi siswa dan indeks gingiva untuk mengukur kondisi gingiva siswa. Hasil: Penelitian didapatkan pengetahuan menyikat gigi siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala berada pada kategori baik dengan skor pengetahuan ≥75%. Indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala berada pada skor 0,1-1,0 atau status gingiva mengalami peradangan ringan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala p=0,001 atau (p<0,05).  Kata Kunci: Tingkat pengetahuan menyikat gigi, indeks gingiva, perilaku
PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUNGAI MARTAPURA DAN AIR SUMUR BOR TERHADAP INDEKS DMF-T Mustika Meisy Riyana; Rosihan Adhani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Tooth decay, especially caries or cavities is one of the most common diseases found in people in Indonesia. The prevalence of people who have dental and oral health problems in Indonesia is 57.6% with a percentage in the Province of South Kalimantan around 60%, while in the Banjar District area has a DMF-T index value of 7.80 which is included in one of five districts with the highest DMF-T index value in South Kalimantan Province, the data can be seen from the RISKESDAS results. Objective: To analyze the effect of the use of Martapura river water and wellbore water on the DMF-T index in Bincau Village, Martapura District, Banjar Regency. Method: This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. Respondents and samples were taken by simple random sampling technique, the number of respondents in this study were 62 people. Results: The average DMF-T index for people who used Martapura river water was 7.74 which was included in the very high category, while those who used bore well water had a DMF-T index of 5.65 which was included in the high category. Statistical tests using the Independent T-test showed a sig value of 0.007 <0.05. Conclusion: Based on the average results of the DMF-T index, it is found that Martapura river water has more influence on the DMF-T index value than the wellbore water used by the community in Bincau Village.Keywords: Caries (DMF-T), river water users, wellbore water users. ABSTRAKLatar belakang: Kerusakan gigi terutama karies atau gigi berlubang merupakan salah satu penyakit yang paling sering dijumpai pada masyarakat di Indonesia. Prevalensi masyarakat yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia sebesar 57,6% dengan persentase di Provinsi Kalimantan Selatan sekitar 60%, sedangkan di daerah Kabupaten Banjar memiliki nilai indeks DMF-T sebesar 7,80 yang termasuk dalam salah satu dari lima kabupaten dengan nilai indeks DMF-T tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, data tersebut dapat dilihat dari hasil RISKESDAS. Tujuan: Menganalisis pengaruh penggunaan air sungai Martapura dan air sumur bor terhadap indeks DMF-T di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling, besar responden pada penelitian ini sebanyak 62 orang masyarakat. Hasil: Rata-rata indeks DMF-T masyarakat yang menggunakan air sungai martapura sebesar 7,74 yang termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan masyarakat yang menggunakan air sumur bor memiliki indeks DMF-T sebesar 5,65 yang termasuk dalam kategori tinggi. Uji statistik menggunakan uji T-Independen didapatkan nilai sig 0,007 < 0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil rata-rata indeks DMF-T didapatkan bahwa air sungai martapura lebih berpengaruh terhadap nilai indeks DMF-T daripada air sumur bor yang digunakan oleh masyarakat di Desa Bincau.Kata kunci: Karies (DMF-T), pengguna air sungai, pengguna air sumur bor.
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN INDEKS KARIES DMF-T DAN SIC (Tinjauan Terhadap Siswa SMP Negeri 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala) Anshori Rohimi; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Rendahnya perilaku kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi faktor menurunnya status kesehatan seseorang. Perilaku kesehatan gigi dan mulut meliputi perilaku menyikat gigi, pola makan, dan kunjungan ke dokter gigi. Studi epidemiologi menyebutkan bahwa perilaku kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah. Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan indeks karies DMF-T dan SiC siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala. Metode dan bahan: Penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 100 siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala. Instrumen kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa dan indeks DMF-T untuk mengukur pengalaman karies siswa. Hasil penelitian: Perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala sebagian besar (64%) dalam kategori cukup dan paling kecil kategori baik (1%). Indeks DMF-T siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala berada pada  skor 2,8 atau dalam tingkat yang sedang dan skor SiC 4. Hasil analisis statistik diperoleh nilai p= 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan indeks karies DMF-T dan SiC siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala.  ABSTRACT            Background: Lack of oral and dental health behaviors can be a factor in the decline of one's health status. Dental and oral behavior include brushing, eating, and dental visits. Epidemiological studies say that the behavior of dental and oral health is still very low. Purpose: To analysis the relationship of dental and oral health behavior with caries index DMF-T and SiC of SMPN 5 Marabahan students in Barito Kuala. Methods and materials: This research is analytic observational with Cross Sectional approach on 100 students of SMPN 5 Marabahan in Barito Kuala. The questionnaire instrument was used to measure the level of dental and oral health behaviors of students and the DMF-T index to measure the student's caries experience. Research: Dental and oral health behavior of students of SMPN 5 Marabahan in Regency of Barito Kuala most (64%) in enough category and smallest good category (1%). The DMF-T index of the students of SMPN 5 Marabahan in Barito Kuala is at a score of 2.8 or in the medium level and the SiC score 4. Result of statistical analysis obtained p= 0,001 (p <0,05).Conclusion: There is a meaningful relationship between dental and oral health behavior with caries index DMF-T and SiC students SMPN 5 Marabahan in Barito Kuala District.
HUBUNGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI, KEASAMAN AIR, PELAYANAN KESEHATAN GIGI TERHADAP KARIES DI MAN 2 BATOLA Rani Lestari Yunita Napitupulu; Rosihan Adhani; Isyana Erlita
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Karies merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat Barito Kuala, dengan indeks DMF-T 6,61 (sangat tinggi) berdasarkan data RISKESDAS. Data RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan hanya sebesar 3,4% masyarakat Barito Kuala yang menyikat gigi dengan benar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa masyarakat Barito Kuala masih banyak yang menggunakan air sungai dengan pH rendah (3,65) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyikat gigi. Kabupaten Barito Kuala hanya memiliki 7 dari 19 Puskesmas yang terdapat Dokter Gigi, berdasarkan data yang didapat dari Kondisi Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.   Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik  simple random sampling, besar responden sebanyak 176 murid. Sampel air sungai diambil di sekitar tempat kediaman murid. Hasil:   Rata-rata indeks DMF-T sebesar 4,67 dan termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku menyikat gigi memiliki skor 4.238 dengan persentase 40% dan termasuk dalam kategori buruk. Keasaman air sungai memiliki pH 3,72 dan  termasuk dalam kategori asam. Pelayanan kesehatan gigi memiliki skor 92 dengan persentase 74% dan termasuk dalam kategori baik. Uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil uji Friedman didapatkan hasil nilai sig 0,000 (p<0,05). Mean rank keasaman air merupakan yang terbesar yaitu 4.00. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi, keasaman air,  pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola, dengan variabel yang paling berhubungan dengan karies adalah keasaman air.Kata kunci: Karies, perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi.
HUBUNGAN ANTARA ORAL HYGIENE PADA WANITA PASKAMENOPAUSE DENGAN SKOR GINGIVAL INDEKS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Dayanne Sembiring; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Menopause adalah bagian dari kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berakhirnya menstruasi sebagai salah satu tanda penuaan. Pada wanita paska menopause terjadi penurunan hormon estrogen. Penurunan hormon estrogen berpengaruh pada memburuknya kondisi oral hygiene yang dapat menyebabkan atau memperparah penyakit gingivitis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara oral hygiene pada wanita paskamenopause dengan skor gingival indeks di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 46 wanita paska menopause di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru pada bulan Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan indeks OHI-S dan Gingival Indeks, dilanjutkan analisa data dengan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar wanita paskamenopause di Panti Sosial Tresna Werdha memiliki oral hygiene dalam kategori sedang sebanyak 28 orang (60,5%) dan sebanyak 22 orang (47,8%) mengalami gingivitis ringan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara oral hygiene pada wanita paskamenopause dengan skor gingival indeks di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. ABSTRACTBackground: Menopause is part of a woman's life marked by the end of menstruation as one sign of aging. In postmenopausal women there is a decrease in estrogen hormone. Decreased estrogen hormone affects the deterioration of oral hygiene conditions that can cause or aggravate gingivitis. Purpose: This study aims to determine the relationship between oral hygiene in postmenopausal women with a score of gingival index in Social Institution Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Method: This was an observational analytic study with cross sectional approach, using simple random sampling. The study was conducted on 46 postmenopausal women at Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru Social Institution in December 2017. Data collection was done by examining OHI-S index and Gingival Index, followed by data analysis with Shapiro-Wilk. Results: The results showed that most postmenopausal women in the Tresna Werdha Social Institution had oral hygiene in the moderate category of 28 people (60.5%) and 22 (47.8%) had mild gingivitis. Conclusion: There is a relationship between oral hygiene in postmenopausal women with a gingival index score in social home Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.
