Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Extended-spectrum beta-laktamase (ESBL) enzyme producing bacteria isolated from rectal swabs of around animals in dairy farms Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; F, Jacky T. Amanda; Safri, Muhammad Ali A.; Hasan, Chyntia S. Y.
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i3.421

Abstract

This study aims to identify bacterial contamination of Klebsiella pneumoniae and Escherichia coli producing Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) isolated from rectal swabs of local animals on a dairy farm in Deyeng Village, Kediri, East Java. Interviews and observations were conducted with farmers to obtain the required risk factor data (cleanliness of drinking and eating places, drinking water sources, and administration of antibiotics to livestock). The number of samples tested in this study was 34 samples, including 12 chicken samples, 8 goat samples, 5 duck samples, 4 rabbit samples, 3 cat samples and 2 goose samples. Samples were isolated on MCA media + cefotaxime 1 mg/l and isolated again on MCA media without the addition of antibiotics to multiply pure bacterial colonies. The tests carried out to determine the presence of ESBL-producing bacteria are biochemical tests, namely the IMViC test (Indole, Methyl red, Voges-Proskauer, Citrate Utilization), TSIA (Triple Sugar Iron Agar) test, gram staining, and the Double Disk Standard Method test using β-lactam disc antibiotics, namely cefotaxime 30μg, ceftazidime 30μg, and amoxycilline-clavulanate acid 30μg. The results of this research were that 6 samples or 17.6% of ESBL-producing bacteria were identified from poultry groups (chickens, ducks and geese) from dairy farms in Deyeng Village, Kediri Regency, East Java.
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) Lumpy Skin Disease kepada Peternak di KUD Kertajaya, Kabupaten Kediri Masardhi, Bagus Aji; Kurniawati, Siti; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpy Skin Disease (LSD) merupakan penyakit hewan menular strategis dengan gejala cacar yang dapatmenyebabkan dampak negatif pada kesehatan ternak sapi perah dan ekonomi peternak. LSD disebabkanoleh virus dari genus Capripoxvirus. Virus LSD hanya menyerang pada sapi dan kerbau. Penularan utamaLSD adalah melalui vektor dan kontak langsung antar ternak. Penyakit ini menyebabkan penurunanproduksi susu, infertilitas, dan abortus. Virus LSD dapat menyebabkan kerugian baik dari segi kesehatanternak maupun dari segi ekonomi dan sosial peternak. Salah satu daerah yang memiliki populasi ternakyang relatif besar adalah KUD Kertajaya, Desa Medowo. Peternak KUD Kertajaya Desa Medowomayoritas merupakan peternak tradisional yang mendapatkan informasi terkait LSD sehingga diperlukanadanya KIE dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak terkait pencegahan dan penangananLSD. Metode KIE yang digunakan adalah menggunakan media informasi (pamflet), presentasi, dan diskusisecara langsung dan penilaian terukur dari hasil pretest, posttest, dan SKM yang dianalisis secara deskriptifdan kuantitatif. Hasil pretest yang diperoleh menunjukkan sebanyak 25% peternak masih belum memilikipemahaman yang komprehensif mengenai LSD.  Hasil posttest diketahui adanya peningkatan sebanyak64% setelah dilakukan KIE. Data SKM menunjukkan adanya respon positif sebesar 88%. Kegiatan KIE inidapat menginisiasi peternak untuk dapat meningkatkan pemahaman terkait LSD pada hewan ternak di KUDKertajaya, Desa Medowo. Kata Kunci: Lumpy Skin Disease, Komunikasi Informasi Edukasi, KUD Kertajaya
Sosialisasi Edukasi Terkait Siklus Hidup Hewan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Medowo 3, Kota Kediri, Jawa Timur. Aini, Fidi Nur; Erlinda, Tira
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum kemampuan suatu 1270ideo1270 untuk bisa berkembang ditentukan oleh kualitas darimasyarakat atau sumber daya manusia yang dimiliki, dimana hal ini dapat dilakukan melalui saranapendidikan sekolah dasar. Pendidikan sekolah dasar menjadi suatu wadah untuk bisa membantu parapeserta didik dalam membangun dan mengembangkan dasar pengetahuan siswa, salah satunyamemperkenalkan konsep-konsep dasar dalam ilmu pengetahuan seperti pembelajaran tentang siklus hiduphewan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswamengenai siklus hidup hewan. Di SDN Medowo 3, Kota Kediri,Jawa Timur.Serangkaian kegiatansosialisasi ini meliputi penyampaian materi, 1270ideo jawab, serta pretest dan posttest untuk mengukurtingkat pemahaman siswa. Berdasarkan hasil evaluasi lembar pretest dan posttest menunjukkan rata-ratakenaikan sebesar 21.8%. Sehingga dapat disimpulkan pelaksanaan sosialisasi ini sudah terlaksana dengan1270ideo1270 dan antusias para peserta SDN Medowo 3 juga sangat baik dalam acara sosialisasi edukasi. Kata Kunci : Metamorfosis,Sosialisasi,Hewan
