Claim Missing Document
Check
Articles

FRAMING ANALYSIS IN KOREAN DRAMA "BUSINESS PROPOSAL" ON VIEWERS' PERCEPTION OF SOCIAL DISPARITIES AMONG GEN Z Maretza, Trize; Putri, Valentina Rahmania; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i1.4913

Abstract

ABSTRACT The popular Korean drama "Business Proposal" tells the story of romance and work, but also subtly highlights the social gaps that are seen in the characters, This study aims to analyze the framing used in this drama to understand how social gaps are portrayed and how they affect viewers' perceptions. The research method used is quantitative, through content analysis of dramas and surveys to viewers. Content analysis shows that the drama "Business Proposal" utilizes framing that tends to reinforce stereotypes of social inequality, such as social class differences, lifestyles, and educational access. This framing is reflected in the differences in characters, storylines, and dialogue. For example, the main character who comes from a wealthy family has a luxurious lifestyle and high education, while the character who comes from a poor background is able to face difficulties in achieving his goals. Surveys of viewers revealed that the framing used in dramas has an influence on their perceptions. Most respondents felt that the drama "Business Proposal" did not provide a concrete solution to the problem of social inequality and tended to reinforce stereotypical views. This research provides important implications for the Korean film industry to present stories about social inequality with a more balanced and realistic perspective. It is hoped that the media in the future can display a more objective and inclusive representation of social inequality, thereby encouraging constructive discussion and reflection in society.   ABSTRAK Drama Korea populer "Business Proposal" menceritakan kisah percintaan dan pekerjaan, tetapi juga secara halus menyoroti kesenjangan sosial yang terlihat pada para tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing yang digunakan dalam drama ini untuk memahami bagaimana kesenjangan sosial digambarkan dan bagaimana kesenjangan tersebut memengaruhi persepsi pemirsa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, melalui analisis konten drama dan survei kepada pemirsa. Analisis konten menunjukkan bahwa drama "Business Proposal" memanfaatkan framing yang cenderung memperkuat stereotip ketimpangan sosial, seperti perbedaan kelas sosial, gaya hidup, dan akses pendidikan. Framing ini tercermin dalam perbedaan karakter, alur cerita, dan dialog. Misalnya, tokoh utama yang berasal dari keluarga kaya memiliki gaya hidup mewah dan pendidikan tinggi, sedangkan tokoh yang berasal dari latar belakang miskin mampu menghadapi kesulitan dalam mencapai tujuannya. Survei kepada pemirsa mengungkapkan bahwa framing yang digunakan dalam drama memiliki pengaruh terhadap persepsi mereka. Sebagian besar responden merasa bahwa drama "Business Proposal" tidak memberikan solusi konkret terhadap masalah ketimpangan sosial dan cenderung memperkuat pandangan stereotip. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi industri film Korea untuk menyajikan cerita tentang ketimpangan sosial dengan perspektif yang lebih berimbang dan realistis. Diharapkan media di masa mendatang dapat menampilkan representasi ketimpangan sosial yang lebih objektif dan inklusif, sehingga mendorong diskusi dan refleksi yang konstruktif di masyarakat.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP CITRA TUBUH IDEAL Indriyani, Mutia; Wulandari, Wulandari; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i1.4847

