Articles
B Baqir al-Shadr's Economic Thought and the Concept of State Economy in Article 33 of the 1945 Constitution
Nurjamil;
Janwari , Yadi;
Jubaedah, Dedah
Journal International Economic Sharia Vol. 1 No. 1 (2024): June
Publisher : Inovasi Analisis Data
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.11524112
This study aims to analyze the role of the state in the economy through the lens of Baqir al-Shadr's economic theory. Article 33 of the 1945 Constitution connects this theory to the state's exercise of control. This literature research method gathers and examines secondary data from books, scientific journals, research findings, and pertinent articles using a qualitative method, followed by a normative analysis. According to Baqir al-Shadr, the research findings indicate that Islamic economics is not considered a scientific discipline but rather the practical application of Islamic sharia principles rooted in religious beliefs and devotion. This includes the promotion of social justice and the acknowledgement of various forms of property ownership. Second, exploitative and uncontrollable human behavior, rather than a lack of natural resources, is the true cause of economic issues. Furthermore, the government's involvement is necessary for the oversight and resolution of economic issues, particularly in ensuring the well-being of the population and achieving social equilibrium. Article 33 of the 1945 Constitution explicitly grants the state the authority to manage natural resources for the benefit of the people. This abstract presents a concise summary of the correlation between Baqir al-Shadr's economic ideology and the notion of state control, specifically in regard to Article 33 of the 1945 Constitution. It also examines the effects of this correlation on economic regulation and society's welfare.
Metodologi Memahami Ajaran Islam yang Benar Menuju Masyarakat Madani
Kuswandi, Yudi;
Jubaedah, Dedah
ISLAMICA Vol 8 No 1 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59908/islamica.v8i1.127
Memahami ajaran Islam dengan benar merupakan kunci dalam membangun Masyarakat Madani yang berlandaskan keadilan dan etika. Saat ini terdapat kesenjangan antara realita keberagamaan masyarakat dengan tujuan ideal beragama. Hal ini didasarkan terhadap metode memahami ajaran agama secara parsial. Mengatasi hal tersebut, diperlukan metodologi yang tepat dalam memahami ajaran Islam secara holistik (kaffah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi dalam memahami Islam secara komprehensif serta implikasinya terhadap pembangunan masyarakat yang beradab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis komparatif terhadap pemikiran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode memahami ajaran agama yang holistik dan komprehensif dengan memadukan berbagai metode dan pendekatan, seperti menggabungkan metode naqli (tradisional-tekstual); metode aqli (rasional-kontekstual), dan metode kasyaf (mistis-imani), akan menghasilkan semangat sikap tasamuh (toleransi), dan prinsip demokrasi serta terjaganya proporsional sikap eksklusif dan inklusif akan menjauhkan sikap kesombongan teologis, yang menganggap kebenaran mutlak hanya miliki dirinya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merumuskan kerangka metodologi sistematis yang relevan dengan tantangan zaman. Adapun kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi prinsip Islam klasik dengan perspektif epistemologi modern guna memperkuat harmoni sosial.
Analisis Keadilan dalam Akad Mudharabah: Perspektif Hukum Islam dan Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia
Hidayah, Paisah Nurul;
Said, Nuralika Yepsi Sarmilantiva;
Jubaedah, Dedah
ISLAMICA Vol 8 No 2 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59908/islamica.v8i2.133
Mudharabah merupakan salah satu akad utama dalam perbankan syariah yang mencerminkan prinsip bagi hasil (Profit and Loss Sharing/PLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip keadilan dalam akad mudharabah berdasarkan perspektif hukum Islam dan regulasi perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji ketentuan hukum, praktik di lembaga keuangan syariah, serta kesesuaiannya dengan konsep keadilan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akad mudharabah telah mematuhi prinsip syariah, masih terdapat tantangan dalam distribusi keuntungan yang adil dan pembagian risiko yang seimbang. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan regulasi serta implementasi akad mudharabah di bank syariah dan lembaga keuangan non-bank. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan regulasi dan strategi dalam meningkatkan keadilan dalam akad mudharabah
Sumber Pendapatan Negara Dalam Pandangan Al-Mawardi
Santika, Ganjar;
Janwari, Yadi;
Jubaedah, Dedah
MASHLAHAH Vol. 2 No. 1 (2023): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62824/pwjwgc22
Negara yang berhasil menciptakan kesejahteraan rakyat merupakan ciri dari suatu Negara yang berhasil, salah satu keberhasilannya adalah meningkatnya kualitas hidup rakyat yang erat kaitannya dengan kehidupan ekonomi, ekonomi suatu Negara disandarkan dari pengelolaannya yang baik, pucuk dari keberhasilan ini salah satunya adalah pengelolaan pendapatan Negara. Pemikiran tentang pendapatan Negara ini sudah sejak dahulu disuarakan, salah satunya cendekiawan muslim Al-Mawardi menyebutkan bahwa pendapatan Negara bersumber dari zakat, ghanimah, jizyah dan kharaj, adapun jika Negara defisit anggaran maka pendapatan bisa dihasilkan dari pajak dan pinjaman secara publik, lebih rinci penulis akan memaparkan tentang pemikiran Al-Mawardi tentang pendapatan Negara.
