Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Edukasi Deteksi Dini Risiko Stunting Dengan Metode Peer Educator Gizi Terhadap Remaja Perempuan Di Kabupaten Tapanuli Selatan Harahap, Dewani; Hadi, Anto J.; Sujoko, Edy; Rangkuti, Juni Andriani; Hasibuan, Ahmad Safii; Manggabarani, Saskiyanto
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i1.5906

Abstract

Latar Belakang: Remaja perempuan yang cenderung rentan terhadap stunting karena masa pertumbuhan dan peran penting dalam mengasuh anak-anaknya. Selain itu juga berperan sebagai peer educator di lingkungannya, memberikan informasi tentang gizi dan stunting. Tujuan: Untuk menguji pengaruh model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku remaja perempuan dalam mencegah stunting di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Penelitian ini metode eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan, dengan tahap pra-intervensi, intervensi, dan tahap pasca-intervensi yang masing-masing memiliki jadwal tertentu. Penelitian ini melibatkan sampel remaja perempuan usia 13-18 tahun yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi diberikan model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi dan kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi. Sampel penelitian terdiri dari remaja perempuan di dua sekolah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian serta data dianalisis secara univariate, bivariate dan multivariate. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dampak positif yang kuat dari intervensi edukasi ini pada pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja perempuan dalam upaya mencegah stunting. Mereka yang menjadi peer educator di komunitas juga memperluas dampak edukasi ini dengan menciptakan perubahan positif dalam perilaku gizi anak-anak di sekitarnya. Kesimpulan: model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi memiliki pengaruh positif dan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja perempuan terkait pencegahan stunting. Edukasi ini diharapkan dapat memperkuat kesehatan anak-anak dan kualitas hidup di masa depan, serta berperan dalam pembangunan masyarakat yang lebih sehat. Dengan memberikan pengetahuan yang tepat dan mengubah sikap serta perilaku, model ini membuka jalan menuju upaya pencegahan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan di kalangan remaja perempuan.
Iptek bagi Masyarakat: Pemberian Edukasi Kesehatan Berbasis Aplikasi Pelacak Mood untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Antoni, Adi; Harahap, Alprida; Ahmad, Haslinah; AA, Abdullah; J. Hadi, Anto; Andriani Rangkuti, Juni; Nafratilova Ritonga, Nevo
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.932

Abstract

Masalah kesehatan mental remaja perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya seks bebas pada remaja. Edukasi kesehatan remaja menjadi hal penting dalam kondisi saat ini. Tujuan edukasi ini adalah memberikan pengetahuan pada remaja tentang penggunaan aplikasi pelacak mood untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dalam mencegah perilaku seks bebas serta pemanfaatan aplikasi pelacak mood dalam meningkatkan kesehatan remaja. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi pelacak mood yang dapat di download di playstore yang mudah di akses oleh pengguna smartphone. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2024 dengan sasaran kegiatan ini adalah remaja SMA sederajat Se Kota Padangsidimpuan sebanyak 19 orang. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dan diskusi serta demontrasi memanfaatkan aplikasi pelacak mood untuk meningkatkan kesehatan mental remaja serta dilakukan pretes dan posttest terkait kesehatan mental remaja. Hasil sebelum edukasi diperoleh kesehatan mental remaja diperoleh rendah 15 orang (78,94%) dan pengetahuan kesehatan mental tinggi 4 orang (21,06%). Setelah edukasi diperoleh kesehatan mental remaja diperoleh tinggi 19 orang (100%). Edukasi  kesehatan berbasis aplikasi pelacak mood dapat meningkatkan kesehatan mental remaja agar selalu bertindak positif dan mencegah perilaku negative seperti seks bebas.
Evaluation of Customer Satisfaction at Nina Pharmacy Padangsidimpuan City vera, yulia; Insan, Hafni nur; Hasibuan, Elmi Sariani; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan LLDikti Wilayah 1 (JUKES) Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober : Health Science
Publisher : LLDIKTI Wilayah 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54076/jukes.v4i2.496

Abstract

A pharmacy is a pharmaceutical service facility where pharmaceutical practice is carried out by pharmacists, while pharmaceutical service is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations. Providing pharmaceutical services is not just about providing medicines, but also ensuring that patients receive safe, effective and affordable treatment. The level of patient satisfaction is the patient's or service user's response to each health service provided. The aim of this research is to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at the Nina pharmacy in Padangsidmpuan City in 2024. This type of research is descriptive research using a research instrument in the form of a questionnaire whose validation and reliability have first been tested using 5 dimensions of satisfaction, namely responsiveness. ), reliability, assurance, empathy and direct evidence. The results of research at the Nina pharmacy in Padangsidimpuan City showed that the results were responsiveness (45.27%), reliability (44.44%), assurance (38.33%), empathy (44.44%), tangible (61.05%) . It can be concluded from the results of this research that Nina's health center received the satisfaction category.
Ethnomedicine of Medicinal Plants in Napa sub-district, South Angkola district, South Tapanuli district Rambe, Muhammad Arsyad E; Harahap, Cory; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan LLDikti Wilayah 1 (JUKES) Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober : Health Science
Publisher : LLDIKTI Wilayah 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54076/jukes.v3i2.500

