Articles
ANALISIS RISIKO DAN PENGENDALIAN KESELAMATAN KERJA DALAM PEMBERSIHAN AC MODEL CASSETTE: STUDI KASUS DI HOTEL PENTACITY BALIKPAPAN
Muhammad, Iqbal Ainur;
Rusba, Komeyni;
Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.312
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko dan mengidentifikasi pengendalian keselamatan kerja dalam proses pembersihan AC model cassette di Hotel Pentacity Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 potensi bahaya yang dapat disebabkan oleh faktor pekerja, peralatan, material, dan lingkungan kerja selama proses pembersihan AC. Pengendalian keselamatan kerja yang diusulkan meliputi pelatihan keselamatan rutin, pemantauan alat kerja, dan pengamatan rutin pada pekerjaan pembersihan AC. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya penerapan langkah-langkah pengendalian keselamatan kerja untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja.
KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BAHAYA KEBAKARAN DI KOTA BALIKPAPAN
Kholil, Muhammad;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad;
Hardiyono, Hardiyono;
Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.317
Bencana kebakaran yang kerap kali terjadi setiap tahunnya oleh sebab itu penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah dalam Penanggulangan bencana kebakaran serta mengetahui apa saja hambatan dan upaya yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota balikpapan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan yang ada dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan yang menanggulangi masalah kebencanaan dan masyarakat kota balikpapan khususnya yang bertempat tinggal di daerah yang rawan akan kebakaran. Hasil Penelitian ini kebijakan pemerintah dalam penanggulangan kebakaran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan dapat digolongkan efektif karena hal tersebut dapat dilihat dari hasil data yang diperoleh mengenai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan menunjukkan bahwa Badan tersebut selalu dapat mengatasi dalam menanggulangi bencana khususnya bencana kebakaran. Hambatan yang berasal dari luar maupun dalam juga sudah dapat diatasi dengan upaya yang dilakukan.
PERANAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM MENANGGULANGI BENCANA BANJIR DI KOTA BALIKPAPAN
Setiawan, Aditiya;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad;
Saputra, Dharma;
Swandito, Adji
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.319
Upaya pemerintah kota balikpapan dalam penanggulangan bencana banjir yang menjadi bencana tahunan yang terjadi penurunan jumlah kasusnya adalah dengan melakukan koordinasi dengan BPBD agar dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran, serta upaya BPBD dalam penanggulangan bencana pada tahap prabencana banjir di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan ialah metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disajikan dengan tahapan mengolah data dan menyiapkan data dengan analisis, hingga akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPBD dalam menjalankan perannya dalam penanggulangan bencana pada tahap pra bencana banjir ada tiga yakni dengan mengadakan sosialisasi terkait pembuatan peta rawan bencana, membantu dalam hal pertolongan dan penyelamatan pada saat bencana, dan sebagai tahap pemulihan dan rehabilitasi rekontruksi pada pasca bencana. Kesimpulan dari upaya BPBD dalam mengatasi kendala-kendala tersebut yaitu BPBD harus selalu siap siaga dalam masalah bencana dan harus selalu berpedoman kepada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diterapkan agar proses pengatasan yang dilakukan bisa tercapai sesuai dengan hasil yang telah diharapkan, disamping itu kesadaran masyarakat juga penting guna membantu peran BPBD dalam menanggulangi bencana pada tahap pra bencana banjir ini.
KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA BALIKPAPAN
Putra, Sofyan Ade;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad;
Fuadi, Yan;
Ananta, Erwin
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.320
Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dalam penanganan bencana tanah longsor menjadi fokus utama pada laporan ini dengan tujuan umum untuk mengetahui kinerja BPBD pada penanggulangan bencana tanah longsor di Kota Balikpapan serta secara khusus untuk mengetahui kinerja yang dilakukan oleh BPBD Kota Balikpapan dalam penanggulangan bencana Tanah Longsor di Kota Balikpapan. Data kinerja BPBD menunjukkan cakupan layanan yang belum maksimal, dinilai melalui nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja BPBD termasuk responsivitas yang kurang optimal, keterlambatan alokasi dana, rendahnya kesadaran mengurangi risiko bencana, serta kesiapsiagaan yang belum memadai dalam memenuhi kebutuhan pasca bencana. Meskipun demikian, BPBD telah menunjukkan upaya dalam aspek efektivitas melalui sosialisasi mitigasi bencana yang memberikan hasil positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, dalam aspek efisiensi, BPBD belum sepenuhnya berhasil dalam penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pasca bencana tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan subjek penelitian sebanyak 5 informan melalui teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sehingga dapat menggali kinerja BPBD Kota Balikpapan dalam penanggulangan bencana tanah longsor guna menilai sejauh mana BPBD telah menjalankan perannya sesuai tujuan pembentukannya.
ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN FORKLIFT PADA PT UNITED TRACTORS BALIKPAPAN
Syahrir, Agung;
Rusba, Komeyni;
Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.323
Pekerjaan di sektor industri mempunyai potensi bahaya yang cukup tinggi yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa manusia, sehingga perlu diusahakan pencegahan. Dalam proses produksi sering menggunakan alat bantu seperti forklift untuk memindahkan material maupun perkakas kerja yang berukuran besar. Dengan melihat adanya potensi bahaya serta penanganan yang belum terarah perusahaan ini memerlukan Job Safety Analysis (JSA). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan memusatkan kepada penilaian risiko dengan menggunakan Job Safety Analysis (JSA). Berdasarkan hasil penelitian yang di teliti menghasilkan 15 bahaya dari 8 tahapan pekerjaan yang di sebabkan dari lingkungan, pekerja, peralatan, alat kerja. Yaitu risiko tersengat listrik, risiko tertimpa barang yang di angkat, tertabrak, tergores peralatan yang tajam, luka akibat terjepit, cidera pinggan sehingga perlu di lakukan tindakan perbaikan.
WAKTU PAPARAN DAN JARAK MONITOR DENGAN KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN PT PELINDO (PERSERO) REGIONAL 4 BALIKPAPAN
Afrilia, Rizky Monica;
Rusba, Komeyni;
Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.326
Setiap tempat kerja selalu mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat menganggu Kesehatan pekerja atau menimbulkan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sarana untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan, dan bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas kerja. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif sebagai suatu gambar kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami. Kategori sesuai apabila jarak monitor ke mata sekitar 50-100 cm OSHA. Apabila tidak dalam rentang jarak tersebut maka dikategorikan tidak sesuai. Hasil penelitian pada pekerja bahwa lebih banyak pekerja dengan jarak mata ke monitor yang tidak sesuai dibandingkan pekerja dengan jarak yang telah sesuai. Waktu paparan ke komputer memiliki dua kriteria yaitu kurang dari sama dengan 2 jam dan lebih dari 2 jam. Hasil penelitian yang dipaparkan diketahui para pekerja bahwa pekerja tidak menggunakan kriteria penggunaan komputer 2 jam yang sesuai dengan Permenkes No 48 Tahun 2016. Hasil dari waktu paparan melihat monitor, 7 pekerja belum menerapkan metode 20- 20-20 Permenkes No 48 Tahun 2016 yakni pekerja berhenti bekerja menggunakan komputer jika merasakan kelelahan pada mata, hasil dari jarak monitor dengan mata pekerja, terdapat 4 pekerja yang belum sesuai dengan ketetapan OSHA yakni jarak pandang masih 50cm.
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PDAM PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN
Indah, Putri;
Rusba, Komeyni;
Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.329
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu usaha untuk menciptakan keamanan dan perlindungan dari berbagai risiko kecelakaan kerja dan bahaya, baik bahaya fisik, biologi, kimia maupun pisikogis terhadap pekerja, perusahaan maupun masyarakat. PDAM kota Balikpapan perusahaan milik daerah yang menjadi penyedia utama sumber air bersih bagi warga kota Balikpapan, PDAM kota Balikpapan sangat berkomitmen dangan mutu yang dihasilkan dimulai dari awal proses produksi, mutu hasil produksi,hingga pelayanannya dan pendistribusiannya ke konsumen serta menjunjung tinggi nilai K3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Keselamatan dan Kesehatan kerja di PDAM Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Metode yang digunakan ialah metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disajikan dengan tahapan mengolah data dan menyiapkan data dengan analisis, hingga akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi K3 di perusahaan PDAM Perumda Tirta Manuntung Balikpapan telah dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan kebijakan perusahaan dimana perusahaan berkomitmen untuk melindungi karyawanya dengan menerapkan K3. perusahaan PDAM telah melakukan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja terkait analisis risiko yang mendalam untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan ancaman terhadap karyawan. Analisis ini mencakup komitmen terhadap keselamatan kerja dan komitmen terhadap kesehatan kerja.
KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DAN KEBAKARAN DI KOTA BALIKPAPAN
Ghifari, Muhammad Fadillah;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.337
Bencana merupakan fenomena atau peristiwa rusaknya alam atau lingkungan tempat tinggal yang berdampak pada kehidupan makhluk hidup yakni manusia, hewan maupun tumbuhan yang terjadi secara alamiah seperti banjir, kebakaran, gempa dan lain sebagainya Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemerintah melakukan penaggulangan bencana banjir dan kebakaran di kota Balikpapan. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner, peldoman wawancara, pedoman observasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disajikan dengan tahapan mengolah data dan menyiapkan data dengan analisis, hingga akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Balikpapan Selatan telah menerapkan kebijakan penanggulangan bencana tetapi terdapat beberapa kriteria pada organisasi penanggulangan bencana dengan nilai kesesuian 83% dan nilai ketidaksesuaian 17% yang berarti termasuk dalam kategori cukup, komponen yang ada tidak sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Petugas tidak memiliki buku kegiatan. Prasarana yang berada di BPBD sudah dengan kategori cukup yaitu tingkat kesesuaian mencapai 85% dan nilai ketidaksesuaian mencapai 15% Dari semua komponen dan kondisi aktual hanya peralatan mobil ambulance yang belum terdapat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Balikpapan dan nilai pada kegiatan evakuasi termasuk dalam kategori cukup dengan nilai kesesuaian mencapai 83% dan nilai ketidaksesuaian 17% Karena dari komponen yang ada tidak sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Bahwa jalur evakuasi belum memiliki akses langsung ke ruangan terbuka yang aman. karena jalur evakuasi terdapat di daerah rawan bencana.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DI RUMAH SAKIT RESTU IBU BALIKPAPAN
Nugraha, Septa;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.339
Kebakaran adalah suatu peristiwa yang sangat cepat dan tidak dikehendaki sehingga menimbulkan kerusakan atau kerugian yang sangat fatal, hal ini disebabkan ketidak displinan dalam menggunakan bahan-bahan atau peralatan yang digunakan. Bahan-bahan yang menimbulkan tejadinya kebakaran beberapa zat padat, zat cair, dan campuranJenis penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif untuk menganalisis tingkat kesesuaian sistem proteksi kebakaran aktif padabangunan gedung dan lingkungan dirumah Sakit Restu Ibu Balikpapan. Hasil observasi kemudian disesuaikan dengan standar acuan yang digunakan yaitu, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis SistemProteksi aktifAnalisis Sistem Proteksi Kebakaran Aktif Berdasarkan SNI 03-39852 dan SNI 03-3989 di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan telah di laksanakan dengan baik sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Analisis penerapan Proteksi Kebakaran Aktif ini dilaksanakan di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan guna untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan gedung Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan, yang dimana system proteksi kebakaran aktif meliputi:Apar, yaitu Hydrant, Smoke Detector, Springkler, Dan Fire AlarmKesimpulan dari hasil observasi dan pembahasan kesesuaian sistem proteksi kebakaran aktif di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerja Umum No.26/PRT/M/2008 88,3% hasil sistem proteksi kebakaran aktif yang dimiliki Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan dikatakan sesuai. Faktor yang menjadi penyebab ketidaksesuain system proteksi aktif pada bangunan gedung dan lingkungan di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan adalah pihak perusahaan kurang menerapkan regulasi yang telah di berlakukan.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SAFETY TALK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN OPERATOR DALAM ASPEK K3 DI PT GITINA JAYA TRANS
Edisti, Tifani Mutiara;
Rusba, Komeyni;
Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.348
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh safety talk dalam meningkatkan pemahaman K3 operator truk tronton dan trailer di PT Gitina Jaya Trans, yang diharapkan dapat menjamin keselamatan pekerja mereka, karena kecelakaan kerja merupakan kejadian di tempat kerja yang tidak diinginkan dan tidak terduga yang dapat menyebabkan kerugian fisik, materil, atau kematian. Penyebabnya meliputi perilaku kerja tidak aman, kondisi kerja tidak aman, dan faktor di luar kendali manusia. Untuk meminimalisirnya, diperlukan upaya seperti komunikasi K3, salah satunya melalui safety talk. Safety talk meningkatkan kesadaran pekerja tentang keselamatan kerja dengan menyampaikan materi K3 sebelum mulai bekerja. Kurangnya safety talk dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja karena kurangnya pemahaman tentang keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara dan kuesioner checklist untuk data primer, serta data sekunder dari perusahaan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan safety talk di PT Gitina Jaya Trans sangat efektif dengan rata-rata efektivitas 91,79%, menunjukkan bahwa pelaksanaan safety talk sudah baik dan efektif.