Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Integrasi Nilai Martabat Dan Kesetaraan Dalam Kehidupan Remaja Sebagai Instrumen Hukum Ham Dalam Pencegahan Perundungan Anggie Selviana; Cindy Eka Amalia; Mela Meliani; Nurhalisa; Nafsyiah Fadhilah; Sherny Denisa Sari; Salwa Salsabila Aulia Ridwan; Sunariyo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2832

Abstract

Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, termasuk dalam upaya mencegah perundungan (bullying). Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai‑nilai hak asasi manusia (HAM) dijadikan sebagai landasan dalam pencegahan perilaku perundungan di SMK 2 Samarinda, sekaligus mengidentifikasi tantangan serta strategi pelaksanaannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pihak sekolah (kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, siswa) dan analisis dokumen sekolah yang terkait dengan kebijakan anti‑perundungan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat terlihat bahwa nilai‑nilai HAM seperti penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, nondiskriminasi, serta hak atas lingkungan belajar yang aman mulai terinternalisasi dalam kebijakan sekolah. Langkah‑konkret yang diterapkan antara lain sosialisasi hak siswa, pelatihan agen perubahan di kalangan siswa, pengembangan regulasi internal anti‑perundungan, dan kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat. Namun demikian, terdapat kendala berupa kurangnya pemahaman komprehensif tentang HAM di kalangan guru dan siswa, keterbatasan sumber daya untuk pemantauan dan intervensi, serta budaya sekolah yang masih toleran terhadap tindakan ringan perundungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan nilai‑HAM bagi seluruh staf sekolah, pemantauan rutin serta sistem pelaporan yang transparan, dan pengembangan program berbasis partisipasi aktif siswa untuk menciptakan lingkungan di SMK 2 Samarinda yang bebas dari perundungan. Dengan demikian, penerapan nilai‑nilai HAM secara konsisten di lingkungan sekolah terbukti mempunyai kontribusi penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif, aman, dan berkeadaban.
Pengabdian Restorative Justice di Sekolah Membangun Budaya Damai Dan Tanggung Jawab Antar Sekolah Yang di Tunjuk Untuk Siswa Siswi SMP Sherny Denisa Sari; Anggie Selviana; Nurhalisa; Salwa Salsabila Aulia Ridwan; Sunariyo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2833

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan konsep Restorative Justice di lingkungan sekolah sebagai upaya membangun budaya damai, tanggung jawab sosial, dan kesadaran hukum bagi siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Samarinda dengan jumlah peserta 33 siswa, menggunakan metode pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi penyelesaian konflik. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keadilan restoratif seperti empati, tanggung jawab, dan perdamaian. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik simulasi penyelesaian konflik secara damai. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembentukan karakter peserta didik yang berkeadilan, berakhlak, dan berjiwa sosial.
Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Petani Padi di Desa Ogomoli Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Mohammad Sawir; Nurhalisa
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1489

Abstract

Pertanian menjadi sektor unggulan di Kabupaten Tolitoli khususnya di Desa Ogomoli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran pemerintah desa dalam memberdayakan petani padi di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga September 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah desa dalam meningkatkan pemberdayaan petani padi di Desa Ogomoli belum terlaksana secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah desa terhadap petani padi, minimnya keterlibatan pemerintah desa secara langsung dalam mengidentifikasi kendala yang di alami para petani, baik dalam bentuk bantuan modal usaha, sarana dan prasarana pertanian, ataupun dalam pemerataan pembagian bantuan kepada petani padi.
Spatial Modeling of MSME Risk Based on Webgis with The Integration of Multidimensional Factor Analysis in Majene Regency Deril, Virda Evi Yanti; Astinawaty; Mahful, Rafid; Mujahid, Laode Muh. Asfan; Khatiran, Hamdan; Nurhalisa
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 11 NUMBER 1 MARCH 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pgr6ey93