Abstract

Ethnomedicine as a method that can be used to explore the use of medicinal plants can be the first step to developing new medicines. The aim of this research is to find out the types of plants used by the people of Napa Village, South Angkola District, South Tapanuli Regency, how to use medicinal plants, and which parts of the plants are used for medicine. Data collection was carried out through observation and interviews. Data was obtained from 5 informants who met the inclusion criteria consisting of 1 traditional leader, 1 health cadre, 1 herbal medicine seller, 2 community leaders. The results of the research obtained data on 35 plants used by the people of Napa Village as medicine. The leaves are the most widely used part. The Ethnomedicine as a method that can be used to explore the use of medicinal plants can be the first step to developing new medicines. The aim of this research is to find out the types of plants used by the people of Napa Village, South Angkola District, South Tapanuli Regency, how to use medicinal plants, and which parts of the plants are used for medicine. Data collection was carried out through observation and interviews. Data was obtained from 5 informants who met the inclusion criteria consisting of 1 traditional leader, 1 health cadre, 1 herbal medicine seller, 2 community leaders. The results of the research obtained data on 35 plants used by the people of Napa Village as medicine. The leaves are the most widely used part. The most widely used processing method is boiling. The Napa Village community uses plants as medicine. Keywords: Ethnomedicine, Plants, Medicine, Napa Village most widely used processing method is boiling. The Napa Village community uses plants as medicine. Keywords: Ethnomedicine, Plants, Medicine, Napa Village
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT PEMERIKSAAN PADA BAYI SETELAH LAHIR Aswan, Yulinda; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i3.1635

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan bayi adalah proses di mana seorang tenaga kesehatan profesional memeriksa tubuh bayi untuk mendeteksi tanda-tanda klinis penyakit, dan hasil tesnya dicatat dalam catatan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa 50% kematian bayi terjadi pada periode neonatal pada bulan pertama kehidupannya. Penanganan bayi yang salah dapat menyebabkan kecacatan atau kematian, dan hipotermia adalah gejala paling umum pada bayi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada bayi, terutama untuk intervensi dini jika terjadi masalah atau kelainan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pemeriksaan fisik pada bayi setelah lahir. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan target ibu-ibu yang memiliki bayi di desa sibangkua kecamatan angkola barat. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan 35%. Diharapkan penyuluhan seperti ini dapat dilakukan kembali yang mencakup sikap dan perilaku ibu-ibu yang memiliki bayi karena hal ini berhubungan dengan pelayanan kesehatan lanjutan yang akan diterima oleh bayi dalam pelayanan posyandu. Kata Kunci : Pengetahuan, Pemeriksaan, Bayi ABSTRACT Baby check-up is a process in which a health professional examines a baby's body to detect clinical signs of disease, and the test results are recorded in a health record. Research shows that 50% of infant deaths occur in the neonatal period in the first month of life. Improper handling of babies can cause disability or death, and hypothermia is the most common symptom in babies. Therefore, it is very important to understand and conduct health checks on babies, especially for early intervention if there are problems or abnormalities. Therefore, it is necessary to make efforts to raise awareness in the community through health education to increase mothers' knowledge about physical examinations on babies after birth. Health education activities targeting mothers who have babies in Sibangkua Village, West Angkola District. The results of the activity showed an increase in knowledge of 35%. It is hoped that this kind of education can be carried out again which includes the attitudes and behavior of mothers who have babies because this is related to the follow-up health services that will be received by babies in the Posyandu service. Keywords : Knowledge, Chek-up, Baby
PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK Harahap, Mei Adelina; Simamora, Febrina Angraini; Rangkuti, Juni Andriani; Ritonga, Nefonavratilova; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan indicator kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama, kualitas pangan yang buruk, meningkatnya morbiditas serta terjadi peningkatan tinggi badan yang tidak sesuai umurnya.Pada umumnya, masalah pertumbuhan linier pada balita sering diabaikan karena masih dianggap normal asalkan berat badan anak telah memenuhi standar. Menurut beberapa penelitian, stunting berkaitan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan kemampuan motorik dan mental.Metode yang di gunakan adalah berupa penyuluhan . Pelaksanaan di lakukan di Desa Kayu Laut dan diikuti oleh ibu mempunyai anak usia dibawah 5 tahun . Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan diharapkan perlu ada penyuluhan lanjutan terkait stunting. Hal tersebut perlu dilakukan untuk melihat dan mengukur sejauh mana kesadaran dan implementasi dari pencegahan stunting masyarakat Stunting is an indicator of chronic malnutrition due to inadequate food intake over a long period of time, poor food quality, increased morbidity and an increase in height that is not appropriate for their age. In general, the problem of linear growth in toddlers is often ignored because it is still considered normal as long as the child's weight meets the standards. According to several studies, stunting is associated with an increased risk of illness and death and stunted growth and mental abilities. The method used is in the form of counseling. The implementation was carried out in Kayu Laut Village and was attended by mothers who had children under 5 years of age. This activity was carried out well, even the participants looked enthusiastic and it is hoped that there will be further counseling related to stunting. This needs to be done to see and measure the extent of awareness and implementation of community stunting prevention
Penyuluhan tentang Tips dan Trik mencegah Diabetes Melitus pada Usia Dewasa Awal dan Madya Di Desa Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan Simamora, Febrina Angraini; Harahap, Mei Adelina; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Simamora, Asnil Adli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan suatu penyakit yang menyebabkan gangguan Kesehatan global yang menimpa jutaan orang di seluruh dunia dengan kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Gaya hidup yang salah, seperti malas atau kurang bergerak, minum-minuman keras, sering bergadang atau kurang istirahat, makan berlebihan terutama mengandung karbohidrat tinggi memudahkan timbulnya penyakit diabetes mellitus. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus pada usia dewasa awal dan madya di desa Kayu Laut. Sebelum dilakukan penyuluhan, mayoritas peserta sebanyak 23 peserta (65,7%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pencegahan diabetes melitus, namun setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 28 peserta (80%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan diabetes melitus. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengetahuan Masyarakat tentang perilaku hidup sehat setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan. Melalui kegiatan ini diharapkan Masyarakat dapat menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan tindakan-tindakan pencegahan diabetes melitus pada usia dewasa awal dan madya.
Memberikan Edukasi Pola Pemberian Makan Pada Anak Rangkuti, Juni Andriani; Nugraeny, Lolita; Rangkuti, Nur Aliyah; Diningsih, Ayus; Dewi, Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i3.1865

