p-Index From 2021 - 2026
7.242
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cordova Jurnal Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur´an dan Tafsir JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JSiI (Jurnal Sistem Informasi) Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Fascho: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan International Journal of Educational Administration, Management, and Leadership Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Jaring SainTek Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Agro Tatanen Jurnal Riset Teknik Pertambangan Mudabbir: Journal Research and Education Studies JURNAL ABDIKARYASAKTI JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN) Bandung Conference Series: Mining Engineering Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Jurnal Multidisplin Ilmu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif Pangale Journal of Forestry and Environment JURNAL KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA Swadaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Sevaka: Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Jurnal Wicara Desa Teknologi Informasi dan Digital (TRIDI) JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JPKM) KEBANGSAAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Panduan Gizi Seimbang dan Kantin/Jajanan Sehat di Sekolah Dasar Kecamatan Tembalang Kota Semarang Solihin; Pambayun, Galih Pria Pambayun; Murniati; Sukendro, Sulur Joyo Sukendro
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23966

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah merupakan generasi bangsa yang akan mengambil peran penting di masa depan. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangannya masih membutuhkan pangan yang cukup dengan kandungan gizi seimbang. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dibutuhkan bagi anak yang tidak atau kurang sarapan dan tidak membawa bekal. Kontribusi zat gizi PJAS terhadap pemenuhan kecukupan gizi harian sebaiknya berkisar antara 15-20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis Penerapan Panduan Gizi Seimbang Dan Kantin/Jajanan Sehat Di Sekolah Dasar Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode : Desain penelitian kuantitatif dengan Pos-ttest Design berupa observasi/pengamatan pada subyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini  adalah 38 sekolah dasar di Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan teknik total populasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen tertulis sekolah terhadap penyediaan makanan sehat yang belum menerapkannya yaitu 91.4%, pembentukan tim pengawas pangan jajanan di sekolah 85.7%, sarana dan prasarana di kantin belum memadai dan dipelihara dengan baik 90% penjamah dalam keadaan bersih dan keamanan Pangan dengan standar terendah 30% keamanan pangan. Kesimpulan : Belum sepenuhnya menerapkan standar kantin sehat, seperti kebersihan dapur, penyajian makanan yang tertutup, dan komitmen tertulis untuk menyediakan makanan sehat.
MANUNGGALING RASA LAN SYARI’AT : EMOSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL Muhammad Mahfud; Solihin; Afifatus Sholeha; Sugiyanto; Abd. Hadi; Maksum; Titin Nurhidayati
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1537

Abstract

Pendidikan Islam tradisional tidak hanya menekankan aspek kognitif dan normatif syariat, tetapi juga memberi ruang yang luas bagi pengelolaan emosi (rasa) sebagai bagian integral dari proses pembentukan adab dan karakter peserta didik. Konsep mununggaling rasa lan syariat merepresentasikan kesatuan antara dimensi batiniah dan lahiriah dalam praktik pendidikan Islam yang berakar pada tradisi tasawuf dan budaya Islam Nusantara. Namun, kajian mengenai peran emosi dalam pendidikan Islam tradisional masih relatif kurang mendapat perhatian dalam diskursus akademik modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan peran emosi dalam pendidikan Islam tradisional melalui perspektif mununggaling rasa lan syariat, serta menelaah relevansinya terhadap pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual terhadap literatur klasik Islam, karya-karya tasawuf, serta kajian pendidikan Islam tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa emosi dalam pendidikan Islam tradisional berfungsi sebagai medium utama internalisasi syariat, di mana rasa cinta, takut, hormat, dan ikhlas diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan kepatuhan etis. Integrasi rasa dan syariat terbukti membentuk relasi pedagogis yang humanis dan transformatif antara guru dan murid, sekaligus memperkuat pendidikan adab sebagai fondasi utama pembelajaran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan dimensi emosional dan spiritual dalam praktik pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya menyeimbangkan pendekatan kognitif dengan pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik.
EMPAT MODEL HUBUNGAN AGAMA DAN SAINS MENURUT JOHN F. HOUGHT DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Mahfud; Asnawan; Fadilatul Fauziah; M. Khoiruddin; Sugiyanto; Solihin
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1584

