p-Index From 2021 - 2026
10.073
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Journal of Education and Learning (EduLearn) JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Al-Ulum JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Jurnal Pendidikan Islam Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Dirosat : Journal of Islamic Studies Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN KABILAH : Journal of Social Community Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Jurnal al-Murabbi Journal Multicultural of Islamic Education Reflektika TARBIYATUNA Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Tafhim Al-'Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Cendekia: Media komunikasi penelitian dan pengembangan pendidikan islam SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya JURNAL ILMIAH EDUKATIF Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Ibtida: Media Komunikasi Hasil Penelitain Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Maharot : Journal of Islamic Education Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Journal Evaluation in Education (JEE) Jurnal Penyuluhan Agama IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Studi Pesantren Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Bulletin of Indonesian Islamic Studies Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Honai Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Managere: Indonesian Journal of Educational Management Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah MUALLIMUN : JURNAL KAJIAN PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Hudan Linnaas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Maharot : Journal of Islamic Education ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Al-Hayat: Journal of Islamic Education Taawun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reflektika Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Pesantren dan Perubahan Nilai Religius Ali Wafa; Moh. Wardi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.763 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v3i2.3408

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan kajian teorits tentang pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang sudah memberikan banyak kontribusi dalam perubahan sosial kehidupan bangsa melalui penanaman nilai-nilai religius, yang dalam hal ini relevan dengan tujuan pendidikan Nasional, yakni berbudi luhur, amal shalih, kegiatan keagamaan sehari-hari, kemandirian, kesehatan rohani dan tanggung jawab kemasyrakatan. Hal tersebut menjadikan pendidikan pesantren mampu mengendalikan perubahan nilai-nilai dalam kehidupan. Beberapa pendapat mengatakan bahwa terdapat lima komponen pesantren untuk dapat disebut sebagai pesantren, antara lain: ada kiai, pondok, masjid, santri serta pengkajian kitab klasik (gundul). Kelima komponen tersebut merupakan satu-kesatuan yang saling berkaitan dalam pendidikan pesantren. Dalam penelitian ini fokus pada proses pendidikan pesantren dalam merubah dan menanmkan nilai-nilai kepada para santri. Kata Kunci: Pendidikan Pesantren, Perubahan Nilai Religius Abstract: This research is a theoretical study of Islamic boarding school education as the oldest Islamic educational institution in Indonesia that has contributed a lot in the social change of the nation's life through the cultivation of religious values, as contained in the national educational goals of nobility, good deeds, daily religious, independence, spiritual health and community responsibility. This makes the boarding school education able to control changes in values ​​in life. Some opinions say that there are five components of the boarding school to be called as boarding school, among others: there are teacher of Islam, cottage, mosques, strict adherent of Islam and yellow book teaching (classical). The five components are a unit that cannot be separated from boarding school education. In this case the writer will explain how the boarding school education process in changing and instill values to the strict adherent of Islam. Keywords: Islamic Boarding School Education, Change in Religious Value
Implementasi Literasi dan Motivasi Membaca Siswa Di SMKN I Omben Sampang Ali Wafa; Moh. Wardi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.974 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3628