Abstract

ABSTRACT Intensity of use of the social media platform TikTok refers to how often and for how long a person uses the application. Social media platforms, especially TikTok, have gained immense popularity and have had a significant impact on the views of the ideal body among their users. This research aims to investigate the impact of the intensity of TikTok use on individuals' ideal body perceptions, especially among teenagers and young adults. The method applied in this study is a quantitative approach through a survey of a number of respondents who actively interact with TikTok. Findings from the study suggest that the higher the duration of TikTok use, the greater the likelihood that users are exposed to the beauty standards displayed on the platform, which may influence how they view the ideal body. Exposure to repeated content depicting idealized body shapes may exacerbate body dissatisfaction and the tendency to adapt to existing beauty norms. Thus, increasing digital literacy is very necessary so that users are able to be more critical when consuming content and are not negatively influenced by unrealistic beauty standards. ABSTRAK Intensitas pemanfaatan platform media sosial TikTok mengacu pada seberapa sering dan lama seseorang menggunakan aplikasinya. Platform sosial media, terutama TikTok, telah meraih popularitas besar dan berdampak signifikan terhadap pandangan tentang tubuh ideal di antara para penggunanya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki dampak intensitas pemakaian TikTok terhadap persepsi tubuh ideal individu, khususnya di kalangan remaja dan orang dewasa muda. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kepada sejumlah responden yang aktif berinteraksi dengan TikTok. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi durasi penggunaan TikTok, semakin besar kemungkinan pengguna terpapar standar kecantikan yang ditampilkan di platform, yang mungkin mempengaruhi cara mereka melihat tubuh ideal. Paparan terhadap konten yang berulang yang menunjukkan bentuk tubuh ideal dapat memperburuk ketidakpuasan tubuh dan kecenderungan untuk beradaptasi dengan norma kecantikan yang ada. Dengan demikian, peningkatan literasi digital sangat diperlukan agar pengguna mampu lebih kritis saat mengonsumsi konten dan tidak terpengaruh secara negatif oleh standar kecantikan yang tidak realistis.
Strategi Naka Signature Dalam Membangun Loyalitas Konsumen Melalui Media Sosial Instagram Miranda, Miranda; Hidayatullah, KMS M Syarif; Salsabila, Lathifah; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2275

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi dan pemasaran dalam industri coffee shop, termasuk dalam membangun loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media sosial Instagram yang digunakan oleh Naka Signature, sebuah coffee shop di Palembang, dalam membentuk dan mempertahankan loyalitas konsumen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus utama terletak pada strategi konten, interaksi dengan konsumen, dan penerapan nilai-nilai Relationship Marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naka Signature menerapkan strategi komunikasi digital yang konsisten, personal, dan interaktif melalui berbagai fitur Instagram seperti Reels, Stories, dan Live. Kepercayaan konsumen dibangun melalui transparansi informasi, penggunaan testimoni pelanggan, serta respons cepat terhadap komentar dan pesan. Sementara itu, komitmen konsumen diperkuat melalui program loyalitas “Inner Circle”, pelibatan konsumen dalam konten, serta pendekatan emosional yang menjadikan konsumen sebagai bagian dari komunitas brand. Keberhasilan strategi ini didukung oleh kekuatan visual brand, kolaborasi tim internal, dan pemanfaatan fitur Instagram secara optimal. Namun, terdapat pula kendala seperti perubahan algoritma platform, keterbatasan sumber daya manusia, dan tingginya persaingan visual antar brand sejenis. Strategi yang diterapkan terbukti sejalan dengan teori Relationship Marketing yang menekankan pentingnya trust dan commitment dalam membangun loyalitas jangka panjang. Dengan demikian, strategi digital berbasis hubungan yang dilakukan oleh Naka Signature dapat dijadikan contoh praktik yang relevan dan efektif bagi pelaku bisnis F&B di era digital saat ini. Kata kunci: Naka Signature, loyalitas konsumen, Instagram
PENGARUH APLIKASI TIKTOK TERHADAP MINAT BELI PRODUK KECANTIKAN BENINGS CLINIC Rizky, Ade; Puspitasari, Intan Bela; Ananda, Lativa Diva; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2381

Abstract

Kemajuan teknologi di era digital telah mengubah pola perilaku konsumen, khususnya dalam sektor pemasaran dan promosi produk. Salah satu platform media sosial yang berkembang pesat adalah TikTok, yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi TikTok terhadap minat beli produk kecantikan Benings Clinic. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 responden yang merupakan masyarakat Kecamatan Kemuning Palembang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen terhadap produk Benings Clinic. TikTok sebagai media promosi mampu meningkatkan daya tarik, rasa percaya, dan keinginan konsumen untuk membeli produk kecantikan yang ditawarkan.
Pengaruh Gaya Komunikasi Dalam Konten Youtube Nadia Omara Terhadap Loyalitas Penonton Lestari, Nadia Pega; Ray, Mikayla Syadhena; Salsabila, Lathifah; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2593

