p-Index From 2021 - 2026
6.779
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Pembangunan Kabupaten Rokan Hilir Masa Bupati Annas Maamun (2006-2014) Nuraina, Nuraina; Isjoni, Isjoni; Yuliantoro, Yuliantoro
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi perkembangan pembangunan Kabupaten Rokan Hilir selama masa kepemimpinan Bupati H. Annas Maamun (2006–2014). Penelitian ini dilakukan di Bagansiapiapi, ibukota Kabupaten Rokan Hilir, menggunakan metode historis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam pembangunan infrastruktur pemerintahan, pertumbuhan ekonomi daerah, perluasan akses pendidikan, dan penguatan kohesi sosial lintas etnis. Salah satu capaian penting adalah transformasi kawasan Batu Enam menjadi pusat pemerintahan baru yang terintegrasi dan pelestarian budaya lokal melalui Perayaan Bakar Tongkang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap historiografi lokal dan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pembangunan berbasis budaya.
Pengaruh Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving dengan Pendekatan Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pasaribu, Jaza Anil Husna; fajriana, fajriana; Elisyah, Nur; Nuraina, Nuraina; Hidayatsyah, Hidayatsyah
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v5i3.22971

Abstract

Penyebab rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa salah satunya adalah kurangnya penerapan model dan pendekatan pembelajaran yang efektif. Berdasarkan hal tersebut, maka solusi yang diberikan untuk siswa adalah menerapkan model pembelajaran thinking aloud pair problem solving melalui pendekatan berdiferensiasi. Tujuan dilangsungkannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh model pembelajaran thinking aloud pair problem solving dengan pendekatan berdiferensiasi terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini berbentuk kuantitatif yang berjenis eksperimen dengan menggunakan quasi experimental design. Seluruh siswa kelas X MAN Kota Lhokseumawe menjadi populasi dalam penelitian ini, Peneliti menetapkan kelas X-3 sebagai kelompok eksperimen dan X-2 sebagai kelompok kontrol melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang dipakai adalah tes dan non-tes. Tes menggunakan 3 butir soal essay yang memuat kemampuan penalaran matematis dan tes penentuan tipe gaya belajar serta non tes yang dipakai berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa guna mengidentifikasi kesesuaian model pembelajaran dan pengajaran yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai asymp sig (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak sementara H1 diterima. Bisa disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran thinking aloud pair problem solving dengan pendekatan berdiferensiasi terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi persamaan kuadrat.
Pengaruh Strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering (React) Terhadap Kemampuan Numerasi Dan Kemandirian Belajar Peserta Didik tina, agustina wulandari berutu; Nuraina, Nuraina; Mahmuzah, Rifaatul
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v5i3.24012

Abstract

Numerasi dan kemandirian belajar peserta didik yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan model, metode, atau strategi pembelajaran yang kurang tepat dan belum optimal. Salah satu alternatif yang bisa diterapkan demi mengatasi masalah tersebut yaitu strategi pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transfering (REACT). Adapun tujuannya yaitu mengetahui bagaimana strategi REACT mempengaruhi kemampuan numerasi dan kemandirian belajar di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa. Riset ini menggunakan metode kuantitatif, menggunakan jenis quasi-exsperiment dan memakai nonequivalent control group design. Setiap peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa adalah subjek riset ini. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Data dihimpunkan dengan alat tes dan non-tes. Analisis dilaksanakan dengan menerapkan tes mann-whitney dan independent sample t-test berbantuan software SPSS versi 25. Berdasarkan perolehan uji hipotesis, kemampuan numerasi peserta didik yang dianalisis dengan uji mann–whitney mengindikasikan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,015<???? (0,05), sehingga  diterima dan  ditolak. Adapun kemandirian belajar peserta didik yang diuji menggunakan independent sample t-test mengindikasikan nilai Sig. (2-tailed) sebanyak 0,011<???? (0,05), sehingga  disetujui dan  ditolak. perolehan ini menandakan bahwa strategi REACT memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan numerasi maupun kemandirian belajar peserta didik.
Optimalisasi Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa dengan Pemanfaatan Renderforest.com Nuraina, Nuraina; Rohantizani, Rohantizani; Hayati, Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v5i2.5558

