Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Model Edukasi Home-Based Wound Care Dalam Perawatan Luka di Komunitas untuk Mencegah Komplikasi Pamungkas, Rian Adi; Usman, Andi Mayasari; Sari, Widia; Abdurrasyid, Abdurrasyid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24411

Abstract

ABSTRAK Luka kronis merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai di komunitas, terutama pada pasien dengan penyakit kronis, dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak dirawat sesuai prinsip perawatan luka berbasis bukti. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka di rumah menjadi salah satu faktor utama terjadinya keterlambatan penyembuhan dan komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat model edukasi home-based wound care dalam perawatan luka kronis di komunitas sebagai upaya pencegahan komplikasi. Kegiatan menggunakan pendekatan community-based participatorymelalui edukasi dan pendampingan perawatan luka berbasis rumah. Sasaran kegiatan adalah pasien dengan luka kronis dan anggota keluarga sebagai caregiver. Intervensi meliputi edukasi terstruktur, demonstrasi dan praktik perawatan luka, serta pendampingan melalui kunjungan rumah secara berkala. Evaluasi dilakukan dengan observasi perkembangan luka dan pemantauan penerapan praktik perawatan luka selama periode pendampingan. Selama rangkaian kunjungan, terlihat progres penyembuhan luka yang konsisten, ditandai dengan peningkatan jaringan granulasi, penurunan eksudat, penyempitan luas luka, serta munculnya epitelisasi tanpa ditemukannya komplikasi. Selain itu, pasien dan keluarga menunjukkan peningkatan kemampuan dan kemandirian dalam melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah. Penguatan model edukasi home-based wound care efektif dalam mendukung penyembuhan luka kronis dan mencegah komplikasi di komunitas. Model ini berpotensi untuk direplikasi dan diintegrasikan dalam layanan keperawatan komunitas dan layanan kesehatan primer. Kata Kunci: Luka Kronis, Home-Based Wound Care, Edukasi Kesehatan, Keperawatan Komunitas, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Chronic wounds are a common health problem in community settings, particularly among patients with chronic diseases, and pose a high risk of complications if not managed according to evidence-based wound care principles. Limited knowledge and skills among patients and family caregivers in performing home wound care remain major contributors to delayed healing and complications. This community service activity aimed to strengthen a home-based wound care education model for the management of chronic wounds in the community as a strategy to prevent complications. A community-based participatory approach was applied through structured education and home-based wound care assistance. The target participants were patients with chronic wounds and their family members as primary caregivers. The intervention included wound care education, demonstrations and hands-on practice, as well as regular home visits for ongoing assistance. Evaluation was conducted through observation of wound healing progress and monitoring of wound care practices during the assistance period. Throughout the series of visits, consistent wound healing progress was observed, characterized by improved granulation tissue, reduced exudate, decreased wound size, and progressive epithelialization without signs of complications. In addition, patients and family caregivers demonstrated improved skills and greater independence in performing wound care at home. Strengthening the home-based wound care education model effectively supports chronic wound healing and prevents complications in community settings. This model has the potential to be replicated and integrated into community nursing and primary healthcare services Keywords: Chronic Wounds, Home-Based Wound Care, Health Education, Community Nursing, Community Service.
Vitamin D and Traumatic Brain Injury: A Systematic Review of Preclinical Evidence Jaslindo, Lieka Nugrahi; Sari, Widia; Dhuha, Alief; Handayani, Kurnia Maidarmi; Khudri, Ghaniyyatul Nugrahi; Maribeth, Annisa Lidra
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.2096

Abstract

Traumativ Brain Injury (TBI) triggers multiple secondary injury processes, such as inflammation, oxidative stress, apoptosis, BBB disruption, and impaired autophagy. These mechanisms contribute to progressive neuronal damage and functional decline. Vitamin D has emerged as a potential multi-target neuroprotective agent due to its regulatory roles in immune signaling, oxidative balance, neuronal survival, and autophagy pathways. This systematic review synthesized preclinical evidence evaluating the effects of Vitamin D supplementation in animal models of TBI. A comprehensive search of PubMed, OVID, and ProQuest identified six eligible studies. Across diverse dosing regimens and formulations, Vitamin D consistently improved key TBI outcomes. Reported benefits included reduced apoptosis, decreased neuroinflammation, attenuation of oxidative stress, preservation of BBB integrity, restoration of autophagy flux, and enhanced cognitive performance. Mechanistically, Vitamin D influenced several pathways, including Nrf2 activation, TLR4/MyD88/NF-κB suppression, mTOR and TRPM2 normalization, and improved microglial polarization. Although methodological quality varied, most studies demonstrated moderate rigor and supported the neuroprotective actions of Vitamin D. Heterogeneity in injury models, dosing strategies, and outcome measures limits direct comparison and highlights the need for standardized experimental approaches. Overall, current preclinical evidence indicates that Vitamin D confers robust neuroprotection following TBI. Further studies examining its mechanistic pathways, optimal therapeutic windows, and translational potential are warranted to inform future clinical applications.
Proactive Behavior in Basic Life Support Education for Adolescents in Densely Populated Areas Permaida, Permaida; Pardinan, Uray; Sari, Widia; Asmarini , Titik Ambar; Yuhana, Ina; Mutifa, Juanda; Rahayu, Nur
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.914