Mendorong Gaya Hidup Sehat Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Linkungan Sekolah SDN Medowo 3 Kabupaten Kediri, Jawa Timur Nirmalasari, Na Young; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; Suseno, Raisa Qurrata ‘Ayun; Sabila, Ahda; Erlinda, Tira; Luthfiana, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan aspek krusial bagi suatu bangsa. Penerapannyaperlu dibiasakan sejak dini. Upaya tersebut dilakukan untuk menyiapkan generasi muda yang memilikistandard unggul. Kualitas hidup suatu generasi berbanding lurus dengan kesehatan jiwa, sosial, danjasmani yang baik. Anak yang memiliki kesehatan optimal akan membentuk generasi yang unggul.PHBS di lingkungan sekolah perlu ditekankan keberadannya. Salah satu PHBS yang menunjangkesehatan para siswa adalah pembiasaan cuci tangan enam langkah dengan benar dan sempurna.Pelaksanaan KIE cuci tangan ditujukan pada siswa sekolah dasar kelas 1 hingga 6 di SDN Medowo 3.Kegiatan dilakukan di SDN Medowo 3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya mencucitangan enam langkah. Metode pelaksanaan yaitu sosialisai dan praktik cuci tangan enam langkah. Hasilpenilaian menunjukkan bahwa terdapat kenaikan peresentase penegtahuan pada siswa, yakni sebesar14,24%. Kegiatan KIE seperti ini dapat dilaksanakan di tempat lain guna meningkatan kesadassarnpara siswa mengenai pentingnya PHBS di lingkungan sekolah untuk menuju Indonesia Emas tahun2045. Kata Kunci : Cuci Tangan, KIE, PHBS, Siswa
Pengenalan Kelompok Hewan berdasarkan Jenis Makanannya (Herbivora, Karnivora, dan Omnivora) pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Medowo 3, Kediri, Jawa Timur Sabila, Ahda; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; Erlinda, Tira; Suseno, Raisa Qurrata A’yun; Nirmalasari, Na Young; Luthfiana, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan pendidikan lingkungan yang baik sejak usia dini penting diberikan untuk membanguninteraksi antara makhluk hidup dan alam. Pemahaman tentang kelompok hewan berdasarkan jenis makanan(herbivora, karnivora, dan omnivora) tidak hanya memberikan wawasan tentang keragaman alam, tetapijuga membantu siswa memahami peran penting hewan-hewan tersebut dalam menjaga keseimbanganekosistem. Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)  bertempat  di SDN Medowo 3, kecamatanKandangan, kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan peserta siswa siswi dari kelas 1-3 sebanyak 24 orang.Proses penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan tujuan mahasiswa menjadi lebih tertarik danpeduli terhadap lingkungan sekitar. Media pembelajaran menggunakan buku saku dan powerpoint .Selamakegiatan berlangsung,  dilakukan observasi, pelaksanaan pretest dan posttest.  Hasil pretest dan posttest,dianalisis secara deskriptif dan didapatkan peningkatan rata-rata pemahaman sebesar 15,8% terhadapimplementasi pembelajaran dari sebelum dan sesudah dilakukan pengajaran.  Kata Kunci : Herbivora, Karnivora, KIE, Omnivora, Sekolah Dasar
Penyuluhan Terkait Penggunaan Antibiotik pada Ternak Perah dan Residu Antibiotik pada Susu terhadap Peternak di Desa Medowo, Kabupaten Kediri Insan, Habibi Rozzaq Fathoni; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu merupakan cairan alami yang diperoleh dari ternak perah melalui pemerahan. Susu yangharus dihindari adalah susu yang terkontaminasi dengan antibiotik. Hal ini dikarenakan residu antibiotiksangat merugikan peternak sapi perah, industri pengolah susu dan konsumen. Antibiotik yang terkandungdalam susu dapat menghambat pertumbuhan bakteri starter sehingga proses fermentasi pengolahan susuakan mengalami kegagalan. Konsumsi antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, reaksishock, gangguan metabolisme dan resisten antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteriuntuk kebal (resistant) terhadap suatu antibiotik. Resistensi antibiotik terjadi saat bakteri terpapar antibiotikkemudian bermutasi menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut. Bakteri resisten antibiotik memiliki pilihanpengobatan yang lebih terbatas karena antibiotik yang sebelumnya digunakan tidak lagi mampu membasmibakteri tersebut. Bahaya dari residu dan resistensi antibiotik perlu diketahui dan dihindari bagi parapeternak di Desa Medowo, Kabupaten Kediri. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan penyuluhan terkaitpenggunaan antibiotik dan residu antibiotik pada susu dengan metode Door to Door. Penyuluhan dilakukanmenggunakan poster dan/atau leaflet sebagai media edukasi. Penyuluhan juga dilengkapi dengan kuispretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman warga peternak terkait topik. Hasil yangdidapatkan menunjukkan peningkatan pemahaman pada posttest sebesar 20%; 44%; 60%; dan 36%.Sebagian besar peternak telah mengetahui terkait jenis, dosis, serta residu dari obat antibiotik; tetapisebagian besar peternak tidak mengetahui terkait withdrawal time, dan bahaya penyalahgunaan antibiotik.Hal ini dikarenakan KUD Kertajaya bekerjasama dengan Pt. Nestle Indonesia yang memiliki syarat kualitassusu tersendiri sehingga peternak diarahkan untuk mengikuti syarat tersebut. Namun, peternak memenuhisyarat tersebut tanpa mengetahui tujuan dan manfaatnya. Kata Kunci : Penyuluhan, Antibiotik, Residu antibiotik, Resisten antibiotik, Withdrawal time
Jumlah Bakteri Asam Laktat Pada Sekum Dan Performa Ayam Broiler Model Kolitis Dameanti, Fidi Nur Aini; Kurniawan, Septian Bestart; Amri, Indah Amalia; Permata, Fajar Shodiq; Haryo, Albiruni; Noviatri, Aldila; Paramanandi, Dini Agusti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.1

