Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SANGGAR SENI AIYRA (SANIRA) DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BUGIS MELALUI PELATIHAN SENI TARI TRADISI DAN KREASI Yusrianti, Yusrianti; M, Usman; Trisnasari, Damayanti; Kurniawaty, Kurniawaty; S, Cantika Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37943

Abstract

Abstrak: Di tengah arus globalisasi, minat generasi muda terhadap seni tari tradisional Bugis di Kabupaten Soppeng mengalami penurunan. Sanggar seni sebagai pusat pelestarian budaya masih menghadapi keterbatasan fasilitas, manajemen, dan promosi. Kondisi ini menegaskan urgensi pelaksanaan program pemberdayaan yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan guna menjaga eksistensi seni tari Bugis sekaligus mendorong adaptasi melalui pengembangan tari tradisi dan kreasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Sanggar Seni AIYRA (SANIRA) dalam melestarikan budaya Bugis melalui pelatihan seni tari tradisi dan kreasi di Kabupaten Soppeng, sehingga dapat meningkatkan keterampilan teknis seni tari tradisi dan kreasi, penguasaan gerak dan ekspresi tari Bugis, serta kemampuan pemanfaatan teknologi digital untuk promosi budaya. Selain itu, program ini juga bertujuan mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan manajerial, kerja sama tim, serta kesadaran dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop digitalisasi promosi budaya, serta pendampingan dan evaluasi yang melibatkan 15 anggota sanggar dan tim dosen serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.. Evaluasi dilakukan melalui desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan tari, dan kemampuan digital mitra. Keberhasilan ditandai dengan meningkatnya skor pada ketiga aspek tersebut, terciptanya karya tari kreasi baru, serta kemampuan mitra mengelola media sosial dan website secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan soft skill dan hard skill peserta sekitar 80%, serta peningkatan nilai ekonomis dan kemampuan promosi budaya sanggar hingga 60%. Program ini berhasil memperkuat peran sanggar sebagai pusat pelestarian budaya Bugis yang berkelanjutan.Abstract: Amidst the current of globalization, the interest of the younger generation in traditional Bugis dance in Soppeng Regency has decreased. Art studios as centers for cultural preservation still face limitations in facilities, management, and promotion. This condition emphasizes the urgency of implementing a targeted, participatory, and sustainable empowerment program to maintain the existence of Bugis dance while encouraging adaptation through the development of traditional and creative dances that are relevant to current developments. This activity aims to empower the AIYRA Art Studio (SANIRA) in preserving Bugis culture through traditional and creative dance training in Soppeng Regency, so that they can improve technical skills in traditional and creative dance, mastery of Bugis dance movements and expressions, and the ability to utilize digital technology for cultural promotion. In addition, this program also aims to develop creativity, self-confidence, managerial skills, teamwork, as well as awareness and pride in local cultural identity. The implementation method included outreach, training, a digital cultural promotion workshop, and mentoring and evaluation involving 15 studio members and a team of lecturers and students from Muhammadiyah Sidenreng Rappang University. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to measure improvements in knowledge, dance skills, and digital capabilities of partners. Success was indicated by increased scores in these three aspects, the creation of new creative dance works, and the partners' ability to independently manage social media and websites. The results showed an increase in participants' soft and hard skills by approximately 80%, as well as an increase in the studio's economic value and cultural promotion capabilities by up to 60%. This program successfully strengthened the studio's role as a center for sustainable Bugis cultural preservation.
Co-Authors Abdilllah, Hanif Yusuf Rahman Abdul Hakim Adri, Khaeriyah Ainul Haqqi, Muhammad Yusuf Aksal Mursalat Alus, Yuliana Jurita Amrullah Amrullah Andika Andika Anggraeni, Nurfitri Ar-Royyan Fahmiansyah, Muhammad Abyan Arman Kamal Arostegi, Arya Asmila, Asmila Asniati, Asniati Auvaria, Shinfi Wazna Bachrul Ulum, Muhammad Dewi, Rosy Kusuma Dwi Resqi Pramana, Andi Efendy R, Rustam Elvina Elvina Entar Sutisman Ermawati, Yana Febrianti, Devy Fillaili, Zahrona Firyal, Hana Hadiniyah, Nur Hartati Hartati Hasanah, Nur Lailatul Hasanuddin, Fenny Hasriadi, Hasriadi Herick, Herick Herman, Bahtiar Hisani, Nur Iksan, Sayid Zainul Ishak Ishak jannah, aiga nimang valmai Kahar, Abd. Kurniawaty Kurniawaty Larasati, Indah Linda Prasetyaning Widayanti M, Usman Madaling, Madaling Magfirah, Andi Mansur, Musdalifa Mardhatillah, Mardhatillah Marsyanda, Marsyanda Muhammad Nur Muhanniah, Muhanniah Munfarida, Ida Musadat, Fithriah Mustanir, Ahmad Natsir, Taufiq Naufal, Muhammad Taffarel Faridzi Nilandita, Widya Nining Triani Thamrin Nisya, Risma Awwalin Noverma Noverma Nur Aisyah Nurafifah, Nurafifah Nurmayanti, Nurmayanti Nurwidah, Andi Oktavi Elok Hapsari, Oktavi Elok Parmo Parmo Pribadi, Arqowi Ramadhani, Fauziah Ramlan, Pratiwi Ratna Sari Reskianti, Reskianti Rofi, Danny Yusufiana Rumasukun, Ridwan S, Cantika Rahayu S, Muliani Safri, Eka Pratiwi Sahrullah, Ahmad Salfiana, Salfiana Sam Hermansyah Sapri Sapri Sari, Yuni Sarita Oktorina Septian, Mohammad Irham Septyana Prasetianingrum Sholehah, Mir’atus Sulaiman, Zulkarnain Suliastri, Ely Sulistiya Nengse Sunandar Said Syafutri Hidayat, Nur Teguh Taruna Utama Tira Roesdiana Trisnasari, Damayanti Trisnawaty AR Useng, Abd Razak Utami, Faricha Ajeng Mega Wicaksono, Bagus Gilbran Antoni Yaya, Astrina Nur Inayah Yayuk Astuti Yusmah Yusmah Zahilah, Rizka Nur Zain, Rohainiah