p-Index From 2021 - 2026
7.286
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah Jurnal Pilar Jurnal Berita Sosial Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK) Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora International Journal of Economics, Management, Business, and Social Science Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Kolaboratif Sains Journal of Management Sains (JMS) Bayani Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Ihyaussunnah : Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Al-fiqh : Journal of Islamic Studies JAWAMIUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis At Tawazun Jurnal ekonomi Islam JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum REFORM : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) PUSAKA: Journal of Educational Review ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Kajian Budaya & Media Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA)
Claim Missing Document
Check
Articles

PRINSIP IJARAH PADA PRAKTEK OUTSOURCING DALAM PERSPEKTIF HADITS DENGAN METODE MAUDHU’IY Syamsinar, Syamsinar; Ilyas, Abustani; Puyu, Darsul S.
PILAR Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/v56ca112

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan syariat terkait dengan praktek outsourcing dan bagaimana prinsip-prinsip ijarah diterapkan dalam praktek outsourcing. Dengan menggunakan metode library research  dan metode takhrij al hadits ditemukan bahwa praktek outsourcing tidak melanggar syariat sepanjang terpenuhi manfaat dan kebaikan bagi semua pihak yaitu tenaga kerja outsourcing, perusahaan outsourcing, dan perusahaan pengguna. Berdasarkan hasil pelacakan hadits ditemukan bahwa prinsip kesepakatan, keadilan, manfaat, tanggung jawab, keseimbangan, dan amanah menjadi dasar yang positif dalam menjalankan muamalah outsourcing untuk menciptakan keharmonisan dalam kondisi perbedaan kepentingan.
Sekolah Untuk Semua: Implementasi Kasih Sayang dalam Dunia Pendidikan Perspektif Hadis Darnanengsih, Darnanengsih; Alwi, Zulfahmi; Ilyas, Abustani
PUSAKA: Journal of Educational Review Vol. 3 No. 1 (2025): Strategies and Values in Education: Psychological, Cultural, and Managerial App
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/pjer.v3i1.87

Abstract

Kasih sayang merupakan inti dari ajaran Islam yang relevan dalam dunia pendidikan. Hadis-hadis Nabi Muhammad saw. menekankan pentingnya kelembutan, empati, dan penghormatan terhadap peserta didik sebagai bagian dari proses pendidikan yang utuh. Artikel ini mengkaji implementasi nilai kasih sayang dalam pendidikan melalui pendekatan hadis tematik (maudhū‘i), dengan metode kualitatif berbasis studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap hadis-hadis yang mengandung nilai kasih sayang, dikaji dari aspek sanad dan matan, serta dianalisis konteks dan relevansinya dalam dunia pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan yang berlandaskan kasih sayang membentuk lingkungan pembelajaran yang aman dan mendorong pertumbuhan karakter peserta didik yang berakhlak. Nilai-nilai profetik ini layak dijadikan paradigma pendidikan Islam masa kini.
KRITERIA PEDAGANG YANG BAIK DALAM PERSPEKTIF HADIST Permata, Srianti; Ridwan, Hardiyanti; Ilyas, Abustani; Puyu, Darsul S.; Arifai, Samsul; Pratama, Ahmad Arkal
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v8i2.2160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana etika seorang pedagang yang baik dan bagaiaman tinjauan hadist tentang pedagang yang baik. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan telaah pustaka (library research) yaitu semua data-data berasal dari bahan-bahan tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yaitu memaparkan penjelasan-penjelasan mengenai bahasan materi yang diambil dari bahan-bahan rujukan yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang merupakan profesi yang biasanya ditujukan kepada orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Kegiatan kewirausahaan mencakup kegiatan memutar modal dengan cara mengolah sumber daya yang ada, sehingga mendapat keuntungan. Kegiatan tersebut haruslah sesuai dengan syariat Islam yang terhimpun dalam kumpulan etika bisnis Islam. Ada begitu banyak tuntunan Rasulullah tentang Etika dalam berwirausaha yang tertuang dalam hadist, yang penulis cantumkan diantaranya tentang keharusan bersikap jujur, amanah, murah hati kepada pelanggan, menghindari najasy dan berhubungan social yang baik dengan pelanggan dengan mengedepankan toleransi.
Halal Industry Recovery of Creative Halal Industry Business After Covid-19 Pandemic Abustani Ilyas; Ade Darmawan; Syarifuddin
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, FEBI UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jiebi.v6i1.206.82-99

