Articles
PUZZLE EDUKASI PHBS BAGI ANAK PENYINTAS BENCANA DI SDN 1 ROGO KECAMATAN DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI
Sanjaya, Kiki;
Pitriani, Pitriani
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Vol 4, No 2 (2024), April
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v4i2.940
Tahun 2022 terdapat 3.531 kejadian Bencana (1.524 merupakan kejadian banjir) dengan total korban meninggal 851 jiwa, luka- luka 8.726 orang, hilang 46 orang dan korban terdampak yang mengungsi sebanyak 5.492.046 orang (Geoportal BNPB, 2022). Tingginya potensi banjir di Indonesia disebabkan kondisi geografis, dimana terdapat lebih dari 5.000 sungai besar dan kecil dan 30% melewati kawasan padat penduduk dan berpotensi terjadinya banjir. Salah satu daerah yang hampir setiap tahun terdampak banjir adalah Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Bencana akan diikuti munculnya pengungsian yang tidak didukung fasilitas sanitasi memadai, hal ini dapat memicu merebaknya wabah, sehingga pengetahuan PHBS khususnya kelompok rentan seperti anak-anak perlu ditingkatkan. Perubahan perilaku memerlukan tahap panjang dan konsisten, untuk mempercepat proses perubahan diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan sarana pendukungnya. Untuk itu, kami civitas akademika FKM UNTAD akan memberikan edukasi kepada siswa-siswi di SDN 1 Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi terkait langkah-langkah PHBS minimal yang harus dilakukan pada kondisi pasca bencana. Pada kegiatan pengabdian ini kami menggunakan media edukasi berupa PUZZLE EDUKASI PHBS yang dibuat dari sampah atau barang bekas seperti karton dan kemasan plastik. hal ini dilakukan karena kondisi di Desa Rogo masih minim akses internet sehingga tidak memungkinkan untuk edukasi berbasis digital. Untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa terkait kegiatan PHBS akan dilakukan pre dan post test. Kegiatan akan dikemas dalam bentuk games menggunakan PUZZLE EDUKASI PHBS sehingga lebih menarik minat siswa/siswi untuk menerima materi. Kami juga akan memberikan video tutorial pembuatan puzzle edukasi kepada pihak sekolah agar media belajar berbasis games ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pihak mitra.
EDUKASI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DENGAN MEDIA BELAJAR KREATIF UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI SDN TONDO KOTA PALU
Madinah, Kiki;
Pitriani, Pitriani
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Dedikatif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v5i1.1628
Makanan jajanan yang juga dikenal sebagai street foods adalah jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, di pasar, tempat pemukiman, serta lokasi yang sejenis. Menurut direktorat bina gizi ditjen bina gizi dan kesehatan ibu dan anak. Anak sekolah cenderung memiliki kebiasaan jajan yang tinggi sehingga kondisi jajanan yang aman perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan bagi anak. Pedagang Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) kadang kurang memperhatikan higieni dan keamanan pangan dari produk olahannya. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya pencemaran pada PJAS tersebut. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2024. Kegiatan penyuluhan diikuti 35 siswa/siswi kelas IV, V dan VI dan 4 orang guru SDN Tondo secara off-line di kelas. Berdasarkan hasil pre-post test diketahui secara keseluruhan materi penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait PJAS di sekolah, hal ini dilihat dari peningkatan nilai post test setelah dilakukan penyuluhan. Peningkatan pengetahun paling tinggi pada materi keamanan pangan jajanan dan bahaya fisik, nilai meningkat dari 60% menjadi 100%. Sedangkan untuk pemahaman siswa-siswi terkait informasi kemasan jajanan sehat masih perlu ditingkatkan, mengingat peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan belum maksimal. Hal ini tergambar dari persentase peningkatan nilai peserta dari 84% menjadi 97%, angka ini lebih rendah dibandingkan peningkatan nilai pada materi penyuluhan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan, mengingat mengubah perilaku masyarakat bukanlah hal mudah. Melalui kegiatan-kegiatan PKM ini diharapkan dapat lebih memberdayakan masyarakat termasuk siswa/siswi sekolah dasar agar dapat dilakukan upaya preventif terhadap berbagai penyakit menular akibat makanan jajanan.
Dampak Penggunaan TikTok Terhadap Perilaku Sosial Peserta Didik di Era Global
Dari, Debi Tiara Wulan;
Rosidah, Maila;
Pitriani, Pitriani;
Afgani, Muhammad Win
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v5i3.1806
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial TikTok terhadap perilaku sosial peserta didik di era global. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan TikTok di kalangan remaja yang berpotensi memengaruhi pola interaksi sosial dan nilai-nilai karakter di lingkungan pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert yang disebarkan kepada 41 siswa Sekolah Islam Terpadu. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,308), sehingga dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,874 menunjukkan instrumen penelitian reliabel. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi 0,092 > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok memiliki pengaruh nyata terhadap perilaku sosial peserta didik, dengan 68% responden menunjukkan perilaku sosial dalam kategori sedang, 22% kategori tinggi, dan 10% kategori rendah. TikTok berperan dalam membentuk pola komunikasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial siswa, baik secara positif maupun negatif.
