Claim Missing Document
Check
Articles

ASAL-USUL NAMA PULAU DERAWAN, MARATUA, KAKABAN, DAN SANGALAKI DI KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Afrianto, Afrianto; Mursalim, Mursalim; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 2 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.73 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i2.977

Abstract

ABSTRAKAsal-usul Nama Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki di Kabupaten Berau Kalimantan Timur,  adalah salah satu Sastra daerah yang semakin lama semakin jarang dijumpai dan mulai banyak ditinggalkan, maka seharusnya sastra daerah tetap dilestarikan agar generasi penerus masih mengenal sastra daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan terjadinya legenda asal-usul nama pulau Derawan Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, teknik  dokumentasi dan penyajian data tersebut menggunakan teknik catat untuk mengklarifikasi data. Penelitian asal-usul nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki dapat dianalisis secara morfologi dan semantik sehingga ditemukan bentuk kata dan makna nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki yang terdiri atas satu kata dibahas menurut proses pembentukan kata, makna nama pulau, dan latar belakang pembentukan nama pulau. Kata Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki merupakan kata yang berasal dari bahasa Bajau, yang memiliki kemiripan dari segi makna dalam bahasa Indonesia dengan proses morfologis. Derawan perubahan terjadi pada fonem pe menjadi de, sehingga Derawan (Bajau) menjadi perawan (Indonesia), Maratua perubahan terjadi pada fonem mara menjadi mer, sehingga Maratua (Bajau) menjadi Mertua (Indonesia), Kakaban kemiripan terjadi dari segi bunyi, kata kaka (dalam bahasa Indonesia) mendapat akhiran ban menjadi Kakaban (dalam bahasa Bajau), Sangalaki kemiripan terdapat dari segi bunyi dengan proses pembubuhan, fonem sanga pada laki menjadi Sangalaki (dalam bahasa Bajau), mendapat proses reduplikasi menjadi laki-laki (dalam bahasa Indonesia).Kata Kunci: Asal-Usul, Derawan, Maratua, Kakaban, SangalakiABSTRACTThe origin of the names Derawan Island, Maratua Island, Kakaban Island and Sangalaki Island in Berau East Borneo, are one of the regional literature thats getting rarely encountered and began to abandoned, so as the regional literature need to be preserved so as the next generations still know the regional literature. The used of methods in this research is descriptive methods which describe the origins legend of the name Derawan Island, Maratua, Kakaban and Sangalaki. The technique of data collection is observation technique, interview technique, documentation technique, and presentation of the data using the note technique to clarified the data. Research of origin names Derawan Island, Maratua, Kakaban and Sangalaki can be analyzed by using Morphology and Semantic until founded the words formation and the meaning of the origins names of Derawan Island, Maratua, Kakaban, and Sangalaki in Berau of East Borneo. Names of Derawan Island, Maratua, Kakaban, and Sangalaki that consist of one word explained based on formation words process, the meaning of Island, and background formation of island. The words of Derawan, Maratua, Kakaban, and Sangalaki are one of the words that came from Bajau language, it has similarity from meaning in Indonesia by using Morphology process. Derawan change to the phoneme pe into de, so Derawan (Bajau) became perawan (Indonesia), Maratua change to the phoneme “Mara” into “Mer”, so Maratua (Bajau) became Mertua (Indonesia). Kakaban’s similarity happen from the sound “Kaka” words (in Indonesia) got the suffix “ban” became “Kakaban” (in Bajau), Sangalaki’s similarity can  be found from the sound by affixing process, the “sanga’s” phoneme in laki became Sangalaki (in Bajau), having the reduplication process to be laki-laki (in Indonesia). Keywords: Origins, Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki.
Co-Authors Achmad Yudi Wahyudin Ade Candra, Ade Adi Ganda Putra Agus Pahrudin Ahmad Fauzan Ahmad Yani Akmal, Fauzi Alita, Dara Nur Almadani, Lutfi Anisa Anisa Anita Indria Anshari, Muhammad Redha Apri Junaidi, Apri Aprisal Aprisal, Aprisal Asni Asni Asri asri Awang Ringgit Azhar Azhar Baehaqi Bayu Putra Pratama, Bayu Putra Busmayaril Busmayaril Busral, Busral Dahnilsyah, Dahnilsyah Dzil Ikram, Fadhli Eliwarti, Eliwarti Emilza Tri Murni Ernayenti, Ernayenti Fadhlina, Syarifah Fadly Azhar FIKRI, AHMAD FATKUL Filla, Silvia Anggery Gimin Gimin Gustimal Witri Haddade, Abdul Wahid Hadma Yuliani Hidayah, Lutfia Nur Hidayat, Muhamad Husna, Usrotul Ihsan, Dzul Irsyadul Fikri Indah Tri Purwanti Insirat, Mutahira Nur Intan Hamzah Irapis, Jon Irwanto, Richard Isjoni Isjoni Islami, Fitri Jufri Jufri Julianty, Putri Eka juniartawiduri, nilam Kurniawan, Nurhadi Lispadila, Luchi Putri Litawati, Lilis M. Zainul Arifin Mahdum Mahmud Alpusari Marsuni, Nur Sandi Masyhur Masyhur Mazrur, Mazrur Miftahul Jannah Mohamad , Vicky Mona, Marisa Muharman, Muharman Mursalim Mursalim Nugroho, Muhammad Fawzul Alif Ohira, Norman Pasaleron, Roni Pasigai, Moh Aris Pawawoi, Pawawoi Pertiwi, Fitria Azzuri Putri Pradipta, Aurora Putri Yuanita Rahman, Ikhwan Ramadhan, Ramadhan Wirayudha Robai, Ahmad Rumiri Aruan Sadi, Ifteakar Mohammad Safrida Safrida Salsya, Khairani Putri Samsurizal Samsurizal Sembiring, Rinawati Septiari, Fatma Setiawan, Adenin Faradillah Sri Kartikowati Suarman Sukmara, Sony Supriusman Supriusman, Supriusman Surahman, Ade Susanti, Weti Syafruddin Syafruddin Syamsul Rijal Taufik Rahman Tikoto, Adnan Handaru Anpio Universitas Mathla ul Anwar Wibawa, I Gede Laksana Wirayudha, Ramadhan Zainal Zainal