Abstract

This research identifies gaps in understanding halal business adaptation strategies amid the COVID-19 pandemic, especially in the MSME sector, focusing on case studies of Yotta and Browcyl in Makassar. This study aims to explore the development of the two products' halal businesses after the pandemic, the strategies they implemented, and the application of Sharia principles in their operations. The method used is field research with a qualitative descriptive approach through interviews and thematic analysis. The results showed that Yotta and Browcyl survived and thrived through digital transformation and halal certification despite facing significant challenges such as declining production and sales. However, this study has weaknesses in the generalizability of the findings and the lack of investigation of the long-term economic impact of the strategies adopted. For future development, it is recommended that the scope of the study be expanded by including more cases from different segments of the halal creative business industry and analyzing government policies that affect the industry. Future research is expected to provide comprehensive guidance for industry players to formulate effective strategies to face future challenges and capitalize on growth opportunities.
Kontribusi Pemikiran Hadis Rashīd Ridhā Ilyas, Abustani
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v9i3.37530

Abstract

This writing discusses the contribution of the laissez-faire of Rashīd Ridā’s ḥadīth, which includes the historicity of ḥadīth. According to him, the first ḥadīth writer was Khālid bin Mi’dān al-Himsī, a tabi’in in the 1st century A.H., not al-Zuhrī. The authority of ḥadīth, as a general rule in religion, is considered to be the Qur’an and mutawatir amaliyyah ḥadīth. The emphasized authenticity aspect of the ḥadīth in terms of sanad is to avoid excessive fanaticism in a madhhab. From the aspect of matan, he rejects ḥadīth containing strange elements, such as ḥadīth about signs of the Day of Judgment, Dajjal, the Mahdi of the end times, the descent of the Prophet Isa (Jesus), and others. He also uses contextual and interstitial interpretation, believing in understanding the ḥadīth along with its relevance to the social conditions of the Prophet Muhammad, returning its meaning to the Qur’an.
Korelasi Kitab Silsilah al-Aḥādīts al-Ṣaḥīḥah dan Silsilah al-Aḥādīts al-Dha’īfah wa al-Mawdhū’ah Karya Muḥammad Nāṣir Al-Dīn Al-Albānī Ilyas, Abustani
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v10i3.40093

Abstract

This article studies about correlation of two books under the title Silsilah al-Ḥadīts al-Ṣaḥīḥah and Silsilah al-Ḥadīts al-Dha’īfah wa al-Mawdhū’ah, masterpieces of Muḥammad Nāṣir Al-Dīn Al-Albānī, by using comparative and content analysis methods. Two books represent collection of hadith which vary its qualities: sahih, hasan, daif, even maudhu’, without engagement with certain chapter or title. The difference among both lay in the methods used in mean region of hadith and philosophy affect numbers of hadith which are daif in quality.
Etika Digital Perspektif Hadis (Studi Tematik Tntang Konsep Haya’ (Malu) Sebagai Landasan Menjaga Marwah Diri Remaja Muslim Di Media Sosial) Nurul Hasanah; Abustani Ilyas; , Zulfahmi Alwi
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/pradgma.v2i03.213