Abstract

Kolitis merupakan sub tipe inflamatory bowel disease yang ditandai adanya segmen inflamasi dan ulserasi pada usus. Gejala khas yang ditimbulkan adalah diare berdarah. Ayam broiler sebagai hewan model kolitis dengan induksi Dextran Sodium Sulfate (DSS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh DSS terhadap performa ayam broiler meliputi pertambahan bobot badan harian, FCR, dan indeks performa serta jumlah total BAL dalam sekum ayam broiler. Ayam berjumlah 32 ekor umur 15 hari dibagi menjadi delapan ekor per kelompok yaitu kontrol negatif (P0), dan kelompok perlakuan yang diinduksi DSS dengan konsentrasi 0,75%(P1); 0,5%(P2); 2,25%(P3) per hari selama enam hari dengan dicampurkan air minum. Bobot badan ayam ditimbang setiap tiga hari sekali dan pakan ditimbang setiap hari untuk perhitungan FCR. Ayam dieuthanasia umur 21 hari dan swab sekum dikultur pada media MRSA serta jumlah koloni dihitung dengan metode TPC. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA. Uji lanjutan post hoc tukey dengan tingkat kepercayaan 95%. Perhitungan Bakteri Asam Laktat menunjukkan adanya perbedaan signfikan (p<0,05) terhadap kontrol dan kelompok perlakuan mulai dari konsentrasi 0,75%. Induksi DSS dengan konsentrasi 2,25% berpengaruh terhadap PBBH secara signifikan (p<0,05), dan menurunkan indeks performa ayam broiler. Induksi DSS tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap nilai FCR ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa induksi DSS pada berbagai tingkat dosis dapat menurunkan jumlah bakteri asam laktat dan induksi DSS konsentrasi 2,25% dapat menurunkan performa ayam broiler.
KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) PENYAKIT LUMPY SKIN DISEASE (LSD) PADA KELOMPOK TERNAK SAPI PERAH Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti; Viski Fitri Hendrawan; Yudit Oktanella; Sruti Listra Adrenalin; Indah Amalia Amri; Ujiati Kamulyan; Fraya Assifa Mardiyah
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i2.2402