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam pemilihan sumber data menggunakan purposive sampling karena pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa: Pertama, motivasi baca siswa SMKN 1 Omben masih tergolong rendah, yang disebabkan oleh banyak faktor, yaitu: faktor letak geografis (pedesaan); paradigma orang tua termasuk masyarakat pada umumnya; orang tua perantau (TKI/TKW); kurangnya kesadaran siswa; kurangnya hubungan atau kerjasama antara orang tua dengan sekolah; pengaruh perkembangan teknologi. Kedua, ada dua peran guru dalam meningkatkan motivasi baca siswa: peran sebagai motivator dan peran sebagai fasilitator, guru memberikan atau menyediakan berbagai fasilitas yang dapat memudahkan siswa dalam proses belajar. Ketiga, implementasi literasi sebagai kegiatan yang wajib untuk berkunjung ke perpustkaan sekolah selama 35 menit sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak pengelola perpustakaan. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya membaca dan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.Kata Kunci: Motivasi, membaca, Literasi Abstract:This research uses a qualitative approach. The data collection method uses observation, in-depth interviews and documentation. In selecting data sources using purposive sampling because of certain considerations. Based on the results of the study, that: First, the motivation to read SMKN 1 Omben students is still relatively low, which is caused by many factors, namely: geographical location factors (rural); the paradigm of parents including society in general; immigrant parents (TKI/TKW); lack of student awareness; lack of relationship or cooperation between parents and school; the influence of technological development. Second, there are two roles of the teacher in increasing students' reading motivation: the role of a motivator and the role of a facilitator, the teacher providing or providing various facilities that can facilitate students in the learning process. Third, the implementation of literacy as a mandatory activity to visit the school library for 35 minutes in accordance with the schedule determined by the library manager. The aim is to foster student awareness of the importance of reading and to broaden scientific insights.Keywords: Motivation, Read, Literacy
Pemikiran Syaikh Nawawi Al-Bantani Tentang Ilmu dan Ulama Dalam Kitab Qami'ut Thughyan Ismail Ismail; Moh. Wardi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.4006

Abstract

Abstrak: Keberhasilan Syaikh Nawawi menyusun kitab syarah ini menunjukkan bahwa kemasyhuran Syaikh Nawawi sebagai ahli syarah kitab tidak terbantahkan, karena selain dari kitab qami’ut tughyan ini, banyak sekali kitab syarah lainya yang dihasilkan oleh Syaikh Nawawi. Pokok pikiran Syaikh Nawawi tentang ilmu dan ulma dalam kitab qami’ut tughyan ini antara lain: (a) pembahasan tentang landasan nas hadis tentang ilmu yang dapat memotivasi umat Islam untuk mencari ilmu sedemikian rupa; (b) pembahasan tentang niat pencari ilmu yang dibenarkan menurut syariat; (c) pembahasan tentang kewajiban menyebarkan ilmu terletak pada setiap orang yang menguasai suatu bidang ilmu; dan (d) pembentukan karakter pendidik yang komitmen terhadap ilmunya, konsisten dalam mendidik, dan mengutamakan tujuan akhirat, sehingga dengan karakter ini, seorang pendidik akan melaksanakan pendidikan dengan baik dan menghasilkan generasi yang baik untuk kepentingan dunia dan akhirat. Kata kunci: Syaikh Nawawi al-bantani, Ilmu, ulama, qami’ut tughyan Abstract: The success of Shaykh Nawawi compiling this book shows that the fame of Shaykh Nawawi as an expert in the book sharah is indisputable, because apart from this book of qami'ut tughyan, there are many other syarah books produced by Shaykh Nawawi. The main thoughts of Shaykh Nawawi about science and ulma in the book qami'ut tughyan include: (a) discussion of the foundation of the hadith scriptures on science that can motivate Muslims to seek knowledge in such a way; (b) discussion of the intention of knowledge seekers justified according to the Shari'a; (c) discussion of the obligation to spread knowledge lies in every person who controls a field of science; and (d) the formation of the character of educators who are committed to their knowledge, consistent in educating, and prioritizing the purpose of the hereafter, so that with this character, an educator will carry out education well and produce a good generation for the interests of the world and the hereafter. Keywords: Shaykh Nawawi al-Bantani, Science, ulama, qami'ut tughyan
تحليل الأخطاء (Error Analysis)عن كتابة همزة الوصل وهمزة القطع في كتاب النحو الواضح المجلد الثاني طبع على نفقة مكتبة بالي بوكو سورابايا في باب "تقسيم الفعل إلى صحيح الآخر ومعتل الآخر" لعلي الجارم ومصطفى أمين Dewi Nurhayati; Dzuriyati Afifah; Moh. Wardi
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol 5 No 1 (2022): March
Publisher : Arabic Literature Department STIBA DUBA PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/alirfan.v5i1.5509