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang eksistensi tak terpisahkan bagi remaja muslim, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius terhadap marwah (kehormatan dan harga diri). Fenomena seperti oversharing, pencitraan diri berlebihan, cyberbullying, dan konsumsi konten negatif mengancam nilai-nilai luhur seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sebuah kerangka etika digital yang berlandaskan pada nilai Islam yang fundamental, yaitu al-haya’ (rasa malu). Dengan menggunakan metode penelitian hadis tematik (maudhu’i), penelitian ini menghimpun, mengkritik, dan menganalisis hadis-hadis kunci tentang haya’ dari kitab-kitab hadis primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa haya’ dalam perspektif hadis bukanlah sifat pasif atau minder, melainkan sebuah bentuk kesadaran iman yang aktif dan berfungsi sebagai mekanisme kontrol internal. Konsep ini kemudian disintesis menjadi empat prinsip etika digital: (1) Haya’ sebagai filter konten internal sebelum memproduksi atau menyebar informasi; (2) Haya’ sebagai pendorong interaksi positif dan pencegah perilaku destruktif; (3) Haya’ sebagai benteng penjaga privasi dan batasan diri; dan (4) Haya’ sebagai pemandu dalam mengonsumsi konten yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi konsep haya’ dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi remaja muslim dalam menjaga marwah diri di tengah arus informasi media sosial yang kompleks.
Hadis-hadis Dakwah dalam Bidang Pendidikan: Hadiths of Propagation in the Field of Education Ridwan, Ridwan; Abustani Ilyas; Muh. Tasbih
JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. 2 No. 2 (2024): JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/jawamiulkalim.v2i2.1738

Abstract

This research aims to identify and analyse relevant hadiths in the context of education in Islam. This study employs a qualitative descriptive approach, focusing on literature review and textual analysis of selected hadiths. The analysis reveals that the hadiths of the Prophet Muhammad (PBUH) hold a significant position in shaping the concepts and practices of education in Islam. Key findings include the importance of etiquette in eating and drinking as part of character education, the obligation of seeking knowledge as a religious foundation for every Muslim, and the significance of knowledge as an invaluable legacy from the Prophets. Additionally, the research highlights the importance of knowledge for both worldly success and the Hereafter, along with Allah's promise to facilitate the path to Paradise for seekers of knowledge. The implications of this research contribute to deepening the understanding of educational values in Islam and provide practical recommendations for education practitioners and parents in guiding the younger generation. It is hoped that the findings of this research will serve as a basis for developing educational curricula grounded in Islamic values and enhancing the understanding and implementation of Islamic teachings in modern educational contexts.
Hadis dalam Tinjauan Historis: Masa Nabi, Sahabat, Tabi' Tabiin dan Kontemporer: Hadith in Historical Review: The Age of the Prophet, Companions, Tabi' Tabiin and Contemporary Times Tenri Leleang, Andi; Abustani Ilyas; Tasbih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9519