Abstract

Lumpy Skin Disease is a smallpox disease on the skin caused by the Lumpy Skin Disease virus from the genus Capripox, family Poxviridae. The LSD virus is double a stranded deoxyribonucleic acid (DNA virus), has a lipid envelope, and replicates in the cytoplasm. This disease can infect cattle and buffalo, and give an economic impact on farmers. Information about LSD in Indonesia has not been published for a long time and has not been published enough, so the Faculty of Veterinary Medicine, Brawijaya University has taken the role of conveying information about LSD through Communication, Information and Education (KIE) media in order to increase awareness of the entry and spread of LSD in areas experiencing LSD outbreaks. The KIE activity was attended by 17 participants from the "Sukses Bersama" Dairy Cattle Group. The results obtained from KIE activities were an increase in participants' knowledge, known from the results of the pretest and posttest analysis. The highest average score before the presentation of the material, the teenage group respondents answered 10 questions correctly, the adult and elderly groups answered 11 questions correctly. Meanwhile, after the presentation of the material, the highest average of respondents in the teenage, adult and elderly groups answered 12 questions correctly. The participant's age influences the participant's ability to answer questions correctly.
Penanganan Kasus Pyometra Pada Kucing Betina dengan Metode Ovariohysterectomy di Petologi Veterinary Center Adila, Nirmala Sekar; Sutarso; Habib Syaiful Arif Tuska; Fidi Nur Aini Eka Puji Dameanti; Ricadonna Raissa
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.3.1.58-63.

Abstract

Pyometra merupakan infeksi serius pada uterus yang sering dialami oleh kucing betina yang tidak disterilisasi. Penyebab utama penyakit ini adalah pengaruh hormon progesteron dan infeksi bakteri. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, hematologi, dan ultrasonografi. Pemeriksaan ultrasonografi pada kasus ini menunjukkan adanya penebalan dinding uterus serta akumulasi cairan pus di lumen uterus. Penanganan pada seekor kucing domestic betina berusia 10 bulan di Petologi Veterinary Center dilakukan melalui prosedur ovariohysterectomy. Tahap awal melibatkan persiapan pre-operasi, termasuk pemberian anestesi propofol, pemasangan endotracheal tube, dan sterilisasi area insisi. Selama operasi, uterus dan ovarium yang terinfeksi diangkat, diikuti dengan ligasi pembuluh darah menggunakan benang monofilament untuk mencegah perdarahan. Pasca operasi, pasien menerima perawatan intensif berupa pengobatan antibiotik (amoxiclav) untuk mengendalikan infeksi, analgesik (meloxicam dan tramadol) untuk mengurangi rasa sakit, serta perawatan luka secara berkala. Hasil evaluasi menunjukkan pemulihan yang baik tanpa komplikasi, mengonfirmasi bahwa ovariohysterectomy adalah metode yang efektif untuk menangani pyometra dan mencegah kekambuhan. Edukasi kepada pemilik hewan mengenai pentingnya sterilisasi dan kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk mengurangi risiko penyakit ini di masa depan. Studi ini memperkuat pentingnya kombinasi prosedur bedah dan terapi suportif dalam keberhasilan penyembuhan penyakit pyometra pada kucing.
PENGENALAN RABIES PADA SISWA SD NEGERI MEDOWO 3 MELALUI PROGRAM KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI (KIE) Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji; luthfiana, Nurul; Sabila, Ahda; Nirmalasari, Na Young; Suseno, Raisa Qurrata A’yun; Erlinda, Tira
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1951