Efektivitas Posisi Miring Kiri Dan Penggunaan Birthball Dalam Mempercepat Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Ciranjang Kabupaten Cianjur
Dewi, Annisa Tania;
Pangestu, Gaidha Khusnul;
Febriyani, Putri Agus;
Jubaedah, Dedah;
Suhendi, Feby Pebryanti;
Friasta, Intan;
Siskanti, Siskanti;
Yuliani, Yeli;
Rosidah, Rose
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15279
Latar Belakang : Partus lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu, World Health Organization (WHO) mencatat 69.000 kasus persalinan lama di seluruh dunia pada tahun 2020. Persalinan lama menyebabkan 2,8% kematian ibu secara global dan menjadi penyebab utama komplikasi persalinan. Kejadian partus lama mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin sehingga, menimbulkan dampak kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayi. Intervensi medis baik invasif maupun non-invasif, dilakukan untuk mempercepat kemajuan persalinan, salah satu metode non-invasif yang mudah dilakukan yaitu dengan posisi miring kiri dan penggunaan birthball pada proses persalinan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui efektivitas posisi miring kiri dan penggunaan birthball terhadap kemajuan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok yaitu dengan jumlah responden 4 orang pada kelompok intervensi posisi miring kiri dan 4 orang pada kelompok penggunaan birthball, keduanya dilakukan intervensi dan di observasi terhadap kemajuan persalinan kala 1 pada ibu bersalin. Hasil : hasil penelitian pada kelompok posisi miring kiri lama persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata selama 5,2 jam dan pada kelompok yang menggunakan birthball persalinan kala 1 fase aktif berlangsung rata-rata 4,5 jam. Kesimpulan : dapat disimpulkan posisi miring kiri dan penggunaan birthball efektif mempercepat kala 1 fase aktif pada ibu bersalin, jika dilihat dari rata-rata lama kala 1 fase aktif dapat disimpulkan penggunaan birthball lebih efektif dalam mempercepat persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin primigravida.
Etika Bisnis Prespektif Islam Secara Umum dan Khusus
Jubaedah, Dedah;
Dermawan, Muhammad Jagat;
Burhanudin, Bunbun Muhamad
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Indo Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas etika bisnis dalam perspektif Islam, dengan fokus pada prinsip-prinsip dasar yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, serta penerapannya dalam dunia bisnis modern. Etika bisnis Islam menekankan nilai-nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab sosial, amanah, dan larangan terhadap riba sebagai panduan moral dalam berbisnis. Makalah ini juga menganalisis tantangan yang dihadapi dalam implementasi etika bisnis Islam di tengah dinamika ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat. Dengan menyoroti contoh-contoh penerapan, seperti dalam sistem perbankan syariah, makalah ini menunjukkan relevansi dan keunggulan prinsip-prinsip Islam dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pelaku usaha dan akademisi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik bisnis kontemporer.
