Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Risk Assessment of Respirable Dust Exposure to Workers in the Mineral Ore Processing Industry Susanto, Arif; Putro, Edi Karyono; Kusnadi, Saskia Nur Fadhilah; Santoso, Danny Rosalinawati Mak'dika; Manuel, Anthony Androful
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 13 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v13i1.2024.109-115

Abstract

Introduction: The mineral ore processing industry is a sector that can generate pollutants in the form of dust during the production, commonly known as respirable dust. This dust can enter the upper respiratory tract and lungs, thereby causing health problems to employees working in the mineral ore processing industry. This study aims to investigate health risks associated with exposure to dust in the mineral ore processing industry. Methods: Environmental Health Risk Analysis (EHRA) was used to assess dust exposure over the previous three years, following the NIOSH Manual of Analytical Methods (NMAM) 0600 for dust sampling measurement. Results: Seven locations with high dust emissions were considered for this study. The results of the respirable dust sampling showed that the concentrations in the previous three years ranged from 1,823 to 6,109 mg/m3, followed by a decrease in the following year to 0.049 to 2,715 mg/m3. Meanwhile, in the final year, the concentration of respirable dust ranged from 0.094 to 1.341 mg/m3. The calculated risk quotient (RQ) value for the previous three years remained below 1, indicating safety. Conclusion: Athough respirable dust was considered safe in the previous year, it is important to constantly control exposure due to continued high levels and the possibility of future increases
Tinjauan Literatur Sistematis: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko Pada Operasi Pertambangan Susanto, Arif
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.2065

Abstract

Keselamatan pertambangan adalah suatu aktivitas yang mencakup manajemen keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan manajemen risiko yang baik. Langkah-langkah utama manajemen risiko dilakukan melalui identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko setelah menentukan konteksnya. Studi ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko dalam operasi pertambangan. Metode studi ini dengan mengadopsi PRISMA-ScR. Hasil studi yang diperoleh menjelaskan bahwa metode HIRADC dan HIRARC secara umum banyak digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, mengendalikan risiko, dan menentukan pengendaliannya. Kedua metode tersebut menggunakan tahap-tahap yang sama dalam identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Metode semi-kuantitatif paling banyak digunakan dalam pemetaan risiko dan merupakan hasil penilaian antara kemungkinan dan dampak di mana tabel matriks yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri atau organisasi. Perbedaan antara keduanya terletak pada tahap ketiga, yaitu apakah menggunakan tahap pengendalian risiko dengan penerapan langkah-langkah yang tepat, karena HIRARC menggunakan pemahaman risiko spesifik untuk dapat menentukan langkah-langkah pengendalian yang lebih relevan. Sedangkan pada HIRADC, penentuan pengendalian diperlukan setelah risiko secara keseluruhan telah diidentifikasi dan dampaknya terhadap sistem secara umum dievaluasi. Pada intinya, kedua metode dapat digunakan untuk menerapkan manajemen risiko dalam operasi pertambangan sehingga dapat dilakukan secara efektif.
PAPARAN DEBU DAN RISIKO GANGGUAN FUNGSI PERNAFASAN PADA PEKERJA DI INDUSTRI PENGOLAHAN BIJIH MINERAL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Arif Susanto; Muhamad Rizky Yudhiantara; Edi Karyono Putro; Prayoga Kara; Anthony Andorful Manuel; Nurulia Hidayah
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 1 (2024): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i1.12557

Abstract

Pengolahan bijih mineral melibatkan beberapa proses yang menghasilkan debu, seperti penggilingan, penghancuran, dan flotasi. Debu yang dihasilkan, terutama partikel berukuran <10 μm, dapat terhirup dan terdeposit di paru-paru, sehingga berisiko menyebabkan penurunan fungsi pernafasan. Namun, berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat efek paparan debu terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur sistematis, menggunakan kata kunci “mineral ore processing”, “dust exposure”, dan “impaired lung function”. Pada basis data ilmiah seperti Science Direct, Google Scholar, dan ProQuest. Artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024 menjadi fokus kajian. Hasil pemetaan literatur berdasarkan PRISMA-ScR menunjukkan sebanyak 15 artikel ilmiah relevan telah dianalisis. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa debu di industri pengolahan bijih mineral menjadi risiko kesehatan pernafasan yang signifikan bagi pekerja. Paparan debu dapat menyebabkan masalah kesehatan dari penurunan fungsi pernafasan hingga Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Komposisi kimia dan konsentrasi debu respirabel yang bervariasi, serta faktor lingkungan seperti kelembaban dan arah angin, turut mempengaruhi tingkat pajanan debu terhadap pekerja. Oleh karena itu, pengendalian debu secara efektif pada sumbernya dan penerapan manajemen risiko yang baik menjadi sangat penting untuk mengurangi paparan debu terhadap pekerja dan mencegah terjadinya penurunan fungsi pernapasan.
Hubungan Faktor Individu terhadap Stres Kerja pada Pegawai PT PLN (Persero) UP3 Ternate Wijoyo, Nurseto Jati; Usman, Usman; Susanto, Arif
J-Mestahat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v5i1.139

