Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Zona Rawan Longsor Berdasarkan Klasifikasi Kemiringan Lereng di Kabupaten Humbang Hasundutan Br Simatupang, Eliana Renintan; Briggita, Christine Amelia; Manik, Keshya Vallerina; Nazhifah, Aliyah; Marbun, Sahala Fransiskus
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1835

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemiringan lereng dan tingkat kerawanan longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai dasar penyusunan mitigasi bencana berbasis spasial. Indonesia yang berada pada kawasan cincin api memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana geologi, termasuk tanah longsor, terutama pada wilayah dengan topografi curam. Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki fisiografi perbukitan dan pegunungan dengan variasi kemiringan lereng yang signifikan sehingga memerlukan identifikasi zona rawan secara lebih terukur. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Digital Elevation Model (DEM) dan peta administrasi dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Data diolah menggunakan ArcGIS/ArcMap melalui analisis deskriptif spasial, meliputi perhitungan kemiringan lereng, pengklasifikasian ke dalam lima kategori (0–8%, 8–15%, 15–25%, 25–45%, dan >45%), serta penentuan tingkat kerawanan longsor berdasarkan kategori tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah ini didominasi oleh lereng curam hingga sangat curam, terutama pada bagian barat–utara yang merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan. Sebagian besar kecamatan memiliki kemiringan tertinggi 45% hingga >45% sehingga masuk kategori rawan tinggi hingga sangat tinggi. Kecamatan Parlilitan, Pollung, Tarabintang, dan Paranginan termasuk zona paling rawan, sementara Lintong Nihuta menjadi satu-satunya wilayah dengan kerawanan rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya prioritas mitigasi bencana dan penataan ruang adaptif pada wilayah berlereng ekstrem.
Analisis Persebaran Vegetasi di Daerah Aliran Sungai Deli Kecamatan Medan Maimun Kota Medan Simanjuntak, Putri Rejeki; Leirisa , Reva; Akmaliyah , Annida; Telaumbanua, Fausta John Aro; Marbun, Sahala Fransiskus; Sidauruk, Tumiar
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.1840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran vegetasi di zona riparian Sungai Deli,pada segmen yang melintasi Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhinya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tekanan antropogenik yang masif, berupa urbanisasi dan alih fungsi lahan, yang mengancam integritas ekologis kawasan sempadan sungai. Dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada sejumlah locus pengamatan yang ditetapkan secara purposive sampling sepanjang koridor riparian. Hasil inventarisasi mengungkapkan bahwa komunitas vegetasi didominasi oleh spesies yang memiliki toleransi tinggi terhadap substrat lembap, tidak stabil, dan bersifat anaerob akibat genangan. Komposisi jenis yang paling dominan secara kuantitas adalah Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum) sebanyak 290 rumpun, diikuti oleh Rumput Signal (Brachiaria decumbens) sebanyak 220 rumpun, dan Bambu (Bambusa sp.) sebanyak 165 individu. Faktor pembentuk sebaran vegetasi meliputi kondisi abiotik, seperti kelembaban tanah, curah hujan tinggi, dan suhu hangat, serta faktor antropogenik. Secara paradoks, tingginya muatan hara (nutrient loading) dari limbah domestik yang terbuang ke sungai justru mendorong pertumbuhan yang cepat dan subur pada spesies riparian yang bersifat nutrient-craving. Selain itu, aktivitas manusia seperti ekspansi permukiman dan pembuangan sampah menjadi faktor eksternal utama yang mentransformasi pola sebaran vegetasi. Simpulan penelitian menyatakan bahwa meskipun mengalami degradasi habitat, vegetasi riparian yang adaptif masih menunjukkan ketahanannya. Temuan ini memberikan kontribusi penting sebagai bahan pertimbangan untuk perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan strategi konservasi vegetasi di zona riparian Sungai Deli.
ANALISIS PEMETAAN PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA TAHUN 2010-2020 Sahala Fransiskus Marbun; Scania Simanullang; Jeniver Pronika Br Manik; Elsa Turnip
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan penduduk di Indonesia selama periode 2010–2020 serta menyajikannya dalam bentuk peta tematik berbasis data Badan Pusat Statistik (BPS). Latar belakang penelitian didasarkan pada peningkatan jumlah penduduk yang signifikan dalam satu dekade terakhir dan kurangnya visualisasi yang dapat menggambarkan variasi laju pertumbuhan penduduk antarprovinsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif untuk memetakan tingkat pertumbuhan penduduk per provinsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan distribusi pertumbuhan penduduk di berbagai wilayah Indonesia, yang dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan, pemerataan wilayah, dan kebijakan demografis nasional. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam penyediaan informasi spasial mengenai dinamika pertumbuhan penduduk Indonesia.
ANALISIS KETERSEDIAAN FASILITAS UMUM TERHADAP JUMLAH PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KELURAHAN PUJIDADI, KECAMATAN BINJAI SELATAN Sahala Fransiskus Marbun; Chelsea Sarah Juniarti Siallagan; Terey Citha Siregar; Haniyah Ramadhani; Katarina Yoana Uly Artha Sagala
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan hubungan spasial antara ketersediaan fasilitas umum (fasum) dengan pertumbuhan penduduk di Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, sebagai cerminan dinamika wilayah dalam kajian Geografi Regional Indonesia1111. Pertumbuhan penduduk yang pesat (mencapai 8.798 jiwa dengan kepadatan $\pm$ 6.285 jiwa/km$^2$) di Kelurahan Pujidadi belum sepenuhnya diimbangi dengan pemerataan fasilitas publik, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah (disparitas spasial).Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang didukung oleh analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)3. Data spasial dan sekunder dari BPS Kota Binjai dan INA-Geoportal diolah menggunakan teknik overlay analysis, buffering, dan spatial gap analysis di ArcGIS 10.8.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas umum (pendidikan, kesehatan, dan ibadah) di Kelurahan Pujidadi cenderung mengelompok (clustered pattern), yang sejalan dengan teori Central Place Theory. Konsentrasi fasilitas ditemukan di bagian tengah hingga selatan wilayah, yang merupakan pusat aktivitas sosial dan permukiman lama. Sebaliknya, analisis buffering mengindikasikan bahwa wilayah bagian utara—yang merupakan kawasan permukiman baru—berada di luar jangkauan layanan optimal fasilitas kesehatan (lebih dari 500 meter). Jumlah fasilitas kesehatan (dua puskesmas) juga belum mencapai rasio ideal Kementerian Kesehatan (satu puskesmas per 5.000 penduduk). Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan spasial dalam distribusi pelayanan publik, di mana wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi tidak selalu memiliki fasilitas yang proporsional9. Secara regional, fenomena ini mencerminkan pola umum pembangunan wilayah perkotaan di Indonesia bagian barat yang berlangsung cepat tetapi tidak merata.Penelitian ini menyimpulkan perlunya kebijakan pembangunan yang lebih terdesentralisasi, seperti penambahan fasilitas kesehatan dan pendidikan di kawasan utara Pujidadi, serta peningkatan konektivitas jalan lingkungan, dengan memanfaatkan analisis spasial berbasis SIG untuk mencapai perencanaan tata ruang yang adil dan berkelanjutan
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN PEMERATAAN FASILITAS PENDIDIKAN DI KECAMATAN MEDAN TEMBUNG Sahala Fransiskus Marbun; Claudya Carolin Sihombing; Rouli anastasia Sihombing; Rosa anjelina manik; Dina Mendrofa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian fasilitas pendidikan dengan jumlah penduduk usia sekolah di kecamatan medan tembung. Sebagai wilayah peri-urban yang berfungsi sebagai penyangga inti kota, kecamatan ini menghadapi tekanan ganda: arus urbanisasi yang pesat dan pertumbuhan demografis alami yang tinggi. Di tengah implementasi kebijakan Sistem Zonasi nasional yang secara filosofis menuntut kedekatan jarak geometris antara tempat tinggal siswa dengan sekolah, kesiapan infrastruktur sisi penawaran (supply-side readiness) menjadi variabel determinan yang seringkali terabaikan dalam diskursus kebijakan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan analisis spasial dan teknik kalkulasi Service Load Ratio (Rasio Beban Layanan), penelitian ini mengevaluasi kesenjangan struktural yang menganga antara demand (populasi usia sekolah) dan supply (kapasitas sekolah negeri). Temuan empiris menyingkap sebuah ketimpangan yang ekstrem dan sistemik: dari total populasi usia sekolah sebanyak 30.530 anak, fasilitas pendidikan publik yang tersedia hanya berjumlah 21 unit. Analisis rasio kritis mengungkapkan beban layanan yang tidak realistis dan tidak manusiawi, di mana secara agregat satu sekolah negeri harus menanggung beban layanan potensial terhadap 1.453 siswa. Defisit paling parah dan bersifat absolut ditemukan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan ketiadaan total (0 unit) sekolah negeri. Kondisi ini menciptakan "zona buta" layanan publik (public service blind-spot) yang secara efektif memaksa terjadinya eksklusi sosial bagi kelompok ekonomi lemah. Studi ini menyimpulkan bahwa dominasi sektor privat telah menggeser paradigma pendidikan di Medan Tembung dari barang publik (public goods) yang menjamin kesetaraan, menjadi komoditas pasar (market commodities) yang eksklusif. Hal ini berpotensi memperburuk stratifikasi sosial, memperlebar jurang ketimpangan, dan secara permanen menghambat mobilitas vertikal masyarakat berpenghasilan rendah yang terjebak dalam siklus kemiskinan struktural.
PEMETAAN SPASIAL HALTE BUS LISTRIK DAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENAMBAHAN HALTE DI KOTA MEDAN Sahala Fransiskus Marbun; Amelia Grace Evelin Marbun; Lumi Nopia Nababan; Amos Andika Sihotang; Yosella Manullang
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis pola persebaran spasial halte bus listrik di Kota Medan sebagai bagian dari strategi pengembangan transportasi publik ramah lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian memetakan lokasi halte bus listrik dan mengkaji sejauh mana jangkauan layanan halte tersebut terhadap kawasan permukiman padat, pusat pendidikan, dan daerah aktivitas masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi halte bus listrik saat ini belum merata dan belum sepenuhnya menjangkau wilayah-wilayah dengan kebutuhan mobilitas tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini mengidentifikasi dan merekomendasikan titik-titik strategis untuk penambahan halte baru guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi pengguna transportasi umum berbasis energi bersih. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi perencanaan pengembangan transportasi perkotaan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan, serta dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan operator dalam meningkatkan kualitas layanan bus listrik di Medan.
Analisis Spasial Hubungan Antara Kondisi Geomorfologi dan Pola Mata Pencaharian Tradisional di Provinsi Sumatera Utara Mhd. Zidan Aris Fatih; Aidil Fajri Lintang; Nandita Septika Baeha; Qania Gultom; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman geomorfologi di Provinsi Sumatera Utara membentuk variasi sumber daya alam yang berdampak langsung pada cara masyarakat beradaptasi dalam menentukan mata pencahariannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara kondisi geomorfologi dan pola mata pencaharian tradisional masyarakat dengan memanfaatkan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu peta geomorfologi, data elevasi digital (DEM), serta data ketenagakerjaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) per kabupaten/kota. Analisis dilakukan melalui klasifikasi bentuk lahan, ekstraksi elevasi dan kemiringan lereng, serta overlay antara zonasi geomorfologi per kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan:  1) pola yang kuat di mana dataran rendah didominasi aktivitas pertanian intensif, dataran tinggi vulkanik didominasi hortikultura dan perkebunan, sedangkan wilayah pesisir dan kepulauan mengandalkan perikanan dan kegiatan maritim. 2) sektor jasa dan industri pengolahan berkembang pesat di pusat perkotaan seperti Medan. Temuan ini menunjukkan bahwa geomorfologi berperan signifikan dalam menentukan adaptasi ekonomi masyarakat, meskipun faktor sosial seperti aksesibilitas, urbanisasi, dan fungsi administratif wilayah turut memengaruhi keragaman pola ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perencanaan pembangunan daerah berbasis karakteristik fisik wilayah.
PERUBAHAN LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN DI LAUT DENDANG, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG Gomoses Simarmata; Grecia Margarethe; Rachel MiaTobing; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan lahan merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin krusial, terutama pada kawasan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan secara intensif. Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menunjukkan perubahan penggunaan lahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui perluasan permukiman, alih fungsi lahan hijau, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perubahan lahan serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kondisi lingkungan setempat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan lahan di Desa Laut Dendang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi banjir, berkurangnya daerah resapan air, penurunan kualitas udara, serta terganggunya keseimbangan ekosistem. Faktor pendorong perubahan tersebut meliputi pertumbuhan permukiman yang tidak terkontrol, lemahnya pengawasan tata ruang, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan tata ruang, pengendalian pemanfaatan lahan, serta pelibatan masyarakat dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di Desa Laut Dendang.
Staretegi Pemasaran: Studi Kasus Keripik Rumah Adat Minang dan Shafa Snack di Kota Medan Nurintan, Nurintan; Marbun, Sahala Fransiskus; Purba, Hetti Melinda; Naibaho, Anas Fela; Siburian, Feny Cristanti; Hasugian, Rusniatri; Nona, Rud Sahanaia Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan ketat di pasar oleh-oleh Kota Medan yang dipicu oleh tingginya volume perdagangan dan pariwisata menuntut pelaku usaha menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan strategi bauran pemasaran (4P) antara Toko Keripik Rumah Adat Minang dan Shafa Aneka Snack, serta mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan keunggulan salah satu toko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif komparatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Shafa Snack lebih unggul dengan rata-rata skor 4,82 (kategori Sangat Baik) dibandingkan Rumah Adat Minang dengan skor 3,75 (kategori Baik). Keunggulan Shafa Snack menonjol pada aspek Produk (variasi lengkap), Harga (kompetitif), dan Promosi (aktif digital dan pelayanan prima). Kelemahan utama Rumah Adat Minang adalah manajemen stok yang buruk. Disimpulkan bahwa sinergi 4P yang konsisten menciptakan keunggulan kompetitif Shafa Snack di tengah dinamika persaingan
Pemanfaatan QRIS sebagai Sistem Pembayaran Digital Pada Pedagang Pasar MMTC di Kota Medan Sari, Naila Elfira; Malau, Shintia; Nurliana, Vita; Situmeang, Grace Indah; Marpaung, Lasmauli T.G; Astika, Melani; Marbun, Sahala Fransiskus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan QRIS sebagai sistem pembayaran digital oleh pedagang di Pasar MMTC Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif melalui wawancara terstruktur dan observasi terhadap 78 pedagang pengguna QRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang menilai QRIS mempermudah transaksi, meningkatkan keamanan, serta membantu pencatatan keuangan secara tertib. Faktor kemudahan, keamanan, dan sosialisasi dari pihak bank menjadi pendorong utama adopsi QRIS, meskipun masih terdapat kendala teknis dan keterbatasan literasi digital. Secara keseluruhan, pemanfaatan QRIS di Pasar MMTC tergolong tinggi dan mencerminkan kesiapan pedagang dalam mendukung transformasi digital di sektor perdagangan tradisional.
Co-Authors Abdi E. Harefa Abdi Eralisasi Harefa Abdi Eralisasi Harefa Adinda Nurul Ramadhani Afifah Khairiyah Afrianita, Yessi Agnes Enonita Harefa Ahmad Fauzi Sinuraya Ahmad Fauzi Sinuraya Aidil Fajri Lintang Ainul Mardiah Aisyah Nur Aini Akmaliyah , Annida Akmaliyah, Annida Alan Mustaqim Aldi Winata Tumanggor Alvin Damero Siregar Ambarita, Waren Lucia Amelia Grace Evelin Marbun Amelia, Pidia Amos Andika Sihotang Anas Fela Naibaho Andre Marcelino Simamora Angelina Dasmauli Pasaribu Anggita Lydia Sirait Anggun Citra Sari Angraini Oktavia Hutapea Anju Diah Natalia Panjaitan Annisa, Dwi Nurul Annisya Agustina Ardilla S. Pratiwi Arungi Putra Asih Ester E.G Harahap Astika, Melani Astuti, Anik Juli Dwi Asysyifa Qolbi Badostar Situmorang Balqis Aulia Mayvita Bate’e, Windiarni Eveline Beta Marsaulina Betaria Sihaloho Bintang P.S.M Purba Br Simatupang, Eliana Renintan Briggita, Christine Amelia Cahyani Saragih Chelsea Sarah Juniarti Siallagan Cindy patherecia Purba Claudya Carolin Sihombing Claurisa Tri Milda Purba Cristyan Adma Jaya Damai Yanti Gultom Damanik, M. Ridha Syafii Damanik, Muhammad Ridha Syafii Damanik, Muhammad Ridha Syafi’i Daniel Try Darwin P. Lubis, Darwin Daulay, Manna Sari Degodona, Laurencia Primawati Della Shinta Claudiya Desty Novry lianty Deswita Syahputri Dewi Wulandari Dian Pratiwi Diana Suci Hafidah Difa Aprilia Marpaung Digna Renny Panduwati Dina Mendrofa Dinda Aprilia Dinda Elizabeth Sihotang Dinda Lufita Hutabarat Dini Deswina Sagala Diva Nayaka Siswadi Dwi Aulia Purba Dwi Aulia Saputri Dwi Aulia Syafira Dwi Mayanti Rosalina Marpaung Ella Citra Denisa Ginting Elno Situmorang Elsa Kardiana Elsa Turnip Engli Faulina Simanjuntak Enjellina Silitonga Erwati Yosepa Saragih Escha Purba Escha Purba Ester Siagian Ester Tinor Julianty Siagian Farhan Fauzan Ahdaputra Febiyola Dasuha Febri May Novani Sipayung Feny Cristanti Siburian Feny Cristanti Siburian Ferdi Nanda Sinaga Ferdy Alamsyah Fitriani, Ramadhan Frans Geby Maura Simbolon Geovan Cristofel Sihombing Gilang Raihan Attaya Ginting, Febrina Anasista Goklas Sihombing Gomoses Simarmata Grace Angelina Grace Indah Situmeang Grace Mercy Epsilon Hia Grecia Margarethe Gultom, Qania Haniyah Ramadhani Harahap, Asih Ester E.G Hasugian, Rusniatri Hulu, Selfianus Hutabarat, Imel Triulina Hutagaol, Oka Nelli Hutasoit, Noffranto Irwansyah Hutauruk, Randy Marcel Iccaliona Marbun Imel Tri Ulina Hutabarat Indah Wahyuni Sinaga Indry Ramadina Purba Ipantri Naibaho Ipantri Naibaho Jeniver Pronika Br Manik Jessica Anastasya Waruwu Joe Athana Sembiring Joel Ersikapna Sinulingga Juleha Sitio Juwita Maya Sari S Kalsa Sijabat Karolina Br Surbakti Katarina Yoana Uly Artha Sagala Kautsar, Mhd. Anas Kautsar, Muhammad Anas Kurnia, Indah Kurniawan, Muhammad Hafizd Kusumawati, Eka Suci Lajuardi Putra Beheng Sinulingga Lasmauli Marpaung Lastri Marbun Lastri Marsaulina Laura Dacosta Tampubolon Leirisa , Reva Leirisa, Reva Leli Sartika Lianty, Desty Novry Liza Mutia Lumbantobing, Adelina Lumi Nopia Nababan Luqman Mulia Alkahfi Luthfi Muta’ali M. Hayqal Adibya M. Padli Siregar M.Rizky Dwi Ardana Mahara Sintong Mahara Sintong Malau, Shintia Manik, Keshya Vallerina Marpaung, Difa Aprilia Marpaung, Lasmauli T.G Masriani Sihotang Mayratmini Herti Hulu Melia Rumana Sibagariang Mesi Tambunan Mhd. Zidan Aris Fatih Mikael Situmorang Mislaini Muhammad Ridha Syafii Damanik Muhammad Rizky Mutia Alya Surianto Nababan, Yolanda Nabila Fajriah Nabila Fajriyah Nabila Putri Adha Nadiya Safira pulungan Nadra Rramadhani Naibaho, Anas Fela Nainggolan, Rifani Nandita Septika Baeha Natalia Siagian Natasya Kaila Putri Nazhifah, Aliyah Nazilla Fahira Niha Clawdya Lubis Nilfais Laia Nona, Rud Sahanaia Sari Nova Suci Alisa Nasution Nur Indah Lestari Nur Renni Sariani Syah Putri Brutu Nurhalifa Nurintan Nurintan Nurintan, Nurintan Nurliana, Vita Nurul Hikmah Sari Ofa, Ofa Adrina Uli Harefa Oka Nelli Hutagoal P. Silangit, Gerhard Estimihi. Pakpahan , Elisabeth Pangaribuan, David Panjaitan, Anju Diah Natalia Pasaribu, Jenti Miralda Permana, Sendi Pinem, Shania Maria Franciska Popy Ardian Ningsih Zega Pradita Amelia Putri Prayogi, Septian Primawati, L. Priska Jelina Waruwu Puput gloria zega Purba, Hetti Melinda Qania Gultom Rachel MiaTobing Rachel Tobing Rahel Namisa Br Ginting Ramadhani, Haniyah Randy Marcel Hutauruk Rely Noviyanti Lumbantobing Rifani Olivia Nainggolan Rina Panggaeban Fransiskus marbun Rini Aminarti Rini Aminarti Rio Anggoro Risky Ansipar Hutapea Roma Ulina Sihotang Rosa anjelina manik Rouli anastasia Sihombing Rud Sahanaia Sari Nona Rusniatri Hasugian Rut, Rut Elisa Tarigan Ruth Putri Purba Sabda Yanti Pasaribu Salman Zudi Hutasuhut Samuel Natanael sandra dewi Sania Agustina Br Subakti Saputri, Dwi Aulia Saragih, Cahyani Sari, Naila Elfira Scania Simanullang Selfi Juwita Zamasi Sembiring, Joey Athana Sembiring, Joey Athana Sendi Permana Septian Sihotang, Irma Reola Shadai Vrentina Sitio Shelvi P.R Tumangger Shintia Malau Siallagan, Chelsea Sarah Juniarti Siburian, Feny Cristanti Sihombing , Cindy Claudia Silsilia Iryanda Simanjuntak, Joy Any Hasian Simanjuntak, Putri Rejeki Simanjuntak, Tiara Renata Carolina Simaremare, Ermas Simarmata, Gomoses Simnanullang, Chalina Sintong, Mahara Sintong, Mahara Sitanggang, Ave Marianta Sitompul, Ryan Lucky Sartua Situmeang, Grace Indah Sri Sulastri Sitohang Stella Aprilia Nababan Stevani Diva Marpaung Suci Oktaviana Sudrajat Sudrajat Sugiharto Suryani MF Situmeang Syahputri, Deswita Syahputri, Intan Syukri, Pradipa Nasywa Syukri, Pradipa Nasywa Tasya Nasution Telaumbanua, Fausta John Aro Terey Citha Siregar Theresia Asmirandah Tiara Renata Timbul Raja Halomoan Trinita Aulia Putri Tumiar Sidauruk Valerina Leo Sinaga Valerina Sinaga Vita Nurliana Wardati Humaira Waren Lucia Ambarita Widya Ningsih Will Bright Naibaho Windiarni Eveline Bate’e Yelsi Rosalina Sipayung Yessi Afrianita, Yessi Yosella Manullang Zauzza Zahra Stabitah