Abstract

Posisi hadis sebagai sumber hukum kedua dalam Islam bertumpu pada al-Qur’an, konsensus ulama (ijma), dan nalar sehat. Studi ini meneliti perkembangan historis hadis, dari masa Nabi Muhammad saw., sahabat, tabi’in, hingga era kodifikasi dan kontemporer. Fokus telaah analisis proses transmisi hadis dalam menjaga otentisitas ajaran Islam, faktor pendorong kodifikasi dan pembukuan hadis, serta dampak kitab-kitab hadis terhadap otoritas hukum Islam. Hasil penelitian diperoleh pemahaman bahwa perkembangan hadis menunjukkan kesinambungan tradisi periwayatan dan pemeliharaan yang ketat, mengarah pada pembentukan sistem sanad dan matan yang menjadi pilar keaslian hadis. Kodifikasi hadis dipengaruhi faktor seperti, semangat literasi, melemahnya daya hafal, pemalsuan hadis dan perpecahan politik. Proses ini dimulai resmi di era Umar bin Abdul Aziz. Terbentuknya kitab-kitab hadis utama memperkokoh otoritas hadis sebagai sumber hukum kedua. Kajian kontemporer terus berkembang melalui kritik sanad-matan, kontekstualisasi, dan metodologi ilmiah.
Fenomena Inkar Sunnah: Studi Historis Dan Sosiologis Andi Nanda Anisa; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena inkar Sunnah merupakan salah satu persoalan serius dalam sejarah intelektual Islam. Paham ini muncul sejak masa sahabat dengan indikasi penolakan terhadap hadis, kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih terstruktur pada masa klasik hingga memperoleh bentuk baru pada era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena inkar Sunnah melalui dua perspektif, yaitu historis dan sosiologis. Pendekatan historis digunakan untuk menelusuri kronologi kemunculan dan perkembangan kelompok-kelompok penolak Sunnah, sedangkan pendekatan sosiologis digunakan untuk menganalisis faktor sosial, politik, dan intelektual yang melatarbelakangi serta dampak yang ditimbulkannya terhadap praktik keagamaan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan Sunnah lahir dalam berbagai corak, mulai dari menolak seluruh hadis, menerima hanya yang sesuai dengan al-Qur’an, hingga menolak hadis ahad. Dalam perjalanan sejarah, kelompok-kelompok seperti Khawarij, Mu‘tazilah, Syiah, Qur’āniyyah, bahkan gerakan modernis tertentu, tercatat pernah memiliki sikap penginkaran Sunnah dalam tingkat yang berbeda. Dari sisi sosiologis, fenomena ini berdampak pada kerancuan ibadah, hilangnya rincian hukum syariat, melemahnya otoritas ulama, serta munculnya fragmentasi sosial keagamaan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh tentang posisi Sunnah dalam Islam agar umat dapat menjaga kemurnian ajaran dan keutuhan praksis keberagamaan.
Co-Authors , Zulfahmi Alwi Ade Darmawan Alang, Sattu Ali Fathurrahman Alimuddin Hasan Palawa Amiruddin Andi Nanda Anisa Annisa Lutfiyah Ansharullah Ansharullah Anwar, Nurfiah Aprianti, Sheila Arfan Arfan Arifai, Samsul Arifuddin Ahmad Asmar, Afidatul Assagaf, M. Yusuf Asykur, Muamar B, Basri Bahri, Alim Budihartono Darnanengsih, Darnanengsih Darussalam, Andi Erwin Hafid Fadel, Muhammad Fatmal, Abd. Bashir H, Hartinawanti H.M Hasibuddin Mahmud Ibrahim Baso, Andi Hadi Ibrahim Kamaruddin Ibrahim, Ummu Fadhilah Imran Idrus, Sulkifli Jamaluddin La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Lubis, Muh. M.Tasbih Mahlani Mahmuddin Malik, Masriwaty Marwah Limpo Muflih Naufal Irfan Muhammad Sabir Muhammad Sabir Maidin Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yasin Muhammad Yusuf Muhammad Zaifuddin Muhammadiyah Amin Nashiruddin Pilo Nashiruddin Pilo Nasir, St. Magfirah Nur Astilah Astin Nurchalis Aziz Nursanti Nurul Hasanah Permata, Srianti Pratama, Ahmad Arkal Putra, Eka Mahendra Puyu, Darsul S. Rahman Rahmawati Muin Raodhatul Fitri Raudatussolihah, Baiq Rezky Awaliah ridwan, hardiyanti Ridwan, Ridwan Rosmawati Sabari Sabari Safriani, Laela Said, Muhammad Fikran Saleh, Musyirah Salwah Suherman Sapinah Sidra, Siti Sitti Aminah St Habibah Sugeng Santoso Suriyanti, Lenni Syaharuddin Syamsinar Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tajibu, Kamaluddin Tasbih Tasbih Tasmin Tangngareng, Tasmin Tenri Leleang, Andi Tonang, Muhammad Touku Umar Usman, Asiqah Wafa, Itmamul Wahyu Nurhalim Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfahmi Alwi Zulfahmi Alwi