Abstract

In 2023, 49% of 1,8 million workers in the United Kingdom experienced stress, depression, and anxiety. This indicates that everyone who works can experience work-related stress. This study aims to analyze work-related stress among employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate, determined from the six aspects outlined in the Appendix of the Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 05 of 2018. The study involved 30 respondents, representing the entire workforce. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The research method uses a survey, with a saturated sampling technique. The survey results show that the overall level of work-related stress felt by employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate is classified as moderate, with an average score of 15,91. The highest factor was related to quantitative workload, with a score of 17,6. A total of 27 respondents experienced moderate work stress. Based on the survey results, it can be concluded that there is a relationship between gender, the workload received, and work stress among employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate in 2024. Providing a balanced workload to all employees and delegating tasks according to their expertise can help reduce stress factors among employees of PT PLN (Persero) UP3 Ternate.
DAMPAK PAJANAN DEBU BATUBARA BAGI KESEHATAN PEKERJA TAMBANG BATUBARA : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Pasaribu, Gloria Cassandra; Susanto, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44193

Abstract

Pertambangan batubara memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar, namun tinjauan komprehensif mengenai dampak pajanan debu batubara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pajanan debu batubara terhadap kesehatan pekerja tambang. Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA pada artikel yang dipublikasikan tahun 2021-2025. Pencarian dilakukan di basis data Google Scholar menggunakan kata kunci "dampak", "debu", "pekerja", dan "tambang batubara" dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Dari 257 artikel yang teridentifikasi, 5 artikel final dianalisis menggunakan kerangka PICO untuk mengekstraksi data secara sistematis. Faktor risiko utama teridentifikasi meliputi durasi kerja >5 tahun, intensitas pajanan tinggi (4,5 mg/m³ pada area pengeboran), penggunaan APD tidak konsisten, dan jarak tempat tinggal <500 meter dari lokasi tambang. Dampak kesehatan yang ditemukan berupa gangguan fungsi paru, Coal Worker's Pneumoconiosis dengan tingkat kematian 19,19%, PPOK dengan risiko kematian 93% lebih tinggi pada pekerja terpapar, serta peningkatan jumlah eosinofil pada 13,4% penduduk sekitar tambang yang mengindikasikan respons inflamasi sistemik. Pajanan debu batubara memiliki dampak kesehatan yang signifikan dan multidimensional, tidak hanya pada pekerja tambang tetapi juga masyarakat sekitar, sehingga diperlukan strategi pencegahan komprehensif yang meliputi pengendalian teknis, administratif, penggunaan APD, monitoring lingkungan rutin, dan mitigasi dampak lingkungan untuk melindungi kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar area pertambangan batubara.
Faktor Tindakan Tidak Aman pada Pekerja Pertambangan: Tinjauan Literatur Sistematis Susanto, Arif; Pasaribu, Gloria Cassandra
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.1.70-84.2025

Abstract

Industri pertambangan merupakan sektor strategis dengan risiko kecelakaan kerja yang signifikan, di mana 34,43% disebabkan oleh tindakan tidak aman (TTA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi TTA pada pekerja pertambangan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) ini berdasarkan artikel ilmiah terbitan 2018-2024 yang dianalisis menggunakan kerangka TCCM (Theory, Context, Characteristics, Methods). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTA dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang prosedur keselamatan, rendahnya motivasi penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan yang tidak memadai, dan kelelahan kerja. Selain itu, faktor organisasi seperti pengawasan yang lemah serta kondisi lingkungan dan teknis, seperti peralatan yang rusak, turut berkontribusi. Kesimpulan penelitian ini adalah TTA pada pekerja pertambangan disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor manusia, organisasi, dan lingkungan kerja.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Karbon Monoksida (CO) pada Pedagang di Pasar Cikutra Kota Bandung Tahun 2024 Hidayatulloh, Rizal; Susanto, Arif; Mulyani , Tri
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i1.27