Abstract

Digital literacy is an essential skill that students must possess to navigate the challenges of the digital era. It encompasses the ability to utilize technology to support learning, work, and creative activities. However, several studies indicate that many students still face limitations in the digital literacy skills required to participate optimally in today’s world. This Community Service Program was designed to enhance students’ digital literacy by providing training on the use of Renderforest.com, an online platform offering services for creating animated videos, graphic designs, and digital marketing materials. The participants consisted of 30 seventh-semester students from the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Malikussaleh. This training was conducted over two days with a total duration of 4 hours per day. The implementation methods included delivering instructional materials, hands-on practice in creating accounts and exploring Renderforest.com’s features, group discussions, and evaluation of the digital products produced by the students. The results show that 90% of the students successfully mastered Renderforest.com’s basic features, 88% demonstrated high motivation and enthusiasm, and 85% gained an understanding of the importance of digital literacy for supporting their learning and career readiness. In conclusion, the training proved effective in improving students’ digital literacy skills while equipping them with competencies that are highly relevant to the demands of the current digital age.
Peningkatan Hasil Belajar Tematik Subtema Tugasku Sehari-Hari Di Rumah Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A MATCH Nuraina, Nuraina
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 1 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i1.24

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar siswa kelas II SDN 001 Gema pada pembelajaran 3 subtema tugasku sehari-hari di Rumah. Berdasarkan hasil kegiatan pra siklus, dari 26 siswa, hanya 12 siswa ysng tuntas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 11 siswa pada mata pelajaran Matematika. Metode yang peneliti gunakan pada penelitian tindakan kelas ini adalah model kurt lewin yang didalamnya terdapat 4 (empat) tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 001 Gema yang terdiri dari 26 siswa. Pengambilan data dilakukan peneliti melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Pada hasil observasi aktivitas guru pada siklus I yaitu 72,52, dan meningkat menjadi 90,32 pada siklus II. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 70,83, dan meningkat menjadi 91,7 pada siklus II. 2) Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia pada pra siklus sebesar 63,7 dengan prosentase 46,15%, pada siklus I menjadi 72,7, dengan prosentase 69,23%, dan meningkat menjadi 77, dengan prosentase 80,8% pada siklus II. Pada mata pelajaran matematika juga mengalami peningkatan yakni pada pra siklus sebesar 64,1, dengan prosentase 42,30%, pada siklus I menjadi 69,5 dengan prosentase 57,7%, dan meningkat menjadi 77, dengan prosentase 80,76% Pada siklus II.
OPTIMALISASI TAMAN BACA GAMPONG BUKU PAGA DALAM UPAYA MENGGALAKKAN GERAKAN LITERASI MASYARAKAT DI DESA PAYA GABOH Nuraina, Nuraina; Marhami, Marhami; Alvina, Sirry; Imanda, Riska; Faradhillah, Faradhillah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i2.1334

