Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER RSUD Drs. JACOBUS LUNA, M.Si KABUPATEN BENGKAYANG Mita Dian Pralinda; Yanuarti Petrika; Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1065

Abstract

Penyakit jantung koroner memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia, terutama pada usia produktif. Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5% pada tahun 2018. Penyakit jantung kokoner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan penyumbatan salah satu atau beberapa pembuluh darah yang menyuplai aliran darah ke otot jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar Pada Penyakit Jantung Koroner di RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si kabupaten Bengkayang. Metode penelitian bersifat deskritif pada studi kasus adalah pasien penderita jantung koroner yang dirawat inap sebanyak 1 pasien berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Pasien jantung koroner di RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang telah melakukan Proses Asuhan Gizi Terstandar yaitu Assesment/Pengkajian Gizi, Diagnosa Gizi dan Intervensi Gizi, untuk Monitoring dan Evaluasi RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang telah melakukan proses asuhan gizi terstandar dengan baik, sesuai dengan Assesment/Pengkajian Gizi, Diagnosa Gizi dan Intervensi Gizi.
PEMBERIAN EDUKASI GIZI MELALUI FILM PENDEK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PEMILIHAN PANGAN LOKAL PADA REMAJA DI MTS NEGERI 2 PONTIANAK Sakinah, Shela Apriliani; Petrika, Yanuarti; Agusanty, Shelly Festilia; Itsna, Hidayatul
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 1 No. 3 (2024): Madia Gizi Khatulistiwa Edisi September 2024
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1066

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan ranah yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang dan sikap memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. Pengetahuan merupakan faktor penting berhubungan dengan pola makan. Tujuan: Mengetahui pemberian edukasi gizi melalui film pendek terhadap pengetahuan dan sikap dalam pemilihan pangan lokal pada remaja di MTs Negeri 2 Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre-Experiment dengan rancangan yang digunakan one grup pre-test and post-test design dilakukan pada remaja di MTs Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus-14 September 2022. Sampel penelitian ini 36 responden yang diambil secara Total Sampling. Variabel pengetahuan dan sikap dalam pemilihan pangan lokal dengan menggunakan analisis uji Wilcoxon. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ada perbedaan yang signifikan pada variabel pengetahuan dan sikap antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi (p-value =<0,05). Kesimpulan : Ada perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi melalui film pendek pada remaja di MTs Negeri 2 Pontianak. Latar belakang : Sarapan penting bagi anak sekolah untuk Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan dan sikap seseorang. Penggunaan media flashcard merupakan upaya peningkatan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan perubahan pengetahuan dan sikap.
PEMBUATAN BISKUIT UBI UNGU (Ipomoea batatas L. Poir) DENGAN SUBTITUSI TEPUNG KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK IBU HAMIL Yeni Tamara; Mulyanita; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1077

Abstract

Purple sweet potato (Ipomoea batatas L. Poir) is a commonly found sweet potato variety. The purple color of sweet potatoes is caused by the presence of the purple pigment anthocyanin which is spread from the skin to the flesh of the sweet potato. The nutritional content of peanuts includes around 40- 50% fat, around 27% protein, around 18% carbohydrates, and vitamins. To determine the acceptability of panelists covering the color, aroma, taste and texture of Purple Sweet Potato Biscuits (Ipomoea batatas L. Poir) with the Substitution of Peanut Flour (Arachis hypogaea L.) as an Alternative to Supplementary Feeding (PMT) for Pregnant Women. This type of research is experimental research, with hedonic tests on taste, aroma, color and texture. There were 25 panelists. This research was carried out at the Food Technology Laboratory of the Pontiank Ministry of Health Polytechnic. Based on the organoleptic test results, the highest taste was 60% in treatment 3, for aroma the highest was 68% in treatment 3, for color the highest was 52% in treatment 2, and the highest texture was 52% in treatment 2. The acceptability of taste, aroma, color and texture shows that the preferred treatment is treatment 2 with a total score of 402 with a composition of 50% purple sweet potato flour and 20% peanut flour.
Hubungan asupan energi dan zat gizi serta pengetahuan dengan status gizi pada remaja di Kota Kupang Pantaleon, Maria Goreti; Petrika, Yanuarti; Zogara, Asweros Umbu; Desi, Desi; Niron, Maria
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i2.2388