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu zat berbahaya yang dihasilkan dari emisi kendaraan yang berisiko terhadap populasi pedagang. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti ISPA. Data menunjukkan bahwa ISPA di Kota Bandung mencapai 94.479 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko akibat pajanan CO pada pedagang di Pasar Cikutra. Metode penelitian menggunakan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang dilakukan selama bulan Agustus sampai September 2024. Sampel subjek penelitian ini berjumlah 85 pedagang Pasar Cikutra. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Data primer yang digunakan yaitu hasil pengukuran konsentrasi CO pada delapan titik pada tiga hari berbeda, berat badan, lama pajanan, frekuensi pajanan, dan durasi pajanan yang berjualan di Pasar Cikutra. Data sekunder yang digunakan berupa hasil pengukuran suhu, kelembaban, tekanan dan kecepatan angin. Hasil menunjukan bahwa konsentrasi pada pagi hari di delapan titik memiliki rentang 17,47 sampai 33,36 mg/m3 dan sore hari 7,17 sampai 13,66 mg/m3. Nilai Risk Quotient (RQ) >1 di seluruh titik sampel. Pedagang di Pasar Cikutra berisiko terhadap gangguan kesehatan, sehingga konsentrasi CO di sekitar Pasar Cikutra perlu diperhatikan dan pedagang dapat memperhatikan penggunaan alat pelindung diri berupa masker untuk mencegah masuknya gas CO ke dalam tubuh.
EVALUASI PENCAPAIAN KINERJA KESELAMATAN PERTAMBANGAN DI PT X LAHAT SUMATERA SELATAN Jatmiko, Fauzi; E Mauliku, Novi; Budiman, Budiman; Suhat, Suhat; Susanto, Arif
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.12813

Abstract

Industri pertambangan merupakan industri yang rentan akan kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga pemerintah Indonesia mewajibkan setiap perusahaan tambang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) yang tercantum pada Permen ESDM No. 26 Tahun 2018. Beberapa penelitian yang membahas mengenai evaluasi kinerja tambang berfokus pada perusahaan tambang yang sudah cukup lama beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pencapaian kinerja evaluasi pencapaian kinerja keselamatan pertambangan berdasarkan Kepdirjen Minerba ESDM No. 10 Tahun 2023 di PT X Lahat Sumatera Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluatif dengan metode tinjauan dokumentasi, kuisioner rubrik Kepdirjen Minerba ESDM No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023, dan wawancara mendalam pada Juli—Agustus 2024 dengan total 334 partisipan. Wawancara mendalam dilakukan melalui zoom meeting pada 4 orang level manajemen group leader dan nonstaf. Adapun hasil penelitian ini adalah tingkat pencapaian kinerja keselamatan pertambangan secara keseluruhan atau total PT X Lahat, Sumatera Selatan berada pada Tingkat Terencana dengan nilai parameter indikator sebesar 0.71. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan pertambangan dalam rangka memelihara dan meningkatkan pencapaian kinerja keselamatan pertambangan sebaiknya lebih berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kompetensi pekerja tambang.
Risiko psikososial di industri minyak dan gas bumi (MIGAS): Tinjauan literatur naratif Susanto, Arif; Putri, Ramadhania
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/mgh1hq52

