Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH PADA ANAK-ANAK DI MADRASAH IBTIDAYAH NEGERI 2 PESAWARAN TAHUN 2023 Fitri Ekasari; Wayan Aryawati; Lolita Sary; Marisa Marisa; Rohman Taufik
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.681-690

Abstract

Salah satu masalah Indonesia adalah krisis sampah. Masalah sampah ini kini juga menjadi masalah bagi masyarakat dunia. Indonesia berada di urutan kedua setelah China yang menghasilkan 197,2 juta ton sampah plastik di perairan. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan plastik kini telah mencapai proporsi yang mengkhawatirkan. Menurut data tahun 2018 saja, produksi plastik mencapai 380 juta ton. Dari tahun 1950 hingga 2018, 6,3 miliar ton plastik diproduksi di seluruh dunia. Dengan populasi global yang mengonsumsi sekitar satu juta kantong plastik per detik, masalah lingkungan tentang jumlah limbah yang dihasilkan manusia menjadi perhatian utama. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendidik anak-anak tentang pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah pre-test, presentasi, diskusi dan tanya jawab, serta post-test. Sasarannya adalah siswa MIN 2 dari Pesawara. Berdasarkan hasil uji korelasi, atau hubungan antara dua buah informasi, atau hubungan antara variabel sikap sebelum pengujian dan variabel sesudah pengujian. Berdasarkan output di atas diketahui koefisien korelasi (korelasi) variabel kontrol sebesar 0,00 dan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,00. Karena nilai Sig 0,00 > probabilitas 0,05, maka dapat dikatakan tidak ada hubungan antara variabel sikap pretest dengan variabel sikap posttest. Kemudian uji korelasi menunjukkan bahwa koefisien korelasi (korelasi) sebesar -0,238 dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,139. Karena nilai Sig 0,139 > probabilitas 0,05, maka dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara variabel data pretest dengan variabel posttest.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 12 Bulan di Masa Pandemi Covid-19 Siti Lis Jarsiyah; Christin Angelina Febriani; Wayan Aryawati
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas (Inpress)
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss1.1316

Abstract

Complete basic immunization consists of 1 dose of hepatitis B, 1 dose of BCG, 3 doses of DPT-HB-Hib, 4 doses of polio drop, and 1 dose of measles. The target for complete basic immunization in 2019 is 93% with a complete basic immunization achievement of 57.9%. The impact of not getting complete immunization is the incidence of morbidity and mortality due to tuberculosis, poliomyelitis, measles, hepatitis B, diphtheria pertussis, and tetanus neonatorum. This study aims to find out factors that affect the completeness of basic immunization for infants aged 12 months old during the COVID-19 pandemic in the Gunung Sari Health Center Work Area, Way Khilau District in 2022. This research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had infants aged 12 months old in the working area of ​​the Gunung Sari Health Center. The sample in this study were 81 peoples. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis was analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The results of this study indicate that there was a relationship between maternal age (p = 0.000), education (p = 0.000), knowledge (p = 0.001), family support (p = 0.003), and support from health workers (p = 0.042) with the completeness of basic immunization for infants aged 12 months old during the Covid-19 pandemic. The most dominant factor in influencing the completeness of basic immunization in infants aged 12 months old was the knowledge variable. Suggested for mothers can be more active in seeking information about basic immunizations that should be given to children so that no more children have incomplete immunization status.
PENYULUHAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PANTI ASUHAN PEDULI HARAPAN BANGSA Wayan Aryawati; Fiqri Ardiansyah Romadon; Bernadeta Ramah Antika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.864-868

Abstract

 Kalangan umum berpendapat bahwa determinan utama dari derajat kesehatan masyarakat tersebut selain lingkungan adalah perilaku masyarakat. PHBS merupakan salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan merupakan salah satu cara untuk dapat mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan. Panti asuhan adalah lembaga kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial untuk anak-anak terlantar dengan melakukan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua atau wali untuk mereka. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian edukasi berupa penyuluhan/ceramah dan Tanya jawab berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari warga panti asuhan peduli harapan bangsa. Hasil survei yang dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan pengurus panti asuhan masih banyak anggota panti asuhan yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat karena masih kurangnya pengetahuan juga kesadaran tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Terdapat peningkatan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait PHBS di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa. 
Analisis faktor yang berhubungan dengan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Yusuf Firmansyah; Wayan Aryawati; Dhiny Easter Yanti; Dessy Hermawan; Karbito Karbito
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9893