Abstract

This research investigates and maps potential risks for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Majene Regency, analyzing aspects of Human Resources (HR), capital, production, marketing, and law/legality. MSMEs are crucial to the regional economy , but they often face significant risks that hinder growth. This problem is worsened by a lack of spatial understanding of these vulnerabilities , which makes government interventions and development initiatives less effective. This study aims to spatially model and map MSME risks by integrating multidimensional factor analysis with WebGIS. The methodology involves four stages: (1) acquiring primary and secondary data related to the five risk dimensions; (2) using descriptive statistical and cluster analysis to categorize MSMEs; (3) applying risk factor scoring and weighting analysis to determine potential risk levels ; and (4) developing spatial modeling and GIS for risk visualization. The research results in a classification of MSMEs based on risk levels (high, medium, low), which is presented on a WebGIS platform to allow interactive spatial visualization. The findings are intended to provide a basis for more informed decision-making in the development of MSMEs in Majene Regency.
Moderasi Beragama dalam Bingkai Kearifan Lokal: Studi Suku Tidung di Nunukan Fitriono, Eko Nani; Husnul Khatimah; Melisa Titin Usmawati; Nurhalisa; Siti Sarmila Angraini
Rayah Al-Islam Vol. 8 No. 4 (2024): Rayah Al-Islam: Jurnal Ilmu Islam November 2024
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i4.286

Abstract

This research aims to find out how religious moderation is an understanding that already exists in the Tidung Tribe through the culture they have traditions in everyday life, which through this tradition is in line with the aim of moderation, namely respect for differences and understanding differences within a frame of harmony. This research is field research with an ethnographic approach. Through an ethnographic approach, the researcher wants to take a closer picture of the culture of the Tidung Tribe and the values ​​of moderation resulting from the existing culture, both through direct observation and interviews in finding research results. The research findings show that the Tidung Tribe continues to strive to maintain their identity and cultural diversity while remaining open to change and progress over time. Through the spirit of mutual cooperation and togetherness, the Tidung Tribe seeks to strengthen national unity and unity, as well as maintain harmony between tribes and ethnicities in the Nunukan region, North Kalimantan. On the other hand, the culture of the Tidung Tribe, like the Iraw, is interpreted as not just a ceremony, but an effort to honor and celebrate together, as well as recognizing differences. In this case, the Tidung Tribe shows that harmony between religious communities can be strengthened through dialogue and cooperation.
Revolusi Ekonomi Daulah Umayyah: Kebijakan Umar Bin Abdul Aziz dan Filosofi Kesejahteraan Islam Nurhalisa; Tri Hidayati; Anas Wahid Maulana
TSARWAH Vol. 9 No. 2 (2024): December
Publisher : PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM PROGRAM PASCASARJANA IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsarwah.v9i2.11743

Abstract

This research discusses the economic revolution that occurred during the leadership of Umar bin Abdul Aziz in the Umayyad Daulah, with a focus on economic policies based on Islamic welfare principles. Umar bin Abdul Aziz is known as a leader who brought significant reforms in the economic system through various policies, such as equal distribution of zakat, elimination of unfair taxes, control of corruption, and redistribution of resources. These policies succeeded in creating social balance, reducing poverty levels, and improving relations between groups in society. Through a literature approach, this research analyzes how Umar bin Abdul Aziz's policies reflect the Islamic welfare philosophy which integrates material, social, moral and spiritual aspects. The research results show that Islamic economic principles, if applied consistently, are able to create sustainable justice and prosperity. In conclusion, Umar bin Abdul Aziz's economic policies provide a concrete example of how Islamic values ​​can be implemented in government to achieve broader social welfare.
PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX BERBASIS QR CODE MATERI MENGENAL HAK DAN KEWAJIBAN ANAK DI KELAS VI UPTD SDN TANJUNG JATI 1 Nurhalisa; Fachrur Rozie
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54785