Abstract

Sebelum Covid-19 Warga Desa Paya Gaboh memiliki kegiatan harian seperti pengajian bagi anak-anak, pemuda-pemudi dan ibu/bapak, kegiatan olahraga seperti sepakbola, bolavolly dan lain-lain. Pada masa pandemi seperti sekarang ini kegiatan-kegiatan tersebut sedikit dibatasi, sehingga disela-sela aktivitas, masih terdapat beberapa warga yang kurang memanfaatkan waktu, hal ini terlihat banyaknya anak-anak yang hanya duduk-duduk di balai dan di warung-warung dengan bermain HP. Selain itu di Desa Paya Gaboh belum memiliki sebuah pustaka atau ruang yang berisi kumpulan buku-buku yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membaca sebagai upaya membentuk wawasan yang luas dan memanfaatkan waktu luang dengan hal yang bermanfaat, untuk itu diperlukan taman/ruang baca gampong dalam upaya menggalakkan gerakan literasi msyarakat di desa tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari 5 tahap, yaitu: Tahapan pertama, melakukan pendekatan masyarakat; Tahap kedua, malakukan pengambilan data awal; Tahap tiga, melakukan identifikasi masalah; Tahap keempat, melakukan analisa dari setiap masalah; Tahap terakhir, menentukan solusi. Solusinya adalah membentuk sebuah taman baca gampong. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian ini yaitu Taman Baca Gampong Buku Paga. Adapun hasil evaluasi diperoleh presentase rata-rata diatas 85% peritemnya, menunjukkan bahwa program taman baca dapat digunakan dengan baik. Kemudian tentang minat baca diperoleh presentase diatas 86% peritemnya, itu menunjukkan bahwa minat baca masyarakat bagus. Dan yang terakhir mengenai parstisipasi masyarakat mendapat presentase rata-rata diatas 92% peritemnya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat senang dan antusias sehingga banyak yang ikut berpartisipasi dalam taman baca tersebut. Dengan demikian taman baca yang telah dibuat dalam kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi masyarakat gampong Payah Gaboh
Edukasi Kesehatan Dalam Pemanfaatan Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Pencegah dan Pengobatan Penyakit Hati di Kelurahan Air Putih Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Al Fadhilah, Shafira; Wulan, Nimas; Zulfajri, Zulfajri; Fahriza, Mela; Marli, Nofrita; Nuraina, Nuraina; Syaputri, Rezy; Ramadhani, Ayu Indah; Sari, Seftika; Susanti, Emma; Octavia, Richa
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.394

Abstract

The liver is an organ that plays many roles in the body's metabolism. These include macronutrient metabolism, blood volume regulation, immune system support, lipid and cholesterol homeostasis, and breakdown of xenobiotic compounds, including various drugs. Hepatitis is one of the many diseases that is a major world health threat. One of the plants used to prevent and treat hepatitis is turmeric (Curcuma domestica Val) whose main content is curcumin. The Community Service Activities will be carried out on April 08 2023 at Air Putih Village, Tuah Madani District, Pekanbau City, Riau Province. The aim of this community service is to increase public understanding and awareness about the treatment and prevention of liver disease by using herbal plants and to see the level of public knowledge about diseases that attack the liver so it is hoped that this community service can improve the level of public health which will certainly help reduce the number of sufferers. liver disease. From the results of this service activity, it can be seen that the level of knowledge of each individual is different. The number of respondents obtained was 50 respondents, and the results showed that the majority had a good level of knowledge about liver disease after counseling and providing education with leaflets.
Pengaruh Kompetensi Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa: Sebuah Studi Literature Dalimunthe, Raudah Zaimah Dalimunthe; Nuraina, Nuraina; Sabrina, Dea Naura; Khairunnisa, Ratu Makhdah; Djajaningrat, Panglima; Almakarim, Muhammad Fauzan; Iqbal, Khoirul Iqbal; Izza, Dzaky Fahiqul
Diversity Guidance and Counseling Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Diversity 2024
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam membentuk perkembangan individu dan peradaban. Motivasi belajar siswa menjadi salah satu elemen krusial dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dalam pengambilan informasi-informasi yang didapat dan yang akan dibahas, pendekatan ini juga digunakan untuk menganalisis dan merangkum informasi dari temuan yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kompetensi guru, gaya mengajar, dan motivasi belajar siswa. Dalam konteks pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator yang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung motivasi belajar siswa. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, seperti kompetensi guru dan metode pengajaran yang diterapkan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kompetensi guru yang tinggi dan variasi gaya mengajar yang diterapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, lingkungan kelas yang kondusif dan suasana pembelajaran yang menyenangkan juga berkontribusi terhadap meningkatnya motivasi siswa. Dengan keterampilan mengajar yang tepat, guru dapat merangsang minat dan usaha siswa untuk belajar. Oleh karena itu, kompetensi guru dan gaya mengajar yang efektif sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajar mereka.
Influence of Personal Hygiene on Stunting Occurrence Nuraina, Nuraina; Malia, Anna; Raudhati, Sri
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v10i1.7363

