Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Workshop Edukasi Pembuatan Eco-Enzyme serta Pupuk Organik pada Kelompok Ternak dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK ) di Desa Candirejo, Ngrendeng, Gadungan – Blitar Sruti Listra Adrenalin; Viski Fitri Hendrawan; Fidi Nur Aini E.P.D; Siska Aditya; Nurul Luthfiana; Intan Firdha Olien N. A. I.
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran limbah di lingkungan menjadi salah satu persoalan yang sering dihadapi oleh masyarakat.Pengolahan limbah menajdi eco-enzyme dan pupuk organik menjadi alternatif untuk mengurangi dampaklimbah terhadap lingkungan sekitar. Eco-enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organikseperti kulit buah-buahan dan sayuran, dengan ditambah gula, dan air. Sedangkan bahan-bahan organikseperti sisa tumbuhan dan kotoran hewan dapat diolah menjadi pupuk organik padat dan cair yang dapatdimanfaatkan pada sektor pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihantentang pembuatan eco-enzyme dan pupuk organik kepada kelompok ternak dan Pembinaan KesejahteraanKeluarga (PKK) di desa Candirejo, Ngrendeng, dan Gadungan yang berada di wilayah Kabupaten Blitar.Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan pretes dan postes, diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-ratanilai dari 51.25/100 menjadi 88 /100 di desa Candirejo. Di Desa Ngrendeng 56.92/100 menjadi 74.61/100dan di Desa Gadungan 57.6/100 menjadi 82.4/100. Kata Kunci: Limbah, Eco-Enzyme, Pupuk Organik, Kabupaten Blitar.
Gambaran Pengetahuan Penyakit Leptospirosis pada Siswa SDN Deyeng 02 Kabupaten Kediri Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti; Eunike Prasetyowati; Salsabila Zahra Aldifa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri leptospira yangberasal dari  hewan dan dikeluarkan melalui air seni. Penyakit ini jika terjadi pada anak sekolahdapat menyebabkan proses belajar terganggu. Kurangnya pengetahuan tentang penyakitLeptospirosis dapat menjadi faktor utama terjadinya penyakit ini pada siswa. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa terkait leptospirosis. Penelitian ini adalahpenelitian deskriptif menggunakan desain penelitian cross sectional study dengan populasi adalahsiswa SDN Deyeng 02 Kabupaten Kediri. Sampel dipilih secara purposive sampling yang memenuhikriteria inklusi, sehingga diperoleh sampel 32 siswa kelas 3 SDN Deyeng 02 Kabupaten Kediri. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyampaian materi terdapat 53.5% siswa belummengetahui hewan penular leptospirosis, 54.2% siswa belum mengetahui tentang cara penularanleptospirosis, 31% siswa belum mengetahui faktor resiko terjadinya leptospirosis, 41.9% siswa belummegetahui cara pencegahan terjadinya leptospirosis. Namun secara keseluruhan tingkat pengetahuansiswa terkait leptospirosis sebelum dilakukan penyampaian materi adalah sekitar 69.69%  dansetelah penyampaian materi adalah mencapai 90.31%. Kata Kunci : Pengetahuan, Leptosirosis, Siswa sekolah dasar, Kabupaten Kediri
Pengenalan Pendekatan Konsep One Health dan Profesi Dokter Hewan pada Siswa Sekolah Dasar SDN Deyeng 02 Kabupaten Kediri Eunike Prasetyowati; Salsabila Zahra Aldifa; Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan tentang pentingnya pendekatankonsep One Health pada upaya pencegahan penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan ke manusia.Pendekatan konsep One Health merupakan suatu upaya kolaboratif dari berbagai sektor utamanyakesehatan manusia, kesehatan hewan dan lingkungan baik di tingkat lokal, nasional maupun globaluntuk mencapai kesehatan yang optimal. Edukasi pengenalan pedekatan konsep One Health  danperan profesi dokter hewan pada siswa sekolah dasar sejak dini merupakan upaya pencegahanpenularan penyakit zoonosis pada masa yang akan datang. SDN Deyeng 02 Kabupaten Kediri secaraletak strategis di kelilingi oleh peternakan rakyat sehingga perlu adanya edukasi sejak dini terhadapsiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh siswa kelas 3 sebanyak 32 orang.  Kegiatanpengabdian masyarakat dilaksanakan secara online dikarenakan adanya pembatasan kegiatanselama pandemi COVID-19. Materi pengabdian masyarakat disampaikan menggunakan modul dan video pembelajaran yang sudah disiapkan oleh tim pengabdian masyarakat. Metode yang digunakanuntuk mengukur ketercapaian materi menggunakan metode pretest dan posttest. Berdasarkan hasilpre-test dan post-test didapatkan peningkatan pengetahuan pada siswa.  Kata Kunci : One Health, Sekolah Dasar, Profesi Dokter Hewan, Kabupaten Kediri
Edukasi dan Workshop Pembuatan Silase kepada Kelompok Ternak dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Candirejo, Ngrendeng, dan Gadungan, Kabupaten Blitar Viski Fitri Hendrawan; Fidi Nur Aini E.P.D; Sruti Listra Adrenalin; Siska Aditya; Nurul Luthfiana; Intan Firdha Olien N. A. I.
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan iklim tropis yang mempunyai 2 musim, yaitu musimpenghujan dan musim kemarau. Kelangkaan pakan pada musim kemarau cukup menyulitkan peternak,karena dapat menurunkan produktivitas ternak. Salah satu cara untuk mangatasi hal tersebut dapatdilakukan pengawetan pakan dengan pembuatan silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran pengetahuan kelompok ternak dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desa Candirejo,Ngrendeng, dan Gadungan yang berada di wilayah kabupaten Blitar melalui kegiatan Komunikasi,Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan KIE dikemas dalam bentuk seminar dan diskusi tanya jawab sertapengisian pre-test dan post-test sebagai evaluasi materi yang telah disampaikan. Berdasarkan hasil evaluasitersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai post-test daripada pre-test dari 51.75/100 pointmenjadi 87.25/100 point di desa Candirejo, 71.53/100 point menjadi 84.61/100 point di desa Ngrendeng,dan 59.2/100 point menjadi 88/100 point di desa Gadungan. Kata Kunci: Silase, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), Kelompok Ternak, Kelompok PembinaanKesejahteraan Keluarga, Kabupaten Blitar
Socialization of The Using of Disinfectants In Cattle as an Effort To Prevent The Transmission of Foot And Mouth Diseases (FMD) In Sumber Rejeki, Dau, Malang Tuska, Habib Syaiful Arif; Orlona, Vanessa Prudence; Amri, Indah Amalia; Aini, Fidi Nur; Residiwati, Gretania
International Journal Of Community Service Vol. 3 No. 4 (2023): November 2023 ( Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste - Malaysia - USA -
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v3i4.217