Abstract

Masalah stunting pada balita menjadi isu global kesehatan yang signifikan. Pola pemberian makan dalam lingkungan keluarga sangat terkait dengan nilai-nilai budaya dan gaya hidup sehat keluarga. Edukasi bertujuan memberikan pemahaman kepada orangtua tentang stunting dan konsekuensinya jika nutrisi anak tidak sesuai dengan standar gizi. Stunting adalah dampak buruk pada gizi yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya orangtua, tentang pentingnya memberikan makanan seimbang dan bergizi kepada anak-anak. Upaya ini telah meningkatkan kesadaran dan praktik makan yang lebih baik, dengan harapan mengurangi risiko stunting. Selain menciptakan generasi muda yang lebih sehat, ini juga memberikan dasar kuat bagi perkembangan intelektual anak-anak, yang akan membawa dampak positif pada masa depan mereka. Kata kunci : Anak stunting, Pola pemberian makan, Menu bergizi. ABSTRAK The issue of stunting in toddlers has become a significant global health concern. The feeding patterns within the family environment are closely linked to cultural values and the healthy lifestyle of the family. Education aims to provide parents with an understanding of stunting and its consequences if a child's nutrition does not meet the nutritional standards. Stunting is an adverse effect on nutrition that hinders optimal growth and development in children. This activity aims to impart understanding and knowledge to the community, especially parents, about the importance of providing balanced and nutritious meals to children. These efforts have increased awareness and improved eating practices, with the hope of reducing the risk of stunting. In addition to creating a healthier younger generation, this also provides a strong foundation for the intellectual development of children, which will have a positive impact on their future.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Huta Baru Nangka Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2023 Rangkuti, Nur Aliyah; Rangkuti, Juni Andriani; Dewi, Ratna
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1903

Abstract

Imunisasi adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan pemberantasan penyakit menular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi di Desa Huta Baru Nangka Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Desa Huta Baru Nangka Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan Januari-Mei 2023 sebanyak 41 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpengetahuan kurang sebanyak 28 orang (68,3%). Diharapkan ibu dapat memberikan kolostrum kepada bayinya yaitu hanya memberikan kolostrum saat bayi baru lahir dan diberikan ASI selama enam bulan penuh. Immunization is one of the efforts to increase immunity and eradicate infectious diseases. The purpose of this study was to describe the mother's knowledge about complete basic immunization for infants in Huta Baru Nangka Village, East Halongonan District, North Padang Lawas Regency in 2023. This study used a quantitative research with a descriptive design. The population in this study were all postpartum mothers in Huta Baru Nangka Village, East Halongonan District, North Padang Lawas Regency in January-May 2023 with a total of 41 people. The sampling technique used total sampling with a total sample of 41 people and data collection was carried out using a questionnaire. The results showed that 28 people (68.3%) had less knowledge. It is hoped that mothers can give colostrum to their babies, namely only giving colostrum when newborns are given breast milk for a full six months.
Pengenalan Pentingnya Donor Darah Sejak Dini Pada Mahasiswa Di Universitas Aufa Royhan Nazlina, Nina; Antoni, Adi; AA, Abdullah; Andriani Rangkuti, Juni; Ritonga, Nefona fratilova; Dalimunthe, Maharani; Ariona, Septi; Hasibuan, Rido; Efrina Sahri Pulungan, Putri
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v3i3.233