Abstract

Stunting is a significant problem that Indonesia must overcome to produce an excellent cognitive and physical development generation. Stunting is a problem in Bireuen Regency, Indonesia, and must be managed because it has long-term impacts on the future generation. According to data from the World Health Organization (WHO), in 2017, Indonesia had the third-highest stunting prevalence rate globally, at 32.6%. Even though the stunting prevalence rate in Indonesia decreased from 37.2% in 2013 to 27.7% in 2018, it is still far from the WHO target of not exceeding 20%. Therefore, the government is making efforts to rates s rate e reduce the prevalence of stunting in Indonesia by issuing The Regulation of the Republic of Indonesia’s President Number 72 the Year 2021 about the acceleration of stunting decrease. Based on the result of a nutrition case study of Indonesia in 2021, Aceh’s stunting rate reached 33,18% until it was included among the seven provinces with the highest stunting cases in Indonesia. One of the regencies in Aceh Province that needs immediate solutions to solve stunting is Bireuen Regency. The purpose of this research was to find out the influence of personal hygiene on stunting occurrence. The study used an analytical, quantitative method with a cross-sectional approach. This method aims to analyse the impact of personal hygiene on stunting occurrence in Pandrah Sub District Bireuen Regency. The sample selection technique in this research was the entire population, namely 62 people. Based on the research conducted in Pandrah Sub District, Bireuen Regency, the research results showed that personal hygiene had a significant influence on stunting occurrence, with a p-value of 0.001 (which is less than the significance level of 0.05). It could be concluded that personal hygiene significantly influences stunting occurrence. 
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PADA TELAAH SOAL SERTA PENGERJAANNYA WINARTO, BAMBANG; NURAINA, NURAINA; DAMAYANTI, NIA WAHYU; WIWI, YENITA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i3.3130