PENGARUH MINUMAN JUS BUAH TERHADAP PERUBAHAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA Disi Raudatul Janah; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Caries is a hard tissue disease of teeth, namely enamel, dentin and cementum, which is caused by an activity of a microorganism in a carbohydrate. The cause of the mainstay of the teeth is a factor, which is caused by mineral substances with nutrients rich in carbohydrates. One of the predisposing factors for dental caries is drinking. Drinks that can cause a decrease in the acidity (pH) of saliva are drinks that contain sugars such as fructose, glucose, sucrose, citric acid and ascorbic acid. Methods: All articles reviewed were obtained from searches for data sources Google Scholar, and Science Direct which had a range maximum journal publication time in the last 10 years. Results: The review was conducted on 12 journals which were found to fit the inclusion criteria, such as journals available in full text form and research subjects fruit juice which is often consumed by the public. Conclusion: there is a decrease in salivary pH after consuming fruit juice. Keywords: acidity, fruit juice, pH of saliva. ABSTRAK       Latar Belakang: Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat. Penyebab terjadinya karies gigi dipengaruhi beberapa faktor, seperti disebabkan zat mineral dengan dominan nutrisi kaya akan karbohidrat. Faktor predisposisi karies gigi salah satunya adalah minuman. Minuman yang dapat menyebabkan turunnya derajat keasaman (pH) saliva adalah minuman yang mengandung gula seperti fruktosa, glukosa, sukrosa, asam sitrat dan asam askorbat. Metode: Semua artikel yang direview diperoleh dari pencarian sumber data Google Scholar, dan Science Direct yang memiliki rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 10 tahun terakhir. Hasil: Review dilakukan pada 12 jurnal yang ditemukan sesuai dengan kriteria inklusi seperti jurnal tersedia dalam bentuk full-text dan subjek penelitian jus buah yang sering dikonsumsi masyarakat. Kesimpulan: terjadi penurunan pH saliva setelah minum jus buah. Kata kunci: derajat keasaman, jus buah, pH saliva.
HUBUNGAN STUNTING TERHADAP KETERLAMBATAN ERUPSI GIGI KANINUS ATAS PERMANEN PADA ANAK USIA 11-12 TAHUN Tita Amanda Yudiya; Rosihan Adhani; Riky Hamdani
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is a linear growth disorder that is not age-appropriate due to malnutrition. The causes of stunting is zinc deficiency. Reduce synthesis and secretion of IGF-I as the effect of GH metabolites inhibition. These substances are essential nutrients in growth, canine eruption which is delayed due to lack of arch length due to growth disorders. Purpose: to analyze the relation between stunting and  the delay of permanent upper canine teeth’s eruption in children aged 11-12 years at the Elementary School in Sungai Tiung Village. Materials and methods: The research method used observational analytic with cross sectional approach. The sample was selected using simple random sampling using the correlation analytic formula and the results obtained were 32 samples. Result: Based on this study, children who had very short and short stature were 71.9% and 28.1%, 25% had normal tooth eruption and 75% had no eruption. The Spearman test analysis showed that the significance value was 0.512 (p> 0.05) which meant there was no relationship between stunting and tooth eruption delay. Conclusion: There was no relationship between the incidence of stunting to the delay of eruption of the permanent upper canine teeth in Elementary School Cempaka District, Banjarbaru.Keywords:, Canine teeth, Stunting, Tooth eruptionABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear yang tidak sesuai dengan umur karena terjadinya malnutrisi. Penyebab terjadinya stunting adalah defisiensi zinc, efek metabolit GH yang dihambat sehingga sintesis dan sekresi IGF-I menjadi berkurang. Zat tersebut merupakan zat gizi essensial dalam pertumbuhan, erupsi kaninus yang mengalami keterlambatan terjadi karena kurangnya panjang lengkung rahang akibat gangguan pertumbuhan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan stunting terhadap keterlambatan erupsi gigi kaninus atas permanen pada anak usia 11-12 tahun di SDN Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan simple random sampling menggunakan rumus analitik korelasi dan didapatkan hasil sebanyak 32 orang sampel. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, anak yang memiliki tinggi badan sangat pendek (28,1%) dan pendek (71,9%) dan erupsi gigi normal (25%) dan tidak erupsi (75%). Analisis uji Spearman menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,512 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara stunting dengan keterlambatan erupsi gigi. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kejadian stunting terhadap keterlambatan erupsi gigi kaninus atas permanen pada anak SDN Kelurahan Sungai Tiung 1, 2, dan 3 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.Kata kunci :Erupsi gigi, Gigi kaninus, Stunting
