Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 5 SD NEGERI 1 MUSI Made Suriadi; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas 5 SD Negeri 1 Musi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain dua siklus, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pre-test dan post-test), observasi keterlibatan siswa, serta angket respons siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengukur peningkatan skor pre-test dan post-test, serta analisis kualitatif untuk menilai keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keaktifan siswa, dari 62% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II. Selain itu, tingkat ketuntasan hasil belajar meningkat dari 63% menjadi 83%, menegaskan bahwa metode ini berkontribusi terhadap pemahaman konsep secara lebih mendalam. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning dapat menjadi pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan mendorong pemahaman konseptual yang lebih kuat dalam pembelajaran IPA.
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta Dengan Pendekatan Deep Learning Di Adi Widyalaya Rsi Markandeya I Ketut Suparya; Komang Wisnu Budi Wijaya; Gede Agus Jaya Negara; I Wayan Wira Dharma
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.416

Abstract

Pendidikan agama Hindu menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ajaran dharma dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Salah satu inovasi adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, serta relevan dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha. Namun, hasil observasi di Adi Widyalaya Rsi Markandya Taro Gianyar menunjukkan rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Cinta (10%) dan Deep Learning (20%), serta belum adanya perangkat ajar berbasis kedua konsep tersebut. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru, 100% mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil membuat media digital, serta terjadi peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan terjadi peningkatan hasil beajar siswa. Program ini telah berhasil menghasilkan model perangkat ajar berbasis kurikulum cinta perspektif Hindu dengan pendekatan deep learning yang mampu mendukung transformasi pendidikan agama Hindu yang kontekstual dan berkelanjutan.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran IPAS Berbasis Buku Cerita Bergambar Bermuatan Prinsip Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar I Gde Andika Yudha Pradana; I Made Ari Winangun; I Ketut Suparya
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.5248

Abstract

Learning Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools requires deep and contextual conceptual understanding. However, classroom practices remain dominated by teacher-centered approaches and conventional learning media, which contribute to low student learning outcomes. This study aims to analyze the needs for developing IPAS learning media in the form of illustrated storybooks integrated with deep learning principles. The study employed a research and development approach focusing on the needs analysis stage and used a descriptive method combining qualitative and quantitative data. The research subjects were fourth-grade teachers and students from six elementary schools in Cluster 7, Tabanan District. Data were collected through classroom observations, teacher interviews, student questionnaires on learning media needs, and document analysis of student learning outcomes. The results show that IPAS instruction is still dominated by lecture-based methods with limited use of visual and contextual media. Quantitatively, only 32% of students achieved the Minimum Learning Achievement Criteria, with an average score of 61.7, particularly indicating difficulties in tasks requiring conceptual understanding and contextual application. Both teachers and students expressed a strong need for visually rich and contextual story-based learning media that are easy to use and relevant to students’ daily lives. These findings position needs analysis as a critical empirical foundation for developing IPAS learning media in the form of illustrated storybooks integrated with deep learning principles, an area that has received limited attention in previous studies. Therefore, the development of such media is considered a crucial pedagogical step to support more meaningful, reflective, and student-centered IPAS learning in elementary schools.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Suplemen Menulis Deskriptif Berbasis Observasi Lingkungan Pada Siswa Sekolah Dasar Luh Ketut Ari Utami; I Ketut Suparya; Ni Nyoman Lisna Handayani
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.5254

Abstract

This study aims to analyze the need for developing a supplementary book for descriptive writing based on environmental observation for elementary school students. The problem underlying this study is the low quality of students’ descriptive writing, particularly in terms of content development, text organization, and the use of concrete descriptive vocabulary. This research employed a research and development approach with a focus on the needs analysis and preliminary study stage. The study was conducted with sixth-grade students from an elementary school cluster in Tabanan District, involving 72 students and 4 classroom teachers. Data were collected through document analysis of students’ written work, classroom observations, teacher interviews, and a student needs analysis questionnaire. The findings indicate that most students have not achieved mastery in content and language aspects, while descriptive writing instruction in the classroom is still dominated by textbook-based approaches without systematic environmental observation activities. In addition, both teachers and students expressed the need for supplementary teaching materials that can guide the writing process in a structured and contextual manner. The scientific contribution of this study lies in positioning needs analysis as an empirical foundation for designing a descriptive writing supplementary book grounded in the local environmental context and aligned with experience-based learning principles within the Merdeka Curriculum framework.
Pengembangan E-Book Berbasis Tri Hita Karana Pada Materi Bumiku Sayang Bumiku Malang Mata Pelajaran IPAS Kelas V Sekolah Dasar Kadek Cindya Dina Putri; I Ketut Suparya; Ni Nyoman Kurnia Wati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.940