Abstract

: The Book “al_Nahw al-Wadih”, Volume Two, printed at the expense of the Bali Library Buku Surabaya. It is one of the books that students use in the education process, especially in schools and institutes. However, researchers found several errors in writing the hamzat al-wasl and hamzat al-qat’ in this particular book in the chapter “Taqsim al-Fi’li ila Shahih al-Akhir wa Mu’tal al-Akhir” This research aims to know the misspelled words and to know the writing of the correct words from the misspelled words in the writing of Hamzat al-Wasl and Hamzat al-Qata’ in that particular book in the chapter “Taqsim al-Fi’li ila Shahih al-Akhir wa Mu’tal al-Akhir” by Ali Al-Jarim and Mustafa Amin. In this research, the researchers used the qualitative descriptive approach, and the approach to research is desk research. The adjective in this research is descriptive and analytical. Then the two data sources used are primary data sources and secondary data sources. The method of data collection is the documentation method. The researchers used the method of content analysis based on the Ellis theory. It is the collection of erroneous words, identification of erroneous words, clarifying the erroneous words and matching them with correct grammar, detailing the erroneous words, and evaluating the erroneous words. The results in this research are that errors were found in writing the hamzat al-wasl with one word, and in writing the hamzat al-qat'a with 15 syllables. The correct writing in the writing of the hamzat al-wasl is written without the hamza in its alif (A), and in writing the hamzat al-qat’ it is written with the hamza in its alif
Pengembangan Modul Pembelajaran Fikih Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa MI Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Modung Bangkalan Moh Wardi; Nurus Sulalah; Raudlatul Jannah
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 2 (2021): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v5i2.596