Abstract

Risiko psikososial merupakan akibat dari bahaya psikososial di tempat kerja yang merujuk pada faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja. Risiko ini menjadi tantangan tersembunyi, tetapi memiliki signifikansi pada sektor industri minyak dan gas (MIGAS) karena berdampak langsung selain terhadap kesehatan mental juga pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tinjauan tematik yang menyeluruh terhadap isu ini masih relatif terbatas, khususnya yang mengintegrasikan temuan dari artikel empiris dan tinjauan literatur. Tujuan penelitian ini untuk memetakan risiko psikososial pada pekerja MIGAS melalui tinjauan literatur naratif terhadap 21 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara 2019 hingga 2024, terdiri dari 15 artikel penelitian empiris dan 6 artikel tinjauan pustaka. Artikel tersebut kemudian dilakukan evaluasi untuk menilai kualitas metodologisnya menggunakan instrumen Scale for the Assessment of Narrative Review Articles (SANRA) untuk menilai sebuah artikel pada tinjauan naratif. Data yang terkumpul disintesis secara induktif berdasarkan tema. Hasil tinjauan menunjukkan terdapat 6 tema utama, yaitu: stres kerja dan burnout, kelelahan kerja dan beban mental, tekanan sosial dan tantangan psikososial individu, faktor organisasi dan kepemimpinan, hubungan risiko psikososial dengan keselamatan kerja, serta keterbatasan dukungan kesehatan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko psikososial bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara individu, organisasi, dan sistem kerja. Tinjauan ini memberikan kontribusi berupa sintesis berbasis bukti yang dapat mendasari pengembangan intervensi keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih kontekstual di industri MIGAS berisiko tinggi.
COVID-19 Prevention and Control: Mining Industry Responses to the Pandemic Susanto, Arif; Khaliwa, Agra Mohamad; Iqbal, Muhamad Razif; Putro, Edi Karyono; Abdilah, Asep Dian
Kesmas Vol. 17, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapidly growing global Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic crisis affects the labor-intensive mining industry. The industry is characterized by high worker mobility and 24-hour operations; thus, this continuous, mobile workforce increases the transmission risk of COVID-19 and has been a challenge for the mining industry during the pandemic. PT X, one of the largest mineral mining locations in Mimika District, Central Papua Province, Indonesia, was challenged to face the COVID-19 pandemic crisis. Therefore, this qualitative study aimed to analyze the COVID-19 handling efforts by PT X Concentrating Division using a descriptive-analytical method to describe the completion of PT X. The assessment aimed to examine nine critical factors formulated by the International Labour Organization and evaluated as practical steps to prevent and mitigate the virus spread in the division. Furthermore, an analysis was conducted on data related to COVID-19 handling. The results showed that the nine critical factors had an average value of 89.41%. These results indicated that the pandemic handling efforts in the division had been implemented well.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdilah, Asep Dian Achmad Supajar Ziarahman Aditya Fadila Muhamad Aditya Fadilah Muhamad Agra M Khaliwa Agra Mohamad Khaliwa Agra Mohamad Khaliwa Ambar D Syuhada Anthony Andorful Manuel Anthony Andorful Manuel Aprilia Listiarini Aprilia Listiarini, Aprilia Asep D Abdilah Asep Dian Abdilah Budiman Budiman Daniel Oranova Siahaan Danny Rosalinawati Ma&#039;kdika Santoso Donny Zulfakar Dyan K. Nugrahaeni Dyan Kunthi Nugrahaeni, Dyan Kunthi E Mauliku, Novi Edi K Putro Edi K Putro Edi Karyono Putra Edi Karyono Putro Edi Karyono Putro Edi Karyono Putro Edi Karyono Putro Edi Karyono Putro Enisah, Enisah Fajrul Falakh Fanny Sarah Yuliasari Hidayah, Nurulia Hidayatulloh, Rizal Indra Komara, Yopi Indri Hapsari Susilowati Iqbal, Muhamad Razif Jatmiko, Fauzi Johan, Anita John Charles Wilmot John Charles Wilmot Kara, Prayoga Karyono Putro, Edi Khaerani Lestari Khaerani Suci Lestari Khaliwa, Agra Mohamad Kusnadi, Saskia Nur Fadhilah Lilik Dwi Setyana Lola Sugiarni Magdalena, Bianca Mahalisa, Rizky Mahlisa, Rizky Manuel, Anthony Andorful Manuel, Anthony Androful Maulani, Laifah Fasilah Mauliku, Novie Elvinawaty Mohamad Khaliwa, Agra Muhamad Razif Iqbal Muhamad Razif Iqbal Muhamad Rizky Yudhiantara Mulyani , Tri Nurulia Hidayah Pasaribu, Gloria Cassandra Prasetio, Diki Bima Prayoga Kara Putri, Ramadhania Putro, Edi Karyono Riyanto, Agus Sandi Nugraha Santoso, Danny Rosalinawati Santoso, Danny Rosalinawati Mak'dika Sarah Yuliasari, Fanny Saskia Nur Fadhilah Kusnadi Savira, Yenni Miranda Savitri Citra Budi Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno Suhat Suhat Suhat Suhat Sulthan Muchammad Quds Teguh Akbar Budiana Tri Mulyani Uli Amrina Uli Amrina Usman Usman Wicaksono, Faridl Wijoyo, Nurseto Jati Wiliam E Yochu Willmot, John Charles Yenni Miranda Savira Yochu, Wiliam Engelbert Yochu, Wiliam Engelberth Yopi I Komara Yudhiantara, Muhamad Rizky Zannah, Miftahul