PERBANDINGAN JUMLAH KOLONI BAKTERI SUBGINGIVA BERDASARKAN SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA (Tinjauan Mahasiswi FKG ULM Angkatan 2014) Sari Rahmita; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Menstruasi merupakan suatu siklus reproduksi yang normal terjadi pada wanita yang mengakibatkan perubahan hormonal. Selama menstruasi terdapat hormon seks yang berpengaruh yaitu estrogen dan progesteron. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat terjadi peradangan gingiva dan menjadi lingkungan yang baik bagi mikroorganisme dan diidentifikasi sebagai pemicu terjadinya penyakit periodontal. Tujuan: Menganalisis perbedaan jumlah koloni bakteri subgingiva berdasarkan siklus menstruasi pada wanita. Metode dan Bahan: penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 30 orang sampel dengan menstruasi yang normal. Sampel plak subgingiva diambil dengan 3 kali pengambilan yaitu pada pra menstruasi, menstruasi, post menstruasi. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapatkan jumlah koloni bakteri plak subgingiva yang tertinggi pada menstruasi yaitu 60,23 cfu, pra menstruasi 56,23 cfu dan pada post menstruasi 34,77 cfu. Hasil penelitian dari struktur dan morfologi bakteri plak subgingiva pada siklus menstruasi adalah coccus (+), diikuti basil (-). Hasil analisis data pada  pra menstruasi dengan menstruasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena didapat nilai sig. yang dihasilkan, yaitu 0,420 (p>0,05). Sedangkan antara pra menstruasi dengan post menstruasi dan antara menstruasi dengan post menstruasi didapat nilai 0.000 (p<0,005) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah koloni bakteri subgingiva berdasarkan siklus menstruasi pada wanita.  Kata-kata kunci:Jumlah koloni bakteri subgingiva, menstruasi, post menstruasi, pra menstruasi  ABSTRACTBackground: Menstruation is a normal reproductive cycle that occurs in women that cause hormonal changes. During menstruation there are sex hormones that influence estrogen and progesterone. Changes in the hormones estrogen and progesterone can occur gingival trade and become a good environment for microorganisms and identified as triggers of periodontal disease. Purpose: Compare the amount of subgingival bacterial colonies based on the menstrual cycle in women. Material and methods: This study was an observational analytic cross-sectional approach conducted on 30 samples with normal menstruation. Subgingival plaque was performed with 3 times of menstruation, menstruation, post menstruation. Research result: The results showed that the highest subgingival plaque colonies in menstruation were 60.23 cfu, pre menstruation 56.23 cfu and 34.77 cfu menstrual post. The results of the structure and morphology of subgingival plaque on the menstrual cycle were coccus (+), followed by bacillus (-). While between menstrual period with menstrual post and between menstruation with post menstruasi get value 0.000 (p <0,005) which mean there is significant difference. Conclusion: There is a difference in the number of subgingival bacterial colonies based on the menstrual cycle in women.Keywords: Amount of subgingival bacterial colonies, menstruation, post menstruation, pra menstruation
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Afriyanti, Defi Agung Satria Wardhana Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alfarie, Iwan Alin, Dhemes Amalia Putri, Amalia Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Arifin Syamsul Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Denta Oktavia, Aurelia Marsha Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Faradila, Annisa Farah Aida Putri Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Herawati Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Illiandri, Abdullah Oski Ilvani Thine, Putri Bestari Isa, Mohamad Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Kirana, Fatma Lailatul Qomariyah Lenie Marlinae Lenny Octaviani Tanu Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Bakhriansyah, M. M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Maulideya, Fatimah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Reyzaldy Rahim Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Neka Erlyani Neka Erlyani Nia Kania Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Noviyanti, Winda Novridha Dewi Ardiyanti Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri, Rizqi Risfiana Rachmad Yamani Rahayu, Istuning Puji Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Risnawati Risnawati Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sulastri, Norjainah Suraya, Yulia Hasvi Maya Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Wardhani, Gendis Ratri Kusuma Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak