p-Index From 2021 - 2026
7.513
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah Jurnal Pilar Jurnal Berita Sosial Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora International Journal of Economics, Management, Business, and Social Science Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Kolaboratif Sains Journal of Management Sains (JMS) Bayani Palakka : Media and Islamic Coummunication Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Ihyaussunnah : Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Al-fiqh : Journal of Islamic Studies JAWAMIUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis At Tawazun Jurnal ekonomi Islam JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum REFORM : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) PUSAKA: Journal of Educational Review ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Kajian Budaya & Media Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA)
Claim Missing Document
Check
Articles

KRITERIA PEDAGANG YANG BAIK DALAM PERSPEKTIF HADIST Permata, Srianti; Ridwan, Hardiyanti; Ilyas, Abustani; Puyu, Darsul S.; Arifai, Samsul; Pratama, Ahmad Arkal
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v8i2.2160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana etika seorang pedagang yang baik dan bagaiaman tinjauan hadist tentang pedagang yang baik. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan telaah pustaka (library research) yaitu semua data-data berasal dari bahan-bahan tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yaitu memaparkan penjelasan-penjelasan mengenai bahasan materi yang diambil dari bahan-bahan rujukan yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang merupakan profesi yang biasanya ditujukan kepada orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Kegiatan kewirausahaan mencakup kegiatan memutar modal dengan cara mengolah sumber daya yang ada, sehingga mendapat keuntungan. Kegiatan tersebut haruslah sesuai dengan syariat Islam yang terhimpun dalam kumpulan etika bisnis Islam. Ada begitu banyak tuntunan Rasulullah tentang Etika dalam berwirausaha yang tertuang dalam hadist, yang penulis cantumkan diantaranya tentang keharusan bersikap jujur, amanah, murah hati kepada pelanggan, menghindari najasy dan berhubungan social yang baik dengan pelanggan dengan mengedepankan toleransi.
Halal Industry Recovery of Creative Halal Industry Business After Covid-19 Pandemic Abustani Ilyas; Ade Darmawan; Syarifuddin
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, FEBI UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jiebi.v6i1.206.82-99

Abstract

This research identifies gaps in understanding halal business adaptation strategies amid the COVID-19 pandemic, especially in the MSME sector, focusing on case studies of Yotta and Browcyl in Makassar. This study aims to explore the development of the two products' halal businesses after the pandemic, the strategies they implemented, and the application of Sharia principles in their operations. The method used is field research with a qualitative descriptive approach through interviews and thematic analysis. The results showed that Yotta and Browcyl survived and thrived through digital transformation and halal certification despite facing significant challenges such as declining production and sales. However, this study has weaknesses in the generalizability of the findings and the lack of investigation of the long-term economic impact of the strategies adopted. For future development, it is recommended that the scope of the study be expanded by including more cases from different segments of the halal creative business industry and analyzing government policies that affect the industry. Future research is expected to provide comprehensive guidance for industry players to formulate effective strategies to face future challenges and capitalize on growth opportunities.
Etika Digital Perspektif Hadis (Studi Tematik Tntang Konsep Haya’ (Malu) Sebagai Landasan Menjaga Marwah Diri Remaja Muslim Di Media Sosial) Nurul Hasanah; Abustani Ilyas; , Zulfahmi Alwi
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/pradgma.v2i03.213

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang eksistensi tak terpisahkan bagi remaja muslim, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius terhadap marwah (kehormatan dan harga diri). Fenomena seperti oversharing, pencitraan diri berlebihan, cyberbullying, dan konsumsi konten negatif mengancam nilai-nilai luhur seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sebuah kerangka etika digital yang berlandaskan pada nilai Islam yang fundamental, yaitu al-haya’ (rasa malu). Dengan menggunakan metode penelitian hadis tematik (maudhu’i), penelitian ini menghimpun, mengkritik, dan menganalisis hadis-hadis kunci tentang haya’ dari kitab-kitab hadis primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa haya’ dalam perspektif hadis bukanlah sifat pasif atau minder, melainkan sebuah bentuk kesadaran iman yang aktif dan berfungsi sebagai mekanisme kontrol internal. Konsep ini kemudian disintesis menjadi empat prinsip etika digital: (1) Haya’ sebagai filter konten internal sebelum memproduksi atau menyebar informasi; (2) Haya’ sebagai pendorong interaksi positif dan pencegah perilaku destruktif; (3) Haya’ sebagai benteng penjaga privasi dan batasan diri; dan (4) Haya’ sebagai pemandu dalam mengonsumsi konten yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi konsep haya’ dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi remaja muslim dalam menjaga marwah diri di tengah arus informasi media sosial yang kompleks.
Hadis-hadis Dakwah dalam Bidang Pendidikan: Hadiths of Propagation in the Field of Education Ridwan, Ridwan; Abustani Ilyas; Muh. Tasbih
JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. 2 No. 2 (2024): JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/jawamiulkalim.v2i2.1738

Abstract

This research aims to identify and analyse relevant hadiths in the context of education in Islam. This study employs a qualitative descriptive approach, focusing on literature review and textual analysis of selected hadiths. The analysis reveals that the hadiths of the Prophet Muhammad (PBUH) hold a significant position in shaping the concepts and practices of education in Islam. Key findings include the importance of etiquette in eating and drinking as part of character education, the obligation of seeking knowledge as a religious foundation for every Muslim, and the significance of knowledge as an invaluable legacy from the Prophets. Additionally, the research highlights the importance of knowledge for both worldly success and the Hereafter, along with Allah's promise to facilitate the path to Paradise for seekers of knowledge. The implications of this research contribute to deepening the understanding of educational values in Islam and provide practical recommendations for education practitioners and parents in guiding the younger generation. It is hoped that the findings of this research will serve as a basis for developing educational curricula grounded in Islamic values and enhancing the understanding and implementation of Islamic teachings in modern educational contexts.
Hadis dalam Tinjauan Historis: Masa Nabi, Sahabat, Tabi' Tabiin dan Kontemporer: Hadith in Historical Review: The Age of the Prophet, Companions, Tabi' Tabiin and Contemporary Times Tenri Leleang, Andi; Abustani Ilyas; Tasbih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9519

Abstract

Posisi hadis sebagai sumber hukum kedua dalam Islam bertumpu pada al-Qur’an, konsensus ulama (ijma), dan nalar sehat. Studi ini meneliti perkembangan historis hadis, dari masa Nabi Muhammad saw., sahabat, tabi’in, hingga era kodifikasi dan kontemporer. Fokus telaah analisis proses transmisi hadis dalam menjaga otentisitas ajaran Islam, faktor pendorong kodifikasi dan pembukuan hadis, serta dampak kitab-kitab hadis terhadap otoritas hukum Islam. Hasil penelitian diperoleh pemahaman bahwa perkembangan hadis menunjukkan kesinambungan tradisi periwayatan dan pemeliharaan yang ketat, mengarah pada pembentukan sistem sanad dan matan yang menjadi pilar keaslian hadis. Kodifikasi hadis dipengaruhi faktor seperti, semangat literasi, melemahnya daya hafal, pemalsuan hadis dan perpecahan politik. Proses ini dimulai resmi di era Umar bin Abdul Aziz. Terbentuknya kitab-kitab hadis utama memperkokoh otoritas hadis sebagai sumber hukum kedua. Kajian kontemporer terus berkembang melalui kritik sanad-matan, kontekstualisasi, dan metodologi ilmiah.
Fenomena Inkar Sunnah: Studi Historis Dan Sosiologis Andi Nanda Anisa; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena inkar Sunnah merupakan salah satu persoalan serius dalam sejarah intelektual Islam. Paham ini muncul sejak masa sahabat dengan indikasi penolakan terhadap hadis, kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih terstruktur pada masa klasik hingga memperoleh bentuk baru pada era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena inkar Sunnah melalui dua perspektif, yaitu historis dan sosiologis. Pendekatan historis digunakan untuk menelusuri kronologi kemunculan dan perkembangan kelompok-kelompok penolak Sunnah, sedangkan pendekatan sosiologis digunakan untuk menganalisis faktor sosial, politik, dan intelektual yang melatarbelakangi serta dampak yang ditimbulkannya terhadap praktik keagamaan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan Sunnah lahir dalam berbagai corak, mulai dari menolak seluruh hadis, menerima hanya yang sesuai dengan al-Qur’an, hingga menolak hadis ahad. Dalam perjalanan sejarah, kelompok-kelompok seperti Khawarij, Mu‘tazilah, Syiah, Qur’āniyyah, bahkan gerakan modernis tertentu, tercatat pernah memiliki sikap penginkaran Sunnah dalam tingkat yang berbeda. Dari sisi sosiologis, fenomena ini berdampak pada kerancuan ibadah, hilangnya rincian hukum syariat, melemahnya otoritas ulama, serta munculnya fragmentasi sosial keagamaan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh tentang posisi Sunnah dalam Islam agar umat dapat menjaga kemurnian ajaran dan keutuhan praksis keberagamaan.
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI SUNNAH-HADIS: SEBUAH TELAAH KRITIS Annisa Lutfiyah; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelaah konsep sunnah–hadis melalui tiga lensa utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari sisi ontologis, kajian ini membahas hakikat dan status keberadaan hadis sebagai sumber ajaran Islam yang tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dan dinamis dalam sejarah umat. Secara epistemologis, penelitian ini mengkaji metode, standar, dan validitas pengetahuan hadis dengan menelusuri kekuatan sistem isnād klasik serta menilai relevansinya melalui pendekatan kontemporer seperti historiografi, analisis jaringan periwayat (isnād network analysis), dan pembacaan maqāṣidīyah. Sementara itu, dari aspek aksiologi, pembahasan diarahkan pada nilai, tujuan, dan fungsi etis-sosial hadis dalam kehidupan modern, dengan penekanan pada perlunya reorientasi pemahaman hadis yang selaras dengan maqāṣid al-syarīʿah. Hasil telaah menunjukkan bahwa hadis merupakan entitas multi-dimensional yang mengandung dimensi teks, praksis, dan konteks historis. Epistemologi tradisional ilmu hadis terbukti memiliki sistem verifikasi yang kokoh, namun memerlukan pelengkap berupa kritik historis dan analisis kontekstual agar tetap relevan dalam studi modern. Secara aksiologis, hadis memiliki potensi transformatif yang besar ketika dimaknai secara dinamis untuk menjawab tantangan etis, sosial, dan intelektual umat Islam kontemporer. Dengan demikian, artikel ini menawarkan sintesis metodologis antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan ilmiah modern dalam upaya memperkuat basis epistemologis serta memperluas horizon aksiologis studi hadis.
ILMU HADIS DALAM PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Salwah Suherman; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah Ilmu Hadis melalui tiga dimensi utama dalam filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif tentang hakikat, sumber pengetahuan, serta nilai fungsional ilmu hadis dalam kehidupan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan eksistensi hadis sebagai objek kajian (ontologis), proses perolehan pengetahuan hadis secara ilmiah (epistemologis), serta peran dan manfaatnya dalam kehidupan sosial umat (aksiologis). Metode yang digunakan ialah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui telaah terhadap literatur klasik dan modern mengenai ilmu hadis serta filsafat ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, hadis memiliki posisi fundamental sebagai sumber ajaran Islam yang autentik dan bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Secara epistemologis, validitas hadis dijaga melalui system periwayatan dan kritik sanad-matan yang ketat dan rasional. Sedangkan secara aksiologis, hadis tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga berperan dalam pembinaan moral, dan spiritual umat Islam. Jadi, integrasi antara ketiga dimensi tersebut menjadikan Ilmu Hadis sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya menjaga keautentikan wahyu, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman modern, sekaligus memperkuat posisi ilmu hadis sebagai sistem pengetahuan yang ilmiah, reflektif, dan bernilai praksis. 
METODOLOGI PENYUSUNAN HADIST:Model, Pendekatan dan Implikasinya dalam Studi Islam Nur Astilah Astin; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi Muhammad SAW merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang menjadi pedoman utama umat Islam. Untuk menjaga keaslian dan kemudahan pemahaman, para ulama mengembangkan metodologi penyusunan kitab hadis yang sistematis dan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode deskriptif untuk menguraikan model, cara penyusunan, dan implikasi metodologisnya. Hasil kajian menunjukkan adanya berbagai model penyusunan seperti musnad, musannaf, jami’, sunan, ajza’, mu’jam, mustadrak, mustakhraj, athraf, dan syarah/ta’liq yang disesuaikan dengan tujuan keilmuan masing-masing ulama. Proses penyusunan dilakukan melalui pengumpulan hadis, verifikasi sanad dan matan dengan ilmu jarh wa ta’dil, serta klasifikasi tematik guna menjamin keotentikan dan kredibilitas riwayat. Metodologi ini berimplikasi besar terhadap penguatan ilmu hadis dan pendidikan Islam karena menghasilkan sumber ajaran yang valid, sistematis, dan aplikatif dalam penetapan hukum serta pengamalan nilai-nilai Islam.
Sejarah Perkembangan Hadits Dari Zaman Rasulullah Hingga Saat Ini Saleh, Musyirah; Ilyas, Abustani; Hafid, Erwin
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 1 (2026): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i1.1201

Abstract

Hadith constitutes the second primary source of Islamic teachings after the Qur’an and plays a fundamental role in the formation of Islamic law, theology, and religious practice. The historical development of Hadith unfolded through several distinct periods, each characterized by specific historical and scholarly objectives. This study aims to analyze the correlation between the objectives of each period in the development of Hadith from the era of the Prophet Muhammad (peace be upon him) to the contemporary period and the forms of transmission, codification, and methodological consolidation of Hadith scholarship that emerged therein. This research employs a library research method with a historical-descriptive approach, drawing upon classical and contemporary sources in Hadith studies. The findings indicate that each phase of Hadith development pursued specific and interconnected objectives, collectively forming a solid foundation for the discipline of Hadith studies up to the present day. This study is expected to contribute to the academic discourse by offering a comprehensive understanding of the historical dynamics and underlying purposes of Hadith periodization.
Co-Authors Ade Darmawan Ali Fathurrahman Alimuddin Hasan Palawa Amiruddin Andi Nanda Anisa Annisa Lutfiyah Ansharullah Ansharullah Aprianti, Sheila Arfan Arfan Arifai, Samsul Arifuddin Ahmad Asni Djamereng Assagaf, M. Yusuf Asykur, Muamar Bahri, Alim Baiq Raudatussolihah Basri B Budihartono Darnanengsih Darnanengsih Darsul S Puyu Darussalam, Andi Eka Mahendra Putra Erwin Hafid Fadel, Muhammad Fatmal, Abd. Bashir H, Hartinawanti H.M Hasibuddin Mahmud Haeruddin Ibrahim Baso, Andi Hadi Ibrahim Kamaruddin Idrus, Sulkifli Irnawati Jamaluddin La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Lenni Suriyanti Lubis, Muh. M.Tasbih Mahlani Mahmuddin Mahmuddin Malik, Masriwaty Marwah Limpo Muflih Naufal Irfan Muhammad Fikran Said Muhammad Sabir Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yasin Muhammad Yusuf Muhammad Zaifuddin Muhammadiyah Amin Nashiruddin Pilo Nashiruddin Pilo Nasir, St. Magfirah Noviatin Binti Syarifuddin Nur Astilah Astin Nurchalis Aziz Nurfiah Nurfiah Nursanti Nurul Hasanah Permata, Srianti Pratama, Ahmad Arkal Rahman Rahmawati Muin Raodhatul Fitri Rezky Awaliah ridwan, hardiyanti Ridwan, Ridwan Rosmawati Sabari Sabari Safriani, Laela Saleh, Musyirah Salwah Suherman Sapinah Sidra, Siti Sitti Asiqah Usman Ali St Habibah St. Magfirah Nasir Sugeng Santoso Syaharuddin Syamsinar Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tasbih Tasbih Tasbih Tasmin Tangngareng Tenri Leleang, Andi Tonang, Muhammad Touku Umar Ummu Fadhilah Imran Ibrahim Wafa, Itmamul Wahyu Nurhalim Yoan Febriawan Zikriadi Zulfahmi Alwi