Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Black Rice Extract Reduces Body Weight, Waist Circumference, Body Mass Index and Lipopolysaccharide in Obese Subjects: A Preliminary Study Makmun, Armanto; Bukhari, Agussalim; Taslim, Nurpudji Astuti; Aminuddin, Aminuddin; Sandra, Ferry
The Indonesian Biomedical Journal Vol 16, No 5 (2024)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v16i5.3250

Abstract

BACKGROUND: The prevalence of obesity, or an excessive fat accumulation, is keep increasing. In obesity, inflammation can be induced by leaky gut due to the intestinal tight junction barrier dysfunction. Zonula occludens-1 (ZO-1) plays a role in developing intestinal tight junction barrier dysfunction and gut microbiota imbalance, thus promote the translocation of bacterial endotoxin characterized by lipopolysaccharide (LPS) into circulation. Black rice extract (BRE) has been known to have anti-inflammatory property. This study was conducted to investigate the effect of BRE on body weight (BW), waist circumference (WC), body mass index (BMI), ZO-1 and LPS of obese patients.METHODS: Twenty-three male subjects were divided into non-obese group (NOG), obese group (COG) and BRE-obese group (BOG). Subjects in BOG received a daily dose of 5.6 g/day BRE for 4 weeks. BW, WC and BMI, serum ZO-1 and LPS were measured before and after treatment.RESULTS: BRE was prepared successfully and free from microbial contamination. Treatment of BRE for 4 weeks reduce BW (95.40±5.78 vs. 94.59±6.00 kg, p=0.043), WC (109.25±3.55 vs. 107.50±3.46 cm, p=0.000) BMI (32.65±1.86 vs. 32.18±1.80, p=0.000) and LPS (222.27±38.63 vs. 131.63±9.70 ng/mL, p=0.020) of obese subjects. The pre-post ZO-1 levels in all groups were not significantly different (p>0.05).CONCLUSION: Treatment of 5.6 gr BRE daily for four weeks can reduce BW, WC, BMI and serum LPS, but not serum ZO-1 in obese patients. Therefore, BRE may reduce inflammation in obesity.KEYWORDS: black rice, obesity, BW, WC, BMI, LPS, ZO-1
Pengaruh Anemia dan Preeklampsia terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Cahyani, Pramesty Regita; Dahliah, Dahliah; Makmun, Armanto; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Darma, Sidrah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 1 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i1.131

Abstract

Anemia and preeclampsia during pregnancy contribute significantly to the risk of low birth weight (LBW) in neonates. Anemia, characterized by hemoglobin levels below 11 g/dL in the first and third trimesters, and below 10 g/dL in the second trimester, and preeclampsia, which involves hypertension and organ dysfunction after 20 weeks of pregnancy, can interfere with the supply of oxygen and nutrients to the fetus, causing LBW. The study conducted a Literature Review of 840 articles, and found that anemia increased the risk of LBW by about 1.49 times, while preeclampsia also had a significant association with LBW. These findings suggest the importance of early detection and treatment of anemia and preeclampsia to improve neonatal health outcomes. Further research is needed to develop more effective interventions to address these conditions.
Laporan Kasus: Analisis Kasus Hipoalbuminemia Pada Congestive Heart Failure (CHF) Dalam Perspektif Medis, Bioetik Dan Islam Palo, Nurul Aisyah; Rachmat, Rizqah Aulyna; Mappaware, Nasrudin Andi; Royani, Ida; Mokhtar, Shulhana; Makmun, Armanto; Syamsu, Rachmat Faisal; Latief, Shofiyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13827