Abstract

Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) is most common in densely populated. Adolescent students are expected to contribute to the rescue as part of the social fabric. This study aimed to examine changes in the proactive behavior of school adolescents in basic life support education. The research used a pre-experimental design with one group pretest-posttest on 102 respondents at SMK Multimedia Mandiri Jakarta using descriptive and Wilcoxon tests.  The results showed that the respondents were predominantly late-phase adolescents (59.8%), male (79.8%), not family members working in health services (95.1%), and not familiar with basic life support (79.4%); (2) The cooperative behavior of adolescents in basic life support education show an increase in cognitive aspects, with an average pre-test score of 52 (bad) to 83 (excelent) in the average post-test score; (3) The results of proactive behavior show a significant clout on the readiness of adolescents in providing basic life support in the community environment living in densely populated settlements (p<0.001). The proactive behavior of teenage students as part of the community in basic life support education is very important. In addition, this study has implications for the independence and readiness of school adolescents to assist victims of out-of-hospital cardiac arrest (OHCA), especially in densely populated areas.
DESAIN PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN PADA COFFEE SHOP UNTUK MEMENUHI KENYAMANAN VISUAL PENGUNJUNG DAN EFISIENSI ENERGI Sari, Widia; Stevany, Angel; Setyaningsih, Endah; Fatimah, Titin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/r1fz1281

Abstract

Pencahayaan buatan merupakan elemen krusial dalam menciptakan suasana ruang yang nyaman dan fungsional, terutama pada ruang publik seperti coffee shop yang mengandalkan atmosfer sebagai daya tarik utama. Penulisan makalah ini bertujuan untuk merancang sistem pencahayaan buatan yang mampu memenuhi kenyamanan visual pengunjung melalui pendekatan desain yang mempertimbangkan intensitas cahaya, distribusi jumlah lampu, suhu warna, serta integrasi estetika dengan interior. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah studi literatur dan analisis pembuatan coffee shop yang telah diterapkan sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada aspek intensitas cahaya, distribusi pencahayaan, suhu warna, serta penempatan dan jenis armatur yang sesuai dengan fungsi ruang. Hasil perancangan ini menunjukkan bahwa sistem pencahayaan buatan pada area café indoor, kasir, dan dapur telah memenuhi standar iluminasi berdasarkan perhitungan yang melibatkan koefisien penggunaan (Kp) dan depresiasi (Kd). Penerapan intensitas dan temperatur warna yang sesuai, serta distribusi cahaya yang merata, mampu menciptakan suasana ruang yang mendukung aktivitas sosial, kerja, dan relaksasi. Selain itu, sistem ini juga terbukti efisien secara energi dengan densitas daya yang rendah. Oleh karena itu, direkomendasikan penggunaan lampu LED dengan CRI ≥ 80 (SNI 6197-2020), penyesuaian suhu warna sesuai fungsi ruang, penerapan layered lighting, integrasi desain pencahayaan dengan interior untuk memastikan pencapaian pencahayaan yang optimal. Desain sistem pencahayaan ini diharapkan menjadi acuan dalam menciptakan pengalaman ruang yang optimal bagi pengunjung coffee shop sekaligus mendukung aspek fungsional dan estetika interior.
Co-Authors Abdurrasyid Adi Pertiwi , Puji Adisty, Linda Anda, Juliet Medi Andrinatya, Dheavita Antoni Antoni Asmarini , Titik Ambar Astari, Chitra Azteri, Veza Azzah, Fhasa Lifiansah Bagis, Fatmah Budi Mulyana, Budi Cahyani, Siti Meilinda Chamroonsawasdi, Kanittha Chaniago, Rudi Darmayanti, Andini Dhuha, Alief Dimas, Gusti Muhammad Eka Handayani Endah Setyaningsih Enny Yuliaswati Ety Nurhayati Fadhilah, Annisa Farida, Hana Fitriani Dewi, Ananda Fitriani, Herni Fredricka, Jhoanne Ghaniyyatul Khudri Gusti Ningsih, Wahidah Hadeli Hadeli, Hadeli Hadi Purnomo Hamda, Rialta Hansah, Rendri Bayu Haris Pauzan, Muhammad Hayuningtyas, Afwa Heni Fitriani Herlina Latipa Sari Hidayatulloh, Rian Hurria, Hurria Indah Pebrianti Irawan, Rizki Jailani Jailani Jaslindo, Lieka Nugrahi Kamaliah, Ulfah Kartini Kartini Karyanah, Yayah Khudri, Ghaniyyatul Nugrahi Krismadinata Krismadinata, Krismadinata Kurnia Maidarmi Handayani Maharani, Della Maribeth, Annisa Lidra Mayasari, Andi Melya Susanti Meutia, Nurma Miftahul Jannah Mira Asmirajanti Muhammad Hatta Muhsin, Sri Wahyuni Mutifa, Juanda Neng Tine Kartinah Almuktabar Novardian, Novardian Novita Sari NUR RAHAYU, NUR Nuribadah, Nuribadah Nursia, Lili Eky Pamungkas, Fhasa Lifiansah Azzah Pardinan, Uray Permaida, Permaida Permata, Sari Indah Pertiwi, Puji Adi Prisca, Cathrerine Andrea Putri, Suci Eka Ranggani, Nila Ratna Dewi Rian Adi Pamungkas Rifa'i Rifaat, Hafid Rinawati Rinawati Robin Robin, Robin Rosidawati Wiradirja, Imas Rosya, Ernalinda Rully Hidayatullah Salamiyah, Barokatus Sava, Zaskia Nada Sinaga, Irma Suryani Siti Hanifah Siti Maisyaroh Fitri Siregar Sri Wulandari Stevany, Angel Sukarno, Anita Titin Fatimah Triwid Syafarotun Najah, Triwid Syafarotun Veronika, Erna Wahyuni, Sarifah Wahyuni, Yulia Wati, Widya Sulistya Wijaya, Berlian Wiranda, Diki Yeyen, Siti Sari Yuhana, Ina Yulfienti, Elfi Yulika, Villya Zahro, Lailatul Zeffira, Laura