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran IPAS yang belum mampu mengintegrasikan nilai-nilai Tri Hita Karana sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih kontekstual dan inovatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Book berbasis Tri Hita Karana bagi peserta didik kelas V sekolah dasar serta menganalisis tingkat validitas dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model 4D meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta angket kepraktisan guru dan peserta didik. Analisis data menggunakan indeks Aiken's V untuk mengukur validitas dan analisis persentase untuk mengukur kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Book yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase sebesar 99,33% dari guru dan 98,77% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa E-Book berbasis Tri Hita Karana layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS di sekolah dasar serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual melalui pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal.
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SAWAN I Ketut Suparya; I G Agung Jaya Suryawan; Made Adi Nugraha Tristaningrat; Kadek Hengki Primayana; Putu Yulia Angga Dewi; Ni Nyoman Kurnia Wati; Komang Trisna Mahartini; Nyoman Pancaria; I Gede Arya Wiradnyana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6562

Abstract

Kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun demikian, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan masih mengalami kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang disusun umumnya masih berfokus pada penyampaian materi dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan yang berasal dari 45 sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 di SD No. 4 Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop, diskusi interaktif, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta pendampingan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan aktivitas pembelajaran kontekstual, dan menyusun asesmen autentik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Selain itu, respon peserta terhadap kegiatan sangat positif yang ditunjukkan melalui tingginya tingkat partisipasi, kepuasan, serta meningkatnya motivasi guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Pengembangan Media Web Google Sites Berbasis Flipped Classroom dengan Konteks Kearifan Lokal Bali untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Sekolah Dasar I Kadek Wira Ariawan; I Ketut Suparya; Ni Nyoman Lisna Handayani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4038