Abstract

Background: Nutritional status was one of the determinants of the health development, WHO predicts 40% of pregnant women worldwide suffer from anemia, the proportion of anemia in pregnant women in Indonesia is 48.9%, in Lampung Province is 37.1%, in West Coast District is 21 % and in Bengkunat Health Center by 18%. the proportion of anemia in pregnant women in Indonesia increased from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018.Purpose: To analyze factors related to the nutritional status of pregnant women based on measurements of Hb levels in the working area of Bengkunat Primary Health Care in Pesisir Barat District year 2022.Method: This type of research was quantitative with a cross-sectional design, a population of 515 pregnant women in the 1st and 2nd trimesters and a sample of 225 pregnant women using quota sampling technique, then analyzed by chi square and logistic regression.Results: The study found a varied and nutritionally balanced diet (p value=0.000 and OR=4.4), intake of foods rich in iron sources (p value=0.015 and OR=2.4), repeated pregnancies in a short time (p-value = 0.004 and OR = 3.1), education (p-value = 0.013), adherence to taking iron tablets (p-value = 0.000 and OR = 3.2) with the nutritional status of pregnant women. The variable most related to the nutritional status of pregnant women was adherence to taking iron tablets (OR 3.0), followed by a varied and nutritionally balanced diet (OR 2.7), repeated pregnancies in a short time (OR 2.2), and education with (OR 2.1) influence on the nutritional status of pregnant women.Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of pregnant women based on the measurement of Hb levels. Pregnant women who do not adhere to taking iron tablets have a risk of experiencing anemia 3 times higher than pregnant women who adhere to taking iron tablets.Suggestion: to the UPTD head of the Bengkunat Health Center to create a nutritional literacy program for pregnant women, especially adherence to taking blood-boosting tablets, empowering husbands and families as supervisors for taking blood-boosting tablets and using reminders on personal cellphones to increase medication adherence, launching a fish-eating movement for pregnant women and competitions for counseling for cadres to deliver health nutrition messages on medication adherence in an effort to prevent anemia in pregnancy.Keywords: Nutritional Status; Anemia; Pregnant womenPendahuluan: Status gizi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan,  WHO memprediksi 40% wanita hamil di seluruh dunia menderita Anemia, proporsi anemia di Indonesia sebesar 48,9%, di Propinsi Lampung 29,1%, di Kabupaten Pesisir Barat sebesar 21%  di UPTD Puskesmas Bengkunat sebesar 18%. Proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018.Tujuan: Dianalisisnya faktor yang berhubungan dengan  status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb di wilayah kerja UPTD Puskesmas  Bengkunat  Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi 515 ibu hamil pada trimester 1 dan 2 dan sampel 225 ibu hamil dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling, lalu dianalisis dengan analisis bivariate dengan chi square dan multivariate dengan regresi logistik.Hasil: Didapatkan pola makan beragam dan bergizi seimbang (p value=0,000 dan OR=4,4), asupan makanan kaya sumber zat besi (p value=0,015 dan OR=2,4), kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (p value=0,004 dan OR=3,1), pendidikan (p value=0,013), kepatuhan minum tablet tambah darah (p value=0,000 dan OR=3,2) dengan status gizi ibu hamil.  Variabel yang paling berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah kepatuhan minum tablet tambah darah  (OR 3,0), disusul oleh pola makan beragam dan bergizi seimbang (OR 2,7),  Kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (OR 2,2) dan pendidikan dengan (OR 2,1) berpengaruh pada status gizi ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb. Ibu hamil yang tidak patuh minum tablet tambah darah memiliki risiko mengalami anemia 3 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang patuh minum obat tablet tambah darah.Saran: kepada kepala UPTD Puskesmas Bengkunat untuk membuat program literasi gizi ibu hamil khususnya kepatuhan minum tablet tambah darah, memberdayakan suami dan keluarga sebagai pengawas minum tablet tambah darah dan menggunakan alat bantu pengingat di ponsel pribadi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, mencanangkan gerakan makan ikan bagi ibu hamil dan lomba bagi penyuluhan bagi kader untuk menyampaikan pesan gizi kesehatan kepatuhan minum obat dalam upaya pencegahan anemia kehamilan. 
Hubungan Faktor Perilaku Terhadap Peningkatan Pencegahan Kanker Serviks Melalui Test Iva di Lapas Perempuan II A Kota Bandar Lampung Wayan Aryawati; Suharman Suharman; Fitri Eka Sari Siregar; Angkas Mandala Putra; Evi Herlinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9713

