Kurikulum Cinta hadir sebagai inovasi pembelajaran yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, yang sejalan dengan filosofi Agama Hindu. Minimnya integrasi kurikulum cinta dan deep learning dalam praktik pembelajaran mencerminkan kesenjangan antara idealitas kurikulum dengan realitas di kelas. Observasi di Utama Widyalaya Astika Dharma menunjukkan ketiadaan perangkat pembelajaran berbasis kedua konsep tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta yang terintegrasi dengan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha melalui pendekatan deep learning. Program pengabdian ini menerapkan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: 100% guru mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil mengembangkan media digital, partisipasi siswa meningkat dari 60% menjadi 88%, dan hasil belajar meningkat dari 64 menjadi 82. Program ini berhasil menghasilkan model perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta perspektif Hindu dengan pendekatan deep learning yang mendukung transformasi pendidikan agama Hindu secara kontekstual dan berkelanjutan