Abstract

Foot and Mouth Disease (FMD) is a contagious animal disease that attacks livestock. The Sumber Rejeki Dairy Cattle Group in Gading Kulon Village, Malang Regency has 356 cows of the Friesian Holstein breed. Several cows in Sumber Rejeki has been infected with the PMK virus. This disease causes a decrease in milk production in infected cows, causing economic losses to KSP breeders. Source of fortune. One of the efforts to prevent its spread is to disinfect the cage. Disinfection of cages is effective enough to kill the FMD virus because the FMD virus does not have an outer membrane and is easily destroyed at pH <5 and >7. Community knowledge regarding disinfection is still low, so socialization is carried out regarding the provision of disinfectants in cages. After the socialization, there was an increase in the knowledge of the farmers by 41.5% through the pretest and posttest which were given before and after the socialization.
Prevalence and Predisposing factors of Subclinical Mastitis in Dairy Cows in Bakir, Sukomulyo Village, Batu Regency Fatmawati, Mira; Setianingrum, Ani; Haskito, Ajeng Erika Prihastuti; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji
Veterinary Biomedical and Clinical Journal Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.291 KB) | DOI: 10.21776/ub.VetBioClinJ.2019.001.02.5

Abstract

Peradangan ambing pada sapi perah yang lebih dikenal sebagai mastitis masih menjadi masalah utama dalam industri susu. Kerugian peternak karena mastitis disebabkan oleh penurunan produksi susu dan penurunan kualitas susu yang dihasilkan. Pada umumnya pengetahuan peternak rakyat akan mastitis sebatas pada mastitis klinis karena gejala klinis yang dapat teramati. Mastitis yang sifatnya subklinis sulit dideteksi dan apabila dibiarkan tanpa penanganan dapat menjadi sumber penularan ke sapi perah lainnya. Deteksi mastitis subklinis pada sapi perah menggunakan uji tidak langsung yaitu california mastitis test (CMT) atau menggunakan uji langsung dengan penghitungan jumlah sel somatis (JSS). Penelitian ini merupakan studi lintas seksional dengan menggunakan sampel susu kwartir pada peternakan sapi perah rakyat di dusun Bakir, desa Sukomulyo, kabupaten Batu. Pengujian mastitis dilakukan di lapangan dengan uji CMT dan di laboratorium untuk penghitungan JSS. Pengambilan data dengan kuesioner untuk mengetahui faktor predisposisi mastitis. Prevalensi mastitis subklinis berdasarkan JSS adalah 60,22% dan berdasarkan uji CMT di lapangan adalah 18,20% dari total sampel kwartir. Faktor predisposisi yang mempengaruhi masih adanya kejadian mastitis pada peternakan antara lain kebersihan sapi, kandang, dan sanitasi sebelum dan sesudah pemerahan.
Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Produktivitas Telur Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) Fase Layer Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; Firdaus, Muhammad Aviv; Titisari, Nurina; Aditya, Siska; Guritno, Ignatius
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.166-172