Abstract

ABSTRACT Currently, cervical cancer is a health problem with a high number of cases in the world, including in Indonesia. The prevalence of cervical cancer in various regions in Indonesia varies, several behavioral factors that increase cancer prevention include education, employment, medical history, environmental factors, personal hygiene, knowledge, health support, and attitudes. The community service carried out aims to educate prison inmates regarding prevention that can be carried out for cervical cancer and conduct an analysis to see whether the factors considered related to other research are also related to community service carried out in the Bandar Lampung women's prison. Community service is carried out by providing counseling to residents regarding prevention carried out to reduce cervical cancer cases. By using power point as a medium for making presentations presented by Masters students. Furthermore, citizens are also given the opportunity to ask questions about cervical cancer and its prevention. Giving a questionnaire as one of the feedback regarding what was explained, as well as to see the extent of preventive behavior that has been carried out by citizens. It was found that prison residents got new benefits, namely knowledge related to cervical cancer with the education provided. From the data analysis conducted, it is known that there is no relationship between education, employment, medical history, environmental factors, personal hygiene, knowledge, support, and attitudes of citizens with cervical cancer prevention behavior. Conclusions and suggestions: cervical cancer is a non-communicable disease that has a high number of cases and can cause death in women, so the prevention that must be done is to improve women's behavior to reduce the risk of cervical cancer. Keywords: Cervical Cancer, Behavior, Prevention  ABSTRAK Saat ini kanker serviks merupakan masalah kesehatan dengan angka kasus yang cukup tinggi di dunia termasuk juga di Indonesia. Prevalensi kanker serviks di berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda, beberapa faktor perilaku yang meningkatkan pencegahan kanker diantaranya seperti pendidikan, pekerjaan, riwayat kesehatan, faktor lingkungan, personal hygine, pengetahuan, dukungan nakes, dan sikap. Pada pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk melakukan edukasi terhadap penghuni lapas terkait pencegahan yang dalat dilakukan untuk penyakit kanker serviks serta melakukan analisis untuk melihat apakah faktor-faktor yang dinilai berhubungan pada penelitan lainnya juga berhubungan pada pengabdian masyarakat yang dilakukan di lapas wanita Bandar Lampung. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada warga lapas terkait pencegahan yang dilakukan untuk menurunkan kasus kanker serviks. Dengan menggunakan power point sebagai media untuk melakukan presentasi yang paparkan oleh mahasiswa S2. Selanjutnya warga lapas juga diberikan kesempatan untuk bertanya seputar kanker serviks dan pencegahannya. Memberikan kuesioner sebagai salah satu timbal balik terkait apa yang di jelaskan, serta untuk melihat sejauh mana perilaku pencegahan yang telah dilakukan oleh warga lapas. Didapatkan bahwa warga lapas mendaptkan manfaat baru yaitu pengetahuan terkait kanker serviks dengan edukasi yang diberikan. Dari analisis data yang dilakukan diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, riwayat kesehatan, faktor lingkungan, personal hygine, pengetahuan, dukungan nakes, dan sikap warga lapas dengan perilaku pencegahan kanker serviks. Kanker serviks adalah salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kasus tinggi dan dapat menyebabkan kematian untuk wanita, maka pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan perilaku wanita untuk mengurangi resiko terkena kanker serviks. Kata Kunci: Kanker Serviks, Perilaku, Pencegahan
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) Evi Mefriyanti; Wayan Aryawati; Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i8.9892

