p-Index From 2021 - 2026
14.211
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Journal of Agromedicine and Medical Sciences Jurnal Mirai Management Jurnal Surya Medika JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Jambura Journal of Chemistry PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Journal of Economics and Business UBS Jurnal Kesehatan Tambusai Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam JOURNAL LA MEDIHEALTICO Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat FORTE JOURNAL Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Farmanesia Jurnal Sains dan Teknologi Journal of Health and Medical Science International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Jurnal Farmasi Klinik dan Sains All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Cross-border Eduvest - Journal of Universal Studies FARMASAINKES Nusantara Scientific Medical Research Journal PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Analit: Analytical and Environmental Chemistry Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Journal of Pharmaceutical and Sciences. JK Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Media Farmasi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Akademika Kimia Jurnal Sains dan Kesehatan MAFEBIS: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Media Farmasi

Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata) Dewi Rizki; Ridwanto; Zulmai Rani
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.174

Abstract

Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feather clams, snails, and so on. The chitosan comes from the head, skin, and carapace. The development of chitosan applications has great potential because the production of shrimp, crab, and feather clam shells continues to increase. Chitosan is a bioactive substance with use in the fishing industry. This research aims to isolate and characterize chitosan from feather clam shells (Anadara antiquata) to convert feather clam shells into chitin and deacetylate it into chitosan then to determine the functional groups and characteristics of chitosan using Fourier infrared (FTIR). The isolation methods used were deproteination using 4% NaOH solvent, demineralization with a 1:5 ratio of 2N HCl solvent, depigmentation with a 1:10 ratio of 4% NaOCl solvent and deacetylation with a 1:20 ratio of 50% NaOH solvent. and chitosan characterization. According to the study's findings, the degree of deacetylation obtained in the form of a white powder was 75%, odorless fine powder. Chitosan dissolves in acetic acid, according to the solubility test. The obtained water content was 3.81% and the ash content obtained was 0.7%. Feather clam shell waste is declared to be well isolated and meets the requirements by SNI with a degree of deacetylation value of 75%. Kitosan merupakan polisakarida dari deasetilasi kitin; biasanya dibuat dari limbah produk industri perikanan seperti bekicot, kepiting, udang, bulu kerang, dan cangkang kerang. Kitosan berasal dari kulit, karapas, dan bagian kepala. Karena produksi udang, kepiting, dan cangkang kerang bulu yang terus meningkat, pengembangan aplikasi kitosan sangat potensial. Kitosan merupakan bahan bioaktif memiliki manfaat untuk industri perikanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan kitosan yang ditemukan dalam cangkang kerang bulu (Anadara antiquata) agar merubah cangkang kerang bulu menjadi kitin dan di deasetilasi menjadi kitosan kemudian untuk mengetahui gugus fungsi dan karakteristik kitosan menggunakan fourier infrared (FTIR). Metode isolasi yang dilakukan yaitu  deproteinasi menggunakan pelarut NaOH 4%, demineralisasi menggunakan pelarut HCl 2N dengan perbandingan 1:5, depigmentasi menggunakan pelarut NaOCl 4% (1:10), deasetilasi dengan pelarut NaOH 50% (1:20) dan karakterisasi kitosan. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi yang di peroleh yaitu 75% berbentuk serbuk halus berwarna putih dan  tidak berbau. Menurut uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang diperoleh 3,81% dan kadar abu yang diperoleh 0,7%. Limbah cangkang kerang bulu dinyatakan terisolasi dengan baik dan telah memenuhi syarat sesuai dengan SNI dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 75%.
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata) Dewi Rizki; Ridwanto; Zulmai Rani
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.174