Abstract

This study employed a research and development (R&D) approach using the ADDIE model. The aim of this study was to develop a QR code-based smart box teaching aid on the topic of children’s rights and responsibilities that is valid, effective and engaging for Year 6 pupils at UPTD SDN Tanjung Jati 1. The subjects of this study comprised six Year 6 pupils in the small-group pilot test and 16 pupils in the large-group pilot test. Data collection techniques used included interviews, observation, questionnaires, and pre-test and post-test scores of student learning outcomes. The results of the study indicate that: 1) the QR code-based smart box media is valid for use, with validation scores of 96.67% from the media expert, 97.50% from the content expert, and 90.38% from the instructional design expert; 2) the results of the effectiveness trial, obtained from the teacher activity observation sheet, yielded percentages of 91.56% and 96.12% from the small-group and large-group trials respectively, both falling into the ‘highly effective’ category; the student activity observation sheet yielded a percentage of 85.19% and 86.45% of the results from the small-group and large-group trials fell into the ‘highly effective’ category; students’ traditional learning outcomes achieved a 100% pass rate in the ‘pass’ category; and the N-gain scores of 0.75 and 0.85 from the small-group and large-group trials, respectively, fell into the ‘high’ category, 3) The results of the appeal test, derived from teachers’ responses (85.42% and 87.50% for the small-group and large-group trials respectively), both fell into the ‘very appealing’ category, whilst students’ responses (86.67% and 97.03% for the small-group and large-group trials respectively) also fell into the ‘very appealing’ category. Based on the research results, the QR code-based smart box teaching aid on the subject of children’s rights and responsibilities meets the criteria of being highly valid, highly effective and highly engaging, and is therefore suitable for use in Year 6 at UPTD SDN Tanjung Jati 1.
Co-Authors Abda Abda Ade Novita S. Afham Mamu Agus Muchsin Ahmad Khairul Shiddiq Ahmad Muhajir Aisyah Al-Hafiy, Muhammad Amelia Rahmaniah Ananda Amelia Anas Wahid Maulana Andi Muh. Abrar Andi Musafir Rusyaidi Anggie Selviana Angraini, Siti Sarmila Anil Muftirah Annisa, Siti Nur Anugrah Nur Fitrah Anwar, Ramly Salim Arda Astinawaty Aszrul AB Azrina Sufi Nasution Baderiah Baderiah Cindy Eka Amalia Daniel Happy Putra Deril, Virda Evi Yanti Dewi, Nur Fitra Dodi Ilham Dwi Lestari, Rizkia Ema Lestari Fachrur Rozie Faiz, ABD Karim Firman, Sufira Fitriono, Eko Nani Haerani Hamida, Rika Nur Hayat, Nahrul Helen A.I. Sopacua Hidayat Nurwahid Saleh Hilmaniar, Aulya Husnul Hatimah, Husnul Husnul Khatimah Irmayanti ISKANDAR Istiqamah Jemmy Eko S.Putra Kaharuddin Khatiran, Hamdan Lestari, Ema M Mustakim Magdalena, Ina Mahful, Rafid Mangontan, Robert Mela Meliani Melisa Titin Usmawati Mohammad Sawir Muftihaturrahmah Muh. Kahlil Muh. Kahlil Gibran Muhammad Haris Muhammad Nur Faiz Mujahid, Laode Muh. Asfan Mu’fidatul Nurul Hajjad Nafsyiah Fadhilah Nani Fitriono, Eko Ni Kadek Armini Nilam Permatasari Munir Nur Adnin Nur Fajariani Nur Kasih, Avicenna Nur Rahma Nurbaya Nurhakki Nurlina Nursaeni Nurul Hidayah Nurul Hidayah Bohari NUURMAHIROH, RISKA LAILA Paula Vebrianti Kewa Payon Riantobi Putri Rabiatul Adawiyah Rahmawati, Ika Dian Risna Rizki Amalia, Raden Rusdaya Basri, Rusdaya Rustono - Salma Alfina Putri Nada Salwa Salsabila Aulia Ridwan Samhatul Ulyah, Emaliah Sherny Denisa Sari SIFALIN, JANIS Siti Hana M. Saboy Siti Nur Annisa Siti Sarmila Angraini Sumarni SUMARNI Sunariyo Syaharani Tasdin Tahrim Titin Usmawati, Melisa Tri Hidayati Tri Sagita UMAM, ZAINUL Wahyuddin Yuliana Yeni