Moneca Diah Listiyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pijat Commond Cold untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi Balita di Posyandu Anggrek Biru Lilis Jayanti; Nur Qomaril Andrea Sani; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is an upper respiratory tract disorder that most often affects children. One of the negative effects of common cold in children is that the germs that cause it will enter the lower respiratory tract, namely the bronchi and alveoli. One way to relieve the symptoms of common cold is with massage therapy. Objective: This activity is to increase mothers' knowledge about common cold massage to relieve cough and cold symptoms in toddlers. Method: Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparation by collaborating with partners and determining the target of community service. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling, a pretest is conducted to explore mothers' knowledge about common cold massage. Next, education and training on common cold massage are carried out with direct demonstrations. The Third Stage is an evaluation by giving a posttest questionnaire. Results: This activity was attended by 20 mothers who have children aged 0-59 months. Before the counseling about baby massage, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 16 people (80%), and after the counseling, 20 mothers had knowledge in the good category, namely 100%. There was an increase in knowledge before and after the common cold massage counseling. Suggestion: Health workers make common cold massage education a regular topic in the Mother and Toddler Class activities or during Posyandu visits to increase the knowledge of mothers of toddlers about relieving common cold symptoms, thereby reducing dependence on the use of chemical drugs (polypharmacy) for self-limiting diseases.   Abstrak Common cold merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai anak dan anak. Salah satu efek negatif commond cold pada anak adalah kuman penyebabnya akan masuk ke bagian bawah saluran pernapasan, yaitu bronkus dan alveoli. Salah satu cara untuk meredakan gejala common cold adalah dengan terapi pijat. Tujuan : kegiatan ini adalah meningaktkan pengetahuan ibu tentang pijat common cold untuk meredakan gejala batuk pilek pada balita. Metode : Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat common cold. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat common cold dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 16 orang (80%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 20 orang (100%). Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pijat common cold.  petugas kesehatan menjadikan edukasi pijat common cold sebagai materi tetap dalam kegiatan Kelas Ibu Balita atau saat kunjungan Posyandu guna meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang meredakan gejala common cold sehingga mengurangi ketergantungan pada penggunaan obat-obatan kimia (polifarmasi) untuk penyakit yang bersifat self-limiting.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. W G2P1A0 Umur 29 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bojong I Endang Kartiasih; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) Midwifery Care is a Continuity of Care care from pregnancy to Family Planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). (Rayment-Jones et al., 2021) Pregnancy, childbirth and postpartum are physiological processes, in this process there are possible conditions that can threaten the lives of the mother and child. Maternal and infant mortality rates are indicators of the success of the role of midwifery. One of the efforts made is to provide midwifery services with Continuity of Care (COC) from Pregnancy, Postpartum, and Newborn Care (BBL). By this planning, it is vulnerable to physiological and pathological problems that have an indirect impact on the morbidity and health of the mother and baby (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2022). This study uses a descriptive case study method on one subject, namely Mrs. T, G2P1A0 with KEK. This study was conducted on Desember 15, 2025 at the Bojong I Health Center. Continuity of Care (COC) midwifery care provided to Mrs. "W" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 2 family planning visits. In Mrs. "T" the pregnancy process went physiologically without any problems with back pain activity disorders at 28 weeks of pregnancy. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management was carried out according to the 60 APN steps. In normal and smooth postpartum midwifery care, there was a problem of low breast milk supply on the 3rd day postpartum. In providing family planning midwifery care, the mother was given counseling and decided to use a 3-month injection of contraception. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. The "W" during pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and family planning results show no gap between theory and the midwifery care provided. It is hoped that the midwifery profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will continue to apply midwifery management, maintaining and improving competence in providing care according to midwifery service standards   Abstrak Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan secara Continuity of Care dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).(Rayment-Jones et al., 2021) Kehamilan, bersalin dan nifas merupakan proses fisiologis, dalam proses ini terdapat kemungkinan keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan anak. Angka Kematian ibu dan bayi dalam indikator keberhasilan peranan kebidanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelayanan kebidanan secara Continuity Of Care (COC) dari Kehamilan, Nifas, dan Perawatan Bayi Baru Lahir (BBL). Oleh perencanaan tersebut rentan terhadap masalah-masalah fisiologis maupun patologis yang berdampak tidak langsung pada kesakitan dan kesehatan ibu dan bayi (Kementerian Kesehatan RI, 2022)..Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif (case study) pada satu subjek yaitu Ny.T, G2P1A0 hamil fisiologis. Studi ini dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 di Puskesmas Bojong I.Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) yang diberikan pada Ny.”W” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”T” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak masalah gangguan aktifitas nyeri punggung pada kehamilan 28 minggu. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar ada masalah asi seng sedikit pada hari ke 3 post partum. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “W” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil tidak adanya kesenjangan antara teori dan asuhan kebidanan yang di berikan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan Kebidanan.