Abstract

Albumin merupakan protein utama yang memiliki beberapa peran fisiologis. Hipoalbuminemia adalah kadar albumin darah yang kurang dari normal yaitu kurang dari 3,5 g/dl. Dalam kaidah dasar bioetik diketahui terdapat 4 aspek, yaitu: Beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice. Dalam perspektif islam yaitu surah Al- Rum ayat 41, surah Al-Isra ayat 82, H.R Bukhari dan H.R Muslim. Laporan kasus ini adalah perempuan 48 tahun, datang ke Poli Interna RSUD Tenriawaru Bone dengan keluhan keluhan bengkak diseluruh badan sejak > 6 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran composmentis, tanda tanda vital didapatkan tekanan darah 184/84 mmHg dan suhu 37,5oC. Status generalis konjungtiva anemis (+/+),  bibir pucat (+), bunyi napas tambahan rhonki -/+, pada abdomen tampak cembung, timpani (+), pada ekstremitas edema (+) ekstremitas atas dan bawah (tangan dan kaki). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kolesterol total 364mg/dL, glukosa sewaktu 364 mg/dL, albumin 2.2g/dL, natrium 133 mmol/l, kalsium 108 mmol/l dan pH urin 5.0. Untuk itu pasien di diagnosis hipoalbuminemia. Untuk tatalaksana pada pasien, dilakukan tindakan cairan dan farmakologi. Dalam perspektif kaidah dasar bioetik autonomy  dan beneficence. Kesimpulan dari kasus ini bahwa seorang perempuan dengan hipoalbuminemia, dilakukan tindakan sesuai indikasi medis, memenuhi kaidah dasar bioetik dan etika klinik
Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Kolesterol Pada Hewan Mencit (Mus Musculus) Hiperkolesterolemia Isman, Thalhah Bin; Makmun, Armanto; Ningsih, Iin Widya; Mukhtar, Shulhana; Murfat, Zulfitriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14574

Abstract

ABSTRACT Cholesterol is an important fat component for the body. But if excessive, cholesterol can cause hypercholesterolemia. Hypercholesterolemia can form atherosclerotic plaque. This is the main cause of increasing deaths in Indonesia every year. This condition is often caused by an unhealthy lifestyle. On the other hand, Muslims have a worship service called fasting. This study aims to examine the effect of fasting on hypercholesterolemia in mice. Mice were chosen because this animal's genome is very similar to humans. Using true experimental research with a Pre-Test and Post-Test Control Group Design research design. The total number of mice used was 30 mice. Before treatment, mice will be given food and drink twice a day (morning and evening) with the same type of food and drink for 1 week. The feed in question is high cholesterol feed consisting of 100g of PTU medication, 100g of beef brain and 100g of quail egg yolk. After one week, the mice were divided into three groups. The first group fasted for 12 hours during the day. The second group fasted 12 hours at night. The third group does not fast. All mice were given high-cholesterol feed orally or fed every two days. Measurement of cholesterol levels in mice was carried out before and after treatment. As a result, research shows that fasting for 12 hours day and night has a significant effect on reducing weight and cholesterol levels in mice. The mice's total cholesterol levels dropped drastically in the second week of fasting intervention. This indicates the effectiveness of fasting on these health indicators. Thus, it can be concluded that fasting is an effective solution for reducing cholesterol levels in the body.  Keywords: Mice, Fasting, Hypercholesterolemia  ABSTRAK Kolesterol merupakan komponen lemak yang penting bagi tubuh. Tetapi jika berlebihan, kolesterol dapat menimbulkan hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia bisa membentuk plak aterosklerosis. Ini adalah penyebab utama peningkatan kematian di Indonesia setiap tahunnya. Kondisi ini banyak disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Di sisi lain, umat muslim memiliki ibadah yang disebut puasa atau shaum. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh puasa terhadap kondisi hiperkolesterolemia pada mencit. Mencit dipilih karena genome hewan ini sangat mirip dengan manusia.  Menggunakan penelitian true experimental dengan desain penelitian Pre-Test and Post-Test Control Group Design. Total mencit yang digunakan adalah 30 ekor. Sebelum perlakuan, mencit akan diberikan makan dan minum 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan jenis makanan dan minuman yang sama selama 1 minggu. Pakan yang dimaksud adalah pakan tinggi kolesterol yang terdiri dari obat PTU 100gr, 100gr otak sapi dan 100rg kuning telur puyuh. Setelah satu minggu, mencit dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama puasa 12 jam di siang hari. Kelompok kedua puasa 12 jam di malam hari. Kelompok ketiga tidak berpuasa. Seluruh mencit diberikan pakan tinggi kolesterol secara oral atau disonde setiap dua hari sekali. Pengukuran kadar kolesterol pada mencit dilakukan sebelum dan setelah diberi perlakuan. Hasilnya, penelitian menunjukkan puasa 12 jam siang dan malam berpengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan dan kadar kolesterol mencit. Kadar kolesterol total mencit turun drastis di minggu kedua intervensi puasa. Ini menandakan efektivitas puasa terhadap indikator kesehatan tersebut. Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan bahwa puasa merupakan salah satu solusi yang efektif untuk menurunkan tingkat kolesterol di dalam tubuh. Kata Kunci: Mencit, Puasa, Hiperkolesterolemia
Pengaruh Puasa 12 Jam Terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit (Mus Musculus) Hiperurisemia Fakhirah, Muthiah Raghdah; Makmun, Armanto; Ningsih, Iin Widya; Kartika K, Irna Diyana; Murfat, Zulfitriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14700