Abstract

Makalah ini mengkaji relasi antara agama dan sains berdasarkan perspektif pemikiran John F. Haught. Agama dipahami sebagai kepercayaan teistik terhadap Tuhan yang bersifat personal sebagaimana berkembang dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam, sedangkan sains dipandang sebagai usaha rasional dan empiris manusia untuk memahami gejala serta hukum alam semesta. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara agama dan sains sering kali diwarnai oleh ketegangan dan konflik yang bersumber dari perbedaan pendekatan metodologis, epistemologis, dan ontologis. Namun, dalam perkembangan pemikiran kontemporer, muncul kecenderungan untuk membangun dialog dan integrasi antara keduanya. Melalui pendekatan konseptual dan analitis, makalah ini menjelaskan pengertian agama dan sains serta mengulas empat model relasi agama dan sains menurut John F. Haught, yaitu konflik, kontras, kontak, dan konfirmasi. Keempat model tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara agama dan sains tidak selalu bersifat saling bertentangan, melainkan dapat bersifat dialogis dan saling melengkapi. Pendekatan konfirmasi menegaskan bahwa agama mampu memberikan kerangka makna, nilai, dan motivasi bagi aktivitas ilmiah, sementara temuan-temuan sains dapat memperdalam dan memperkaya pemahaman teologis. Oleh karena itu, integrasi agama dan sains menjadi penting untuk menghindari pemisahan pengetahuan secara dikotomis serta membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang realitas.
JEMBATAN ATAU JURANG? BEDAH KRITIS ATAS TUJUH MODEL INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN ISLAM (DARI INTEGRASI HINGGA KONFLIK METODOLOGIS) Muhammad Mahfud; Fadilatul Fauziah; M. Khoiruddin; Solihin; Afifatus Sholeha; Sugiyanto; Abd. Hadi; Titarini; Muhammad Hori
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1588

Abstract

Contemporary Islamic studies face new dynamics with the development of modern science. The interdisciplinary approach offers an opportunity to enrich the understanding of Islam but also has the potential to create methodological conflicts. This article examines seven interdisciplinary models in Islamic studies—ranging from integration, interconnection, critical dialogue, synthesis, Islamization of knowledge, critical deconstruction, to epistemological conflict models. Using a literature review approach, this paper explores the strengths, weaknesses, and academic implications of each model. The research findings suggest that the interconnection and critical dialogue models are the most adaptive for the development of modern Islamic studies, while the methodological conflict model tends to sharpen paradigm differences without achieving a common ground. This article concludes that the interdisciplinary approach has the potential to serve as a constructive bridge—provided it is conducted with a dialogical, critical, and non-hegemonic attitude.
Design and Implementation of a Blockchain-Based Smart Barcode System to Enhance Supply Chain Traceability of Traditional Golok Ciomas Craftsmanship Solihin; Dodi; Idris, Iswandi
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 9 No. 2 (2026): Issues January 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v9i2.16196

Abstract

Golok Ciomas, a traditional weapon deeply rooted in Indonesian heritage, holds both cultural and economic significance for local micro-enterprises. However, the expansion of its market reach is hindered by limited supply chain transparency, inadequate product traceability, and the absence of authentication mechanisms. This study presents the design and implementation of a smart QR-based tracking system to enhance supply chain visibility and prevent counterfeiting. Employing a mixed-methods approach—combining participatory field observation with web-based software prototyping— framework embeds dynamic QR codes at every production stage, from raw material sourcing to end distribution. Pilot testing was conducted with selected blacksmiths and local traders in Banten Province. The results demonstrate that platform successfully increases information transparency, verifies product authenticity, and expands digital marketing reach. Compared to traditional manual records, the smart barcode platform significantly reduces data fragmentation and facilitates efficient access without requiring high-end infrastructure. This research contributes to the digital empowerment of heritage-based micro-enterprises while preserving product authenticity. Future improvements include blockchain integration and mobile-responsive features to extend usability. Framework serves as a scalable model for other cultural craftsmanship sectors seeking to modernize without compromising their artisanal identity.
PKM Edukasi Sistem Pengelolaan Sampah Dalam Pengembangan Program TPS5R di Kelurahan Wundumbatu Kota Kendari Sya'ban, Abdul Rahim; Noviati; Juslan; Solihin; Saparina. L, Titi; Surianto. S, Toto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1357

