p-Index From 2021 - 2026
7.286
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah Jurnal Pilar Jurnal Berita Sosial Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK) Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora International Journal of Economics, Management, Business, and Social Science Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Kolaboratif Sains Journal of Management Sains (JMS) Bayani Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Ihyaussunnah : Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Al-fiqh : Journal of Islamic Studies JAWAMIUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis At Tawazun Jurnal ekonomi Islam JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum REFORM : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) PUSAKA: Journal of Educational Review ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Kajian Budaya & Media Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA)
Claim Missing Document
Check
Articles

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI SUNNAH-HADIS: SEBUAH TELAAH KRITIS Annisa Lutfiyah; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelaah konsep sunnah–hadis melalui tiga lensa utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari sisi ontologis, kajian ini membahas hakikat dan status keberadaan hadis sebagai sumber ajaran Islam yang tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dan dinamis dalam sejarah umat. Secara epistemologis, penelitian ini mengkaji metode, standar, dan validitas pengetahuan hadis dengan menelusuri kekuatan sistem isnād klasik serta menilai relevansinya melalui pendekatan kontemporer seperti historiografi, analisis jaringan periwayat (isnād network analysis), dan pembacaan maqāṣidīyah. Sementara itu, dari aspek aksiologi, pembahasan diarahkan pada nilai, tujuan, dan fungsi etis-sosial hadis dalam kehidupan modern, dengan penekanan pada perlunya reorientasi pemahaman hadis yang selaras dengan maqāṣid al-syarīʿah. Hasil telaah menunjukkan bahwa hadis merupakan entitas multi-dimensional yang mengandung dimensi teks, praksis, dan konteks historis. Epistemologi tradisional ilmu hadis terbukti memiliki sistem verifikasi yang kokoh, namun memerlukan pelengkap berupa kritik historis dan analisis kontekstual agar tetap relevan dalam studi modern. Secara aksiologis, hadis memiliki potensi transformatif yang besar ketika dimaknai secara dinamis untuk menjawab tantangan etis, sosial, dan intelektual umat Islam kontemporer. Dengan demikian, artikel ini menawarkan sintesis metodologis antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan ilmiah modern dalam upaya memperkuat basis epistemologis serta memperluas horizon aksiologis studi hadis.
ILMU HADIS DALAM PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Salwah Suherman; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah Ilmu Hadis melalui tiga dimensi utama dalam filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif tentang hakikat, sumber pengetahuan, serta nilai fungsional ilmu hadis dalam kehidupan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan eksistensi hadis sebagai objek kajian (ontologis), proses perolehan pengetahuan hadis secara ilmiah (epistemologis), serta peran dan manfaatnya dalam kehidupan sosial umat (aksiologis). Metode yang digunakan ialah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui telaah terhadap literatur klasik dan modern mengenai ilmu hadis serta filsafat ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, hadis memiliki posisi fundamental sebagai sumber ajaran Islam yang autentik dan bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Secara epistemologis, validitas hadis dijaga melalui system periwayatan dan kritik sanad-matan yang ketat dan rasional. Sedangkan secara aksiologis, hadis tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga berperan dalam pembinaan moral, dan spiritual umat Islam. Jadi, integrasi antara ketiga dimensi tersebut menjadikan Ilmu Hadis sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya menjaga keautentikan wahyu, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman modern, sekaligus memperkuat posisi ilmu hadis sebagai sistem pengetahuan yang ilmiah, reflektif, dan bernilai praksis. 
METODOLOGI PENYUSUNAN HADIST:Model, Pendekatan dan Implikasinya dalam Studi Islam Nur Astilah Astin; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi Muhammad SAW merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang menjadi pedoman utama umat Islam. Untuk menjaga keaslian dan kemudahan pemahaman, para ulama mengembangkan metodologi penyusunan kitab hadis yang sistematis dan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode deskriptif untuk menguraikan model, cara penyusunan, dan implikasi metodologisnya. Hasil kajian menunjukkan adanya berbagai model penyusunan seperti musnad, musannaf, jami’, sunan, ajza’, mu’jam, mustadrak, mustakhraj, athraf, dan syarah/ta’liq yang disesuaikan dengan tujuan keilmuan masing-masing ulama. Proses penyusunan dilakukan melalui pengumpulan hadis, verifikasi sanad dan matan dengan ilmu jarh wa ta’dil, serta klasifikasi tematik guna menjamin keotentikan dan kredibilitas riwayat. Metodologi ini berimplikasi besar terhadap penguatan ilmu hadis dan pendidikan Islam karena menghasilkan sumber ajaran yang valid, sistematis, dan aplikatif dalam penetapan hukum serta pengamalan nilai-nilai Islam.
Sejarah Perkembangan Hadits Dari Zaman Rasulullah Hingga Saat Ini Saleh, Musyirah; Ilyas, Abustani; Hafid, Erwin
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 1 (2026): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i1.1201