Abstract

Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feather clams, snails, and so on. The chitosan comes from the head, skin, and carapace. The development of chitosan applications has great potential because the production of shrimp, crab, and feather clam shells continues to increase. Chitosan is a bioactive substance with use in the fishing industry. This research aims to isolate and characterize chitosan from feather clam shells (Anadara antiquata) to convert feather clam shells into chitin and deacetylate it into chitosan then to determine the functional groups and characteristics of chitosan using Fourier infrared (FTIR). The isolation methods used were deproteination using 4% NaOH solvent, demineralization with a 1:5 ratio of 2N HCl solvent, depigmentation with a 1:10 ratio of 4% NaOCl solvent and deacetylation with a 1:20 ratio of 50% NaOH solvent. and chitosan characterization. According to the study's findings, the degree of deacetylation obtained in the form of a white powder was 75%, odorless fine powder. Chitosan dissolves in acetic acid, according to the solubility test. The obtained water content was 3.81% and the ash content obtained was 0.7%. Feather clam shell waste is declared to be well isolated and meets the requirements by SNI with a degree of deacetylation value of 75%. Kitosan merupakan polisakarida dari deasetilasi kitin; biasanya dibuat dari limbah produk industri perikanan seperti bekicot, kepiting, udang, bulu kerang, dan cangkang kerang. Kitosan berasal dari kulit, karapas, dan bagian kepala. Karena produksi udang, kepiting, dan cangkang kerang bulu yang terus meningkat, pengembangan aplikasi kitosan sangat potensial. Kitosan merupakan bahan bioaktif memiliki manfaat untuk industri perikanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan kitosan yang ditemukan dalam cangkang kerang bulu (Anadara antiquata) agar merubah cangkang kerang bulu menjadi kitin dan di deasetilasi menjadi kitosan kemudian untuk mengetahui gugus fungsi dan karakteristik kitosan menggunakan fourier infrared (FTIR). Metode isolasi yang dilakukan yaitu  deproteinasi menggunakan pelarut NaOH 4%, demineralisasi menggunakan pelarut HCl 2N dengan perbandingan 1:5, depigmentasi menggunakan pelarut NaOCl 4% (1:10), deasetilasi dengan pelarut NaOH 50% (1:20) dan karakterisasi kitosan. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi yang di peroleh yaitu 75% berbentuk serbuk halus berwarna putih dan  tidak berbau. Menurut uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang diperoleh 3,81% dan kadar abu yang diperoleh 0,7%. Limbah cangkang kerang bulu dinyatakan terisolasi dengan baik dan telah memenuhi syarat sesuai dengan SNI dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 75%.
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata) Rizki, Dewi; Ridwanto; Rani, Zulmai
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi Edisi Oktober 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.174