Abstract

Abstrak: iPenelitian iini ibertujuan iuntuk imengembangkan ibahan iajar iberupa imodul ipada imata ipelajaran ifiqih, idan i imengetahui idampak ipenggunaannya iterhadap imeningkatkan ikemandirian ibelajar isiswa. iPenelitian iini imenggunakan ipendekatan ipenelitian idan i ipengembangan iatau iResearch iand iDevelopment i(R&D) idengan imenggunakan imodel ipengembangan iDick iand iCarey. iTeknik ipengumpulan idata idengan imenggunakan iangket, iobservasi idan iwawancara. iAngket idigunakan iuntuk imengumpulkan idata itentang ipengembangan imodul ipembelajaran iyang idibuat idan idijawab ivalidator iyang iterkait iantara ilain: iahli iisi/media, iahli idesaign, iahli ibahasa, iahli ipembelajaran i(guru imapel) idan isiswa. iMetode iyang idigunakan iuntuk imenganalisis idata idiungkapkan idalam idistribusi iskor i iskala iempat iterhadap ikategori iskala ipenilaian iyang itelah iditentukan. iHasil ipenelitian imenunjukkan ibahwa imenghasilkan iproduk imodul ipembelajaran ifikih iyang isudah idinyatakan ilayak idigunakan isetelah idilakukan ipengujian ioleh ipengembang iahli iisi/media, iahli idesaign, iahli ibahasa, iahli ipembelajaran i(guru imapel) idan isiswa. iTerdapat ipeningkatan iyang isignifikan iterhadap ikemandirian ibelajar isiswa idilihat idari ihasil itest isiswa iberupa iangket idan ilembar iobservasi. i Kata iKunci i: iModul iFikih idan iKemandirian iBelajarAbstract: iThis iresearch iaims ito idevelop iteaching imaterials iin ithe iform iof imodules ion ifiqh isubjects, iand ifind iout ithe iimpact iof itheir iuse ion iincreasing istudents' ilearning iindependence. iThis iresearch iuses ia iresearch iand idevelopment i(R&D) iapproach iusing ithe iDick iand iCarey idevelopment imodel. iData icollection itechniques iusing iquestionnaires, iobservations iand iinterviews. iQuestionnaires iare iused ito icollect idata ion ithe idevelopment iof ilearning imodules icreated iand ianswered iby irelevant ivalidators, iamong iothers: icontent i/ imedia iexperts, idesaign iexperts, ilinguists, ilearning iexperts i(mapel iteachers) iand istudents. iThe imethods iused ito ianalyze ithe idata iare iexpressed iin ithe idistribution iof ifour-scale iscores iagainst ipredefined icategories iof iscoring iscales. iThe iresults iof ithe istudy ishowed ithat iproducing ia ifikih ilearning imodule iproduct ithat ihad ibeen ideclared ifit ifor iuse iafter itesting iby ithe ideveloper iof icontent i/ imedia iexperts, idesaign iexperts, ilinguists, ilearning iexperts i(mapel iteachers) iand istudents. iThere iis ia isignificant iincrease iin istudent ilearning iindependence ijudging ifrom ithe iresults iof istudent itests iin ithe iform iof iquestionnaires iand iobservation isheets. i Keywords: iFiqh iModule iAnd iLearning iIndependence Abstrak: iPenelitian iini ibertujuan iuntuk imengembangkan ibahan iajar iberupa imodul
Pembelajaran Tahfidh Juz ‘Amma Anak Usia Dini Ismail Ismail; Moh. Wardi; Supandi Supandi; Ali Ridho
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara detail dalam rangka memecahkan masalah tentang bagaimana pembelajaran (kurikulum, tujuan, metode, evaluasi, faktor keberhasilan) tahfidh juz ‘amma anak usia dini di TK Islam Nurul Muttaqin? Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan menerapkan metode wawancara kepada guru, observasi, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan kurikulum pembelajaran tahfidh meliputi tujuan pembelajaran, pembagian ayat dan surat, pembagian waktu hafalan. Metode pembelajaran tahfidh yang diterapkan antara lain: al-tasmi’, al-talqin, al-takrar, dan muraja’ah. Evaluasi pembelajaran tahfidh dilaksanakan dengan menggunakan: kartu prestasi, ilmu tajwid, dan bithaqat al-surah wa al-ayah. keberhasilan pembelajaran tahfidh dipengaruhi oleh faktor minat, intelegensia, kesiapan belajar, pendidik, metode dan media pembelajaran, dan motivasi orang tua.
Telaah Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Tentang Pondok Pesantren M Sufyan Riady; Moh. Wardi
Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2021): Dirosat: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/dirosat.v6i1.468