Abstract

Berangkat dari tantangan rendahnya hasil belajar IPAS dan kurang optimalnya pemanfaatan pembelajaran digital kontekstual di sekolah dasar, penelitian ini menjadi penting untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Selain itu, integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran masih belum dimaksimalkan sebagai sumber belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Web Google Sites berbasis Flipped Classroom dengan konteks Kearifan Lokal Bali guna meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi Harmoni dalam Ekosistem bagi peserta didik kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling, dengan subjek penelitian melibatkan 168 peserta didik kelas V dari enam sekolah dasar di Gugus I Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner validasi, uji kepraktisan, serta pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh rata-rata skor validasi sebesar 87,22% (kategori sangat baik) berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Uji kepraktisan memperoleh rata-rata 90,22% (kategori sangat baik) berdasarkan respons guru dan peserta didik. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar dari 52,14 pada pretest menjadi 81,67 pada posttest. Berdasarkan perhitungan N-gain, diperoleh nilai sebesar 0,62 yang termasuk dalam kategori sedang, yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Selain itu, uji-t berkorelasi menghasilkan nilai t = 31,74 dengan p = 0,000 (p < 0,05) dan hasil perhitungan effect size diperoleh sebesar  2,45 menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap peningkatan hasil belajar IPAS. Dengan demikian, media Web Google Sites berbasis Flipped Classroom dengan konteks Kearifan Lokal Bali layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran digital yang efektif dan bermakna di sekolah dasar.
Co-Authors A. A. Pt. Suari Adi Nugraha Tristaningrat, Made Ari Winangun, I Made Ariyana, Komang Sesara Arya Wiradnyana, I Gede Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah Asri, I G A Agung Sri Bagus Bayu Budiarsa Candra Prastya Dewi, Ni Putu Desak Kade Puspita Dewi Dharma, I Wayan Wira Eka Sastrika Ayu, Putu Gede Agus Jaya Negara Gusti Ayu Made Ariwimarsi Gusti Ayu Putu Alit Wistari Gusti Ngurah Arya Yudaparmita Heny Nirmayani, Luh I Dewa Ayu Agung Paramitha I G Agung Jaya Suryawan I Gde Andika Yudha Pradana I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Agus Mahardika I Gede Arya Wiradnyana I Gede Arya Wiradnyana I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Nyoman Sutiawan I Gede Rika Suardita I Gede Yuda Permana I Gusti Putu Sudiarsana I Kadek Mertayasa I Kadek Sutrisna I Kadek Wira Ariawan I Ketut Dipayana I Ketut Dipayana I Ketut Ngurah Ardiawan I Ketut Ngurah Ardiawan I Komang Edi Santosa I Komang Surantika I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Adi Nugraha Tristaningrat I Made Ari Winangun I Made Ari Winangun I Made Ari Winangun I Made Ariasa Giri I Made Putrayasa I Made Sedana I Made Suweta I Made Yoga Parwata I Nengah Juliawan I Nengah Suastika I Nyoman Ariyoga I Nyoman Budiarsana I Putu Dede Mahendra I Putu Oktap Indrawan I Putu Suardipa I Wayan Darmayoga I Wayan Eka Mahardika I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra I Wayan Wira Dharma Ida Arsani Dewi, Putu Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Cindya Dina Putri Kadek Devi Kariani Kadek Hengki Primayana Kadek Hengki Primayana . Kadek Joni Lesmana Putra Ketut Sudiatmika Komang Agus Budhi Arya Pramana Komang Puteri Yadnya Diari Komang Suparmini Komang Suparmini Komang Suryaninsih Komang Trisna Mahartini Komang Trisna Mahartini Kurniawati, Ni Nyoman Luh Desy Widyantari Luh Ketut Ari Utami Luh Ketut Ari Utami Luh Putu Sherly Arima Devi Luh Putu Surya Dewi Luh Suartini Made Adi Nugraha Tristaningrat Made Ari Susmilawati Made Suardika Jaya Made Suriadi Made Sutawan Made Sutrisna Maha Terianita Made Wiradana Made Yanthi Sudarmi Maryani, Ni Komang Ana Nana Samvara Negara, Gede Agus Jaya Ni Kadek Ari Sugiani Ni Kadek Ayu Dewi Sukartini Ni Kadek Ayu Winiati Ni Komang Sri Polih Ni Komang Sri Polih Ni Komang Sri Wahyu Tistari Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Luh Gede Suryatini Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Kade Dwi Aryani Ni Luh Putu Karina Dewi Ni Luh Putu Nurtini Ni Luh Safna Dewi Ni Made Ari Purwati Ni Made Dwijayanti Ni Made Yuliartini Ni Ny. Sri Suryadnyani Ni Nyoman Dian Trisna Dewi Ni Nyoman Kurnia Wati Ni Nyoman Kurnia Wati Ni Nyoman Lisna Handayani Ni Putu Candra Prastya Dewi Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Putu Widiastuti Ni Wayan Erni Sukanti Ni Wayan Juli Artini Ni Wayan Novitayanti Ni Wayan Ratnadi Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Sani Artini Ni Wayan Suniasih Nyoman Pancaria Pancaria, I Nyoman Putu Ayu Widiari Suseni Putu Epita Sari Putu Sanjaya Putu Sanjaya Putu Sanjaya Putu Subawa Putu Yuli Krisniati Putu Yulia Angga Dewi Risaldy, Kadek Amertha Rustiawan, Gede Saifudin Zuhri Sanjaya, Putu Sastrawan, Gede Yudik Subawa I Putu Subawa, I Putu Subawa, Putu Surya Adnyana, Komang Tampayana, I Putu Tancredy Ari Saputra Uina Pertiwi Wahyu Wiguna, I Komang Wartayasa, I Ketut Wena Putu Wena, Putu Widiastini, Komang Nita Wiratama, Kadek Agus Yeni Angumasanita kusumawati Yulia Angga Dewi, Putu