Akupresur untuk Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I Sepri Winda Sari; Norvitasari; Muspida; Diana Das Dores Assunção Braz; Octavia de Deus; Ana Josefa Ximenes; Francisca Dos reis; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting, or emesis gravidarum, are common complaints experienced by pregnant women in the first trimester. These symptoms may interfere with daily activities and affect maternal and fetal health if not properly managed. Acupressure at the Pericardium 6 (P6) point, also known as Nei Guan, is a non-pharmacological intervention that can be used to help reduce nausea and vomiting during pregnancy. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in managing nausea and vomiting through education and independent practice of P6 acupressure in a safe, simple, and applicable manner at home. The activity was conducted at Akhmad Berahim Regional Hospital, North Kalimantan Province, involving 10 offline participants, and at Vera Cruz Public Health Center, Timor-Leste, involving 10 online participants. The methods used were health education, demonstration, and practice of P6 acupressure. The results showed an increase in participants’ knowledge after the education session. Before the session, 15 participants (75.0%) were in the poor knowledge category, 4 participants (20.0%) were in the moderate category, and 1 participant (5.0%) was in the good category. After the session, the number of participants in the good knowledge category increased to 18 participants (90.0%), while 2 participants (10.0%) were in the moderate category. In conclusion, health education and demonstration improved the knowledge and skills of first-trimester pregnant women in performing a simple, safe, and independent effort to help reduce nausea and vomiting.   Abstrak Mual muntah atau emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester I yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari, serta berdampak pada kesehatan ibu dan janin apabila tidak ditangani dengan baik. Akupresur titik Pericardium 6 (P6) atau Nei Guan merupakan salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan mual muntah pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester I dalam mengatasi keluhan mual muntah melalui edukasi dan praktik akupresur pada titik Pericardium 6 (P6) secara mandiri, aman, sederhana, dan mudah diterapkan di rumah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2026 di RSUD Akhmad Berahim Provinsi Kalimantan Utara dengan 10 peserta luring dan Puskesmas Vera Cruz Timor Leste dengan 10 peserta daring. Metode pelaksanaan kegiatan yakni penyuluhan dan demonstrasi atau praktik akupresur titik P6 menggunakan Power Point sebagai media penyuluhan. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner 15 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar-salah yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi langsung saat peserta mempraktikkan teknik akupresur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, peserta berada pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (75,0%), kategori cukup sebanyak 4 orang (20,0%), dan kategori baik sebanyak 1 orang (5,0%). Setelah penyuluhan, peserta dengan kategori baik meningkat menjadi 18 orang (90,0%) dan kategori cukup sebanyak 2 orang (10,0%). Kesimpulan, setelah penyuluhan dan demonstrasi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester I dalam melakukan upaya sederhana, aman, dan mandiri untuk membantu mengurangi keluhan mual muntah.
Co-Authors Agan Sridewi Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Ana Josefa Ximenes Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini Putri, Andini Andy Ulmi Aprilani Anggraini Khoirum Ningdiah Anggun Mita Arismaya Anis Pravitasari Anisa Puspitasari Ari Andayani Ari Andayani Ari Andayani Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Arismaya, Anggun Mita Arrachim, Sakinah Atika Rizki Suryani Azelia Dwijayanti Bq. Yulia Sri A Cahyaningrum Chichik Nirmasari Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Khotimah Cici Prizkila Damayanty, Thisna Devitasari Yulistian Dewi Nurani Suci Diana Das Dores Assunção Braz Dinianti, Ayustin Endang Kartiasih Eni Tri Sudarman Eti Salafas Feni Noviyani Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani, Aice Bela Fitriyatul Munawaroh Francisca Dos reis Fransiska Bertha Verdiawati Gresloan, Anny Hairunisa Hanifah Khoeriah Hanum, Puspita hapita Hapsari Windayanti Heni Mardalena Heni Setyowati Ida Nur Ramadhana Ida Ristiani Ika Niilawati Ika Nilawati Indri Mulyasari Irmasari - Isfaizah Isri Nasifah Isri Nasifah Julita Br Nainggolan Kurniawati Lestari, Puji Lestari, Wahyu Indah Lilis Jayanti Lisa Komalasari Mardianita Aulia Icwanti Misnawati Munasifah Murniati Sari Mursini Muspida Muzayarah Natalia Adhy Wulandari Natalia Ice Nelli Anggriyani Ni Kadek Cahyaningsih ningsih, Diah ayu Ninik Christiani Ninik Christiani, S.Si T., M.Kes Norvitasari Nova Fitria Salzabila Nova Oktaviani Noviyani, Feni Nur Qomaril Andrea Sani Nurida Dyah Andarini Nurul Khomariah Octavia de Deus Oni Elena P. R, Arina Manasika Puji Afiatna Putri Alifia Akhmad Putri Alifia Akhmad Putri, Risma Aliviani Qonitatun, Anisa Rahmadhani, Tesa Dwiputri Ratna Ningrum, Riana Retno Sari Oktapianti Riandari, Dian Ayu Rini Septianasari Ryan Nabela Maha Rani Sari, Eva Desita Sepri Winda Sari Shofiula, Niswatul Jannah Sinta Nuryah Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Susi Purwanti Susi Purwanti Syifa Fauziah Syifa Fauziah TATI NURHAYATI Thisna Damayanty Uli Amri Ma’rifah Veftisia, Vistra Vivi Wulandar Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Widyaningsih, Ari Yola Sartika Yola Sartika yosi febri Yulia Nur Khayati