Abstract

ABSTRACT Gout is one condition that is categorized as a metabolic disease and is rather common in both developed and developing nations. Uric acid can accumulate in tissues and blood due to gout, a common inflammatory disease. The term hyperuricemia refers to the state in which an individual has an excess of uric acid in their blood, surpassing the upper limit of normal, which is 6.8 mg/dl. If the uric acid level in a man is more than 7 mg/dl, and more than 6 mg/dl in a woman, it is considered hyperuricemia. One of the religious practices that Muslims follow at Allah SWT's command is fasting. Blood levels of uric acid, cholesterol, and glucose can all be lowered by fasting. According to the research's results the patient had a uric acid level of 7.7 mg/dl prior to fasting, whereas men's normal uric acid levels are less than 7 mg/dl. It turned out that the same person's uric acid dropped to 6.6 mg/dl in the first ten days. The 21st day saw another drop in his uric acid level to 6.2 mg/dl. It was not specified, though, what kind of fasting was done based on this research. Thus, more thorough research is required to determine the best kind of fasting to lower blood levels of uric acid. Mice (Mus musculus) are mammals and are polyestrus animals, which means that over a period of one year there is a repeated reproductive cycle. Mice (Mus musculus) from their external shape are more practical and efficient for research in the laboratory. Analyze and determine the effect of 12 hours of fasting for 14 days on uric acid levels in hyperuricemic mice (Mus musculus). This type of research is true experimental research with a Pre-Test and Post-Test Control Group Design research design. Measurement of uric acid levels in mice (Mus musculus) was carried out before and after treatment. The population in this study were mice (Mus musculus) aged 6 - 8 weeks with a body weight of 20 - 40 grams. All mice were given food and drink twice a day with the same food and drink for 1 week. Then the mice were induced with potassium oxonate at a dose of 300 mg/kgBW or 6 mg/20gBW in the intravenous area. Mice were divided into 3 groups. Group 1 (Control), namely mice that did not fast 12 hours for 14 days. The second group, namely mice, fasted 12 hours during the day for 14 days. The third group, namely mice, fasted 12 hours at night for 14 days. This treatment was carried out for 14 days by providing the same type of food and drink. Mice uric acid levels were measured after being induced by potassium oxonate and on the last day of fasting. Mice blood was collected from the tail vein using a blood lancet. From the research results, it was found that there were insignificant changes in the control group of mice and significant changes in the group of mice with nighttime fasting intervention. The results of the study also showed a significant relationship in the three groups of mice after treatment. Then the group of mice that fasted at night was the group of mice that experienced the most significant changes in uric acid levels. From this research, the results showed that there were significant changes in the uric acid levels of mice before and after fasting for 12 hours at night for 14 days.  