Abstract

Background: Non-communicable diseases are also known as chronic diseases, they are not transmitted from person to person. Based on data from the Tulang Bawang Regency, it is known that there are 16 Public Health Centers, with the highest achievement at the Kartaharja Health Center at 85.6 percent and the lowest at the Panaragan Health Center at 16.7 percent for the Margakencana Health Center at 17.5 percent and the Daya Murni Health Center at 18.9 percent.Purpose: To find out the factors related to the utilization of Integrated Healthcare Services for Non-Communicable Diseases.Method: Quantitative with a cross-sectional approach, the research will be conducted in the Working Area of the Margakencana Health Center in West Tulang Bawang Regency which will be held in June 2021. The population in this study is the community in the Work Area of the Margakencana Health Center in West Tulang Bawang Regency who suffer from hypertension and diabetes mellitus as many as 1274 Soul, with a sample of 265 people by purposive sampling. Collecting data using questionnaires, data analysis using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate.Results: There is no relationship between education (p-value = 0.375) and access to health (p-value = 0.254). There is a relationship between perception (p-value = 0.002), occupation (p-value = 0.000), the role of health workers (p-value = 0.001), and family support (p-value = 0.013).Conclusion: There is a significant relationship among variables perception, occupation, the role of health workers, and, family support.Suggestion: It is hoped that health workers will be able to change Integrated Healthcare Services for Non-Communicable Diseases operational hours from 8 am to 8 pm so that people can carry out examinations not only at one time.Keywords: Utilization; Integrated Healthcare Services for Non-Communicable Diseases; Public Health CenterPendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) dikenal juga sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang.Berdasarkan data dari Kabupaten Tulang Bawang diketahui bahwa terdapat 16 Puskesmas, dengan pencapaian keaktifan tertinggi di Puskesmas Kartaharja sebesar 85,6 persen dan terendah di Puskesmas Panaragan sebesar 16,7 persen untuk Puskesmas Margakencana sebesar 17,5 persen dan Puskesmas Daya Murni sebesar 18.9 persen.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Margakencana Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2021.Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Margakencana Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dilaksanakan pada bulan Juni  2021. Populasi pada penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Margakencana Kabupaten Tulang Bawang Barat yang mengalami sakit hipertensi dan diabetes mellitus sebanyak 1274 Jiwa, dengan sampel sebanyak 265 orang secara purposive sampling.Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data secara univariat, bivariat (chi square) serta multivariat.Hasil: Tidak ada hubungan pendidikan (p-value = 0,375) dan akses kesehatan (p-value = 0,254). Ada hubungan Persepsi (p-value = 0,002), pekerjaan (p-value = 0,000), peran petugas kesehatan (p-value = 0,001), dukungan keluarga (p-value = 0, 013).Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi, pekerjaan, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga.Saran: Diharapkanbagi tenaga kesehatan untuk dapat mengubah jam operational posbindu dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam sehingga masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tidak hanya dalam satu waktu
Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Preterm di RSUD Jenderal A. Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Elsa Rizki Lilian Nofita Sari; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17654

Abstract

  Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi Persalinan preterm memberikan beberapa dampak yang cukup signifikan terhadap mortalitas, morbiditas neonatal, perkembangan anak, dan kematian ibu. Berdasarkan WHO 2021 Indonesia menempati urutan ke-5 dengan persalinan preterm terbanyak yaitu sekitar 657.700 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi persalinan preterm. Jenis penlitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal A. Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 321 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 64 dan kelompok kontrol sebanyak 128. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Pada hasil uji univariat didapatkan usia ibu yang berisiko sebanyak 15(23,4%), paritas ibu yang berisiko sebanyak 38(59,4%), jarak kehamilan yang berisiko sebanyak 45(70,3%), riwayat abortus berisiko sebanyak 12(18,8%), mengalami KPD berisiko sebanyak 23(35,9%), gemeli yang berisiko sebanyak 9(14,1%), dan tingkat pendidikan dasar sebanyak 20(31,3%) tingkat pendidikan menengah-tinggi sebanyak 44(68,8%). Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan preterm yaitu paritas p-value 0,003, jarak kehamilan ibu p-value 0,002, riwayat abortus p-value 0,011, KPD p-value 0,001, gemeli p-value 0,0001, dan tingkat pendidikan p-value 0,0001. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap persalinan preterm yaitu gemeli (OR 18,009). Ibu dengan kehamilan gemeli harus dirujuk untuk persalinan di rumah sakit guna menurunkan resiko terjadinya persalinan preterm.  
Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Farah Ulya Suryadana; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani; Nova Muhani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17659