Abstract

Gaya komunikasi menjadi peran penting dalam membentuk keterikatan dan hubungan antara konten kreator denganaudiens, terutama di platform digital seperti Youtube. Nadia Omara, salah satu konten kreator Youtube berhasil menarikperhatian publik melalui cara penyampaian yang khas dan menarik. Gaya komunikasinya yang naratif, ekspresif, sertamampu menciptakan kedekatan emosional mampu mempengaruhi tingkat loyalitas penonton terhadap kanal Youtubenya.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode instrumen yang melibatkan 103 responden yangmerupakan penonton aktif kanal Youtube Nadia Omara. Instrumen pengumpulan data berupa quisioner yang dianalisisdengan menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh gaya komunikasi terhadap loyalitas penonton. Hasildari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang diterapkan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadaployalitas penonton, yang tercermin melalui frekuensi dan intensitas penonton, interaksi dalam kolom komentar, sertakecenderungan merekomendasikan konten Nadia Omara kepada orang lain. Penelitian ini mengidentifikasi bahwapentingnya gaya komunikasi dalam membangun hubungan antara konten kreator dan audiens di era media digital
Makna dan Representasi Fenomena FOMO dalam Tren Hijab Turban di Media Sosial TikTok bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Lestari, Selfi; Bernolian, Dion; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 3 (2025): April: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i2.171

Abstract

This study aims to examine the meaning and representation of the Fear of Missing Out (FOMO) phenomenon in the hijab turban trend on TikTok among Communication Studies students at UIN Raden Fatah. FOMO, a psychological condition where individuals feel anxious about being left out of popular trends, plays a significant role in influencing participation in digital trends. The hijab turban trend, which combines religious, cultural, and fashion elements, has become a prominent focus on TikTok, especially among Muslim women, including university students. Through a qualitative approach, this research explores how FOMO affects students' decision to follow the hijab turban trend and how the trend is represented in TikTok content. Interviews were conducted with students who actively engage in social media, revealing insights into the pressure to conform to digital trends, the role of social validation, and the influence of influencers and TikTok's algorithm in shaping fashion choices. The findings indicate that while the hijab turban represents a modern expression of identity, it also raises concerns about the commercialization of religious symbols and the psychological pressure to align with societal standards.
Peran Literasi Digital Dalam Menangkal Hoaks Keagamaan Di Media Sosial Pada Remaja Arentania, Mutia Nurul; Afriliani, Cindy; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 3 (2025): April: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i2.172

Abstract

Teenagers are a generation that is synonymous with always being connected to digital technology in their daily lives. This causes teenagers to actively use the internet. Moreover, teenagers are vulnerable to negative elements including not being able to provide verification; being quickly influenced by the application of hoaxes. That is why digital literacy should not be completely ignored. In fact, one of the more important functions of digital literacy is to direct young people to be more sensitive in doing minimal detection of some signs of hoax news that have been circulating on the internet. This study aims to explain digital literacy as a way to tackle fake news or hoaxes. The method used in this research is descriptive qualitative. The types of data collected through interviews, observation, and documentation. The selection of interview guests was carried out purposively, and the number of sources was 9 data. The results of the research that have been carried out also show that digital literacy learning has been implemented at Fitra Abdi Palembang Junior High School directly.Digital literacy is very important to help adolescents understand that they must act smart and wise when using digital media, especially social media. To avoid the negative impact of fake news, digital literacy is essential for using social media along with the intelligence to assess information carefully and critically.
Analisis Persepsi Keislaman Remaja Melalui Konten Youtube “Belajar Islam Pake Logika” Ft Ustadz Felix Siauw Pratama, Wahyu Saputra; Alfarizi, Zaki; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 3 (2025): April: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i2.173

Abstract

This research analyzes the perception of adolescents' Islamic perceptions through the YouTube content “Belajar Islam Pake Logika” Ustadz Felix Siauw. In the digital era, YouTube is an important tool for teenagers to learn religion. to learn religion. This research uses descriptive qualitative method with a content analysis design to understand how Ustadz Felix Siauw's rhetorical strategy influences the perception of religion. Felix Siauw's rhetorical strategy influences teenagers' Islamic perceptions. The results showed that Ustadz Felix Siauw uses logic (logos), emotion (pathos), and credibility (ethos) in conveying Islamic teachings. credibility (ethos) in conveying Islamic teachings. This approach is effective attracts teenagers, but also risks simplifying the concept of religion. This research emphasizes the importance of a balance between rational and spiritual approaches in digital da'wah so that the message remains authoritative and holistic. This research contributes to understanding the effectiveness of digital communication strategies that are relevant to the younger generation.
Media Sosial Instagram Sebagai Komunikasi Dakwah Terhadap Peningkatan Pengetahuan Agama Pada Gen Z Arista, Fiansi Dwi; Elsa; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.174

