p-Index From 2021 - 2026
10.03
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Hukum Novelty JCES (Journal of Character Education Society) Jurnal Ius Constituendum Bina Hukum Lingkungan Jurnal Hukum Samudra Keadilan Awang Long Law Review Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Jurnal Yuridis Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Asia Pacific Fraud Journal JURNAL HUKUM dan KENOTARIATAN PALAR (Pakuan Law review) Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) UNTAG Law Review SABDAMAS Journal Civics and Social Studies Law Research Review Quarterly JURNAL USM LAW REVIEW BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) UNISKA LAW REVIEW Borobudur Law Review Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat Amsir Law Jurnal (ALJ) International Journal of Business, Law, and Education INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal Law Development Journal Jurnal Interpretasi Hukum Verstek International Journal Mathla'ul Anwar of Halal Issues International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Journal of Law, Poliitic and Humanities Bina Hukum Lingkungan SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Madani: Multidisciplinary Scientific Journal MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Hukum dan Keadilan Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Media Hukum Indonesia (MHI) Jurnal Kreatif : Karya Pengabdian untuk Masyarakat Aktif dan Inovatif AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum Asian Journal of Social and Humanities Forschungsforum Law Journal HUMANIORASAINS International Journal of Law and Society Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Jurnal Hukum Statuta Jurnal Ragam Pengabdian Unnes Law Journal : Jurnal Hukum Universitas Negeri Semarang Synergisia Journal of Adat Recht
Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment of MSEs through Business Contract Preparation Training with the Participatory Rural Appraisal (PRA) Method in Grogol Village Muthia Sakti; Suherman, Suherman; Sulastri, Sulastri; Winriadirahman, Prameswara; Rika Aprilina; Erina Nur Afifa; Evan Dori; Marcy Euggeline Audreya; Aliya Sari; Isabel Maryam
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rrrm3v19

Abstract

Micro and Small Enterprises (MSEs) still face low legal literacy and the lack of use of written contracts in business activities, making them vulnerable to disputes and business losses. This community service activity aims to improve the understanding and skills of MSE actors in drafting simple business contracts through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The activity was carried out in Grogol Village, West Jakarta involving 40 MSE actors. The PRA method is applied through the stages of problem identification, participatory planning, implementation of interactive training, and participatory evaluation. The training is carried out through contract law counseling, simulation of the preparation of business contracts, discussions on non-litigation dispute resolution, and the provision of Business Contract Pocket Books. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure the increase in participants' capacity. The results showed an increase in participants' understanding of the function of business contracts, non-litigation dispute resolution, and the ability to draft simple contracts from 15% to 80%. This activity shows that the PRA method is effective in increasing legal literacy and business capacity of MSE actors in a participatory and sustainable manner.
SISTEM JUAL BELI RUMAH DENGAN AKAD MURABAHAH DI BTN SYARIAH DITINJAU DALAM PERSPEKTIF KEADILAN Suprima Suprima; Heru Sugiyono; Irwan Erar Josoef; Muthia Sakti; Gladys Nun Aulia Ermansyah; Muhammad Fazli Rabbani Ramadhan
Jurnal Yuridis Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Yuridis
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/jyur.v12i2.12271

Abstract

This normative legal research examines the house buying and selling system using the murabahah contract at the Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah South Tangerang Branch Office. Using deductive methods and literature review, this study outlines seven procedural stages, from the customer's home order, through the granting of power of attorney through a wakalah contract, to the execution of the murabahah contract before a notary. The results indicate that this buying and selling practice does not fully provide fairness to customers. This unfairness is evident in the bank's dominance in unilaterally setting margins, excessively high margins compared to the cost price, and the lack of room for customer negotiation. Furthermore, there is a strict limit on repayment, which can only be made after three additional payments. This situation places customers in a weak bargaining position because they must fully comply with the bank's provisions.
Pertanggungjawaban Pelaku Usaha Atas Pelanggaran Pasal 26 Undang-Undang Jaminan Produk Halal pada Ayam Widuran Iswanti Rachmanisa; Muthia Sakti; Heru Sugiyono
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2890

Abstract

Pelaku usaha Ayam Goreng Widuran tidak memberikan transparansi dan informasi yang jelas kepada para konsumennya, termasuk konsumen muslim. Penelitian ini memiliki dua permasalahan yaitu pertama, bentuk pelanggaran Pasal 26 Undang-Undang Jaminan Produk Halal yang dilakukan oleh pelaku usaha Ayam Goreng Widuran dan kedua bentuk pertanggungjawaban hukum pelaku usaha atas pelanggaran kewajiban tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan dan Pendekatan Kasus. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Aspek empiris penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan konsumen, BPJPH, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, dan YLKI. Berdasarkan hasil wawancara tersebut ditemukan bahwa konsumen tidak memperoleh informasi yang memadai mengenai status non halal produk, terdapat pandangan dari instansi terkait bahwa pelaku usaha seharusnya mencantumkan informasi non halal secara terbuka sejak awal, serta ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan kewajiban pelaku usaha dengan ketentuan Pasal 26 UU JPH. Temuan empiris inilah yang kemudian dianalisis menggunakan teori perlindungan hukum, teori tanggung jawab hukum dan teori tujuan hukum. Hasil penelitian ini adalah pertama, bentuk pelanggaran Pasal 26 UU Jaminan Produk Halal yang dilakukan pelaku usaha Ayam Goreng Widuran adalah pemilik usaha tidak mencantumkan logo non halal pada kemasan atau poster usaha justru sebaliknya pelaku usaha mencantumkan logo halal namun kenyataannya dalam proses pengolahan ayam menggunakan minyak babi. Padahal babi dalam Pasal 18 ayat (1) UU Jaminan Produk Halal termasuk dalam kategori bahan non halal. Selain itu juga melanggar Pasal 4, Pasal 7, dan Pasal 8 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen. Kedua, atas tindakan yang dilakukan pelaku usaha Ayam Goreng Widuran dapat mengakibatkan terjadinya pertanggungjawaban hukum bagi pelaku usaha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaku usaha melakukan pelanggaran terhadap Pasal 26 UU Jaminan Produk Halal dan beberapa pasal dalam UU Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha dari Ayam Goreng Widuran dapat dikenakan 3 jenis pertanggung jawaban hukum, yaitu pertanggungjawaban perdata, pidana, dan administratif.
Legal Certainty of the Use of Cryptocurrency as An Investment Instrument in Companies in Indonesia Christofel Adam Sitorus; Muthia Sakti
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 2 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i2.1059

Abstract

This study examines the legal certainty of using cryptocurrency as an investment instrument in companies in Indonesia. Although cryptocurrency is not recognized as a legal means of payment, it has been acknowledged as a tradable commodity in futures exchanges. This research utilizes a normative legal approach to analyze existing regulations, challenges encountered, and legal protections available for investors. The findings indicate that despite significant profit potential, investors still face high risks due to price volatility, insufficient legal protections, and cybersecurity threats. It is crucial for the government to formulate more comprehensive and supportive regulations to protect investors and prevent misuse and illegal practices. Additionally, an extensive educational program is needed to enhance public understanding of the risks and benefits of investing in cryptocurrency. With adequate regulation and improved public awareness, cryptocurrency is expected to contribute positively to Indonesia’s digital economic growth. This study aims to contribute to the development of policies and regulations related to cryptocurrency in Indonesia and to encourage greater public participation in this investment ecosystem.
Urgensi Labelisasi Halal Produk Obat Over-the-Counter dalam Upaya Perlindungan Konsumen Melinda Nurdin; Muthia Sakti
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 7 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v7i1.8677

Abstract

This article desires to explain the urgency of halal labeling of over-the-counter (OTC) medicines products to protect consumers in Indonesia and analyze the legal aftereffect for business actors if not carry out halal labeling. The Muslim population dominates most of the total population in Indonesia, likely at 86,7%.. For this reason, the halal status and guarantee of a product is an issue that cannot be underestimated, in which case a halal certificate is believed to be the best option. However, apart from halal certificates, halal labels also play an important role, especially for OTC medicines products which are still found not to have halal labels on the market. The method is normative legal research with regulatory analysis. Research that focuses on the aspect of the urgency of halal labeling as the second stage of halal certification for OTC medicine products is an element of novelty. This article finds that the basis for the urgency of halal labeling on OTC medicine products was found because it's mandatory and is intended as an effort to protect consumers, especially regarding the rights to safety, comfort, and information. Apart from that, it's also because the halal label is meaningful for business actors and the state from an economic perspective and eliminates the perception of emergency law on OTC medicines circulating in society. The legal aftereffect for business actors in case they don’t carry out halal labeling for OTC medicines products is that they may be subject to administrative sanctions determined by BPJPH. Penelitian ini untuk menguaraikan secara lebih lanjut mengenai urgensi labelisasi halal produk obat OTC (obat bebas dan obat bebas terbatas) dalam upaya perlindungan konsumen di Indonesia sekaligus menganalisis akibat hukum bagi pelaku usaha dalam hal tidak melakukan labelisasi halal. Populasi penduduk muslim mendominasi sebesar 86,7% dari total populasi penduduk di Indonesia. Untuk itu, status dan jaminan kehalalan terhadap suatu produk menjadi isu yang tidak dapat disepelekan, yang dalam hal ini sertifikat halal dipercayakan sebagai opsi terbaik. Namun selain sertifikat halal, label halal juga memegang peranan penting khususnya bagi produk obat OTC yang masih ditemukan belum memiliki label halal di pasaran. Metode penelitian hukum normatif dipilih dalam penelitian ini dengan menganalisis perundang-undangan. Penelitian yang berfokus pada aspek keurgensitasan labelisasi halal sebagai tahap kedua dari sertifikasi halal pada produk obat OTC menjadi unsur kebaruan. Hasilnya, ditemukan dasar urgensi labelisasi halal pada produk obat OTC karena adanya bersifat wajib dan ditujukan sebagai suatu usaha dalam melindungi konsumen khususnya terkait hak atas rasa aman, kenyamanan, dan informasi. Selain itu, juga dikarenakan label halal berarti bagi pelaku usaha dan negara dari segi perekonomian dan untuk menghapuskan persepsi hukum darurat pada obat OTC yang beredar di sosial masyarakat. Adapun konsekuensi hukum terhadap pelaku usaha apabila tidak melakukan labelisasi halal terhadap produk ini dikenakan sanksi administratif sesuai ketetapan BPJPH. 
Ketidakseimbangan Aset Dan Utang Sebagai Dasar Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk Akhdan Adityo Latri; Muthia Sakti
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.13125