The Role of Database Management in the Accreditation of Study Programs at State Islamic Higher Education Institutions
Fatahillah, Ikhwan Aulia;
Jubaedah, Dedah;
Sutiana, Yana
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58812/jmws.v3i12.1872
This study aims to analyze the management of databases at State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) in supporting the accreditation of study programs. The research adopts a descriptive qualitative approach, employing data collection methods such as interviews, observations, and documentation. Data were obtained from several PTKIN institutions in the Java region, including UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, and IAIN Pekalongan. The findings reveal that database management plays a crucial role in enhancing the accreditation scores of study programs by providing valid and relevant data. Strategic policies, such as strengthening human resources, implementing independent academic information systems, and conducting accreditation simulations by Quality Assurance Institutions, have proven effective in preparing study programs for assessment by the National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT). The study also highlights challenges, such as limited human resources and inconsistencies in reporting data, which can be addressed through technological innovations and continuous training. This research underscores the importance of integrated database management in supporting the quality of higher education at PTKIN.
Sources of State Income in Al-Mawardi's View
Santika, Ganjar;
Janwari, Yadi;
Jubaedah, Dedah
International Journal of Law Social Sciences and Management Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Law Social Sciences and Management
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69726/ijlssm.v1i2.26
A country that has succeeded in creating people's welfare is a characteristic of a successful country, one of its successes is increasing the quality of life of the people which is closely related to economic life. This notion of State Revenue has been voiced for a long time, one of whom is Muslim scholar Al-Mawardi stated that State revenue comes from zakat, ghanimah, jizyah and kharaj, while if the State reduces the budget then revenue can be generated from taxes and public loans, in more detail the author will explained about Al-Mawardi's thoughts on State Revenue.
Monetary Theory According to Imam Al Maqrizi
Pramayanti, Dian Ikha;
Janwari, Yadi;
Jubaedah, Dedah
International Journal of Law Social Sciences and Management Vol. 1 No. 4 (2024): International Journal of Law Social Sciences and Management
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69726/ijlssm.v1i4.38
One of Al Maqrizi's important contributions is his understanding of the importance of stabilizing currency values. He observed that fluctuations in currency values could lead to economic instability and depress economic growth. Therefore, he expressed his strong view of the need to maintain currency stability through proper regulation. The approach used in this study is a juridical normative approach. This approach examines the problem of rules relating to the monetary concept of Imam Al-Maqrizi. In this study, the data collection method that researchers used was the documentation method, namely finding data about things or variables in the form of books, newspapers, journals, and so on. The technique used is content analysis or content review. The results of the research show that Al-Maqrizi's thinking about monetary is that the currency used by mankind is better in the form of gold and silver. According to Al-Maqrizi, there are two types of inflation, namely natural inflation and inflation caused by human error. According to Maqrizi, the way to prevent inflation is to manage monetary policy appropriately. In addition, Al Maqrizi also suggested that currency exchange be carried out in a balanced manner. Exchange of currency for gold or silver should be done below its true value to avoid causing price distortions and inflation. Maintaining the stability of currency exchange rates and maintaining balanced currency exchange is expected to help reduce inflation in Indonesia.
The Strategy and Effectiveness of Baitul Maal wa Tamwil in Eradicating Loan Shark Practices in Java and Sumatra
Jubaedah, Dedah;
Sopiah, Evi;
Fatahillah, Ikhwan Aulia
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/ijar.v3i11.12373
This study aims to analyze the role of Baitul Maal wa Tamwil (BMT) as an Islamic microfinance institution in eliminating loan shark practices in communities, particularly in Java and Sumatra. Loan shark practices persist due to the ease and speed of loan disbursement, despite the high interest rates that entrap small communities in difficult-to-escape debt cycles. BMT offers a fair and interest-free Islamic financing solution based on profit-sharing principles and a more inclusive approach. This study discusses BMT’s financing strategies, such as lenient requirements, fast processing, and financial education programs designed to compete with loan sharks. The main findings indicate that BMT plays a significant role in providing fairer financing access to small communities and helping reduce their dependence on loan sharks. However, this study also reveals several challenges BMT faces, such as limited capital, strict regulations, and low financial literacy among the public. These challenges hinder BMT's ability to effectively compete with loan sharks in terms of speed and accessibility. The results of this study emphasize the importance of strengthening BMT’s capital, developing human resources, and innovating Islamic financing products so that BMT can play a more prominent role in eradicating loan shark practices in the community. With the right strategy and support from various stakeholders, BMT has great potential to continue growing as a more equitable and empowering financing solution.