Abstract

Social media, especially Instagram, has become an effective tool in spreading da’wah among Generation Z (Gen Z). This generation has a tendency to access information quickly, visually, and interactively, so Instagram is the right media to convey Islamic teachings. This research uses a qualitative method with a literature review approach to analyze how Instagram plays a role in the transformation of da’wah, the communication strategies applied, and its effect on increasing religious knowledge in Gen Z. The results showed that Instagram is able to make da’wah more interesting and easy to understand through features such as image uploads, short videos, and live broadcasts. However, there are challenges in information validity and algorithm effects that can limit users’ perspectives. Therefore, good digital literacy is needed so that this media can be optimally utilized in increasing religious understanding among Gen Z.
Menyebarkan Nilai Islam Di Kalangan Gen-Z: (Studi Kasus Strategi Komunikasi Dakwah Digital Pada Akun Tiktok Kadam Sidik) Ika; Az-Zahra, Jenny; Razzaq, Abdur; Nugraha, Muhamad Yudistira
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.175

Abstract

Generation Z is a group that grew up in the digital era, where social media has become an integral part of their lives. This has driven changes in da'wah strategies to be more relevant and effective in spreading Islamic values. This study aims to analyze the digital da'wah communication strategy in spreading Islamic values ​​to Gen Z through a case study of the TikTok account Kadam Sidik. Using a descriptive qualitative method, this study examines the types of content, message delivery techniques, and the impact of interactions between da'wah and audiences. The results of the study show that Kadam Sidik applies a communication strategy based on storytelling, humor, and the use of social media trends to attract attention and increase understanding of Islam among Gen Z. In addition, active interaction with the audience through comments and live streaming is an important factor in building closeness and strengthening da'wah messages. This study confirms that a creative, communicative da'wah approach that is in accordance with the characteristics of digital media can increase the effectiveness of spreading Islamic values ​​to the younger generation.
Co-Authors Abdur Razzaq Abdur Razzaq, Abdur Abu Mansur, Abu Afriani, Tiara Afriliani, Cindy Alfarizi, M. Ridho Alfarizi, Zaki Ananda, Lativa Diva Andayani, Rinni Dwi Anggreini, Azita Puspita Ardana, Anna Fitri Arentania, Mutia Nurul Arista, Fiansi Dwi Arnanda, Parjan Az-Zahra, Jenny Bastoni, Bunga Nursahara Bernolian, Dion Bramantyo , Ganesha Cahya, Nabila Dzulkhairi, Faiz Elsa Faisal, Muhammad Wahid Febrianti, Nadia Febrianti, Reva Ferliza, Dhea Ghifari, Barkah Al Habibullah, M. Sultan Herlina, Tria Serly Hidayatullah, KMS M Syarif Ika Indrianita, Nadira Indriyani, Mutia Kamila, Suci Nur Kristina Imron Kurniawan, M. Noval Ladako, M. Fathoni Lestari, Nadia Pega Lestari, Selfi Maretza, Trize Mayasari Meilia, Stevy Arta Miranda, Miranda Muhamad Firdaus Muhammad Wahid Muhammad Win Afgani Mustaqimah, Ikma Nabila, Putri Nisrina, Athira Ni’amah, Siti Lailatun Novita Sari Nugraha, Muhammad Reno Dwi Nuha, Farha Kamilatun Oktavianti, Amanda Oriza, Lalandra Pratama, Wahyu Saputra Puspitasari, Intan Bela Putra, M. Defry Ananda Putri, Devi Melani Putri, Nada Luthfiyah Eka Putri, Valentina Rahmania Rahma, Khalisya Rahman, Azim Ramadani, Diana Ray, Mikayla Syadhena Razaq, Abdur Riska Rizky, Ade Safira, Nabilla Saipul Annur Salman Al Farisi, Salman Salsabila, Andini Salsabila, Lathifah Salwa, Indah Saputra, Agusti Saputri, Winda Agustina Sari, Aisyah Junia Anindya Shoriah, Darvinna Sunysca, Milcy Thania, Syafina Ratu Tutut Handayani Vitriniwati, Vitriniwati Wanto, Deri Wibisana, Satrio Wijaya, Aldi Wijaya, Risky Ivan Winata, Arya Pratama Wulandari Wulandari Yusman, Cindy Maretha Zahra, Elisa ZAHRA, SYARIFAH Zevya, Mona Zuhdiyah Zuhdiyah, Zuhdiyah