Abstract

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi faktor risiko. Berdasarkan profil kemenkes 2021, sebanyak 1.077 kasus hipertensi dalam kehamilan dan terdapat 28% kejadian preeklampsia dalam kehamilan di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 270 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 52 dan kelompok kontrol sebanyak 103. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistic. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian preeklampsia yaitu usia ibu p-value 0,017, bb ibu hamil <0,001, riwayat penggunaan kontrasepsi p-value 0,002, paritas p-value 0,004, gravida p-value 0,025, hipertensi p-value 0,001, kehamilan berisiko p-value 0,016. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap preeklampsia yaitu riwayat pengunaan kontrasepsi (OR 12,373), Kemudian disusul oleh paritas (OR 9,118), Hipertensi (OR 5,787), Usia Ibu (OR 4,312), Kehamilan (OR 3,498), BB Ibu (OR 1,828). Saran: Untuk dapat melakukan penyuluhan di posyandu atau puskesmas atau instansi kesehatan lainnya kepada ibu dan masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode jangka panjang guna untuk menghindari terjadi nya kejadian preeklampsia pada ibu hamil
Factors associated with breast self-examination among women of reproductive age in Lampung-Indonesia Sri Diastuti; Wayan Aryawati; Nurul Aryastuti
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i3.11553

Abstract

Background: Breast cancer in Indonesia ranks first with 68,858 cancer cases and the second cause of cancer-related deaths with 22,430. In 2020 in Lampung Province there were 980 cases of breast lumps and 246 cases of breast cancer while in North Lampung district there were 26 cases of breast lumps and 7 cases of suspected breast cancer. The Abung Kunang Health Center had 3 cases of lumps in the breast and 2 cases of suspected breast cancer. Cancer prevention is a priority through Breast Self-Examination (BSE).Purpose: To determine the factors associated with breast self-examination (BSE) in women of productive age (WCA) at the Abung Kunang Community Health Center, North Lampung Regency in 2023.Method: Quantitative with cross sectional design. The population in this study were women of childbearing age aged 15-49 years who were at the Abung Kunang Community Health Center in North Lampung Regency in 2022 with a total of 381 samples. The sample technique used is multi-stage random sampling. Data analysis in this study used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression).Results: Shows that there is a relationship between knowledge (p value 0.000 and OR 3.147), attitude (p value 0.004 OR 1.900), education (p value 0.015 and OR 1.736), support from health workers (p value 0.014 and OR 1.708) and exposure to information media (p value 0.015 and OR 3.054) and there is no relationship between family support and BSE implementation in women of childbearing age. The most related factor is knowledge with (p value 0.000 and OR 2.567). It is hoped that health workers can provide implementation demonstrations and carry out community empowerment such as IT (information and technology) training.Conclusion: Factors related to the implementation of breast self-examination (BSE) in dealing with the occurrence of breast cancer, namely knowledge, attitudes, education, family support, health workers, and exposure to information media from respondents. However, from these factors the most related at the Abung Kunang Health Center in North Lampung Regency in 2023 is knowledge with OR 2.567. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH LANSIA DI PUSKESMAS IRINGMULYO KOTA METRO TAHUN 2023 Alek Iskandar; Achmad Farich; Christin Angelina; Wayan Aryawati; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2447