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan, khususnya di Kelurahan Wundumbatu, Kota Kendari, masih memerlukan perhatian karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya volume sampah yang tidak tertangani secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat melalui edukasi sistem pengelolaan sampah berbasis konsep TPS 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pengelolaan sampah organik dan anorganik, pelatihan pembuatan kompos, serta pendampingan pembentukan kelompok penggerak lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi dan pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang prinsip 5R, keterlibatan aktif dalam praktik pengelolaan sampah, serta terbentuknya komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah kelurahan untuk mendukung pengembangan TPS 5R. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
MANAJEMEN CITRA DIRI PENDEKATAN PERBANDINGAN SOSIAL KE ATAS DAN SALAH PRESENTASI DIRI Suwarno, Adi; Solihin; Anisah Puspowati Harori, RR. Isni
Jurnal Teknologi Informasi dan Digital Vol. 1 No. 1 (2023): Teknologi Informasi dan Digital
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/tridi.v1i1.25

Abstract

Pengguna media sosial sering kali mendapatkan banyak kendala dengan banyaknya hal positif di media sosial. Sementara pandangan positif yang sehat mengakui keduanya merupakan aspek positif dan negatif dalam kehidupan, istilah yang berkembang di media social yang popular merujuk pada kepositifan menunjukkan bahwa pengguna lebih memanfaatkan kepositifan dan lebih menghindari hal-hal negatif demi mendapatkan keuntungan pribadi.Dengan menggunakan desain dua studi dan multi-metode, Studi 1 didesain dalam literatur manajemen citra untuk secara konseptual dan operasional mendefinisikan toxic positivity intentions (TPI) yang dirasakan dapat mengukur kualitatif dan kuantitatif. Pelajaran 2 dari didesian dalam literatur norma deskriptif dan ikut-ikutan untuk menyelidiki peran TPI yang dirasakan pada perbandingan sosial ke atas dan digital perilaku presentasi diri. Hasil Studi 1 menunjukkan solusi lima faktor terhadap persepsi TPI di media sosial. Hasil Studi 2 menunjukkan bahwa hubungan antara (sebagian besar) dimensi persepsi TPI dan presentasi diri palsu di media sosial secara signifikan dimediasi oleh perbandingan sosial ke atas. Pada studi ini merupakan metode mengamati mengapa orang percaya orang lain untuk menggunakan hal positif ketika memposting di media sosial dan dampaknya terhadap perbandingan dan perilaku di media sosial di masa depan. Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang percaya bahwa orang lain mempunyai lima niat promosi utama diantaranya adalah promosi diri yang tidak autentik, promosi diri yang jahat, promosi diri pribadi, promosi diri komersial, dan promosi positif. Studi kedua menunjukkan kapan orang percaya pada orang lain yang memiliki niat negatif di balik postingan positif, mereka cenderung mengalami lebih banyak perbandingan terhadap poster tersebut dan lebih banyak perilaku berbagai versi palsu tentang diri mereka sendiri.
LITERASI PROFESI WARTAWAN PADA GURU DAN TENAGA PENDIDIK DI CIMAHI Nurdin, Iman Soleh; Lusiawati, Ira; Solihin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JPKM) KEBANGSAAN Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi 3
Publisher : LPPM UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jpkmkebangsaan.v2i1.4646