Abstract

Hadith constitutes the second primary source of Islamic teachings after the Qur’an and plays a fundamental role in the formation of Islamic law, theology, and religious practice. The historical development of Hadith unfolded through several distinct periods, each characterized by specific historical and scholarly objectives. This study aims to analyze the correlation between the objectives of each period in the development of Hadith from the era of the Prophet Muhammad (peace be upon him) to the contemporary period and the forms of transmission, codification, and methodological consolidation of Hadith scholarship that emerged therein. This research employs a library research method with a historical-descriptive approach, drawing upon classical and contemporary sources in Hadith studies. The findings indicate that each phase of Hadith development pursued specific and interconnected objectives, collectively forming a solid foundation for the discipline of Hadith studies up to the present day. This study is expected to contribute to the academic discourse by offering a comprehensive understanding of the historical dynamics and underlying purposes of Hadith periodization.
Mengamalkan Ilmu: Integrasi Pengetahuan dan Akhlak dalam Perspektif Islam H, Hartinawanti; Yahya, Muhammad; Ilyas, Abustani
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18360335

Abstract

Knowledge occupies a central position in Islam and serves as a fundamental foundation for the formation of morally upright individuals and civilized societies. However, knowledge is not meant to remain at the level of theoretical understanding; it must be practiced and reflected in daily behavior. This article examines the concept of practicing knowledge from an Islamic perspective, emphasizing the integration of knowledge and moral conduct. Using a library-based research method, this study analyzes relevant verses of the Qur’an, prophetic traditions (hadith), and scholarly perspectives concerning knowledge and its application. The analysis reveals that beneficial knowledge is characterized by its ability to inspire positive behavioral change, cultivate noble character, and contribute to both personal development and social well-being. Knowledge that is not practiced loses its ethical value and fails to achieve its intended purpose. Therefore, the practice of knowledge is a key indicator of meaningful education and plays a crucial role in fostering a moral, responsible, and civilized society.
Sejarah Perkembangan dan Pertumbuhan Hadis dari Masa Nabi Hingga Terbukukannya Kitab Hadis B, Basri; Ilyas, Abustani; Yahya, Muhammad
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18360715

Abstract

Hadith, as the second primary source of Islamic teachings after the Qur’an, has a long and complex history of development. This study examines the historical journey of Hadith from the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him) until the formal compilation of Hadith books. This process includes three important phases: the era of the Prophet and his Companions, characterized by memorization and oral transmission; the era of the Tabi‘in, marked by early efforts of collection and verification; and the period of formal codification, which began in the second century of the Hijri calendar. This research employs a library research method with a historical-descriptive approach to analyze the dynamics of Hadith development. The findings indicate that the development of Hadith was influenced by various internal and external factors, including concerns over the fabrication of Hadith, the need for documentation, and the expansion of Islamic territories. The codification process involved rigorous methodologies, particularly the system of isnad (chain of transmission) and Hadith criticism, which remain the foundation of Hadith scholarship to this day. The conclusion of this study emphasizes that the compilation of Hadith was the result of a gradual process involving contributions from multiple generations of scholars while consistently maintaining the authenticity and accuracy of the transmission of the teachings of the Prophet Muhammad (peace be upon him).
Chickan Slaughter Mechanism In Realizing Halal Product Guarantee (Studi On The Light Lasinrang Chicken Slaughterhouse) Abustani Ilyas; Muhammad Zaifuddin; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): JIEI : Vol.9, No.1, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i1.7935

Abstract

Halalness of a product is a mandatory need for every consumer, especially Muslim consumers. In the international trade system, the issue of certification and marking halalness of products has received good attention in order to provide protection for Muslim consumers around the world as well as as a strategy to face the challenges of globalization. This study aims to find out how the process of slaughtering chickens in the Lasinrang Chicken Slaughterhouse and how the operational process of the Lasinrang Chicken Slaughterhouse in realizing the Halal Assurance System (SJH). The research methods used are qualitative with a femomenological approach, data sources used primary and secondary, methods of collecting interview data, observation, and documentation, data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study found that first, the process of slaughtering animals in the Ayam Lasinrang slaughterhouse is in accordance with the provisions of Shari'a through the method of using a sharp knife, facing the Qibla and always threatening bismillah every time you slaughter a chicken. Second, the Operational Process in realizing the halal assurance system at the chicken slaughterhouse in Lasinrang is still in the process stage because to have Halal certification, it must go through MUI supervision with a training model held by MUI regarding Halal certification to get Halal assurance system certification so that consumers can feel comfortable in buying a chicken cut.
THE EXISTENCE OF HEART IN HADITH REVIEW Assagaf, M. Yusuf; Ilyas, Abustani; Tangngareng, Tasmin; Ahmad, La Ode Ismail
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22867