Abstract

Kegiatan donor darah bagian dari rangkaian kegiatan yang didalamnya meliputi menyumbangkan darah yang menjadi suatu wujud bentuk penurunan angka kematian akibat dampak tidak tersedianya cadangan darah guna untuk kebutuhan darah sipenerima, Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi para mahasiswa tentang pengenalan pentingnya donor darah sejak dini pada mahasiswa di Universitas Aufa Royhan. Metode kegiatan ini meliputi pemaparan materi melalui powerpoint, ceramah dan tanya jawab. Pada hari Kamis 24 Maret 2023, sebanyak 45 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini selama satu jam. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh Mahasiswa universitas aufa royhan. Melalui pengabdian ini, mahasiswa akan mendapatkan edukasi pengenalan tentang donor darah, termasuk pengertian donor darah, mengapa pentingnya donor darah dilakukan, sehingga menjadi kegiatan bakti amal yang dapat dilakukan, serta meningkatkan pengetahuan tentang donor darah. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya donor darah sejak dini. Saran agar dapat menjadi masukan bagi kalangan siapa saja untuk dapat melakukan donor darah sejak dini.
Co-Authors AA, Abdullah Abdullah AA Adelina, Mei Adelina, Mei - Adi Antoni Aflah Lubis, Yuni Ahmad, Haslinah Ahmad, Haslinah HA Alprida Harahap Anto J Hadi Antoni, Adi Arinil Hidayah Ariona, Septi Arisa Aswan, Yulinda Aswan, Yulinda - Aulia, Nisa Ayuni Harahap, Alya Baik Rambe, Nur Batubara, Novita Sari Dalimunthe, Maharani Deliana Tarigan Dewi, Sri Sartika Sari Diningsih, Ayus Efrina Sahri Pulungan, Putri Fitri Napitupulu, Natar Gintings, Akhyar Fauzi Habibah, Nursalmah Hadi, Anto J. Halinah Ahmad Harahap, Alya Ayuni Harahap, Cory Harahap, Cory Linda Futri Harahap, Dewani Harahap, Mei Adelina Harahap, Rizki Noviyanti Harahap, Yanna Wari Hasibuan, Ahmad Safii Hasibuan, Elmi Sariani Hasibuan, Khoirunnisah Hasibuan, khoirunnisah - Hasibuan, Rido Haslina Hidayah, Arinil Insan, Hafni Nur J. Hadi, Anto Kahirani, Leli Khoirunnisah Hasibuan Lastari, Asdi Leli Khairani Liana Lola Pebrianthy Lubis, Arisa Harfa Said Lubis, Yuni Aflah manurung, dina mariana Massraini Daulay, Nanda Mei Adelina Mei Adelina Harahap Nafratilova Ritonga, Nevo Nanda Massraini Daulay Nasution, Ayannur nasution, ayannur - Nasution, Nur Arfah Nazlina, Nina Nefonavratilova Ritonga Nisa Aulia Nopita Yanti Sitorus Nugraeny, Lolita Nur Aliyah Rangkuti Nur Aliyah Rangkuti Nurhamimah Nursalmah Habibah Owilda Wisudawan Owildan Wisudawan Pulungan, Putri Efrina Sahri Ramadhini, Delfi Rambe, Muhammad Arsyad E Rambe, Nur Baik Rangkuti, Nur Aliyah Rantesalu, Matius Ratna Dewi Rido Hasibuan Ridwan Amiruddin Ritonga, Nefona fratilova Ritonga, Nefonafratilova Ritonga, Nefonavratilova - Ritonga, Sukhri Herianto Sallipadang, Edwinn Saskiyanto Manggabarani Septi Ariona Simamora, Asnil Adli Simamora, Febrina Angraini Siregar, Nurelilasari Siregar, Putri Khairani Siregar, Putri Runggu Suhartini Sujoko, Edy SURYANI Utaminingtyas, Farida Vera, Yulia Wisudawan, Owilda Wiwi Wardani Tanjung Yuana, Putri Yulinda Aswan Yulizar Yuni Aflah Yusnina Maisyaroh