Keywords: Fasting, Gout, Mice, Research  ABSTRAK Salah satu penyakit yang memiliki prevalensi cukup tinggi di Negara berkembang bahkan di Negara maju yang tergolong kedalam penyakit metabolik adalah penyakit gout. Gout merupakan penyakit inflamasi yang umum terjadi dan memungkinkan terjadinya penumpukan asam urat dalam darah dan jaringan. Kondisi ini disebut dengan hiperurisemia yaitu kondisi seseorang yang mengalami kelebihan asam urat di dalam darah, yang mana asam uratnya melampaui batas atas normal yaitu 6,8 mg/dl. Pada laki-laki dikatakan hiperurisemia apabila kadar asam uratnya > 7 mg/dl dan pada perempuan apabila kadarnya > 6 mg/dl. Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh orang islam atas perintah Allah SWT. Puasa dapat menurunkan kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat dalam darah. Berdasarkan hasil penelitian, sebelum puasa kadar asam urat pada pasien sebesar 7,7 mg/dl dimana nilai normal dari kadar asam urat untuk laki-laki yaitu dibawah 7 mg/dl. Ternyata dalam 10 hari pertama pada orang yang sama, asam uratnya mengalami penurunan menjadi 6,6 mg/dl. Pada hari ke-21, asam uratnya turun lagi menjadi 6,2 mg/dl. Namun, berdasarkan penelitian tersebut tidak disebutkan jenis puasa yang dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam terkait jenis puasa yang tepat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Mencit (Mus musculus) merupakan hewan mamalia dan termasuk hewan poliestrus yang artinya dalam periode satu tahun terjadi siklus reproduksi yang berulang-ulang. Mencit (Mus musculus) dari bentuk luarnya lebih praktis dan efisien untuk penelitian di laboratorium. Menganalisis dan mengetahui pengaruh puasa 12 jam selama 14 hari terhadap kadar asam urat pada mencit (Mus musculus) hiperurisemia. Jenis penelitian ini adalah penelitian true experimental dengan desain penelitian Pre-Test and Post-Test Control Group Design. Pengukuran kadar asam urat pada mencit (Mus musculus) dilakukan sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi pada penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) yang berusia 6 - 8 minggu dengan berat badan 20 – 40 gram. Semua mencit diberikan makan dan minum dua kali sehari dengan makanan dan minuman yang sama selama 1 pekan. Kemudian mencit diinduksikan dengan kalium oksonat dosis 300 mg/kgBB atau 6 mg/20gBB di daerah intravena. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 (Kontrol), yakni mencit yang tidak berpuasa 12 jam selama 14 hari. Kelompok kedua, yakni mencit yang berpuasa 12 jam siang hari selama 14 hari. Kelompok ketiga, yakni mencit yang berpuasa 12 jam malam hari selama 14 hari. Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari dengan memberikan jenis makanan dan minuman yang sama. Pengukuran kadar asam urat mencit dilakukan setelah diinduksi kalium oksonat dan hari terakhir dipuasakan. Pengambilan darah mencit dilakukan pada pembuluh darah bagian ekornya dengan menggunakan blood lancet. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perubahan yang tidak signifikan pada kelompok mencit kontrol dan perubahan signifikan pada kelompok mencit dengan intervensi puasa malam hari. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan yang signifikan pada ketiga kelompok mencit setelah perlakuan. Kemudian kelompok mencit pada puasa malam hari merupakan kelompok mencit yang mengalami perubahan kadar asam urat paling signifikan. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan signifikan pada kadar asam urat dari mencit sebelum dan sesudah berbuasa 12 jam di malam hari selama 14 hari. Kata Kunci: Puasa, Asam Urat, Mencit, Penelitian
Hubungan Antara Transparency dengan Partisipasi Donor Darah Sukarela Di Mobile Unit Upt Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Rahma, Siti; Yusriani, Yusriani; Makmun, Armanto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i6.21370