Strategi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah untuk Meningkatkan Literasi Baca Siswa
Pitriani, Pitriani;
Rosidah, Maila;
Yuniar, Yuniar
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v5i3.1811
Sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan budaya gemar membaca di lingkungan pendidikan, pengelolaan perpustakaan sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan literasi baca siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk mengelola perpustakaan sekolah dengan cara yang dapat meningkatkan minat dan kemampuan literasi baca siswa. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif dengan fokus pada beberapa sekolah dasar dan menengah, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan yang terencana, yang mencakup penggunaan teknologi digital, keterlibatan aktif pustakawan, koleksi yang relevan, dan kegiatan literasi rutin, sangat berkontribusi pada peningkatan literasi baca siswa. Kesimpulannya, pengelolaan perpustakaan sekolah yang baik tidak hanya berfokus pada pengelolaan buku; itu juga harus membangun program literasi yang berkelanjutan dan terlibat.
FOOD EDUCATION ON SCHOOL CHILDREN'S SNACKS USING CREATIVE LEARNING MEDIA (E-BOOKLET) TO IMPROVE STUDENTS' KNOWLEDGE AT SMA NEGERI 5 PALU
Kiki Sanjaya;
Pitriani, Pitriani;
Sendhy Krisnasari;
Alchamdani, Alchamdani;
Adhe Sofyan Anas;
Riri Suwahyuni Wahid;
Ocvita Maharani;
Adnan Sari Bite
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
School Children’s Snacks (PJAS) serve as one of the daily food sources for students; however, many issues regarding hygiene and food safety are still frequently found. The 2023 BPOM inspection revealed that 126 samples (55.75%) did not meet biological standards due to contamination by Escherichia coli. In addition, three samples of noodles and tofu (1.95%) were found not to meet chemical standards because they contained formalin. This situation is exacerbated by the lack of supervision from parents and teachers, as well as students’ limited knowledge about food safety. To address these problems, a community service program was conducted at SMA Negeri 5 Palu on August 25, 2025. The activity began with coordination between the principal and teachers regarding the use of an e-booklet as an educational medium for PJAS. A pre-test was carried out to assess students’ baseline knowledge, followed by counseling sessions delivered through short lectures, e-booklets, and videos. A post-test was then administered to measure knowledge improvement. To further motivate students, educational games with prizes were organized, and the PJAS e-booklet was handed over to the school for continuous use. Analysis of the pre- and post-test results showed a significant increase, both in understanding PJAS selection and awareness of harmful substances. Thus, this educational activity effectively enhanced students’ knowledge of safe PJAS consumption and helped reduce the risk of foodborne illness.
SYSTEMATIC REVIEWS: BALIA LOCAL WISDOM AS A HEALTHY SOLUTION TO KAILI
arwan, arwan;
pitriani, pitriani
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v8i2.103
Background and Objetive: A community which still performs a traditional ceremony called “Balia” can befound in Balaora Village, In South Sulawesi, Indonesia. Although modern health services already exist, theBalia is a tradition of To Kaili community in solving their health problem. Material and Method: Themethod used is a systematic review of literature, a procedure performed by collect of information fromseveral related sources to study the topic, then cataloging and documentation. Results: As an example ofsocial behavior, when they suffer a disease, they prefer to visit a shaman rather than a medical doctor oreducated health professionals. Another fact is when the folks fail in curing their health problems by modernhealth services, they will back to the traditional method such as a shaman or traditional herbs. Baliaceremony had existed long time ago and it is believed to be beneficial to To Kaili. According to their belief,the Balia ceremony is able to cast out evils in the human body. In a performance of the Balia Dance, all thedancers and participants need to involve their soul and felling; the attention must be concentrated into theceremony.. Conclusion: The tradition of Balia as ancestral belief is believed to avoid all kinds of calamitiesand healing media. Therefore, the community thinks that there is no harm to perform it. Therefore, thetradition of Balia must be preserved and kept as an alternative for health problem of To Kaili in this modernera.
Factors Related to Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever in South Birobuli
Rau, Muh. Jusman;
Soraya, Nadia;
Pitriani, Pitriani
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2019): Volume 10, No. 2 (2019)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v10i2.122
Dengue Hemorrhagic Fever is a health problem that is contagious in tropical regions like Indonesia. Central Sulawesi data in 2017 the highest DHF cases are Palu City with 401 cases and Incidance Rate of 103.95 / 100,000 population with CFR of 0.49% and IR which is still above the national indicator that is 52 / 100,000 population. In 2017 the incidence of DHF in the South Bureau of South Bureau was reported as many as 26 cases of DHF with 1 person dead. The development of this disease is very fast and causes death in a short time, one of the factors causing DHF cases is climate change. The purpose of this study was to determine the Factors Associated with Efforts to Prevent Dengue Fever in the South Birobuli Village. The population in this study was the head of the family of 1,999 households using the Lameshow formula, the number of samples was 92 households taken by each RW. The sampling technique was using proportional stratified random sampling and using the chi-square test. Data analysis was performed univariately and bivariately at 95% confidence level (α = 0.05). The results showed knowledge (p = 0.021), attitude (p = 0.003), facilities (p = 0,000) and the role of health workers (p = 0,000), related to dengue prevention efforts. It is hoped that the P2 program manager in Dipuskesmas can increase counseling on dengue prevention efforts by eradicating mosquito nests such as the implementation of 3M plus regularly and continuously so that the community is able to be independent and routinely conduct dengue fever prevention efforts.