Abstract

Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feather clams, snails, and so on. The chitosan comes from the head, skin, and carapace. The development of chitosan applications has great potential because the production of shrimp, crab, and feather clam shells continues to increase. Chitosan is a bioactive substance with use in the fishing industry. This research aims to isolate and characterize chitosan from feather clam shells (Anadara antiquata) to convert feather clam shells into chitin and deacetylate it into chitosan then to determine the functional groups and characteristics of chitosan using Fourier infrared (FTIR). The isolation methods used were deproteination using 4% NaOH solvent, demineralization with a 1:5 ratio of 2N HCl solvent, depigmentation with a 1:10 ratio of 4% NaOCl solvent and deacetylation with a 1:20 ratio of 50% NaOH solvent. and chitosan characterization. According to the study's findings, the degree of deacetylation obtained in the form of a white powder was 75%, odorless fine powder. Chitosan dissolves in acetic acid, according to the solubility test. The obtained water content was 3.81% and the ash content obtained was 0.7%. Feather clam shell waste is declared to be well isolated and meets the requirements by SNI with a degree of deacetylation value of 75%. Kitosan merupakan polisakarida dari deasetilasi kitin; biasanya dibuat dari limbah produk industri perikanan seperti bekicot, kepiting, udang, bulu kerang, dan cangkang kerang. Kitosan berasal dari kulit, karapas, dan bagian kepala. Karena produksi udang, kepiting, dan cangkang kerang bulu yang terus meningkat, pengembangan aplikasi kitosan sangat potensial. Kitosan merupakan bahan bioaktif memiliki manfaat untuk industri perikanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan kitosan yang ditemukan dalam cangkang kerang bulu (Anadara antiquata) agar merubah cangkang kerang bulu menjadi kitin dan di deasetilasi menjadi kitosan kemudian untuk mengetahui gugus fungsi dan karakteristik kitosan menggunakan fourier infrared (FTIR). Metode isolasi yang dilakukan yaitu  deproteinasi menggunakan pelarut NaOH 4%, demineralisasi menggunakan pelarut HCl 2N dengan perbandingan 1:5, depigmentasi menggunakan pelarut NaOCl 4% (1:10), deasetilasi dengan pelarut NaOH 50% (1:20) dan karakterisasi kitosan. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi yang di peroleh yaitu 75% berbentuk serbuk halus berwarna putih dan  tidak berbau. Menurut uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang diperoleh 3,81% dan kadar abu yang diperoleh 0,7%. Limbah cangkang kerang bulu dinyatakan terisolasi dengan baik dan telah memenuhi syarat sesuai dengan SNI dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 75%.
Co-Authors Abdullah, Husaini Abdullah, Muhammad Wahyuddin Adawiyah, Marissa Tasya Adyani Maulinda Afrizani, Afrizani Agus Priyadi Akbar, Windi Hari Al Hudawi, Muhammad Al Qodri, Muhammad Alviana, Liya Amin Nasution, Muhammad Amir, Annisa Fadilah Andi Syahputra, Ricky Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Aprilia, Medhy Ardhita Arifin, Khairil Fikri Arjuniadi, Arjuniadi Audry Pratiwi Audry Pratiwi Azhar, Gustika Azri, Atika Azzahra, Fadya Cici Andriani Claudy Friesta Melanie Dalimunthe, Gabena Indriyani Damanik, Sumayyah Daniel Happy Putra Daulay , Anny Sartika Daulay, Ani Sartika Daulay, Anny S. Denni Bahari Dikki Miswanda Dina Suciati Saragih Dison Silalahi, Alistraja Elma Natasya Eva Fransiska Fadhilah M, Ihsan Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fathur Rahman Fathur Rahman Fatur Rahman Fithri Pulungan, Ainil Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Ade Try Atwinda Harahap, Siti Salimah Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Harun , Fatur Rahman Harun, Fathur Rahman Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Sarinah Hasibuan, Supia Indah Hazizah, Mautia Hermawan, Fiqri Humairah, Dwina Angelina Imelda Natasia Br S Meliala Irvan Andreansyah Irwan Misbach Isnaria, Vita Khairunnisa Khairunnisa Lastri Afni Lince Bulutoding Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi Maghfirah , Dini Makhfirah Malahayati Malahayati Mambang, D Elysa Putri Manik, Umi Chairani Manurung, Aisyah Baddriah Maryanti Yuza Melinda, Reni Meliyana Meliyana Merani Phaustina Lumban Gaol Mirna Mirna Muchlis, Syaiful Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Munthe, Herlina Nada, Dina Qatrun Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri, Nasri Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Amin Nasution, Shamila Sufi Aulia Nazirah, Nazirah Ningtias, Anggitha Nst, Haris Munandar Nuraida Nuraida Nurhayati Nurhayati Nurliansyah, Nurliansyah Nurmazela, Virda Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pitaloka, Syifa Amilia Puteri, Cut Intan Annisa Putri Khairani Putri Theresia Harianja Putriyana Putriyana Qisti Pristiwani Rahayu , Yayuk Putri Rahayu Rahayu Rahma Dona, Rahma Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmayanti, Putri Rambe, Robiatun Reza Irma Ricky Andi Syahputra Rika Yuliana, Rika Riski Mulyani, Riski Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Dewi Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa S Sumarlin Sagala , Vipi Zetiara Salwa, Shakhila Saragih, Alkausar Sari, Farida Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Shilvia, Fatin Sinaga, Novita Yulianti Siradjuddin, Siradjuddin Siregar , Anisah Sitompul, M. Saleh Sitorus, Dara Indah Sri Wahyuni Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Syarifah Aulia Tamara Army Tambupolon, Sanya Tanika Trizaldi, Asep Utama, Fazrul Amin Vera Estefania Kaban Wijiyaningsih, Dinda Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani