Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Musim Terhadap Dinamika Hasil Panen Tanaman Biofarmaka (Jahe, Kunyit, Lengkuas, Dan Kencur) Di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang Angraini Oktavia Hutapea; Windiarni Eveline Bate’e; Risky Ansipar Hutapea; Aldi Winata Tumanggor; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan musim terhadap hasil panen tanaman biofarmaka (jahe, kunyit, lengkuas, dan kencur) di Kecamatan Batang Kuis. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif dari survei 29 petani serta data BPS, hasil penelitian menunjukkan bahwa periode 2020–2023 mengalami penurunan luas lahan dan fluktuasi produksi yang dipengaruhi oleh curah hujan tidak stabil, perubahan musim, kekeringan, dan genangan air. Faktor sosial ekonomi seperti kualitas bibit, biaya produksi tinggi, serta serangan hama turut menjadi penghambat. Adapun faktor pendorong produktivitas meliputi kondisi tanah subur, curah hujan stabil, dan akses irigasi yang baik. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan teknologi budidaya dan strategi adaptasi petani terhadap perubahan iklim untuk menjaga stabilitas produksi biofarmaka.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN KEMIRINGAN LERENG DI KECAMATAN SIBOLANGIT Sahala Fransiskus Marbun; Jessica Anastasya Waruwu; Joel Ersikapna Sinulingga; Ruth Putri Purba
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sibolangit merupakan wilayah dengan kondisi fisiografi yang kompleks, berada di zona transisi antara dataran rendah dan Pegunungan Bukit Barisan, sehingga memiliki potensi kerawanan geologi yang tinggi, terutama terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan tingkat kemiringan lereng di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, menggunakan pendekatan geospasial melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Data utama yang digunakan adalah Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dengan resolusi spasial 8,25 meter yang diunduh dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8 dengan fungsi Slope untuk menghitung kemiringan lereng dalam satuan persen (%). Hasil perhitungan kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kelas lereng: Datar (0–8%), Landai (8–15%), Agak Curam (15–25%), Curam (25–45%), dan Sangat Curam (>45%). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kecamatan Sibolangit didominasi oleh kelas lereng Curam hingga Sangat Curam (>25%), yang menempati hampir dua pertiga dari total luas area. Distribusi spasial kemiringan lereng menunjukkan pola peningkatan kecuraman dari utara (datar/landai) menuju selatan dan barat daya (curam/sangat curam), yang selaras dengan keberadaan rangkaian Pegunungan Bukit Barisan. Wilayah datar dan landai terkonsentrasi di bagian utara dan sepanjang lembah sungai, digunakan untuk permukiman dan pertanian. Sebaliknya, wilayah curam hingga sangat curam di bagian selatan dan barat daya memiliki potensi tinggi terhadap erosi dan pergerakan massa tanah (longsor), menjadikannya lebih sesuai untuk fungsi konservasi. Peta tematik kemiringan lereng yang dihasilkan menjadi informasi spasial dasar yang akurat untuk perencanaan tata ruang wilayah, zonasi kerentanan bencana, dan upaya mitigasi di Kecamatan Sibolangit.
DISTRIBUSI DAN FAKTOR PENDORONG URBANISASI PENDUDUK KE KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI JALAN AMPERA RAYA, MEDAN TIMUR Sahala Fransiskus Marbun; Asysyifa Qolbi; Ferdi Nanda Sinaga; Geby Maura Simbolon
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi menjadi fenomena yang terus meningkat di Kota Medan dan berkontribusi pada berkembangnya kawasan permukiman kumuh, termasuk di Jalan Ampera Raya, Medan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi asal daerah penduduk yang melakukan urbanisasi ke kawasan tersebut, (2) menganalisis distribusi asal daerah penduduk, dan (3) mengetahui faktor-faktor pendorong urbanisasi menuju kawasan permukiman kumuh Jalan Ampera Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara terhadap 40 responden pendatang yang menetap di kawasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penduduk pendatang berasal dari Sumatera Utara (67,5%), diikuti oleh pendatang dari provinsi lain di Pulau Sumatera (25%), serta pendatang dari luar Pulau Sumatera, yaitu Pulau Jawa (7,5%). Distribusi asal daerah menunjukkan pola dominasi migrasi lokal dengan penyebaran terbesar dari kabupaten sekitar Danau Toba dan pantai timur Sumatera Utara, seperti Samosir, Tapanuli Utara, Dairi, Batu Bara, dan Nias. Faktor pendorong urbanisasi yang paling dominan adalah faktor ekonomi dan pekerjaan (52,5%), diikuti motivasi perbaikan hidup dan akses lahan (20%), kebutuhan pendidikan anak (10%), serta alasan lain seperti mengikuti keluarga dan perubahan kondisi rumah sebelumnya. Hasil penelitian menegaskan bahwa rendahnya biaya hidup, akses wilayah, peluang kerja informal, dan jaringan sosial menjadi daya tarik utama kawasan ini bagi penduduk miskin desa maupun kota kecil. Temuan ini memberikan gambaran mengenai dinamika urbanisasi mikro di Kota Medan dan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam penataan kawasan kumuh berbasis kebijakan sosial-ekonomi
ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN TAHUN 2014 DAN 2023 Sahala Fransiskus Marbun; Juwita Maya Sari S; Natalia Siagian; Stevani Diva Marpaung
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Percut Sei Tuan selama periode 2014 hingga 2023. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial, memanfaatkan data citra satelit Landsat, peta administrasi, dan data kependudukan dari Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk secara signifikan mendorong konversi lahan dari kawasan pertanian dan ruang terbuka menjadi permukiman dan kawasan terbangun lainnya. Perubahan ini memiliki dampak ekologis dan sosial ekonomi, seperti meningkatnya risiko banjir dan berkurangnya lahan produktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi data demografis dan penginderaan jauh dalam perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.
ANALISIS SWOT TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI WISATA AIR TERJUN SITAPIGAGAN DI KECAMATAN SIANJUR MULA-MULA Sahala Fransiskus Marbun; Rely Noviyanti Lumbantobing; Dini Deswina Sagala; Ester Tinor Julianty Siagian
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia serta berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan identitas budaya lokal. Kabupaten Samosir sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba memiliki berbagai potensi wisata alam, salah satunya Air Terjun Sitapigagan di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Meskipun memiliki keunikan visual, nilai budaya, dan keasrian lingkungan yang tinggi, destinasi ini belum berkembang optimal akibat keterbatasan aksesibilitas, minimnya infrastruktur, dan rendahnya promosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan tantangan pengembangan Air Terjun Sitapigagan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan destinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama destinasi terletak pada keindahan alam yang unik, nilai budaya yang kuat, serta lokasinya dalam Geopark Kaldera Toba. Namun, kelemahan signifikan ditemukan pada akses jalan yang buruk, tidak adanya fasilitas dasar, dan ketiadaan pengelolaan profesional. Peluang pengembangan mencakup tren wisata alam yang meningkat, dukungan pemerintah terhadap pengembangan Danau Toba, dan potensi pemasaran digital. Adapun ancaman meliputi persaingan destinasi lain, degradasi lingkungan, dan risiko hilangnya nilai budaya. Berdasarkan matriks SWOT, strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi promosi digital berbasis visual, advokasi perbaikan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis budaya dan komunitas. Pengembangan yang terencana dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, mendukung perekonomian masyarakat lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Air Terjun Sitapigagan
ANALISIS GEOSPASIAL KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DENGAN LUAS PERMUKIMAN PENDUDUK DI KOTA MEDAN 2024 Sahala Fransiskus Marbun; Goklas Sihombing; Daniel Try; Escha Purba; Dwi Aulia Purba
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan permukiman yang pesat di Kota Medan memberikan tekanan signifikan terhadap ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian RTH terhadap perkembangan permukiman dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis spasial berbasis citra Sentinel-2A tahun 2024. Hasil digitasi menunjukkan dominasi kawasan terbangun yang mencapai 74% dari total wilayah kota, sedangkan RTH hanya mencakup 26,1%. Analisis per kecamatan memperlihatkan bahwa hanya tiga kecamatan yang memenuhi standar RTH minimal 30% menurut UU No. 26 Tahun 2007, yaitu Medan Tuntungan, Medan Belawan, dan Medan Polonia. Sebaliknya, 18 kecamatan lainnya masih mengalami defisit luas RTH yang signifikan. Selain itu, perhitungan kebutuhan RTH per kapita menunjukkan ketimpangan akses yang tajam, di mana sebagian besar kecamatan pusat kota memiliki ketersediaan kurang dari 5 m²/jiwa, jauh di bawah standar ideal 20 m²/jiwa. Temuan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan struktural antara perkembangan permukiman dan penyediaan ruang ekologis yang berpotensi mengancam kualitas lingkungan perkotaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kebijakan tata ruang berbasis data spasial sebagai upaya mewujudkan kota yang berkelanjutan, adaptif, dan ekologis
ANALISIS KEBUTUHAN SMA DAN SMK BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK USIA 15–19 TAHUN DI KECAMATAN PANCUR BATU Agnes Enonita Harefa; Valerina Leo Sinaga; Cahyani Saragih; David Pangaribuan; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menengah yang merata sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di daerah dengan berbagai kondisi geografis seperti Kecamatan Pancur Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sebaran SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, mengevaluasi jumlah sekolah berdasarkan populasi usia 15 hingga 19 tahun, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan di daerah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan ArcGis, didukung oleh data sekunder dari BPS, Dinas Pendidikan, dan peta administrasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada sembilan sekolah menengah yang terdiri dari satu SMA negeri, enam SMA swasta, satu SMK negeri, dan satu SMK swasta. Sekolah-sekolah cenderung terpusat di desa-desa yang berada di sepanjang Jalur Jamin Ginting, sedangkan banyak desa lainnya tidak memiliki sarana pendidikan menengah. Analisis tentang kecukupan sarana menunjukkan bahwa jumlah ideal adalah empat sekolah, sehingga dari segi kuantitas, fasilitas pendidikan cukup tersedia, tetapi tidak terdistribusi secara merata. Ketidakmerataan ini dipengaruhi oleh aksesibilitas, keberadaan sekolah swasta yang dominan, serta keterbatasan dalam pembangunan sekolah negeri
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN DAN SOSIAL AKIBAT PENUMPUKAN SAMPAH DI JALAN SIPIROK AREA Rini Aminarti; Nabila Fajriah; Della Shinta Claudiya; Imel Tri Ulina Hutabarat; Sahala Fransiskus Marbun
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 6 (2025): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i6.1597

Abstract

Penumpukan sampah menjadi permasalahan lingkungan yang semakin kompleks di kawasan perkotaan, termasuk di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi penumpukan sampah di Jalan Sipirok Area serta dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dengan warga, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpukan sampah terjadi akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, serta ketidakteraturan jadwal pengangkutan. Dampak lingkungan yang muncul meliputi pencemaran udara, pencemaran tanah, bau tidak sedap, dan gangguan estetika. Sementara itu, dampak sosialnya berupa gangguan kenyamanan, risiko kesehatan (ISPA, diare, penyakit kulit), serta penurunan kualitas hidup masyarakat sekitar. Upaya penanggulangan yang direkomendasikan meliputi penyediaan TPS memadai, peningkatan partisipasi masyarakat, edukasi lingkungan, serta penerapan sistem bank sampah berbasis komunitas.
Potential Bioactivity of Carrot (daucus carota L) as a Health Protector Through Antioxidant, Antibacterial, and Antifungal Activities Digna Renny Panduwati; Dian Pratiwi; Liza Mutia; Suryani MF Situmeang; Karolina Br Surbakti; Wardati Humaira; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.9441

Abstract

Carrots are one of the most popular plants in Indonesia. In addition to being a plant with a flavor favored, carrots also contain various bioactivities that can be utilized for health. This study aims to investigate the bioactivity of carrot extract, which includes antioxidant, antibacterial, and antifungal. The method used in this study is DPPH, which aims to determine antioxidant activity, and the disc diffusion method to determine antibacterial and antifungal activity. Carrot extract was obtained using the maceration method with a ratio of 1:10 using ethanol solvent 96% for the antioxidant test, while for the antibacterial and antifungal tests, acetone solvent was used. The extracted carrots yielded a yield of 10.1% (v/b). Based on the results of phytochemical screening, it is known that carrots contain flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids, as well as functional groups indicating the presence of beta-carotene in carrots through FTIR. Carrots show weak antioxidant activity with an IC50 value of 125.944 ppm. The inhibitory activity of carrot extract during 24 hours of observation are concentration 40% (0.7 mm), 60% (0.77 mm) and 80% (0.85 mm). Meanwhile, in the antifungal test, carrot extract showed negative results at concentrations 60 and 80%, while at a concentration of 100% showed an inhibition zone of 0.835 mm.
Co-Authors Adinda Nurul Ramadhani Afrianita, Yessi Agnes Enonita Harefa Aidil Fajri Lintang Aisyah Nur Aini Akmaliyah , Annida Akmaliyah, Annida Alan Mustaqim Aldi Winata Tumanggor Ambarita, Waren Lucia Amelia Grace Evelin Marbun Amos Andika Sihotang Angelina Dasmauli Pasaribu Angraini Oktavia Hutapea Annisa, Dwi Nurul Annisya Agustina Astika, Melani Asysyifa Qolbi Bate’e, Windiarni Eveline Betaria Sihaloho Bintang P.S.M Purba Br Simatupang, Eliana Renintan Briggita, Christine Amelia Cahyani Saragih Chelsea Sarah Juniarti Siallagan Claudya Carolin Sihombing Damanik, Muhammad Ridha Syafii Damanik, Muhammad Ridha Syafi’i Daniel Try Della Shinta Claudiya Dian Pratiwi Digna Renny Panduwati Dina Mendrofa Dini Deswina Sagala Diva Nayaka Siswadi Dwi Aulia Purba Dwi Aulia Syafira Elsa Kardiana Elsa Turnip Engli Faulina Simanjuntak Escha Purba Ester Tinor Julianty Siagian Ferdi Nanda Sinaga Ferdy Alamsyah Frans Geby Maura Simbolon Goklas Sihombing Gomoses Simarmata Grace Mercy Epsilon Hia Grecia Margarethe Gultom, Qania Haniyah Ramadhani Harahap, Asih Ester E.G Hasugian, Rusniatri Hutabarat, Imel Triulina Hutagaol, Oka Nelli Hutauruk, Randy Marcel Iccaliona Marbun Imel Tri Ulina Hutabarat Jeniver Pronika Br Manik Jessica Anastasya Waruwu Joel Ersikapna Sinulingga Juwita Maya Sari S Karolina Br Surbakti Katarina Yoana Uly Artha Sagala Kautsar, Mhd. Anas Kusumawati, Eka Suci Leirisa , Reva Leirisa, Reva Leli Sartika Lianty, Desty Novry Liza Mutia Lumi Nopia Nababan Luthfi Muta’ali Malau, Shintia Manik, Keshya Vallerina Marpaung, Difa Aprilia Marpaung, Lasmauli T.G Mhd. Zidan Aris Fatih Mutia Alya Surianto Nababan, Yolanda Nabila Fajriah Naibaho, Anas Fela Nainggolan, Rifani Nandita Septika Baeha Natalia Siagian Natasya Kaila Putri Nazhifah, Aliyah Nazilla Fahira Nona, Rud Sahanaia Sari Nova Suci Alisa Nasution Nur Indah Lestari Nurintan, Nurintan Nurliana, Vita Pangaribuan, David Panjaitan, Anju Diah Natalia Pasaribu, Jenti Miralda Popy Ardian Ningsih Zega Prayogi, Septian Primawati, L. Purba, Hetti Melinda Qania Gultom Rachel MiaTobing Ramadhani, Haniyah Rely Noviyanti Lumbantobing Rina Panggaeban Fransiskus marbun Rini Aminarti Rio Anggoro Risky Ansipar Hutapea Roma Ulina Sihotang Rosa anjelina manik Rouli anastasia Sihombing Ruth Putri Purba Sabda Yanti Pasaribu sandra dewi Saputri, Dwi Aulia Saragih, Cahyani Sari, Naila Elfira Scania Simanullang Sembiring, Joey Athana Siallagan, Chelsea Sarah Juniarti Siburian, Feny Cristanti Simanjuntak, Putri Rejeki Simanjuntak, Tiara Renata Carolina Simarmata, Gomoses Sintong, Mahara Situmeang, Grace Indah Sri Sulastri Sitohang Stevani Diva Marpaung Sudrajat Sudrajat Suryani MF Situmeang Syahputri, Deswita Syukri, Pradipa Nasywa Tasya Nasution Telaumbanua, Fausta John Aro Terey Citha Siregar Tumiar Sidauruk Valerina Leo Sinaga Wardati Humaira Widya Ningsih Windiarni Eveline Bate’e Yosella Manullang Zauzza Zahra Stabitah