Abstract

Abstract WHO standards state that every country should have a blood supply of at least 2% of its population. In Indonesia, ideally there should be around 5.5 million blood bags, but currently only around 4 million blood bags are available per year. This is due to a lack of public participation. Participation can be influenced by internal and external factors such as the transparency of blood donation officers. This study aims to determine the relationship between transparency and voluntary blood donor participation. Method: This study uses a quantitative research method with a cross-sectional study design. Sampling in this study used accidental sampling with a total sample of 154 respondents. Data collection was conducted using questionnaires and processed using SPSS 22. The analysis used was chi-square. Results: This study found that there is a relationship between transparency and voluntary blood donation participation (p=0.000). Conclusion: Transparency of blood donation officers can increase voluntary blood donation participation. Keywords: transparency, participation, voluntary blood donation
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMANGAPA Syamsu, Rachmat Faisal; Dahliah, Dahliah; Palloge, Salahuddin Andi; Nasruddin, Hermiaty; Indarwati, Rezky Putri; Makmun, Armanto; Bahar, Burhanuddin; Nurdin, Abbas Zavery; Fatimah, Fatimah; Nurfadhilah, Nadiyah; Zahiyah, Azzah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54271

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko penting penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah status gizi, yang umumnya dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan dan obesitas dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan retensi natrium. Di Indonesia, perubahan pola makan dan gaya hidup menyebabkan meningkatnya jumlah pasien hipertensi dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Tamangapa tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien hipertensi yang diambil menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian adalah status gizi pasien hipertensi yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Alat pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi berat badan dan tinggi badan pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi berdasarkan kategori IMT menurut kriteria WHO Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (64%), diikuti kategori overweight sebanyak 8 orang (32%), dan obesitas kelas I sebanyak 1 orang (4%). Kesimpulan penelitian ini mayoritas pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa memiliki status gizi normal hingga overweight. Pemantauan dan pengendalian status gizi tetap diperlukan sebagai bagian penting dalam upaya pengelolaan dan pencegahan komplikasi hipertensi.
The Relationship Between Low Back Pain and Obesity among Nurses in the Working Area of Mitra Manakarra Hospital in 2025 Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani; Makmun, Armanto; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Dahliah, Dahliah; Harahap, Muhammad Wirawan
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10020

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh tenaga medis, termasuk perawat, dengan berbagai faktor risiko seperti posisi tubuh yang buruk, kelelahan, dan beban fisik yang tinggi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada LBP adalah obesitas, yang dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan memperburuk postur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan kejadian LBP pada perawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 37 perawat yang dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dari total 55 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas berhubungan signifikan dengan peningkatan keparahan LBP. Sebagian besar perawat dengan obesitas mengalami disabilitas sangat parah akibat LBP, sementara perawat dengan IMT normal lebih banyak mengalami disabilitas minimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas dapat meningkatkan keparahan LBP pada perawat dan merekomendasikan pengembangan program pencegahan yang mencakup pelatihan ergonomi, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan pola makan sehat. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang obesitas terhadap LBP.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Perkembangan Karakter Mahasiswa Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Periode 2025 Batariola, Nurfi Tarissyah; Mokhtar, Shulhana; Harahap, Muhammad Wirawan; Makmun, Armanto; Aisyah, Windy Nadia
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12421