Abstract

Kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban dan suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh dalam produksi telur. Ayam KUB atau Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan adalah strain ayam petelur baru yang mempunyai kemampuan maksimal dalam berproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban, dan suhu terhadap produktivitas telur Ayam KUB fase layer pada umur minimal 43 minggu. Data diperoleh dengan desain penelitian cross-sectional melalui pengukuran dan perhitungan terhadap data populasi. Rata-rata faktor lingkungan berupa kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban dan suhu adalah secara berurutan yaitu 1.46 m/s, 17.53 lux, 72.11%, dan 27.71oC. Produktivitas telur Ayam KUB Petelur umur 43-46 minggu adalah 66.11%. Seluruh faktor lingkungan secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 31.4% terhadap produktivitas telur Ayam KUB.
Toksisitas Larutan Perak Nitrat (AgNO3) pada Mencit Balb-c Berdasarkan Kadar SGPT dan SGOT Amri, Indah Amalia; Hendrasmara, Muhamad Ferian; Qosimah, Dahliatul; Aeka, Ajeng; Rickyawan, Nofan; Purwatiningsih, Wawid; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.251-257

Abstract

Perak Nitrat (AgNO3) sering dimanfaatkan di bidang kesehatan sebagai bahan antimikroba. Efek pada organisme yang terpapar perak nitrat dapat mengakibatkan adanya akumulasi toksik pada hepar. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak toksisitas perak nitrat terhadap kadar SGPT dan SGOT pada mencit Balb-c. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 20 ekor mencit Balb-c dengan berat badan 25-30  gram dan umur 2-3 bulan serta masa pemberian perlakuan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan terdiri dari kelompok K- (tanpa induksi), P1 (100 µg/ml), P2 (200 µg/ml), P3 (300 µg/ml), P4 (400 µg/ml). Kadar SGPT dan SGOT diamati dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisa menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil dan kesimpulan menunjukkan induksi larutan perak nitrat pada mencit Balb-c dengan dosis P4 (400 µg/ml) dan volume induksi 0.5 ml dapat menyebabkan toksisitas pada mencit yang ditandai dengan peningkatan kadar SGPT dan SGOT.
Histopathological and Gastric Histomorphometry Analysis in Mice Colibacillosis Model Induced by Ethanol 96% Oregano Vulgare Extract Agustin, Yuliana; Amri, Indah Amalia; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; Wisesa, Ida Bagus Gde Rama
Jurnal Medik Veteriner Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol5.iss2.2022.162-169

Abstract

Colibacillosis is a disease caused by Escherichia coli which is a normal flora bacterium of the digestive system in humans and animals. Oregano contains carvacrol and thymol which provide an antibacterial. This study was used 20 male Balb/C mice age 2-3 weeks with an average weight of 20-25 grams and were divided into 5 groups with 4 replications: negative control (KN), positive control (KP) given by streptomycin dose of 20 mg/head. E. coli dose of 3 x 109 CFU, (P1) was given by streptomycin dose of 20 mg/head, E. coli dose of 3 x 109 CFU, then given oreganoextract dose of 5 mg/head, (P2) was given by streptomycin dose of 20 mg/head, E. coli dose of 3 x 109 CFU, then given oregano extract dose of 10 mg/head, (P3) was given by streptomycin dose of 20 mg/head, E. coli dose of 3 x 109 CFU, then oregano extract was given dose of 20 mg/head. The data were analyzed by descriptive comparative. The histopathology showed epithelial cell damage or erosion caused by inflammatory cells in KP, P1, P2, and P3. In study group given oregano extract dose of 20 mg/head, P3, inflammatory cells and epithelial erosion were lower. Based on the ANOVA test of day 3 and 6 after necropsy, P1, P2, and P3 show insignificant in villi length and width of the vili (p>0,05) compared to KP. The conclusion the result of the histopathology result is epithelial erosion in group with dose of 20mg/head oregano extract was able to relieve the symptoms of colibacillosis. The conclusion of histomorphometry of the length and width of the villi at P1, P2, P3 (p>0.05) was not significantly different from the positive control.
Risk Factors and Incidence of Escherichia coli Producing Extended-spectrum β-lactamase (ESBL) in Dairy Cattle Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; Akramsyah, Muhammad Ali; Hasan, Chyntia Silvi Yanti; Amanda, Jacky Teguh; Pratama, Alfaro Rikko; Fahmiantika, Reza; Tedja, Dhaneswara; Izofani, Safira; Sutrisno, Rahayu
Jurnal Medik Veteriner Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol5.iss2.2022.213-218