Abstract

Background: Nutritional status in adolescents is a crucial factor affecting the quality of future generations. Various nutritional issues among adolescents, such as inadequate nutrient intake, anemia, and obesity, remain significant challenges in Kupang City.Objective: This study aims to analyze the relationship between energy intake, nutrient intake, and nutritional knowledge with the nutritional status of adolescents in Kupang City.Methods: This study was conducted at SMA Negeri 2, SMA Negeri 6, and SMA Negeri 7 in Kupang City using a cross-sectional approach involving 345 students. The sampling technique used was consecutive sampling. Nutritional intake data were collected through interviews using a food recall questionnaire, while nutritional status was assessed through weight and height measurements, which were then analyzed using the WHO Anthro application. Adolescent nutritional knowledge was assessed through a self-administered questionnaire. All data were processed using SPSS software and analyzed using the chi-square test.Results: The majority of respondents had good nutritional status (70,1%). Bivariate analysis showed a significant association between intake of carbohydrate (p=0,000), protein (p=0,016), energy (p=0,000), and fat (p=0,000), with nutritional status. However, the relationship between nutrition knowledge and nutritional status did not show statistical significance (p=0,917).Conclusion: There is a significant relationship between carbohydrate, protein, energy, and fat intake with adolescents' nutritional status, whereas nutritional knowledge does not have a direct impact.
PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH LABU SIAM (SECHIUM EDULE) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMASKARYA MULIA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Sapariyah; Shelly Festilia A; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh gelap atau silent killer karena termasuk penyakit yang gejalanya tersembunyi namun perlahan-lahan mematikan. Faktor pemicu atau risiko penyakit hipertensi dapat dibedakan menjadi faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Sayuran berpotensi menurunkan tekanan darah antara lain tomat, wortel, seledri, ketimun, dan labu siam. Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah labu siam (Sechium edule), Labu siam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung kalium. Untuk mengetahui pengaruh sari buah labu siam (Sechium Edule) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Karya Mulia Pontianak Kalimantan Barat. Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah semua kelompok umur yang menderita hipertensi yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Mulia Pontianak. Sebanyak 20 sample dan 20 kontrol dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung dengan alat bantu kuesioner. Data dianalisis dengan dengan Uji Man Whitney untuk melihat perubahan tekanan darah. Rata-rata tekanan darah menunjukan bahwa pada kedua perlakuan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan sari buah labu siam diperoleh p-value sebesar 0,244 dan 0,447 yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum diberikannya sari buah labu siam antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Tidak ada pengaruh sari buah labu siam (Sechium Edule) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
ANALISIS ZAT GIZI DAN DAYA TERIMA MIE KERING PENAMBAHAN TEPUNG IKAN PATIN DAN BAYAM HIJAU SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN BERGIZI BAGI REMAJA PUTRI Sri Suciati; Suaebah; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: All groups, including teenagers, find noodles to be the most popular food due to  their practicality, ease of serving, deliciousness, variety of flavor options, and affordability. Despite the variety of flavors available in noodles, the sodium, sugar, and protein content in each package is nearly identical. Overconsumption of instant noodles can lead to health risks due to their preservatives and low nutritional value. Objective: The research objective is to determine the acceptability and nutrient content of dry noodles that have been enriched with catfish flour and green spinach, as an alternative nutritious food for young women. Method: This study used an experimental research design consisting of three treatments, namely: F1 (10: 35), F2 (15: 30), and F3 (20: 25). There were 25 panelists in this study. The study conducted two stages of tests: organoleptic tests to gauge the panelists' preferences for the color,  aroma, taste, and texture of dry noodles, and proximate tests and iron tests to assess the nutritional content. Results: The study found that the most preferred dry noodles in terms of color, aroma, taste, and texture were in treatment F2 (15: 30). Dry noodles in the best treatment had protein content (18.89%), fat content (1.17%), carbohydrates (61.39%), iron content (5.57%), water content (12.43%), and ash content (2.48%). Conclusion: There is an effect of color on the acceptability of dry noodles with the addition of patin fish flour and green spinach. There is an effect of color, aroma, taste, and texture on the acceptability of dry noodles fortified with patin fish flour and green spinach.
The Effect of Nutrition Education Using Quiz Application Games (APKIS) on Knowledge and Consumption of Snacks in Adolescents Sunengsih, Eltri Yani; Petrika, Yanuarti; Desi, Desi; Maretalinia, Maretalinia
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 5 No. 2 (2023): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v5i2.497