Abstract

The current era of information disruption presents significant challenges for educational institutions in Cimahi City, particularly in distinguishing professional journalists from fraudulent or “bodrex” journalists who misuse the profession. Limited journalism literacy often leads to negative stigma and excessive caution among schools when dealing with the media. This Community Service Program (PkM) aims to enhance teachers’ and education personnel’s understanding of the journalism profession, enabling them to respond critically while fostering constructive media relations.The method employed involved interactive socialization and educational sessions on Press Law No. 40 of 1999, the Journalistic Code of Ethics, and Journalist Competency Standards. The activity was conducted on December 13, 2025, involving 80 participants from elementary and junior high schools in Cimahi City. The results indicate an increased understanding of the strategic role of school public relations as a gatekeeper, the mechanism of the right of reply, and legal protection against intimidation. This improved literacy encourages a paradigm shift toward more professional and collaborative media partnerships.
Implementation of Education Management in Strengthening 'Nyantri Nyunda' Character among Senior High School Students Solihin; Turmudzi, Didi; Affandi, Azhar
International Journal of Educational Administration, Management, and Leadership Volume 6, Number 1, May 2025
Publisher : Har Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51629/ijeamal.v6i1.219

Abstract

Character education plays a vital role in shaping students' social behavior and national identity in Indonesia's diverse cultural landscape. This study aims to analyze the implementation strategy of the Nyantri Nyunda character education model in Pasundan Senior High Schools in Bandung using an educational management approach. A qualitative descriptive method was employed, involving in-depth interviews, observations, documentation, and focus group discussions with key stakeholders including school principals, teachers, students, and foundation representatives. The findings reveal that while educational management structures are in place, the integration of Nyantri Nyunda values into the curriculum and student behavior remains inconsistent due to gaps in planning, implementation, and evaluation. These values, rooted in Sundanese culture and Islamic teachings, emphasize humility, respect, discipline, and moral integrity—principles essential for holistic student development. However, challenges such as limited teacher competence in value-based education, insufficient parental and community involvement, and inadequate learning resources hinder optimal outcomes. Furthermore, the absence of a standardized framework for integrating local wisdom into school programs contributes to fragmented practices across institutions. Strategic recommendations emphasize the need for participative management that involves all stakeholders in decision-making, continuous professional development for teachers to strengthen their cultural and pedagogical competence, and stronger collaboration between schools, families, and local communities. Enhancing character education through a culturally responsive lens not only strengthens student identity but also reinforces social cohesion and moral citizenship. This study contributes to broader educational discourse by highlighting the potential of local wisdom-based models in promoting character formation aligned with national educational goals.
ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN BERBASIS DIGITAL UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PAI DALAM MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP KURIKULUM MERDEKA Solihin
Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol 4 No 2 (2025): Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Mathla'ul Anwar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the need for digital-based training for Islamic Education (PAI) teachers in order to enhance their professional competence in implementing the principles of the Kurikulum Merdeka at SMPIT Al Mumtaz. The focus of this research is directed toward mapping teachers’ digital competencies, identifying challenges in technology-based learning, and determining relevant training needs to support the implementation of differentiated learning and formative assessment. This research employs a qualitative descriptive approach designed to gain an in-depth understanding of the real context and conditions of PAI learning practices at SMPIT Al Mumtaz. Data were collected through several techniques, including in-depth interviews with PAI teachers, direct classroom observations, and analysis of learning documents and teaching materials used by the teachers. The findings reveal that the digital competence of PAI teachers remains at a basic to intermediate level, particularly in the use of digital evaluation applications and interactive learning media. Teachers also face difficulties in designing teaching modules and learning activities aligned with the principles of the Kurikulum Merdeka, especially regarding differentiated instruction and technology-based authentic assessment. The needs analysis indicates that teachers require comprehensive digital training, including mastery of technological tools, the design of digital teaching materials, and the development of technology-based pedagogical competence. This study emphasizes that structured, continuous, and needs-based digital training will significantly enhance PAI teachers’ ability to implement the Kurikulum Merdeka effectively at SMPIT Al Mumtaz.
Co-Authors Abd. Hadi Abidin, Muhammad Salman Adhitia, Iit Adi suwarno Afifatus Sholeha Ahmad Fariz Aldi Septian Nurdin Anggun Nur Azizah Aprianti, Aris Dwi Intan Ardiansyah, Laode Arie Maya Sari Arimurti, Ajeng Ariqy, Mohamad Alwan Al Asnawan Asro Asro Azhar Azhar Affandi Azizah, Yasmin Nur Balqis Nurmauli Damanik Basjir, Mochammad Budi Prasetyo Bunyana Sopari Cahyani, Fitria Dedi Jubaedi, Ahmad Desiyani, Risma Eka Devi Kusumawardhani Dhea Amanda Putri Dika, Arifin Mahar Dode, Hartian Dodi Dodi Dwi Kurniawan, Dwi Dwiyatno, Saleh Elmi Nurvianti Endang Kantikowati Erfan Fadhil, Sani Fadilatul Fauziah Farida, Mita Lailatul Firza Juita Fuadah, Armita Indah Gimin Gita Ashari Pratama Hadi, Singgih Irianto Trisilo Holilah Humaira, Ani Fatin I Wayan Yasa, I Wayan Indah Pusnita Indhasari, Fitri Indriani, Cece Irfan Marwanza Iskandar Zulkarnaen iskandar zulkarnaen Islamiyah Iswandi Idris Jamadi, Yasin Joko Santoso Juliansyah, Risky Juslan Kamardi, Muhammad Agus Karmadi, Muhammad Agus Karsam Khantasilo, Ananda Kusuma, Rendra Sakbana La Ode Ardiansyah Liaturrahman, Noval Linawati Togatorop Linda Pulungan Lusiawati, Ira Lutfiyatun Nakiyah M. Khoiruddin Maghfiroh, Nala Hanifatul Mahuda, Isnaini MAKSUM Mappeaty Nyorong Maulida, Alfita Melinda Daya Muhamad Fikri Abdillah Zidane Muhammad Arif Nasruddin, Widiatul Fauziah Muhammad Hori Muhammad Mahfud Muhammad Selgy Rio Auzza Maisano Saifudin Muhammad Yunus Maulana Murni Noviani Nasution Murniati Musaljon Nazaruddin Nevza Khodijah Novianti, Rahmi Noviati Nur Azizah, Anggun Nurardianingsih Nurdin, Iman Nurdin, Iman Soleh Nurpadila Zulenzky Nur’aini Osama Riza Rozaldi Paduloh Paduloh Pahjar Riyudha Pambayun, Galih Pria Pambayun Puspita Maelani Putri, Fadila Rahmatika Putri, Rizky Emayantiara Rafly Aditya Pratama Ramdani, Rifki Rozaldi, Osama Riza Saparina. L, Titi Saptono Sasmita, Anggi Shafitri, Adhe Sholehudin, Muhammad Arsono Siregar, Annisa Febriana Siregar, Dian Maya Sari SIREGAR, DINA KHAIRUNA Siti Annisah Siti Vivi Aviyah SUGIYANTO Sukendro, Sulur Joyo Sukendro Sunarno Supentri Sutiawan , Ade Sya'ban, Abdul Rahim Syaaban S., Abiem Syahril Syarif Romi Syuaib, Ibrahim Tifani Hadi Tri wahyuni Titarini Titin Nurhidayati Toto Surianto S. Turmudzi, Didi Verli Novaroza Vinna Pratiwi Agustyn Wahyu Gendam Prakoso, Wahyu Gendam Wangi, La Ode Fadar Yana Mahdiana Yani, Sri Wilda Yasmin, La Ode Muhammad Yazirin, Cepi Yogi Aliarda Yogi Permana Putra Yudi Yusdian Yunus Ashari Zulfadli Zulfiani Zulfiani Zulmita