Abstract

Organisasi kemahasiswaan, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), berperan penting dalam pengembangan karakter mahasiswa melalui pembentukan nilai tanggung jawab, kepemimpinan, kedisiplinan, dan religiusitas. Dalam pendidikan kedokteran, penguatan karakter dan kompetensi non-akademik sejalan dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Budaya organisasi yang positif terbukti berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan motivasi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Organisasi Terhadap Perkembangan Karakter Mahasiswa Pengurus BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Desain penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian yang diambil adalah rancangan penelitian observasi analitik dengan desain penelitian potong lintang (cross-sectional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perkembangan karakter mahasiswa pengurus BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Budaya organisasi berkontribusi nyata dalam membentuk karakter disiplin, religius, kepemimpinan, dan tanggung jawab mahasiswa, sehingga tujuan umum penelitian untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap perkembangan karakter mahasiswa pengurus BEM FK UMI telah tercapai. Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan karakter mahasiswa pengurus BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, khususnya pada aspek disiplin, religius, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
Co-Authors Abdillah, Andi Rachmat Afrayani, Wirna Ahyar, Muammar Aisyah, Windi Nurul Aisyah, Windy Nadia Akbar, A. Muh. Aminuddin Aminuddin Anugrah, Iqra Ardiansar, Abdul Mubdi Arifuddin, Andi Tenri Sanna Arsa, Sri Asmawati Aryanti Aryanti Ashlihati, Munifah Asmi, Muh. Nurul Avisha, Mirah Awalia, Awalia Bamahry, Aryanti Bamahry, Aryanti R. Batariola, Nurfi Tarissyah Bazith, Akhmad Bukhari, Agussalim Burhanuddin Bahar Cahyani, Pramesty Regita Daeng Kanang, Indah Lestari Dahlia Dahlia Dahliah, Dahliah Darma, Sidrah Dase, Jerny Dewi M, Anna Sari El Firman, Andi Mappaita Faisal Syamsu, Rachmat Fakhirah, Muthiah Raghdah fatimah Fatimah Ferry Sandra G. Gunawan Gani, Azis Beru Hadi, Santriani Hamsah, Hamsah Hamsah, Muhammad Hamzah, Firmansyah Hamzah, Pratiwi Nasir Handayani, Prema Hapsari Harahap, Muhammad Wirawan Hilman, Feisal Indarwati, Rezky Putri Isman, Thalhah Bin Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kamaruddin, M Yusril Karim, Marzelina Kartika K, Irna Diyana Kartika, Andy Visi Khoirunnisa, Nur Kurniyanti, Novia Latief, Shofiyah M, Nasrudin A M. Yogi Riyantama Isjoni Mangarengi, Yusriani Mappaware, Nasrudin Andi Mathius, Denny Mayo, Abbas Ali Mochtar, Shulhana Mokhtar, Shulhana Mokhtar, Sulhana Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Mukhtar, Shulhana MW. Pettawali, Sitti Ainun Nasruddin, Hermiaty Nesyana, Nesyana Ningsi, Iin Widya Ningsih, Iin Widya Nurdin, Abbas Zavery Nurdin, Abbas Zavey Nurfadhilah, Nadiyah Nurwahyuni Ode Arli, Rosmelidian Safari Palloge, Salahuddin Andi Palo, Nurul Aisyah Paulus Paulus Purnama, Indah Dian Putra, Fadil Mula Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rachmat, Rizqah Aulyna Rasfayanah, Rasfayanah Rianti, Riska Riyanti, Nabilah Satria, Anna Shamad, Muhammad Ishaq Siti Rahma Sri Vitayani Sudirman, Farah Zhafirah Sumarni Sumarni Surdam, Zulfiyah Syamsu, Rachmat Syamsul Rijal Syamsul, Racmat Faisal Syarifah Fatimah Nissatuljannah Syatirah, Andi Bau Taslim, Nurpudji Astuti Thahir, Ilyas Thahira, Yugni Maula Trika Irianta Ulfa, Nura Usmiah Musa, Amelia Wardayani Wardayani, Wardayani Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani Wijaya, Fanny Yani, Siti Nurindah Yanti, A Kartini Eka Yasid, Nurul Wahidah Yuniar, Andi Irma Yusriani, Yusriani Yusril, Moh. Yusuf, Andini Zahiyah, Azzah Zahra Nizrina, Alfiyya Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfitriani Murfat