Abstract

Students' misconceptions pose a significant challenge to secondary school learning. Misconceptions are an inaccurate understanding of a scientific concept. Various factors often contribute to this phenomenon, such as the teacher's delivery of the material, the use of learning resources, and students' initial understanding, shaped by everyday experiences that may not align with scientific concepts. The type of research is qualitative research. This research involved seven junior high school students from class VIII. We used written tests and interviews as data collection techniques. The instrument used in this research was the students' misconception test questions. The data collected in this research is student misconception data obtained when students work on questions. The research utilizes mathematical questions related to number patterns as its tools. The analysis of student misconceptions focuses on examining the students' comprehension of the questions and the outcomes of their assignments. The results of the research show that there are misconceptions that occur among students regarding the fifth pattern image. These misconceptions include classificational misconceptions, then there are misconceptions regarding completing tables on apple trees and durian trees. These misconceptions include correlational misconceptions, as well as misconceptions regarding how to complete tables on apple trees and durian trees. One type of correlational and theoretical misconception is the belief that the number of apple trees equals the number of durian trees based on the value of n. Misconceptions among students about trees tend to increase as the number of apple trees and durian trees increases. These misconceptions encompass both theoretical and correlational aspects. The causes of misconceptions that occur in students can come from teachers and from students themselves. ABSTRAKPembelajaran di tingkat sekolah menengah seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah miskonsepsi yang dimiliki oleh siswa. Miskonsepsi merupakan pemahaman yang kurang tepat terhadap suatu konsep ilmiah. Fenomena ini sering kali terjadi karena berbagai faktor, termasuk cara penyampaian materi oleh guru, sumber belajar yang digunakan, dan pemahaman awal siswa yang terbentuk dari pengalaman sehari-hari yang tidak selalu sesuai dengan konsep ilmiah. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII, yang diambil 7 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis, dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes miskonsepsi siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data miskonsepsi siswa yang diperoleh pada saat siswa mengerjakan soal. Soal yang digunakan sebagai instrumen penelitian ini adalah soal matematika tentang pola bilangan. Fokus análisis miskonsepsi siswa pada hasil telaah pemahaman soal oleh siswa dan hasil pekerjaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi yang terjadi pada siswa mengenai gambar pola kelima, miskonsepsi ini termasuk jenis miskonsepsi klasifikasional, kemudian miskonsepsi mengenai melengkapi tabel pada pohon apel dan pohon durian, miskonsepsi ini termasuk jenis miskonsepsi korelasional, serta miskonsepsi mengenai cara untuk melengkapi tabel dari pohon apel dan pohon durian, miskonsepsi ini termasuk jenis miskonsepsi korelasional dan teoritikal. Miskonsepsi mengenai nilai n untuk mengetahui banyak pohon apel sama dengan banyak pohon durian, miskonsepsi ini termasuk jenis miskonsepsi korelasional dan teoritikal. Miskonsepsi siswa mengenai pohon yang lebih meningkat antara pohon apel dan pohon durian, miskonsepsi ini termasuk jenis miskonsepsi teoritikal dan korelasional. Penyebab miskonsepsi yang terjadi pada siswa dapat berasal dari guru serta dari siswa itu sendiri.
Co-Authors Aklimawati Aklimawati, Aklimawati Al Fadhilah, Shafira Almakarim, Muhammad Fauzan Alvina, Sirry Andari, Lala Anil Husna, Jaza Asyari, Annisa Ayu Purnamawati, Santi Dalimunthe, Raudah Zaimah Dalimunthe Dewi Dewantara, Dewi Djajaningrat, Panglima Edi Syahputra Edy Surya Eri Saputra Evi Damayanti, Evi Fahriza, Mela Fajriana, Fajriana Fakhrah Fakhrah, Fakhrah Faradhillah, Faradhillah Febrianti, Fadila Fitri Ayu Ningtiyas, Fitri Ayu Haryono, Wasis Hayati, Rahmi Hayatun Nufus Herizal Herizal Hidayatsyah Hidayatsyah Ikawati, Any Imanda, Riska Iqbal, Khoirul Iqbal Isfayani, Erna Isjoni Isjoni Izza, Dzaky Fahiqul Jumadi Jumadi Khairunnisa, Ratu Makhdah Kinanti, Wandira Krisna Rendi Awalludin Listiana, Yeni Malia, Anna Manurung, Fatimah Marhami, Marhami Marli, Nofrita Mastuang Mastuang Mega Fatimah Rosana Muhammad Dalimunthe Muliana, Muliana Muliana, Muliana Muliana, Sadriaton Mulianti, Deni Mursalin . Muslih Fathurrahman Mutia Fonna Mutia, Cut Winni nanang nanang Nazirah, Filzah Novia Novia Nur Elisyah Nur Fadhilah Nurjanah, Sofiana Nurjannah Nurjannah Nurul Afni Sinaga Octavia, Richa Oktaviani, Vera Pane, Nurul Hajizah Panjaitan, Erwin Setiawan Pasaribu, Jaza Anil Husna Perani Rosyani Purnamawati, Santi Ayu R, Rohantizani Rahayu, Zahara Rahmatillah, Rahmatillah Rahmi Hayati Rahmi, Ainun Ramadhani, Ayu Indah Ratna Unaida, Ratna Raudhati, Sri Rifaatul Mahmuzah Rohantizani, Rohantizani Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Sabrina, Dea Naura Saiyah Awaliyah Sarah, Kamai Sari, Dwhy Dinda Siraj Siraj SITI MARYAM Sondang Manurung Sopiyan Apandi Suryani Hawa, Muzaifa Syamsul Bahri Syaputri, Rezy tina, agustina wulandari berutu Tina, Pisah Utari, Khaliza Winarto, Bambang WIWI, YENITA Wulan, Nimas Wulandari Wulandari Yasmin, Aina Yuliantoro, Yuliantoro Yundari, Yundari Yusra, Yusra z, rohantizani