Abstract

This study aimed to evaluate the risk factor and insidence of Extended-spectrum b-lactamase (ESBL) produced by Escherichia coli in dairy cattle. The samples obtained were 38 rectal swabs from dairy cows from the Successful Mutual Livestock Group, Deyeng Village, Kediri Regency, East Java. The study started with interviews and observations using a questionnaire to obtain data on risk factors (source of drinking water, cleanliness of feedlots, cleanliness of drinking places, administration of antibiotics, history of mastitis). A sampling of the rectal swab of cattle was carried out using Nutrient Broth as carrier media. Isolation of bacteria using Mac Conkey Agar (MCA) media with the antibiotic cefotaxime 1 mg/L. The addition of antibiotics is intended so that the bacteria that grow are coliform bacteria resistant to the cefotaxime antibiotic, a beta-lactam group. Bacterial isolation was continued with MCA media to enrich ESBL bacteria. Bacterial identification was continued on EMBA media, gram staining, IMViC biochemical test, TSIA, and urease to obtain isolates of E. coli bacteria. The E. coli isolates tested for ESBL Double Disc Synergy Test (DDST) phenotype. The close relationship between each risk factor and the incidence of ESBL-producing E. coli was tested statistically using the Spearman Rank correlation test. The results showed that the incidence of ESBL-producing E. coli in the tested samples was 21.05%, or there were eight positive samples of ESBL-producing E. coli. The risk factors for finding a positive incidence of E. coli producing ESBL in this study were 87% of the use of drinking water sources from wells, 25% did not pay attention to the cleanliness of drinking places, 25% did not pay attention to the cleanliness of eating places, 38% were given antibiotics during maintenance, and 100% had a history of mastitis. These risk factors were not statistically closely related to the incidence of ESBL-producing E. coli.
Co-Authors Adila, Nirmala Sekar Aditya, Siska Adrenalin, Sruti Listra Aeka, Ajeng Agustin, Yuliana Ajeng Erika Ajeng Erika Prihastuti Haskito Akramsyah S, Muhammad Ali Akramsyah, Muhammad Ali Albiruni Haryo, Albiruni Amanda, Jacky Teguh Amri, Indah Amalia Ani Setianingrum Anna Roosdiana Assifa Mardiyah, Fraya Assyifa, Fraya Delivery, Rheina Yesi Octa Erlinda, Tira Eunike Prasetyowati F, Jacky T. Amanda Fahmiantika, Reza Fajar Shodiq Permata Fatmawati, Mira Fatmawati, Mira Firdaus, Muhammad Aviv Firmawati, Aulia Fraya Assifa Mardiyah Guritno, Ignatius HABIB SYAIFUL ARIF TUSKA Hasan, Chyntia S. Y. Hasan, Chyntia Silvi Yanti Haskito, Ajeng Erika Prihastuti Hendrasmara, Muhamad Ferian Ida Bagus Gde Rama Wisesa Indah Amalia Amri Indah Amalia Amri Insan, Habibi Rozzaq Fathoni Intan Firdha Olien N. A. I. Izofani, Safira Kamulyan, Ujiati Kurniawan, Septian Bestart Lisa D Andriyani Lutfiana, Nurul Luthfiana, Nurul M. Sukron Hawar M. Sukron Hawari Masardhi, Bagus Aji Mayashinta, Dearikha Karina Melati Hawalai Melati Hawalai Sumadwita Mira Fatmawati Mira Fatmawati Miza Viloute Putri Mestoko Miza Viloute Putri Moestoko Mustofa Helmi Effendi Nirmalasari, Na Young Noviatri, Aldila Nurul Luthfiana Ompusunggu, Meifi Mariana Orlona, Vanessa Prudence Padaga, Masdiana C Paramanandi, Dini Agusti Pratama, Alfaro Rikko Purnamasari, Citra Purwatiningsih, Wawid Qosimah, Dahliatul Residiwati, Gretania Ricadonna Raissa Rickyawan, Nofan Rif Anna Aulia Arum Kusuma Sabila, Ahda Safri, M. Ali AkramSyah Safri, Muhammad Ali A. Salsabila Zahra Aldifa Setianingrum, Ani Siska Aditya Siti Kurniawati Sruti Listra Adrenalin Sruti Listra Adrenalin Suseno, Raisa Qurrata A’yun Suseno, Raisa Qurrata ‘Ayun Sutarso Sutrisno, Rahayu Syah, Ali Akram Tedja, Dhaneswara Titisari, Nurina Tuska, Habib Syaiful Arif Ujiati Kamulyan Ujiati Kamulyan Utami Kurniawati Vinka Melinda Viski Fitri Hendrawan Viski Fitri Hendrawan Wahyu Islami Wisesa, Ida Bagus Gde Rama Yudit Oktanella, Yudit