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia terjadi dalam waktu 50 tahun terakhir. Pada tahun 2021, proporsi lansia mencapai 10,82% atau sekitar 29,3 juta orang. Persentase lansia yang berobat jalan ketika mengalami keluhan sebesar 44,93 %, persentase lansia yang berobat jalan ketika mengalami keluhan kesehatan ke fasilitas kesehatan pada Puskesmas/Pustu 17,25%. Masih banyak lansia di Provinsi Lampung yang belum memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi lansia sangat penting karena selain dapat memantau status kesehatan lansia juga dapat meningkatan derajat kesehatan lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah populasi 1011 orang dan sampel 288 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian menggunakan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistic berganda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga (p value 0,000 dan OR 139,653), keyakinan (p value 0,000 dan OR 12,017), persepsi sakit (p value 0,000 dan OR 35,875), dan tidak ada hubungan pengetahuan (p value 0,182) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Faktor dominan yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia adalah variabel dukungan keluarga dengan OR 139,653. Saran bagi lansia adalah agar memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas secara rutin untuk mendeteksi dan mengontrol kesehatannya. Puskesmas melakukan pemberdayaan keluarga dalam rangka memandirikan keluarga dalam bidang kesehatan.
Co-Authors Ab, Fitriana Abadi, Adelia Nurul Abkonita, Ria Achmad Farich Afifah Khoirur Rizqi Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Kelana Benni Akhmalbih, Muhamad Alek Iskandar Amelia Hayati Amelia Hayati Angelina F, Christin Angkas Mandala Putra Anisa Ermasari Anita Bustami Annisa Indriani Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Apriwesa, Teloe Artina, Selvi Aryastuti, Nurul Astari, Yulia Astawa, I Gusti Made Yoga Astri Aulia, Hanifah Astriana Astriana, Astriana Aulyya Rahmah Ayu L, Dwi Azzahra Kania Fatihah Azzahra, Dhika Bagus Perdana Kusuma Zain Bella Kurniane Hartono Bernadeta Ramah Antika Bustami, Anita Christin Angelina Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Daka, Rohman Daniel Happy Putra Dekotyanti, Trivira Desi Nurzana Desy Fatmawaty Devita Anggraini Dewi Sintwati Dian Purnama Oktera Diana Sari Dina Dwi Nuryani Divia Oktari Khairunnisa Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Dyah Ayu, Dyah Dyah Gaby Kesuma Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari, Fitri Eka Yuliana Ekasari, Fitri Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evi Herlinda Evi Mefriyanti Fadhilah Amanda Sari Farah Ulya Suryadana Farida Aryani Farra Hayka Salsabilla Febrani, Christin Angelina Febriani, Christin Febrianti Febrianti Febrianti Fidel Rama Nugraha Fiqri Ardiansyah Romadon Fitri Aprilia Susanti Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Forcepta, Chania Ghina Gabriella Yusuf Gusnita Silaen, Rahel Hadinata, Andri Hafiratul Fitri Usfa Hanifah Astri Aulia Hanifah Shabrina Happy Aprilia Belkis Herlinda, Evi Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Ida Maya Meika Sari Iing Lukman Indah Mulia Herwisdiane Ismunarti, Diah Jaya, Satrya Juwita Lestari Kania Fatihah, Azzahra Karbito Karbito Karunia Viandra Yoanisa Kelana Benni, Agus Kharisma, Rr.Salwa Zasya Aura Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Kiswari Kiswari Kundayani, Tri Kurniasari, Devi Lathifah, Neneng Siti Lestari, Juwita Lina Safitri Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sary Lydia Sihotang Marina, Ni Nyoman Marisa Marisa Mariyam, Riyanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Muhammad Shendy Febrian Sahapati Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Nabigha, Zehan Aura Nabila, Nia Nadya Salsabilla Nafisa Lintang Safitri Natalia, Betseba Nawawi, Achmad Nova Muhan Nova Muhani Nuke Indrawati Nur Hasanah Nur Izzati, Syahdila Nurhalina Sari Nurhasanah Nurliyani Nurliyani Nurul Aryastuti Nurzana, Desi Octa Reni Setiawati Oktari Khairunnisa, Divia Perdana Kusuma Zain, Bagus Pramata, Gilang Raka Pratama, Gilang Raka Puspita, Elvia Putra, Indra Jaya Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahel Gusnita Silaen Rahmat Agung Rahmat Effendi, Rahmat Ratih Mary Farahdisa Rayhan Arnando, RD RD Rayhan Arnando Renna Oktavia Rudi Reviza SF, Zeni Ria Abkonita Riantik, Sofia Risdinar, Risa Rismaya Riyanti Riyanti Rohman Daka Rohman Taufik Safitri, Lina Salsabilla, Nadya Samino Samino Samino Samino Samino, Saminp Saputri, Desty Alifia Saputri, Firdha Azzahra Sari Prawardani Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Nita Evriana Sari, Yunila Sastini, Ketut Satrya Jaya Setiawati Setiawati Setiawati, Tengku Ani Setya P., Kevin Andhara Shabrina, Hanifah Shintani, Clara Sihotang, Lydia Silaen, Rahel Gusnita Sintawati, Dewi Sintwati, Dewi Siti Lis Jarsiyah Sofia Riantik Sri Diastuti Sri Utami Sri Wahyuni Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sutarmi, Sutarmi Suti, Shalsabila Suti, Shasabila Tamara, Yayang Suci Trikundayani, Trikundayani Utami, Vida Wira Vera Yulyani Viandra Yoanisa, Karunia Wirawan Anggorotomo, Wirawan Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yogi Ari Ghopican Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulia Astari Yulyani, Vera Yunila Sari Yunita Sari Yusuf Firmansyah Yusuf, Ghina Gabriella Zahra Shafa Anisa Zainab Nazaahah Zeni Reviza SF Zulius Alfandi