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui konsep pendidikan Pondok Pesantren, bagaimana subkultur dan tata nilai, pola kepemimpinan dan kurikulum pondok pesantren menurut K.H. Abdurrahman Wahid. Adapun metode penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif artinya penelitian yang menggunakan data informasi berbagai macam teori yang diperoleh dari kepustakaan, baik itu diperoleh dari sumber data primer maupun data skunder. Berdasarkan deskripsi atas pemikiran KH. Abdurrahman Wahid  mengenai pendidikan Pondok Pesantren di atas, setelah  penulis  lakukan  analisis lebih mendalam dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Pondok Pesantren ialah pendidikan yang didasarkan pada keyakinan religius dan bertujuan untuk membimbing atau menghantarkan peserta didik menjadi manusia yang utuh dan mandiri. Ada tiga elemen yang mampu membentuk pondok pesantren sebagai sebuah subkultur, yaitu: (1) pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri dan tidak terkoptasi oleh negara, 2) literatur-literatur kitab-kitab kuning sebagai rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad, dan 3) sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas. Pola Kepemimpinan Pondok Pesantren bersifat Khirarki dan Kurikulum di pondok pesantren ditujukan untuk “mencetak” ulama di kemudian hari. Kata Kunci: Pemikiran Abdurrahman Wahid, Pondok Pesantren Abstract: This research was conducted with the aim of knowing the concept of Islamic boarding school education, how subcultures and values, leadership patterns and Islamic boarding school curriculum according to K.H. Abdurrahman Wahid. The research method used in writing this thesis is qualitative research, meaning research that uses information data on various theories obtained from the literature, whether it is obtained from primary data sources or secondary data. Based on the description of the thoughts of KH. Abdurrahman Wahid regarding Islamic Boarding School education above, after the author conducted a more in-depth analysis, it can be concluded that Islamic Boarding School Education is education based on religious beliefs and aims to guide or deliver students to become complete and independent human beings. There are three elements that are able to form Islamic boarding schools as a subculture, namely: (1) leadership patterns of Islamic boarding schools that are independent and not co-opted by the state, 2) yellow books literature as general references that are always used from various centuries, and 3. ) the value system used is part of the wider community. The pattern of Islamic boarding school leadership is hierarchical and the curriculum in Islamic boarding schools is intended to "print" ulama in the future. Keywords : Thoughts KH. Abdurrahman Wahid, Islamic Boarding School
Kontribusi Sarjana dan Aktivis dalam Pembangunan serta Pemberdayaan Desa di Kabupaten Pamekasan Madura Moh. Wardi; Munhari Munhari; Ismail Ismail; Ali Makki
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 10 No 2 (2019): April 2019
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.082 KB) | DOI: 10.30739/darussalam.v10i2.375

Abstract

This study discusses the contribution of scholars and activists or former campus activists take an active role in building their respective regions. Since the Village Law was passed, many roles can be carried out in accelerating and equitable development between villages and cities. This research uses qualitative methods, namely research procedures that produce descriptive data in the form of written or oral words from people and observed behavior. The source of data in this study rests on human and non-human data sources. The research subject extra Campus activist students, HMI, PMII, GMNI, KAMMI and NGO in Pamekasan Regency. The results showed that Activist Strategy and Contribution to Build Villages in Pamekasan District served and returned to the village through the synergy of young people who had experience and insights on village development and welfare such as Karang Taruna, the establishment of BUMDes, the distribution of local tourism, the establishment of Small Micro Enterprises and Medium (UMKM), etc. The paradigm that needs to be built is actually activists creating opportunities and opportunities for employment, not looking for work.
MODERNISASI MU’ALLIMIN Moh. Wardi
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2014): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.22 KB) | DOI: 10.32478/ta.v3i1.102

Abstract

Modernization of Islamic education as an effort to achieve the ideal of Islamic education was done by Ahmad Madani (1970), a Muslim cleric. Negative connotation of modernization that firstly derived from West, shifted into renewal as it is accepted and appreciated as tajdid. Islamic education modernization occurred in a row of modernization of Islamic thought. In line with the enhancement pretension, an attempt to modernize traditional education that is identical to Muslim world specifically in Indonesia, modernization is needed to fix the practice of Islamic education.  This article is purposed to investigate the concepts and ideas of Ahmad Madani in modernizing his institution, Mu'allimin and confirms the relevance of his educational thought 
Pengembangan Modul Fiqih Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Raudlatul Jannah; Nurus Sulalah; Moh. Wardi
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 2 (2021): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v5i2.972