Abstract

Rabies is a zoonotic disease that can be transmitted from animals to humans. Rabies remains a global threat, killing around 59,000 people each year, and dogs are still the main source of transmission. The presence of dogs in the community as one of the animals most often infected with rabies is a condition that must always be watched out for, one of which is in the group of children who are at highest risk of being bitten by rabid dogs. Communication, Information, and Education (CIE) is one of the strategies used in the comprehensive approach of the rabies eradication program in Indonesia. Increasing knowledge related to rabies in children can be done through CIE that is packaged attractively without reducing the content and information conveyed. CIE with the theme "Rabies; Introduction, Prevention, and Control" was given to 45 students of SDN Medowo 3, Medowo village, Kedungkandang district, Kediri regency using the fun teaching method through material presentation and educative games. Evaluation of the results of the Rabies CIE was carried out by comparing the results of the pretest and posttest that had been filled out by the students. The method of data analysis and interpretation was carried out descriptively quantitatively through the percentage of total correct and incorrect answers to the question variables that represent the content of the CIE material that has been given and the average score of the pretest and posttest results in each class and age group. The results of the evaluation of the question variables showed that there was an increase in students' understanding of rabies material from 85.6% to 92.5% and there was an increase in the average posttest results in all groups after education. Based on these results, it can be concluded that the Rabies CIE activities provided can increase elementary school students' knowledge regarding Rabies.
Co-Authors Adila, Nirmala Sekar Aditya, Siska Adrenalin, Sruti Listra Aeka, Ajeng Agustin, Yuliana Ajeng Erika Ajeng Erika Prihastuti Haskito Akramsyah S, Muhammad Ali Akramsyah, Muhammad Ali Albiruni Haryo, Albiruni Amanda, Jacky Teguh Amri, Indah Amalia Ani Setianingrum Anna Roosdiana Assifa Mardiyah, Fraya Assyifa, Fraya Delivery, Rheina Yesi Octa Dion, Nadia Ananda Prasetia Erlinda, Tira Eunike Prasetyowati F, Jacky T. Amanda Fahmiantika, Reza Fajar Shodiq Permata Fatmawati, Mira Fatmawati, Mira Firdaus, Muhammad Aviv Firmawati, Aulia Fraya Assifa Mardiyah Guritno, Ignatius HABIB SYAIFUL ARIF TUSKA Hasan, Chyntia S. Y. Hasan, Chyntia Silvi Yanti Haskito, Ajeng Erika Prihastuti Hendrasmara, Muhamad Ferian Ida Bagus Gde Rama Wisesa Indah Amalia Amri Indah Amalia Amri Insan, Habibi Rozzaq Fathoni Intan Firdha Olien N. A. I. Izofani, Safira Kamulyan, Ujiati Khairullah, Aswin Rafif Kurniawan, Septian Bestart Lisa D Andriyani Lutfiana, Nurul Luthfiana, Nurul M. Sukron Hawar M. Sukron Hawari Masardhi, Bagus Aji Mayashinta, Dearikha Karina Melati Hawalai Melati Hawalai Sumadwita Mira Fatmawati Mira Fatmawati Miza Viloute Putri Mestoko Miza Viloute Putri Moestoko Mustofa Helmi Effendi Nirmalasari, Na Young Noviatri, Aldila Nurul Luthfiana Ompusunggu, Meifi Mariana Padaga, Masdiana C Paramanandi, Dini Agusti Pratama, Alfaro Rikko Purnamasari, Citra Purwatiningsih, Wawid Qosimah, Dahliatul Ricadonna Raissa Rickyawan, Nofan Rif Anna Aulia Arum Kusuma Sabila, Ahda Safri, M. Ali AkramSyah Safri, Muhammad Ali A. Salsabila Zahra Aldifa Setianingrum, Ani Sheila Marty Yanestria Siska Aditya Siti Kurniawati Sruti Listra Adrenalin Sruti Listra Adrenalin Suseno, Raisa Qurrata A’yun Suseno, Raisa Qurrata ‘Ayun Sutarso Sutrisno, Rahayu Syah, Ali Akram Tedja, Dhaneswara Titisari, Nurina Ujiati Kamulyan Ujiati Kamulyan Utami Kurniawati Vinka Melinda Viski Fitri Hendrawan Viski Fitri Hendrawan Wahyu Islami Wisesa, Ida Bagus Gde Rama Yudit Oktanella, Yudit