Abstract

Adolescents experience rapid growth and development and are a critical period for changes in health-related behaviours such as food choices and physical activity. The prevalence of obesity increased from 1.4% in 2016 to 7.3% in 2017. Nutrition education will be effective if supported by the right media and delivery methods, one of which is android-based media as a tool for nutrition education in children. The advantage of nutrition education with quiz game media is its ability to convey information and increase adolescent knowledge through interesting media. This study aims to determine the effect of nutrition education through quiz game application media (APKIS) on knowledge and consumption of adolescent snacks at MTs Negeri 2 Pontianak. This research is a quasi-experiment with a one group pretest and posttest design, conducted on 22 June-1 July 2022. A sample of 39 respondents was taken by simple random sampling. Variables of knowledge and consumption of snacks were analysed using paired t-test. The results showed a significant effect on knowledge before and after nutrition education (p-value 0.00 < 0.05), and there was an effect on the consumption of snacks before and after education (p-value 0.00 < 0.05). In conclusion, the use of quiz application game media (APKIS) has an effect on increasing knowledge and changes in snack food consumption.
MODEL PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGENDALIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-24 BULAN MELALUI PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI : POSYANDU CADRE EMPOWERMENT MODEL TO CONTROL STUNTING IN CHILDREN AGED 0-24 MONTHS THROUGH ANTHROPOMETRIC MEASUREMENT TRAINING Desi; Ayu Rafiony; Didik Hariyadi; Nopriantini; petrika, yanuarti; Kristiana Yulianingsih
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.426

Abstract

Kekerdilan (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah Lima Tahun), sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak 1000 HPK. Pemberdayaan kader adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader posyandu dalam mendeteksi stunting bagi balita usia 0-24 bulan di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan one grup pre-test dan post-test. Sebelum perlakuan diberikan diberikan pre-test dan di akhir diberi post-test, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar obsevasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberdayaan kader posyandu melalui pendampingan ibu hamil terhadap keterampilan kader dalam pengendalian stunting bagi balita usia 0-24 bulan dengan nilai signifikan (p=<0,001).  Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan kader tentang stunting sebelum dan sesudah pendampingan, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72,0 menjadi 93,31. Keterampilan menentukan status gizi ibu hamil melalui pengukuran LILA juga meningkat signifikan (7,71 menjadi 19,43). Kader cukup baik dalam menentukan status anemia berdasarkan nilai HB ibu hamil setelah pelatihan (mean 9,71 menjadi 15). Pelatihan pengukuran penjang badan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan kader dalam mengukur balita (p<0,001), dengan peningkatan kemampuan mendeteksi stunting dari 0% menjadi 100%. Kata kunci: Balita, Model Pemberdayaan, Stunting   Stunting in children reflects the failure to thrive in children under five. So, the child becomes too short for his age. This is due to chronic malnutrition that occurs at 1000 HPK. Empowerment of cadres is a strategy used to increase the ability and realize the independence of cadres in carrying out their roles and functions in the development of public health. This study aims to determine the effect of empowering posyandu cadres in detecting stunting for toddlers aged 0-24 months in Desa Kapur, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The research design used was experimental research using a one-group pre-test and post-test approach. Before the treatment, a pretest was given, and a posttest was presented at the end. The number of samples was as many as 35 people. Data were taken using questionnaires and observation sheets. The results of this study indicate that there is an effect of training in measuring body length using a lengthboard on the skills of cadres in taking measurements for toddlers aged 0-24 months with a significant value (p = <0.001). The research results indicate a difference in cadre knowledge about stunting before and after mentoring, with an average knowledge increase from 72.0 to 93.31. Skills in determining the nutritional status of pregnant women through LILA measurement also significantly improved (7.71 to 19.43). Cadres are proficient in determining anemia status based on pregnant women's HB values after training (mean 9.71 to 15). Activity measuring body length significantly influences cadre skills in measuring infants (p<0.001), with an increased ability to detect stunting from 0% to 100%. Keywords: Empowerment Model, Stunting, Toddler
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Melalui Pelatihan Mendeteksi Stunting Di Desa Rasau Jaya Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya DESI, DESI; Ikawati Sulistyaningsih; Muhammad Jahri; Nopriantini; Yanuarti Petrika; Martinus Ginting; Ayu Rafiony; Dahliansyah; Maulianaulfa
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/6zk41w65

Abstract

Keterbatasannya tenaga kesehatan di Indonesia menyebabkan daya cakup pelayanan kesehatan belum optimal. Sehingga strategi pembangunan partisipatif adalah cara yang efektif untuk menangani masalah stunting ini. Dikatakan partisipatif karena bukan hanya pemerintah yang harus sadar dan beraksi, namun juga masyarakat harus sadar dan bergerak untuk menangani masalah ini. Salah satunya adalah dengan pembedayaan kader kesehatan di posyandu-posyandu yang ada. Kasus stunting terjadi biasanya karena penyakit ini tidak disadari dan diketahui oleh masyarakat. Sehingga masyarakat perlu pemberdayaan agar tahu dan juga mengerti tanda-tanda stunting. Apabila masyarakat tahu karakteristik stunting sejak dini, maka bisa segera dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan komplikasi yang buruk. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, melalui kader posyandu dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting diwilayah Puskesmas Rasau Jaya. Selain itu menerapkan model pemberdayaan masyarakat yang lebih partisipatif dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting di wilayah Puskesmas Rasau Jaya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan berupa peningkatan kapasitas kader dalam melakukan kegiatan pendampingan. Adapun metode peningkatan kapasitas kader adalah dengan memberikan pelatihan, refresing kader, sosialisasi dan praktek dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader pendampingan. Selain itu untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai stunting, dampak stunting terhadap kesehatan dan dampaknya pada masa depan, menambah wawasan tentang upaya pencegahan dan penanganan stunting. Hasil Pengabmas di Desa Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, menunjukkan pemberdayaan kader posyandu berhasil meningkatkan pengetahuan penanggulangan stunting. Kader mampu antropometri dan menentukan status anemia ibu hamil lebih baik, mencerminkan komitmen dalam mendukung pencegahan stunting sesuai tujuan pengabdian masyarakat.
GAMBARAN PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KONSTIPASI DAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT YARSI PONTIANAK Yati, Umi; Yanuarti Petrika; Desi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang membutuhkan penatalaksanaan khusus, termasuk asuhan gizi terstandar, Konstipasi adalah  gangguan saluran cerna yang ditandai dengan kesulitan buang air besar, sedangkan hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi. Kedua penyakit  ini sering  menjadi komorbid pada pasien DM tipe II. Proses asuhan gizi terstandar (PAGT) adalah pendekatan sistematis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah gizi, meningkatkan masalah gizi, meningkatkan kualitas suatu layanan, dan memastikan keberhasilan asuhan gizi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses asuhan gizi terstandar pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Konstipasi Dan Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Metode Penelitian : Metode penelitian yang dilakukan adalah metode Kualitatif dengan desain studi kasus (case study), pengumpulan data dilakukan dengan berupa observasi mendalam yang terfokus pada penerapan proses asuhan  gizi terstandar (PAGT), dengan melakukan wawancara, pengukuran antropometri, pemeriksaan klinis, dan analisis food recall pada 1 pasien diabetes melitus dengan konstipasi dan hipertensi yang menjalani perawatan inap. Hasil : Pasien mengalami penurunan nafsu makan yang dimana asupan makan pasien kurang  dari  kebutuhan yaitu sebesar 80-110 %, hasil pengukuran antropometri IMT pasien 18,53 (Normal), diagnosis pasien meliputi domain intake asupan (NI), domain clinic (NC) dan domain behavior (NB), pada intervensi  yang dilakukan pemberian diet Diabetes mellitus (DM) 1500 kkal, Tinggi Serat dan Rendah Garam III, serta edukasi pengaturan pola makan sesuai prinsip 3J (jumlah, Jenis, Jadwal).
Co-Authors Agusanty, Shelly Festilia Ahmad Juanda Alfi Syahrina Andra Rahmayanti Annisa Rahmawati Asmadi ASWEROS UMBU ZOGARA Ayu Rafiony Ayu Rafiony Cikita, Rafika Cristin Dahliansyah Dahliansyah Dahliansyah, Dahliansyah Desi DESI DESI Desi Desi Desi Desi Desi Desi, Desi Destriana Detty Siti Nurdiati Dewi Praya Untari Didik Hariyadi Edy Waliyo Edy Waliyo Fitri Eka Nurhasanah Ginting, Martinus Hamam Hadi Hapisa, Tiara Ihsan, Bagus Muhammad Ikawati Sulistyaningsih Ikawati Sulistyaningsih Ikawati Sulistyaningsih Iman Jaladri Iman Jaladri Iranda Faradila Istiqomah Itsna, Hidayatul Jahri, Muhammad Jonni Syah R. Purba Jurianto Gambir Kristiana Yulianingsih Lola Andini Maretalinia, Maretalinia Maria F Vinsensia D P Kewa Niron Maria Goreti Pantaleon Martiasapira Martiasapira Martinus Ginting Martinus Ginting Martunis Ginting Maulianaulfa maulianaulfa Melyana, Yola Putri Mita Dian Pralinda Muhammad Jahri Muhammad Jahri Mulyanita Mulyanita, Mulyanita Neny Setiawaty N Nia Pratiwi Nopriantini Nopriantini Nopriantini Novia, Devi Nurrizky Natasha Gunawan Pawarti Rafika Cristin Cikita Rafiony, Ayu Rani Anjelian Rezza Dewintha, Rezza Sabila Oktadiya Putri Sakinah, Shela Apriliani Sapariyah Selsa Octavianty Shelly Festilia A Shelly Festilia Agusanty Sifha Aura Anggraini Sopiyandi Sopiyandi, Sopiyandi Sri Rezki Sri Suciati Suaebah Suaebah Suaebah, Suaebah Suebah Sulistyaningsih, Ikawati Sunengsih, Eltri Yani Syahrina, Alfi Tiara Anggraini ulfa, mauliana Widyana Lakshmi Puspita Wiwik Sundari Wulandari, Devi Nur Yati, Umi Yeni Tamara