Abstract

Keterbatasan sumber belajar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharuskan mampu mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan gaya belajar siswa masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan modul pada mata pelajaran fiqih, dan mengetahui dampak penggunaannya untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Responden penelitian ini adalah 17 siswa kelas V di MI Miftahul Ulum. Instrumen penelitian menggunakan angket validasi untuk mengukur tingkat validitas internal modul dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap kemandirian belajar siswa. Selain itu, peneliti juga menggunakan lembar observasi sebagai instrumen tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian para ahli, modul pembelajaran fiqih yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang baik dan layak untuk digunakan. Disamping itu dari hasil angket dan observasi kepada siswa modul ini juga dinilai efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran fiqih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul fiqih dinilai layak untuk digunakan dalam pembelajaran fiqih untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas V MI Miftahul Ulum.
Co-Authors Abd Syakur Abd Syakur Abdul Aziz Abdul Hamid Abdul Hamid Abusiri Abusiri, Abusiri Acep Aam Amiruddin Achmad Maulidi Achmad Muhlis Achmad Muhlis Achmad Yusuf Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Fatah Yasin Aisyah Amini Mansur Akmal Mundiri Ali Makki Ali Makki Ali Ridho Ali Tohir Ali Tohir Ali Usman Hali Ali Wafa Alias, Nur Atika Amartika, Surya Andri Sutrisno Ani Cahyadi Anisah Zulfa Anissulalah Arif, Beja Armadi, Ali Asmoni Asmoni Azhara, Siti Babun Bahar Bahar, Bahar Batul, Zahroil Bidaula, Zian Salsabila Dewi Nurhayati Dewi Nurhayati Dzuriyati Afifah Eko Adi Sumitro Encung Encung Fachry Abda El Rahman Fadli Wahyudi, Heri Faizah Hamid Fandi Fandi Fathorrahman Z Fatkhul Mubin Fitri Ruaidah Framz Hardiansyah Ghozi Mubarok Hali, Ali Usman Hefniy Heni Listiana Heri Fadli Wahyudi Hodairiyah, Hodairiyah Imam Hanafi Imamah, Khairotul Ismai Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Suardi Wekke Ismail Suardi Wekke Ismail, Ismail Jamiluddin Jamiluddin Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Syaifatul Kamila Luqman Khairotul Imamah Khodijah Kurnia Yusuf, Hendrawan Kurratul Aini KUSUMA, NAILAH AKA Lidia Candra Sari Luqman, Kamila Luthfatul Qibtiyah Luthfi Raziq M Sufyan Riady M. Sahibudin M. Sahibudin Mahfida Inayati Mahmudi Mahmudi Maimun Mansur, Aisyah Amini Mepa Arianti Moch. Cholid Wardi Moh. Yusuf Efendi Moh. Zainol Kamal Mohd Raus, Norakyairee Mu'in, Abdul Mudiuddin Muh. Azkar, Muh. Muh. Hambali Muhammad Afif Muhammad Anas Ma`arif Muhammad Holis Muhammad Ihsan Muhammad Misbahudholam AR Munhari Munhari Musayyadah Musayyadah Musleh Musleh Musleh Musleh Musleh Musleh Musleh Musleh Musleh Musleh, Musleh Mustiqowati Ummul Fithriyyah Muttaqiin, Miftahul Nailah Aka Kusuma Nofi Maria Krisnawati Nur Atika Alias Nur Khafifah Kamiliya Nurrokhmatulloh, Nurrokhmatulloh Nurul Aini Nurus Sulalah Puteri, Shilviana Helmalia Qonitah Hafidzah R. Rusli Raudlatul Jannah Raziq, Luthfi Ridho, Ali Ridwan Rohimiya, Firda Sibtur Ruaidah, Fitri Ruslan Ruslan Saliha Sebgag Sheila Rosmalinda Shilviana Helmalia Puteri Sita Husnul Khotimah, Sita Husnul Siti Azhara Sri Agustina, Sri Sri Irawati Sri Minarti Supandi Supandi Supandi Susantin, Herlin Syafiqurrahman Syafiqurrahman Syaifatul Jannah Syamsiar, Syamsiar Tawvicky Hidayat Tohir, Ali Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Wahdani, Firda Rizka Rachma Wahyuningrum, Sri Rizqi Wardatus Syarifah Windi Nur Aindah Wirdaturrahmah Wirdaturrahmah Yundari, Yundari Zahratin Nafizah Zainal Abidin Zubair, Andi