Abstract

This paper discussed hadith related to the existence of the heart with main topics 1) the quality of the hadith and 2) content. The results of this study indicate that the existence of heart hadith based on the transmission consists of 16 lines (sanad) which are spread in the book of 9 imams (al-kutub al-tis'ah) and narrated in meaning. In addition, 1) the existence of heart hadith has good quality, both in terms of the sanad and matan, and 2) the hadith shows the existence of the heart as a treasury of abstract issues, such as; beliefs, feelings, disbelief, and others. In addition, the liver is an organ that plays a role in giving a command to all body organs to move. This paper is expected to understand the broader community that the heart has a vital role in the excellent condition of the body and human actions, especially to achieve the best level as human beings mentioned in QS al-Hujurat(49:13).
Kritik Sanad dalam Studi Hadist: Teori Jarh wa Ta'dil dan Aplikasinya Raodhatul Fitri; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sanad hadis dengan menelaah penilaian dan kesinambungan para perawi, serta penerapan kaidah al-Jarḥ wa al-Ta'dīl dalam menilai kualitas periwayatan hadis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library study), mengkaji literatur primer berupa kitab-kitab hadis dan literatur sekunder dari buku, jurnal, serta sumber berani yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jarḥ berfungsi menilai kelemahan perawi yang dapat merusak keadilan dan ketelitian hafalannya, sedangkan al-Ta'dīl menegaskan sifat-sifat positif yang memungkinkan periwayatan dapat diterima dan dijadikan hujjah. Penelitian ini juga menemukan adanya syarat dan etika yang harus dipenuhi dalam praktik jarh wa ta'dīl, termasuk kejujuran, pengetahuan mendalam tentang ilmu hadis, dan sikap proporsional dalam menilai perawi. Selain itu, ulama hadis menetapkan tingkatan jarh dan ta'dīl yang mencerminkan variasi kualitas periwayatan, serta prinsip prioritas jarh atas ta'dīl dalam kondisi tertentu untuk memastikan keakuratan riwayat Penelitian ini menegaskan bahwa ilmu jarh wa ta'dīl merupakan instrumen penting dalam menjaga otentisitas teks hadis dan spekulatif para perawi.    
TAKHRIJ AL-HADIS : SEJARAH, METODE, DAN RELEVANSI DALAM STUDI HADIS KONTEMPORER Rezky Awaliah; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Takhrij al-hadis merupakan salah satu disiplin penting dalam studi hadis yang berfungsi untuk menelusuri sumber, sanad, dan kualitas hadis guna memastikan keabsahannya sebagai dasar ajaran Islam. Di tengah perkembangan studi hadis kontemporer dan maraknya penyebaran hadis di ruang digital, kebutuhan terhadap penguasaan metode takhrij menjadi semakin mendesak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan ilmu takhrij al-hadis, menjelaskan macam-macam metode takhrij yang digunakan oleh para ulama, serta menganalisis relevansinya dalam studi hadis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur hadis klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu takhrij berkembang seiring perubahan tradisi keilmuan hadis, melahirkan beragam metode penelusuran hadis yang tetap relevan hingga saat ini. Dalam konteks kontemporer, takhrij tidak hanya berfungsi sebagai metode pencarian hadis, tetapi juga sebagai instrumen verifikasi ilmiah yang penting dalam menjaga validitas hadis di tengah tantangan era digital dan perkembangan kajian keislaman modern.
Co-Authors , Zulfahmi Alwi Ade Darmawan Alang, Sattu Ali Fathurrahman Alimuddin Hasan Palawa Amiruddin Andi Nanda Anisa Annisa Lutfiyah Ansharullah Ansharullah Anwar, Nurfiah Aprianti, Sheila Arfan Arfan Arifai, Samsul Arifuddin Ahmad Asmar, Afidatul Assagaf, M. Yusuf Asykur, Muamar B, Basri Bahri, Alim Budihartono Darnanengsih, Darnanengsih Darussalam, Andi Erwin Hafid Fadel, Muhammad Fatmal, Abd. Bashir H, Hartinawanti H.M Hasibuddin Mahmud Ibrahim Baso, Andi Hadi Ibrahim Kamaruddin Ibrahim, Ummu Fadhilah Imran Idrus, Sulkifli Jamaluddin La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Lubis, Muh. M.Tasbih Mahlani Mahmuddin Malik, Masriwaty Marwah Limpo Muflih Naufal Irfan Muhammad Sabir Muhammad Sabir Maidin Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yasin Muhammad Yusuf Muhammad Zaifuddin Muhammadiyah Amin Nashiruddin Pilo Nashiruddin Pilo Nasir, St. Magfirah Nur Astilah Astin Nurchalis Aziz Nursanti Nurul Hasanah Permata, Srianti Pratama, Ahmad Arkal Putra, Eka Mahendra Puyu, Darsul S. Rahman Rahmawati Muin Raodhatul Fitri Raudatussolihah, Baiq Rezky Awaliah ridwan, hardiyanti Ridwan, Ridwan Rosmawati Sabari Sabari Safriani, Laela Said, Muhammad Fikran Saleh, Musyirah Salwah Suherman Sapinah Sidra, Siti Sitti Aminah St Habibah Sugeng Santoso Suriyanti, Lenni Syaharuddin Syamsinar Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tajibu, Kamaluddin Tasbih Tasbih Tasmin Tangngareng, Tasmin Tenri Leleang, Andi Tonang, Muhammad Touku Umar Usman, Asiqah Wafa, Itmamul Wahyu Nurhalim Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfahmi Alwi Zulfahmi Alwi