Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Qalam

DISKURSUS MODERASI ISLAM DALAM PENGGUNAAN CADAR DI IAIN SORONG Sudirman Sudirman; Muhammad Rusdi Rasyid; Rosdiana Rosdiana
Al-Qalam Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.341 KB) | DOI: 10.31969/alq.v26i1.823

Abstract

AbstrakFokus penelitian ini adalah menganalisis pemakaian cadar dalam perspektif moderasi hukum Islam di kampus IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sorong. Pendekatan penelitian deskriktif kualitatif dengan metode penelitian menggunakan studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah Dosen, mahasiswa, dan civitas akademik IAIN Sorong. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan mengenai pemakaian cadar di kampus IAIN Sorong. Ada dosen yang melarang pemakain cadar saat dalam kelas tatap muka berlangsung ada juga dosen yang membiarkan pemakaian cadar dibolehkan. Terdapat mahasiswa yang tetap mempertahankan untuk memakai cadar meskipun harus meninggalkan atau keluar pada mata kuliah yang melarang memakai cadar saat dalam kelas. Ada juga mahasiswa yang dengan membuka cadarnya saat tatap muka berlangsung. Tawaran moderasi hukum Islam terhadap kedua permasalahan tersebut terletak lahirnya sebuah regulasi yang berlandaskan kemaslahatan tanpa mengorbankan hak mahasiswa. Keyword: Cadar, Moderasi, Hukum Islam, IAIN Sorong.
POLA INTERAKSI SOSIAL ETNIS BUGIS MAKASSAR: Dinamika Kerukunan Hidup Umat Beragama di Kota Sorong Muhammad Rusdi Rasyid
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.532 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.179

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian tentang dinamika kerukunan hidup umat beragama di Kota Sorong,dengan obyek penelitian yaitu pola interaksi sosial etnis Bugis Makassar. Pengumpulan data dilakukandengan wawancara kepada pejabat pemerintah, tokoh masyarakat atau tokoh adat, pemimpin keagamaandan sejumlah umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial etnis Bugisdengan the others yang seagama dapat dilihat; Pertama pada aktivitas ritual keagamaan, interaksi sosialterjadi pada kegiatan buka puasa bersama, shalat tarwih, pemberian zakat fitrah, hari lebaran, danpelaksanaan ibadah qurban. Kedua, pada dimensi sosial, adanya ikatan pernikahan antar etnis yangseagama. Ketiga, pada aktor personal yang dapat dilihat pada hubungan kekeluargaan, keramahan,saling membantu dan saling menghormati. Pola interaksi sosial etnis Bugis dengan the others yang tidakseagama dapat dilihat; Pertama, pada jalinan kerja sama lintas umat melalui aktivitas keagamaan padahari raya, dalam bentuk silaturrahim dengan melakukan kunjungan. Kedua, mengonstruksi kohesisosial. Etnis Bugis dapat membangun sebuah hubungan dalam kehidupan masyarakat pada aspeksosial, ekonomi dan budaya. Dan Ketiga, menciptakan lingkungn kondusif dengan menguatkan ikatanemosional kekeluargaan, mengedepankan sikap moralitas dan berinteraksi dengan pola keterbukaan.
THE RESISTANCE OF THE YELLU COMMUNITY TO FORMAL ISLAMIC EDUCATION: SAUTUBAH TRADITION IN YELLU VILLAGE, SOUTH MISOOL, RAJA AMPAT Muhammad Rusdi Rasyid; Sudirman Sudirman; Rosdiana Rosdiana; Indria Nur
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1021

Abstract

Resistensi masyarakat Yellu terhadap pendidikan Islam formal dalam tradisi sautubah telah menimbulkan persoalan di tengah masyarakat sekaligus mengesampingkan pendidikan formal. Tulisan ini bertujuan menguji bagaimana hubungan antara tradisi sautubah dengan pendidikan formal pada masyarakat Yellu Misool Raja Ampat. Data penelitian ini bersumber dari wawancara tokoh masyarakat dan tokoh agama di kampung Yellu Misool Raja Ampat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat resistensi masyarakat terhadap pendidikan Islam formal dalam praktik sautubah, masyarakat yang dibolehkan menjadi khatib Jumat hanyalah orang yang telah dikader secara adat (khusus). Kondisi ini mengingkari kualifikasi keilmuan akademisi, ustadz, kiyai ataupun cendekiawan, ilmuan dan ulama untuk menjadi khatib. Sejalan dengan itu, tulisan ini menyarankan perlunya suatu korelasi antara adat dan literatur fikih dalam menjalankan agama.Keywords: Resistensi, Tradisi Sautubah, Pendidikan Islam Formal 
Co-Authors Abdillah, Fardan Abdul Azis Abdul Kabir Aineka Abdullah Abdullah Abidin Abidin Abubakar, Asnandar Agus Yudiawan Aineka, Abdul Kabir Ainun Sajidah Ajirah Al Jawad, Abidin Al Jawad, Ulil Albab Alhamid, Abdul Rakhman Alkatiri, Nony Basma Ambo Tuo, Muhammad Arsyad Anhar, Mujahid Aras, Dini Aulia Arif, Arif Aji Arini Rahmadana Azhima, Rizkan B Baso Bahaking Rama Bambang Sunatar Darnanengsih, Darnanengsih Dini Aulia Aras Djafar, Hilman Djahidi, Jaenal Aripin Edi Gunawan Efa Rubawati Fachry Abda El Rahman Fardan Abdillah M Fatmawati, Anissa Fitri Siyami Hafsan, Hafsan Hammad Hamzah Hamzah Hasanah, Alif Hasbi Sidik Hasbiah Hasbiah Hasbullah Hasbullah Hermanto Hermanto Huzein, Muhammad Indria Nur Kamal Khaerani Kiramang Khatipah Khatipah M. Thohar Al-Abza Maradjabessy, Muhammad Yamin Maskur Maskur Mayalibit, M. Yasin, Un. Miftah Arifin Mochammad Imron Awalludin Muh. Rapi Muhamad Yusuf Muhammad Hamsah Muhammad Huzain Muhammad Nur A Rasyid Muhammad Rizal Fadli Muhammad Salman Muhammad Satir Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Muzaat, Syahid Bin Nasaruddin Nasaruddin Nawir, M. Syukri Parellangi Pebrian Hizbulloh Pitambara, Samran Syahruddin Rasid, Ruslan Rasyid, Muhammad Nur A. Ratmila, Yuyut Riska Latifatul Husna Rosdiana Sain Hanafy Sidek, Muhammad Sileuw, Marwan Siti Komariah Tiflen St. Umrah Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Surahman Amin, Surahman Syahrul Syahrul udirman, udirman Umar Sulaiman Umrah, St Utama, Richko Dharmadi Wally, Oci Yejen Al Hamid Zikriadi