Abstract

This study examines the causal relationship between asset–liability imbalance, the failure of the Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) mechanism, and the resulting director liability in the bankruptcy of PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). The research is motivated by a normative gap in Indonesia’s Bankruptcy and PKPU Law, which does not require an insolvency test, thereby allowing corporations in a state of absolute insolvency to access PKPU despite lacking any realistic prospect of going concern. This study employs a normative juridical method using statutory and case approaches, with particular reference to the Commercial Court of Semarang Decision Number 2/Pdt.Sus-Homologation/2024/PN Niaga Smg. The findings reveal that the extreme disparity between Sritex’s assets and liabilities rendered its restructuring plan legally and economically unfeasible, making creditor rejection a rational outcome that normatively necessitated a bankruptcy ruling. Furthermore, the board of directors’ failure to fulfil fiduciary duties, especially the duty of care and transparency, invalidated the protection of the Business Judgment Rule and triggered potential personal liability. The novelty of this research lies in its integrated analytical framework that conceptualizes asset–liability imbalance as both a determinant of PKPU infeasibility and an indicator of fiduciary breach leading to director liability, thereby providing a normative basis for insolvency law reform in Indonesia.     Penelitian ini mengkaji hubungan kausal antara ketidakseimbangan aset dan utang, kegagalan mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), serta implikasi pertanggungjawaban direksi dalam kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kajian ini dilatarbelakangi oleh kekosongan norma dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yang tidak mewajibkan penerapan insolvency test, sehingga perusahaan dalam kondisi insolvensi absolut tetap dapat mengakses PKPU meskipun tidak lagi memiliki prospek going concern. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, khususnya melalui analisis Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas ekstrem antara nilai aset dan liabilitas Sritex menjadikan rencana perdamaian tidak layak secara hukum dan ekonomi, sehingga penolakan kreditur merupakan konsekuensi rasional yang berujung pada putusan pailit. Selain itu, kegagalan direksi dalam memenuhi kewajiban fidusia, terutama duty of care dan prinsip transparansi, menggugurkan perlindungan business judgment rule dan membuka ruang pertanggungjawaban pribadi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi analitis yang menempatkan ketidakseimbangan aset dan utang sebagai parameter kelayakan PKPU sekaligus indikator pelanggaran fiduciary duty yang menimbulkan personal liability, serta memberikan justifikasi normatif atas urgensi reformasi hukum insolvensi di Indonesia.
Consumer Protection in Real Estate Transactions Adjacent to Near River Boundaries Vioneta Rizky Taniaswari; Muthia Sakti
Jurnal Ius Constituendum Vol. 9 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v9i2.9029

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of consumer protection efforts in purchasing houses near riverbanks, focusing on legal aspects, consumer rights, and dispute resolution. This research is urgent to conduct considering the increasing vulnerability of consumers in property transactions that can potentially increase the risk of violations of consumer rights, economic stability, and public security. The research method used is normative legal research, which allows for an in-depth review of existing laws and regulations governing consumer protection in property transactions, with a thorough analytical approach to the role of regulation and government involvement in responding to developers' failure to comply with rules when constructing buildings, resulting in harm to consumers. The outcome of this research is to propose solutions for regulatory evaluation to enhance consumer protection and ensure fairness and balance in housing transactions, emphasizing the critical role of the legal framework in protecting consumer rights.
Co-Authors Abdu El-Aziz Attamimi Abdul Hamid Afifullah , Muhamad Afifullah, Muhamad Agustanti, Rosalia Dika Akbar, Agil Masyhur Akbar, Sahda Saraswati Akhdan Adityo Latri Akhdan, Fariz Ridhanus Alfarissa, Tiara Aliya Sari Amanda, Nur Septiana Andriyanto Adhi Nugroho Ardianti, Aini Dhia Atik Winanti Atik Winarti Aurelia, Amanda Aurelita, Mira Awalia, Diandra Ahsani Awalin, Hanif Fil Az Zahra, Shabrina Najla Azzahra, Esi Anindya Azzahra, Natasya Fhadyah Bagas Prasetya Faliquzzaman Berliana Purwono Putri Bernadin Dwi M Bhagaskara, Herdandi Irsyad Bilqis, Audrey Azka Christian, Noel Christofel Adam Sitorus Christofel Adam Sitorus Dafa, M Naufal Abiyi Diani Sadiawati Dianrachma, Mitari Dinanti, Dinda Dinda Dinanti Dwi Desi Yayi Tarina Dwi Rahayu Ningrum Elsa Maniari Erina Nur Afifa Evan Dori Fahrhezi, Tigor Akhmad Fahrozi, Muhammad Helmi Fairuz Mumtaz Abafiyah Putri Falevi, Yunizar Fauzan Alsadilla Hermawan Fauziyyah, Laila Febriana, Meutia Caesar Fiana, Vinka Arzetta Fitria Ayuningtyas Gladys Nun Aulia Ermansyah Gunawan, Rafy Akmal Hamonangan, Josafat Handar Subhandi Bakhtiar Handar Subhandi Bakhtiar Haryanto, Imam Herdandi Irsyad Bhagaskara Heru Sugiyono Hulu, Samuel Arthur Indira Putri Irfani Indri Syahfitri Irfani, Indira Putri Irwan Erar Josoef Isabel Maryam Iswanti Rachmanisa ITOK DWI KURNIAWAN Itok Dwi Kurniawan Iwan Erar Joesoef Jannah, Ghina Rhoudotul K, Kefianto Khalilullah, Ibrahim Hanif Kusmaputri, Reta Indah Latisha, Najwa Laurenza, Dias Prima Loudoe, Fafat Akbar Maharani Husnul Khotimah Yusri Dewi Maharani, Marsya Arviela Mahira, Andi Humaira Marasabessy, Masita Marcella Azzahra Marcy Euggeline Audreya Maryam, Tazkia Asshiva Maryanto Maryanto Mohammad Rizky Siregar Muhammad Alfito Prawidiya Utama Muhammad Ardian, Muhammad Muhammad Fazli Rabbani Ramadhan Musyaffa Abidin, Fikri Rafi Mutaqin, Fadzal Nabila, Tiara Nada Prima Dirkareshza Niti Emiliana Novyana, Hilda Nur Hana Oktaviani Nurchasanah Nurdin Nurdin, Merry Kurniawati Nurfajriana, Syifa Nurfarah Nidatya Panjaitan, Rachel Netanya Paradisha, Uma Permatasari, Deshy Eka Permatasari, Elizabet Devi Pramita, Sinta Ana Pramudita, Salmanita Shalsabella Priambodo, Rio Puteri, Sita Narawita Putri, Andi Sabila Putri, Fairuz Mumtaz Abafiyah Putri, Fallen Annisa Aji Putri, Lisa Angelie Raditya, Bariq Ramadhani, Dwi Aryanti Ramadhanti, Shaila Azalea Rangga Wira Syahputra Rasendriya, Bariq Raditya Rasyid, Mohammad Haikal Raynold Sebastian Hasiholan Gultom Revania Fedira Rianda Dirkareshza Rianda Dirkareshza Rika Aprilina Rio Priambodo Rizka Erlyani Rizkianti, Wardani Sabilla, Indana Zulfah Safitri, Nadila Sahara, Melian Samuel Arthur Hulu Satino Sherlyta Ramadhani Sinta Ana Pramita Sita Narawita Puteri Siti Helmyati Siti Nurul Intan Sari Dalimunthe Sitorus, Christofel Adam Suhanda, Ariq Naufal Attalah Suherman Suherman Suherman, Suherman Sulastri SULASTRI Sulastri Sulastri Suprima Suryo Hadi Kusumo Syahputra, Rangga Wira Sylvana Murni Deborah Hutabarat Sylvana Murni Deborah Hutabarat Sylvana Murni Deborah Hutabarat Taufiqurrohman Syahuri Thefirsly N, Chiquita Tiara Nabila Tobing, Yoshiro Emillio Lumban Utami, Kery Vinka Ananda Putri Vioneta Rizky Taniaswari Wijaya, Safira Winriadirahman, Prameswara Wirya Agung Kusuma Putra Yadita, Devina Yoshiro Emillio Lumban Tobing Yuliana Yuli Wahyuningsih Yuliana, Adelia Yusuf Lomi Yusuf, Hasan Zahia, Reyna `Taupiqqurrahman, Taupiqqurrahman