The Relationship Of The Climate Change Factor With The Event Of Dengue Hemorrhagic Fever in Palu City Year 2013-2017
Rau, Muh. Jusman;
Komariyah, Siti;
Pitriani, Pitriani
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2019): Volume 10, No. 2 (2019)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v10i2.123
Temperature, rainfall and relative humidity are considered important climatic factors that contribute to the growth and spread of mosquito vectors and potential dengue outbreaks. The purpose of this study was to determine the relationship of air temperature, humidity, and rainfall with the incidence of DHF in the city of Palu in 2013-2017. This type of research is quantitative with correlation design. The sampling technique uses total sampling. The data source uses secondary data, namely the number of DHF events from the Palu City Health Office and climate data from the Mutiara Palu Meteorological Station. Data analysis using Pearson correlation test, the results of the study showed the strength of the temperature relationship with the incidence of DHF was very weak (r = -0.087), negative patterned and there was no significant relationship (ρ = 0.253). The strength of the humidity relationship with the incidence of DHF was very weak (r = 0.029), positive patterned and there was no significant relationship (ρ = 0.412). The relationship strength of rainfall with the incidence of DHF was very weak (r = 0.001), positive patterned and there was no significant relationship (ρ = 0.496). The conclusion was not found a meaningful relationship between the variables of temperature, humidity, and rainfall with the incidence of DHF. To overcome the DHF incident, it is expected that the Palu City Health Office can increase efforts to control DHF by increasing environmental improvement by running programs such as 3M Plus, Mosquito Nest Eradication (PSN), Abatization, and fogging.
Analisis Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una
Hasanah, Hasanah;
Pitriani, Pitriani;
Nurdin, Nurdin
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i2.452
Salah satu indikator yang digunakan untuk air minum yang aman untuk kesehatan adalah bakteriologi. Air minum yang aman adalah air yang tidak mengandung Escherichia coli dan/atau total bakteri coliform. Sehingga adanya Escherichia coli dan/atau total bakteri coliform dalam air minum menunjukkan bahwa dalam air minum telah terkontaminasi cemaran bakteriologi. Tujuan dari penelitian ini untuk Menganalisis bakteriologis air minum isi ulang di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium, hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Sampel air minum dalam penelitian ini diambil di 11 depot air minum isi ulang secara composite sampel by time. Hasil pemeriksaan kadar Escherichia coli pada sampel air minum isi ulang menunjukkan bahwa seluruh depot memenuhi syarat sedangkan pemeriksaan kadar total bakteri coliform terdapat 3 depot tidak memenuhi syarat kualitas air minum sesuai dengan permenkes no. 492/MENKES/PER/IV/2010. Hygiene sanitasi DAM dilihat dari aspek Tempat sebanyak 10 depot (90,9) memenuhi syarat dan 1 depot (9,1) tidak memenuhi syarat, aspek peralatan sebanyak 11depot (100) memenuhi syarat dan 0 depot (0) tidak memenuhi syarat, aspek penjamah sebanyak 4 depot (36,4) memenuhi syarat dan 7 depot (63,6) tidak memenuhi syarat, aspek air minum sebanyak 10 depot (90,90) memenuhi syarat dan 1 depot (9,10) tidak memenuhi syarat.
Affirming Hifdz al-Daulah as Maqashid al-Syariah al-Daruriyyah in a Multicultural Nation-State: Its Implications for Social Harmony in Indonesia
Asa’ari, Asa’ari;
Pitriani, Pitriani
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/kijms.v6i2.1593
The rise of radicalism and religious conservatism in Indonesia shows that multicultural nation-states are prone to social tensions when diversity values are not managed properly. Although various studies on maqashid al-shariah have discussed the dimension of al-Daruriyyat, there has been no study that systematically places hifz al-daulah as a component of daruriyyat in the context of a multicultural society and its implications for social harmony in Indonesia. This article aims to examine and analyse the urgency of hifdz al-daulah as part of maqashid shari'ah al-dharuriyah, as well as how hifdz al-daulah contributes to social harmonisation, thereby having implications for humanity and civilisation in Indonesia. This study uses a qualitative library research approach with textual analysis of classical literature (al-Syathibi, al-Mawardi) and contemporary maqashid literature (Auda), as well as a study of modern multiculturalism. Thematic-argumentative textual analysis was used in data analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that the placement of hifz al-daulah as part of daruriyyat has an adequate theoretical basis when linked to the function of the state in maintaining social stability and preventing (mafsadah) in a pluralistic society. This finding confirms that protecting the state as an institution that manages diversity is a prerequisite for achieving social harmony. In practical terms, this study contributes to the formulation of maqashid-based public policy and the development of a multicultural Islamic discourse in Indonesia.